Sanak di palanta nan dihormati. Assalamualaikum ww.
Re : Subsidi BBM itu seperti penyakit diabetes. Penyakit diabetes itu unik. Kalau terkendali tidak jadi masalah. Seorang penderita diabetes tetap bisa hidup nyaman dan tergolong sehat. Tapi kalau tidak terkendali dan penyakit itu diderita dalam jangka yang cukup lama , lebih dari 20 tahun , maka dia akan menyerang fungsi fungsi tubuh lainnya. Sebanyak 30 % penderita akan terkena ginjalnya. Selain itu penyakit darah tinggi sudah ikut nimrung. Mata mulai terserang dan jangkauan penglihatan akan semakin berkurang. Jantung juga merupakan sasaran diabetes lainnya. Kalau diabetes sudah berteman akrab dengan penyakit darah tinggi , maka stroke tinggal menunggu waktu. Dan kalau stroke sudah terjadi, maka pengobatannya harus sangat hati hati karena banyak obat stroke yang memperburuk fungsi ginjal. Dan kalau sudah terjadi komplikasi, apapun yang dilakukan pada pengobatan akan serba salah dan bukannya menolong tetapi memperburuk semuanya. Subsidi BBM itu sejatinya adalah usaha pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat (rakyat). Sepanjang pemerintah masih mempunyai uang cukup dan subsidi itu dibiayai dengan surplus ekonomi, tidak ada masalah. Ekonomi yang terus meningkat, berakibat pendapatan pemerinatah (Pajak dan sebagainya) akan terus meningkat. Pemakaian BBM yang terus meningkat menyebabkan subsidi BBM juga akan terus meningkat. Masih tidak ada masalah kalau ekonomi terus meningkat dan peningkatan pendapatan pemerintah masih cukup untuk membiayai peningkatan subsidi. Masalah baru timbul ketika ekonomi tidak meningkat atau kalaupun meningkat, surplus yang diperoleh dari peningkatan itu tidak cukup untuk membiayai semua pengeluaran termasuk untuk subsidi BBM yang selalu meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun karena peningkatan konsumsi BBM. Dalam beberapa tahun terakhir, peningktan ekonomi tidak cukup tinggi , sehingga tidak cukup untuk menampung seluruh rencana pengeluaran pemerintah yang semakin besar seirama dengan program pemerintah karena berbagai tuntutan dan keinginan masyarakat yang harus ditampung dalam APBN. Untuk menanggulangi pengeluaran yang lebih besar dari pendapatan , pemerintah menomboknya dengan hutang. Masih tidak ada masalah, kalau hutang itu bisa ditutup dari pendapatan tahun depan. Ternyata pendapatan tahun depannya itu juga tidak naik signifikan, sehingga agar hutang tidak semakin tinggi, maka pengeluaran pemerintah yang harus dikurangi. Jalan paling gampang adalah mencabut subsidi BBM itu. Disinilah identiknya subsidi itu dengan penyakit diabetes. Karena komplikasi tidak bisa dihindari. Mencabut subsidi akan menaikkan harga. Menaikkan harga akan menyebabkan inflasi. Nilai Rupiah akan tertekan dan kurs valuta asing akan naik, dan untuk mengurangi tingkat inflasi dan sekaligus menjaga nilai Rupiah agar tidak tergerus, disamping menjaga Supply and Demand Valuta asing, maka kebijakan yang lazim dilakukan pemerintah adalah menaikkan suku bunga. Kenaikkan suku bunga berakibat manambah ongkos bagi pengusaha, yang bisa berakibat produksi menurun dan kalau itu terjadi secara luas , berikutnya ekonomi akan tumbuh negatif, setidak tidaknya tingkat pertumbuhannya negatif dan akan diikuti hal hal negatif lainnya. Seperti mengurangi tingkat produksi dan PHK sebagian tenaga kerja. Seperti itulah komplikasi ekonomi itu terjadi . Komplikasi kebijakan ekonomi yang berakibat buruk bagi perekonomian akan diderita seluruh masyarakat , dan yang terkena paling parah adalah masyarakat lapisan bawah. Beda dengan komplikasi penyakiut diabetes, yang terkena hanya si pasien penderita diabetes itu. Bagaimana kebijakan pemerintah setelah pencabutan subsidi BBM itu dalam mengatasi komplikasi yang akan terjadi benar benar sangat menentukan bagi pemulihan ekonomi kedepan. Kalau obat yang diberikan tepat , maka pengaruh buruknya hanya sementara , namun kalau obatnya keliru , maka situasi akan seperti lingkaran setan , tidak berujung dan tidak berpangkal , akan terus kejar kejaran antara reaksi masyarakat dengan kebijakan pemerintah. Seperti, harga naik maka gaji perlu dinaikkan dan karena gaji akan dinaikkan , maka pengusaha menganggap harga perlu dinaikkan lebih dulu , artinya kebijakan selalu akan di antisipasi pelaku ekonomi dan langkah itu akan selalu terjadi mengikuti hukum ekonomi di masyarakat. Takurang, talabiah mohon dimaafkan. Wassalam Dunil Zaid , 70 , Kmpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Taplau Padang. 