Mantaps, sabanta lai mungkin pambarasiah toilet nan ka langka saroman nan 
tajadi di amerika selatan (?) tu ...., 
sabaiaknyo nan jadi mantari padagangan ko barikuiknyo urang awak, nan alah 
terkenal dan disabuik juo Pandai Dagang atau Padang....he he he...

Afdal,47,Koto, Jakarta.

Salam hormat,

H AFDAL ZIKRI AK
Bacaleg PKS DPR RI Dapil Banten II (Kota Cilegon, Kota Serang, & Kab Serang) No 
Urut 4 (Empat)
HP/WA +62811883102
BB pin:25B1F057
Email: [email protected]
Web: www.afdalzikri.com

CINTA, KERJA, & HARMONI 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "sjamsir_sjarif" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 06 Jun 2013 04:19:49 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Joghieng jo Potai batambah maha...

Ondeh, baa aka lai goh? Joghiang jo Potai lah tambah maha; kalio Joghiang 
tambah maimbau-imbau salegho.

.....
Sebelumnya diberitakan, harga jengkol di sejumlah pasar di Jabodetabek dan 
sekitarnya sudah mencapai Rp 50.000 per kilogram. Jengkol yang dalam bahasa 
Latin disebut dengan Archidendron pauciflorum bahkan harganya sudah melonjak 
hingga sekitar 100 persen di sejumlah lokasi.

Kenaikan harga jengkol ternyata juga diikuti harga petai yang melonjak tajam. 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan turut menanggapi harga 
jengkol yang membumbung tersebut. Dahlan mengaku harus ikut berbagi pemikiran 
mengenai bagaimana solusi dalam menurunkan harganya. "Harus ada solusinya. Bila 
perlu BUMN membentuk perusahaan khusus untuk mengembangkan tanaman jengkol. 
Bisa saja dibentuk PTPN XIV yang mengurusi jengkol dan petai," ujar Dahlan. 

Lengkapnya lihat:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/06/04/18535830/Harga.Jengkol.Tembus.Rp.50.000..Mendag.Akan.Sidak

Ruponyo ado lo Mafia Joghiang jo Potai ko:

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat M Romahurmuzy 
atau Romy menyesalkan kenaikan harga jengkol dan petai di sejumlah tempat di 
Tanah Air. Romy menilai ada ulah mafia yang bermain sehingga membuat harga 
jengkol dan petai melambung drastis.

"Menyedihkan, untuk komoditas makanan, rakyat harus kehilangan kesempatan untuk 
mengonsumsi. Untuk itu, kenaikan ini harus diusut siapa yang bermain," ujar 
Romy di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/6/2013).

Romy menduga ada beberapa penyebab harga jengkol melambung, seperti serangan 
hama, belum musim panen, hingga aksi para mafia penimbun pangan. "Faktor musim 
memang ada. Namun, harganya mustinya tidak (melonjak) setinggi ini. Rakyat 
sepertinya tak henti-henti dipermainkan para mafia penimbun bahan pangan," kata 
Sekretaris Jenderal PPP ini.
dst lihat:
http://nasional.kompas.com/read/2013/06/05/18353878/DPR.Rakyat.Dipermainkan.Mafia.Jengkol

-- MakNgah
Sjamsir Sjarif

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke