Rp25,000 sakilo? Saparampek kilo isi-e 12 biji, harago-e Rp21,250. Jadi harago saincek joghiang tu Rp1,770.92. Iyo lah maha tu mah.
Ka baa juo lai, kalau taragak sakali-sakali sabana manjadi angan-angan. MakNgah pareso kulkas, lai tasimpan-simpan juo jariang ciek masih bakulik; buliah digunokan untuak pamungkang urang maliang bilo paralu :) -- MakNgah --- In [email protected], "Renny.Sy" <reni.sy@...> wrote: > > Mak Ngah... > > Di Bintara Jorieang 85 ribu sakilo, saparompek isi e 12 incek , ko pagi tadi > la dimasakan dek mama kalio jorieang tu dek la taragak bana tu kaba'a lai... > > > Renny.Bintara > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > -----Original Message----- > From: "sjamsir_sjarif" <hambociek@...> > Sender: [email protected] > Date: Thu, 06 Jun 2013 04:19:49 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [R@ntau-Net] Joghieng jo Potai batambah maha... > > Ondeh, baa aka lai goh? Joghiang jo Potai lah tambah maha; kalio Joghiang > tambah maimbau-imbau salegho. > > ..... > Sebelumnya diberitakan, harga jengkol di sejumlah pasar di Jabodetabek dan > sekitarnya sudah mencapai Rp 50.000 per kilogram. Jengkol yang dalam bahasa > Latin disebut dengan Archidendron pauciflorum bahkan harganya sudah melonjak > hingga sekitar 100 persen di sejumlah lokasi. > > Kenaikan harga jengkol ternyata juga diikuti harga petai yang melonjak tajam. > Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan turut menanggapi harga > jengkol yang membumbung tersebut. Dahlan mengaku harus ikut berbagi pemikiran > mengenai bagaimana solusi dalam menurunkan harganya. "Harus ada solusinya. > Bila perlu BUMN membentuk perusahaan khusus untuk mengembangkan tanaman > jengkol. Bisa saja dibentuk PTPN XIV yang mengurusi jengkol dan petai," ujar > Dahlan. > > Lengkapnya lihat: > http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/06/04/18535830/Harga.Jengkol.Tembus.Rp.50.000..Mendag.Akan.Sidak > > Ruponyo ado lo Mafia Joghiang jo Potai ko: > > JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat M Romahurmuzy > atau Romy menyesalkan kenaikan harga jengkol dan petai di sejumlah tempat di > Tanah Air. Romy menilai ada ulah mafia yang bermain sehingga membuat harga > jengkol dan petai melambung drastis. > > "Menyedihkan, untuk komoditas makanan, rakyat harus kehilangan kesempatan > untuk mengonsumsi. Untuk itu, kenaikan ini harus diusut siapa yang bermain," > ujar Romy di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/6/2013). > > Romy menduga ada beberapa penyebab harga jengkol melambung, seperti serangan > hama, belum musim panen, hingga aksi para mafia penimbun pangan. "Faktor > musim memang ada. Namun, harganya mustinya tidak (melonjak) setinggi ini. > Rakyat sepertinya tak henti-henti dipermainkan para mafia penimbun bahan > pangan," kata Sekretaris Jenderal PPP ini. > dst lihat: > http://nasional.kompas.com/read/2013/06/05/18353878/DPR.Rakyat.Dipermainkan.Mafia.Jengkol > > -- MakNgah > Sjamsir Sjarif -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
