Assalamualaikum WW

Sanak sapalanta  yang terhormat

Sanak Rahyussalim yang saya hormati

Saya memahami kegundahan sanak terhadap masuknya JTR dan grupnya ke Padang.
Analysis saya tentu bukan utk JTR  , hanya untuk kita di palanta dengan
mencoba memandang persoalan dari kaca mata JTR sebagai investor. JTR itu
sukses di bidang property. Dia beli tanah di Karawaci sekitar seratusan
hektar pada saat mulai investasi disana dengan harga sangat murah, kira
kira Rp. 1000 s/d Rp. 10.000,- per m square. Di olah dan dijadikan Kota /
kompleks Pendidikan /perumahan/Rumah sakit / Mall, Lapangan Golf / sarana
olah dan sebagainya. Dalam tempo sekitar 15 tahun harga tanah disana
sekarang sudah mencapai Rp. 2 juta sampai Rp. 3 juta per m sq. Begitu juga
yang dilakukannya di Cikarang dengan skala yang lebih kecil. Keuntungan di
bidang properti ini telah melambungkan dia sebagai konglomerat property.
Jadi dasar bisnisnya jelas property. Yang ditembaknya di jalan Khatib
Sulaiman itu sebenarnya adalah lahan di daerah itu yang diperkirakan
kenaikan harganya cepat. Perhatikan saja kemana si JTR ini  melakukan
investasi pada akhir akhir ini.  Yang ditujunya adalah , Bali , Manado ,
dan Padang. Ketiga daerah ini adalah daerah yang lahannya sangat terbatas,
sehingga  kalau ekonomi daerah meningkat  , maka harga lahan di tiga tempat
tersebut akan meningkat cepat. Kota Padang sdh tidak bisa diperluas,  ke
Barat terbentur laut, ke timur terbentur bukit, ke Selatan terbentur bukiit
juga, ke Utara lahan sdh sempit pula.  Begitu juga Manado lahannya sangat
sempit, jauh lebih sempit dari Padang.  Penambahan lahan dengan menimbun
laut seperti yg sdh dilakukan selama ini mahal. Karena itu  harga tanah
disana juga akan naik dengan cepat. Bali begitu juga, lahan  di Bali sdh
hampir penuh, sebagian dari yang tersisa bisa di kuasai si JTR karena dia
berhasil masuk. Nampak , kalau si JTR masuk suatu daerah lebih disebabkan
keinginan menguasai lahan yang cukup luas untuk bisnis real estate/property
 sehingga bisnis RS , Mall , Bidang Pendidikan, hanya sebagai tunggangan
saja karena untungnya tidak setinggi bisnis property yang menjadi
keahliannya. Dia tidak akan masuk ke Kalimantan Tengah.  Karena lahan
disana amat luas semua kebutuhan lahan untuk investasi  mudah diperoleh,
harganya mungkin tdk akan naik naik atau tidak akan naik signifikan  dalam
10 tahun kedepan. Si JTR tidak akan pernah masuk kesana.

Swot analysis reka reka yang saya buat hanya untuk menunjukkan bahwa si JTR
masuk Padang murni bisnis, karena hitung hitungan bisnisnya, proyek RS tsb
memang menguntungkan, dan untung terbesar adalah dari kenaikan harga tanah.

Tentang kekhawatiran sanak , pindahnya pasien atau pencaplokan RS kecil
oleh si JTR saya kira tidak akan terjadi, karena target marketnya berbeda,
Pasien RS kecil bukan sasaran pasar RSS. Target RSS adalah pasien yg selama
ini sering berobat ke Jakarta/LN , kasarnya mereka yang tergolong orang
berduit. Dia dikhawatirkan akan mengambil alih RS kecil saya kira tidak
akan.  Si JTR tidak suka main kecil, dia main besar, kecuali RS kecil itu
minta tolong untuk diambil alih, mungkin untuk menjaga hubungan diambil
juga sebagai penyangga , atau sebagai unit CSR bagi kelompok usahanya. Jadi
kalau ada pendapat bahwa si JTR punya misi terselubung, terselubungnya itu
adalah keuntungan pasti dari investasinya, bukan kristenisasi sebagaimana
dikhawatirkan. Dari data dan informasi yang tersebar di palanata ini tidak
ada satupun yang membuktikan bahwa  kristenisasi yang telah terjadi selama
ini, itu adalah ulah si JTR, semua masih dalam  tahap “khawatir akan
terjadi”

Tentang  Pemda seolah tidak berpihak kepada RS setempat yang notabene
adalah milik pemerintah sendiri, kan kita tahu sebabnya. Pemda tidak punya
duit. Kalau Pemda punya duit seperti Pemda DKI , pasti perhatiannya lebih
besar. Karena itu berilah kesempatan Pemda mencari duit, biarkan investor
masuk, sehingga ekonomi bergerak , Pemda memungut retribusi lebih banyak,
PAD lebih tinggi , sehingga RS yang ada bisa dibantu pula . Saya respek
kepada para dokter di RS –RS daerah itu yang bekerja tidak kenal lelah,
dengan penghasilan seadanya dan harus mangatasi persoalan dengan berbagai
cara /inovasi secara mandiri. Itulah pengabdian, tapi tidak boleh dibiarkan
lama lama seperti itu, Harus ada perhatian lebih bagi mereka, terutama dari
Pemda (pemilik RS).

Sanak Anwar Djambak yang terhormat..

Soal pengertian SARA.

 Definisi SARA nyo beda. Tapi indak baa doh. Sado masalah bisa diliek dari
berbagai sudut pandang.

 Mohon maaf kalau ado salah kato.

 Wassalam

Dunil Zaid, 70. Kampuang Ujuang Pandan Parak Karambia, Taplau , Padang.










2013/6/14 <[email protected]>

>
> Pak Zaid,
>
> Yang SARA itu adalah:
>
> "Membuat RS Siloam (Kristen Evangelis) di tengah2 masyarakat yg 95% adalah
> Muslim dan 99% Pemko nya Muslim..!!!"
>
> Sangenek,
>
>
>
> Wassalam,
> anwardjambak 44+,
> mudiak Pyk, kanakan Dt Rajo Malano(Maulana),
>
> "Maminteh Sabalun Hanyuik....!!!
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke