setuju, harga BBM di jabodetabek khususnya, bahkan pulau jawa dan Bali harusnya lebih tinggi dr pulau2 lain, pertama tingkat kesejahteraan di jawa-bali yg lebih tinggi, jg menarik investasi ke luar jawa karena berbiaya rendah yg bermuara pada berkurangnya urbanisasi ke jawa krn pusat2 industri sudah tumbuh d daerah.
salam BSP "Akhir, Zainul (zainula)" <[email protected]> wrote: ><!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; >panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;} @font-face {font-family:Calibri; >panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;} @font-face {font-family:Tahoma; >panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, >li.MsoNormal, div.MsoNormal {margin:0in; margin-bottom:.0001pt; >font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";} a:link, >span.MsoHyperlink {mso-style-priority:99; color:blue; >text-decoration:underline;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed >{mso-style-priority:99; color:purple; text-decoration:underline;} p > {mso-style-priority:99; mso-margin-top-alt:auto; >margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; > font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";} >span.apple-style-span {mso-style-name:apple-style-span;} >p.yiv917194917nospacing, li.yiv917194917nospacing, div.yiv917194917nospacing > {mso-style-name:yiv917194917nospacing; mso-margin-top-alt:auto; >margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; > font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";} >p.yiv1687227086nospacing, li.yiv1687227086nospacing, >div.yiv1687227086nospacing {mso-style-name:yiv1687227086nospacing; > mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; >mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; font-size:12.0pt; > font-family:"Times New Roman","serif";} span.EmailStyle23 >{mso-style-type:personal-reply; font-family:"Calibri","sans-serif"; > color:#1F497D;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; >font-size:10.0pt;} @page WordSection1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in >1.0in 1.0in 1.0in;} div.WordSection1 {page:WordSection1;} --> > >Memang pintar Jo Kawi dan jalan kincie – kinci nyo untuk membangun kepentingan >masyarakat banyak dari pado kepentingan sekelompok oarng yang menginginkan >Subsisdi BBM untuk kemewahannya yang raun kaingkin kamari sama mobil mewahnya . > >Kalau usulan Jo Kawi ko jebol, iko akan bisa mengurangi kemacetan dan >memperlancar LaLin di DKI karano oto lah baangsua bakurang jalannyo dan MRT >akan capek beroperasi . > > > >Saluuut buat Gubernur DKI semoga panjang umua murah rasaki dan selalu berpihak >karakyat badarai ….. > > > >Wassalam > >Zainul Akhir Tanjung, 50 th Pku-Riau > >Lagi tak ado Gubernur di Wilayah Kami > > > > > >From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf >Of Reflusmen Ramli >Sent: Monday, June 17, 2013 11:24 AM >To: [email protected] >Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT: Sejarah Kenaikan harga BBM > > > >Bapak2, Mamak2 dan Dunsanak sapalanta NAH > > > >Jatiwaringin, Desember 2012. > >Oleh : Reflus. > >Jokowi mengusulkan penghapusan Premium di DKI. Usulan ini ada udang di balik >batu. > >Pemerintah dan DPR telah menyepakati APBN tahun 2013 sebesar Rp 1.683,0 >Triliun yang tertuang dalam UU No. 19 Tahun 2012 tanggal 23 Oktober 2012. APBN >2013 lebih besar dibandingkan APBN tahun 2012 sebesar Rp. 1.435.4 Triliun. > >Mencermati APBN 2013 tersebut, kita patut optimis karena anggaran yang cukup >besar tersebut akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan seluruh rakyat >Indonesia . > >Kenapa optimis ? > >Satu, Anggaran Infrastruktur sebesar Rp 201,3 Triliun yang akan dipergunakan >untuk pembangunan : Lapangan Udara, Jalur kereta Api, Pengadaan Lokomotif, >Pembangunan Jalan Lintas di seluruh Indonesia sepanjang 19.370 KM, Pemukiman >dan pembangunan Transmisi. > >Pembangunan Infrastruktur tersebut akan menciptakan lapangan kerja dan >mendorong pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur yang saat ini masih minim dan >selalu dikeluhkan, dapat membuat pertumbuhan ekonomi relatif tinggi (lebih >dari 6%), apalagi setelah infstruktur tersedia dengan baik, tak terbayangkan >pertumbuhan ekonomi yang akan dicapai. > >Kita akan menyaksikan geliat ekonomi di mana-mana karena biaya ekonomi menjadi >lebih murah seperti : Distribusi yang lancar karena jalan raya memadai dan >fasilitas di pelabuhan mendukung. Effeknya akan menciptakan lapangan kerja dan >pada akhirnya mengurangi pengangguran. > >Yang lebih menarik lagi, biaya ekonomi (baca harga pokok diluar biaya tenaga >kerja) menurun sehingga pelaku ekonomi dapat memberikan imbalan/gaji yang >menarik kepada Tenaga Kerja. > >Ujung-ujungnya demo buruh tak tertutup kemungkinan besar akan berhenti. > >Dua, Anggaran pendidikan yang berhubungan langsung dengan peningkatan kualitas >rakyat Indonesia cukup besar yaitu Rp 336,8 T, dua kali lipat dari Anggaran >pendidikan tahun 2007. > >Alokasi anggaran tersebut diprioritaskan untuk menuntaskan wajib belajar 9 >tahun, pendidikan menengah universal, bea siswa bagi golongan miskin, >tunjangan profesi guru dan melaksanakan rehabilitasi ruang kelas yang rusak di >setiap jenjang pendidikan. Anggaran pendidikan, khususnya tunjangan profesi >guru akan menciptakan guru-guru handal. Guru akan menjadi pilihan utama karena >menerima gaji berikut tunjangan yang sangat memadai. > >Tiga, Anggaran untuk meningkatkan kualitas kesehatan juga mendapat porsi yang >menarik untuk dibahas. Anggaran kesehatan sebesar Rp 55.9 T, naik dua kali >lipat dibandingkan Anggaran tahun 2007. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk > meningkatkan layanan kesehatan di : Puskesmas dan layanan kesehatan untuk >masyarakat miskin melalui program Jamkesmas. > >Apa yang kami uraikan di atas adalah sebagian kecil alasan untuk kita optimis. > >Anggaran Subsidi BBM Rp 193 Triliun > >Masih segar dalam ingatan kita melihat riuh rendahnya Demo menolak kenaikan >BBM tahun 2012 lalu. Pemerintah meminta kepada DPR agar diberikan kewenangan >untuk menaikan harga BBM. Namun, DPR menolak permintaan Pemerintah alias >mengabulkan permintaan Demonstran. > >Periode sampai dengan November 2012, anggaran subsidi BBM telah melampaui APBN >karena konsumsi yang terus tumbuh. Pertumbuhan konsumsi sejalan dengan >pertumbuhan ekonomi dimana jumlah penjualan kendaraan pada tahun 2012 melebihi >jumlah penjualan tahun 2011. > >Karena subsidi sudah terlewati, pemerintah membatasi distribusi BBM >bersubsidi. Apa yang terjadi ?. Khusus di luar Jawa, antrian kendaraan di SPBU >berkilo-kilo meter panjangnya. > >Pernah juga beredar isue bahwa akan ada hari bebas Premium. > >Walaupun subsidi terlewati, pemerintah tak punya daya upaya untuk menghentikan >karena tidak ada payung hukumnya. DPR dengan senang hati mengabulkan usulan >Pemerintah untuk menambah subsidi BBM. > >Pada APBN tahun 2013, Pemerintah mencari jalan damai dengan tetap memberikan >porsi anggaran subsidi BBM yang makin besar. Beberapa kalangan warga negara >negara mempertanyakan effektivitas subsidi BBM ini. Mantan Wapres Jusuf Kalla >dalam diskusi di salah satu Televisi Swasta dengan tegas menolak subsidi BBM >karena sebagian besar subsidi BBM diterima oleh golongan masyarakat yang >mampu. Jelaskan kepada masyarakat alasan yang masuk akal mengapa subsidi BBM >harus dibatasi. Anggaran subsidi BBM akan dipergunakan untuk membiayai >pengeluaran lainnya yang lebih bermafaat untuk kepentingan masyarakat banyak. >Begitu Pak Jusuf Kalla memberikan penjelasan dengan tersenyum. > >”Betul Pak, di daerah kami Indonesia Bagian Timur sudah biasa harga premium >Rp. 12.500 per liter. Tapi, tidak ada demo” Kata salah seorang peserta diskusi. > >Kalau kita pikir secara sederhana, betul juga apa yang disampakan Pak Jusuf >Kalla. Pemilik mobil mewah untuk tujuan bersenang-senang boleh membeli BBM >bersubsidi tanpa batas. Tapi, nelayan yang mencari makan untuk sesuap nasi >kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi karena jumlahnya terbatas. Disamping itu, >Kapal nelayan harus mendapatkan Surat rekomendasi dari Syahbandar untuk >mendapatkan BBM bersubsidi. Birokrasi yang membuka peluang untuk kong ko >lingkong. > >Mari kita berandai-andai bahwa Negara sama dengan sebuah Rumah Tangga. >Bagaimana cara memperoleh kesejahteraan untuk seluruh anggota keluarga. > > >Ibu atau istri mengatur pengeluaran dari income/sumber yang terbatas. Uang >dipisah-pisahkan dalam amplop berdasarkan pos-pos pengeluaran. Bobot dari >setiap pos tergantung prioritas tujuan yang akan dicapai. Semakin tinggi >dampak pengeluaran untuk mencapai tujuan, semakin besar anggarannya. > > >Dengan cara mencontoh tindakan Ibu, APBN menurut hemat kami juga bisa di atur >seperti itu. >Kita bisa berpikir secara logis. Mana yang lebih baik antara Anggaran Subsidi >BBM dengan Anggaran Kesehatan, Anggaran Infrastruktur dan Anggaran lainnya >untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan ?. Apabila kita menjawab bahwa >Anggaran Non Subsidi BBM lebih besar dampaknya, maka anggarannya diperbesar. >Toch, total Anggaran tetap sama. > >Usulan Jokowi Gubernur DKI. > >Jokowi yang berlatar belakang pengusaha, sudah terbiasa mengatur anggaran >untuk mencapai tujuan perusahaan. Pengalaman ini beliau terapkan pada >jabatannya. Beliau memunculkan ide-ide sederhana untuk mengatasi persoalan >dengan tujuan kesejahteraan masyarakat DKI. > >Menyangkut Subsidi BBM, Jokowi mengusulkan agar di DKI tidak dijual premium >bersubsidi. Usul ini sudah pasti mendapat tanggapan pro dan kontra. Jokowi >tersenyum-senyum menangkis pendapat yang kontra. > >Yang menarik dari usul Jokowi ini bahwa penghapusan subsidi BBM di DKI tidak >berhenti sampai di situ. Jokowi meminta kepada Pemerintah Pusat kompensasi >dari usulan tersebut yaitu meminta alokasi subsidi BBM untuk DKI sebesar Rp 15 >Triliun yang akan dipergunakannya untuk membangun MRT. Salah satu cara untuk >mengatasi kemacetan, penyakit yang sudah akut. Konon kabarnya Anggaran untuk >membangun MRT hanya sebesar Rp 10 Triliun. > >Menurut hemat penulis, ide Jokowi perlu dicoba. Masyarakat DKI puasa Subsidi >BBM selama satu tahun. Apabila cara ini tidak memberikan dampak lebih baik, >tahun depan minta lagi Subsidi BBM. > >Sederhana bukan ? > >Salam. > > > >Reflus/ L. 55 tahun > >Nagari Tanjuang Barulak, Batusangkar. > > >On 17 Jun 2013, at 10:23, [email protected] wrote: > >Sanak2 sapalanta yth. > >Sajak tahun 1991 sampai kiniko, jadi alah 22 tahun dan 5 x ganti pemerintahan, >kenaikan harga BBM telah menjadi isu utama. >Apokah pemerintah indak baraja dari sejarah? Juo talalu tagantuang ka BBM, >padohal banyak sumber enerji nan lain nan bisa dikambangkan > >Salam >Fashridjal M. Noor Sidin >L65Bdg > > >Selasa, 30 April 2013 08:23:00 >Soeharto paling rajin, Habibie tak pernah naikkan harga BBM >Reporter : Wisnoe Moerti > >Setelah berputar-putar dan berwacana mengenai kebijakan pengendalian subsidi >bahan bakar minyak (BBM) mulai dari pemasangan RFID hingga kebijakan dua >harga, kini pemerintah mulai berani mengatakan bahwa harga BBM kemungkinan >akan naik. Meski belum menyebutkan secara spesifik besaran kenaikan, tapi >pemerintah mematok harga BBM bersubsidi tidak akan lebih dari Rp 6.500 per >liter. > >Kenaikan harga BBM bukan hal baru. Termasuk untuk Presiden Susilo Bambang >Yudhoyono (SBY). Sebab, selama 2 kali masa pemerintahannya, SBY sudah tiga >kali menaikkan harga BBM dan tiga kali pula menurunkan harga BBM. Tidak hanya >SBY, empat Presiden Indonesia sebelumnya juga pernah mengalami masa-masa >penyesuaian harga BBM. > >Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, harga BBM mengalami beberapa kali >kenaikan. Pada 1991, Soeharto menaikkan harga BBM dari semula Rp 150 menjadi >Rp 550 per liter. Dua tahun kemudian, pada 1993, Soeharto kembali menaikkan >harga BBM dari menjadi Rp 700 per liter. Hingga akhirnya saat krisis ekonomi >menghantam Indonesia, harga BBM naik menjadi Rp 1.200 per liter pada 5 Mei >1998. > >Setelah rezim Soeharto runtuh dan digantikan Habibie, tidak ada sejarah >kenaikan BBM. Hal ini cukup wajar mengingat masa kepemimpinan Habibie yang >hanya seumur jagung. Habibie hanya 18 bulan menjadi presiden atau terhitung >sejak 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Selama masa kepemimpinannya, Habibie >justru menurunkan harga BBM dari Rp 1.200 menjadi Rp 1.000 per liter. > >Di awal-awal masa kepemimpinannya, Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur >menurunkan harga BBM menjadi Rp 600 per liter pada April 2000. Namun tidak >berselang lama tepatnya Oktober 2000, harga BBM kembali naik menjadi Rp 1.150 >per liter. Pada Juni 2011, Gus Dur kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp >1.450 per liter. > >Presiden Megawati Soekarnoputri juga pernah menerapkan kebijakan yang sama. >Pada Maret 2002, Megawati menaikkan harga BBM dari Rp 1.450 menjadi menjadi Rp >1.550 per liter. Mega kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp 1.810 per liter >pada awal Januari 2003. > >Selama dua periode kepemimpinan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiga kali >menaikkan harga BBM dan tiga kali pula menurunkan harga BBM. SBY menaikkan >harga BBM menjadi Rp 2.400 per liter pada Maret 2005. Harga BBM kembali naik >menjadi Rp 4.500 per liter pada Oktober 2005. SBY kembali menaikkan harga BBM >menjadi Rp 6.000 per liter pada 23 Mei 2008. > >Di penghujung 2008 atau menjelang Pemilu 2009, SBY menurunkan harga BBM >menjadi Rp 5.500 per liter. Harga BBM turun lagi menjadi Rp 5.000 per liter >pada 15 Desember 2008. SBY kembali menurunkan harga BBM menjadi Rp 4.500 per >liter pada 15 Januari 2009. > >Apakah di penghujung kekuasaannya kali ini, SBY bakal mengumumkan rencana >kenaikan harga BBM kali ini? > >(mdk/noe) ># BBM NAIK >Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung >Teruuusss...! > >-- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >* DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. >* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >mengirimkan biodata! >* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/ >--- >Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup >Google. >Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim >email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > >-- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >* DILARANG: >1. Email besar dari 200KB; >2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >3. Email One Liner. >* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >mengirimkan biodata! >* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/ >--- >Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup >Google. >Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim >email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > >-- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >* DILARANG: >1. Email besar dari 200KB; >2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >3. Email One Liner. >* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >mengirimkan biodata! >* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/ >--- >Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup >Google. >Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim >email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