2013/6/17 <[email protected]> > Raso kalasuah juo tu bbm ndak jadi naiak, lisrik murah, subsidi energi > dipagadang, mintak lo baubek gratis, pendidikan gratis. > Sudah tu gaji naiak taruih tiok taun. > Lah tabayang lasuah no > > Tan Ameh > > Sent from my BlackBerry 10 smartphone. > *From: *Zaid Dunil > *Sent: *Monday, June 17, 2013 19:26 PM > *To: *[email protected] > *Reply To: *[email protected] > *Subject: *Re: [R@ntau-Net] OOT: Sejarah Kenaikan harga BBM > > ass ww > > Sanak Dedi > > Persis yg sanak kemukakan, seperti itulah proses pemiskinan itu terjadi > pada orang kecil yg berpendapatan tetap. Ssdh BBM Naik , harga harga akan > naik , lalu ada penyesuaian UMK/UMP dan itu harus diperjuangkan dulu. Makan > waktu paling tidak 4 s/d 6 bulan. Pengusaha akan berusaha menunda nunda > kenaikan UMK/UMP itu karena baru terkena akibat kenaikan BBM. Ribut ribut > menuntut kenaikan UMK/UMP itu menyebabkan harga naik lagi sebelum kenaikan > UMK/UMP itu direalisir. Selalu terjadi kejar kedjaran dan penghasilan > pegawai/buruh itu tetap akan tergerus karena akan selalu ketinggalan dari > kecepatan kenaikan harga. Itulah proses pemiskinan yang tidak bisa > dihindari. Yang paling terpukul mamang rakyat pada lapisan bawah.....Hanya > 25 % rakyat yg paling miskin (tidak seluruhnya) yang dapat Bantuan Langsung > selama 4 bulan. Setelah itu mereka akan megap megap lagi. > > Wassalam > > Dunil Zaid , 70 . Kmpg Ujuang Pandan Prk Karambia, Taplau, Padang. > > > > > 2013/6/17 Dedi Suryadi <[email protected]> > >> Sato saketek mamak dan dunsanak sapalanta... >> >> Kenaikan hargo BBM ko, sabananyo indak masalah bagi kito nan buruh ko. >> Ba-a mode itu? sabab inyo akan sajalan jo kenaikan harga, sudah tu pasti >> akan ado kenaikan KHL (Kebutuhan Hidup Layak) yang akan berpengaruh pado >> penetapan UMK (Upah Minimum Kota) dan UMP (Upah Minimum Propinsi). >> >> Jiko BBM dinaikkan, bea transportasi dan produksi suatu barang akan naik. >> Bea transportasi naik, otomatis, hargo jual barang akan naik. >> Baitu hargo jual naik, KHL akan naik. >> KHL naik, UMK dan UMP akan naik. >> >> UMK dan UMP, ditetapkan berdasarkan KHL (Kebutuhan Hidup Layak) yang >> didapek dari harga-harga barang. >> Untuk mendapatkan KHL, dalam setahun, setidaknyo ado 9 atau 12 kali >> (mungkin 1 bulan sakali kalau ndak salah) survey harga barang yang diambiak >> dek DPK (Dewan Pengupahan Kota) yang terdiri dari unsur Tripartit ( >> Pengusaha, Serikat Pekerja, Pemerintah) di pasar-pasar dan pusat >> perbelanjaan. >> Barang-barang yang disurvey, meliputi 60 item (kini) dan sadang >> diperjuangkan menjadi 84 item, mulai dari hargo shampo, odol gigi, sabun >> mandi, tarompa, CD (Carawa Dalam), sampai harago sarawa jin, sewa kamar >> kontrakan, dsbg. >> Jiko BBM naik, mako dipastikan hargo barang naik, hasil survey KHL pasti >> naik, terakhir, tuntutan UMK/UMP pasti akan naik. >> Bisa dipastikan, akan ado gejolak besar-besaran akibat kenaikan BBM ko : >> >> 1. Penolakan kenaikan BBM >> 2. Kenaikan UMK / UMP >> >> Nan sabananyo tambah marano sia...? >> Justru sabananyo yang tambah marano adalah rakyat kecil sendiri, wira >> usaha kecil, yang penghasilannyo susah dinaikkan, misal : petani, bara nyo >> ka sanggup menaikkan harga gabah yang di kuasai tengkulak? >> Nelayan, jiko harago solar dan kebutuhan hiduiknyo nan lain naik, bara ka >> talok inyo manaikkan harago ikan..? >> Pedagang ketek, lai ka bisa inyo manaikkan untuang dagang...? >> >> Sopir angkot, sabara inyo ka bisa manaikkan harago..?apolai sopir >> tembak... >> Tukang ojek, tu lah naik pulo ongkos ojek, tapi sabara ka naiak...? >> >> kalau kito nan buruh ko, karyawan ko, tingga manunggu hasil survey KHL >> (Kebutuhan Hidup Layak) berdasarkan survey hargo barang dari DPK... >> Sudah demo....UMK harus 100 % KHL, buliah labiah, ndak buliah >> kurang...kalau kurang, cakak gadang.. >> >> Apolai pengusaha gadang, profesional, nan bisa menaikkan hargo jasanyo, >> mungkin ndak sabara terpengaruh... >> Anggota Dewan, mulai dari listrik rumah, sewa rumah, bali baju, CD, >> bareh, oto, bensin, sadonyo ado tunjangan dari negara.... >> Tantu indak ado pulo pengaruh ka inyo... >> >> Tapi ka masyarakat miskin tadi...? bantuan nan indak sabara hanyo >> ditarimo untuak 3 bulan, sudah tu..? >> Kiro-kiro, ka ba kurang atau batambah banyak nan ka masuak kategory >> "masyarakat miskin" beko...? >> Kalau pemerintah nekat manaikkan hargo BBM, harus diimbangi kemampuan >> pemerintah mengontrol kenaikkan harago barang.. >> Tapi kini lah jamannyo kapitalis pasar bebas, tasarah pedagang selah ka >> bara hargonyo...kecek pemerintah nan indak namuah tahu ko... >> Yang penting korupsi den jalan taruih...keceknyo... >> >> Salah-salah, dek paruik tambah kambang kampih, tajadilah Mei 1998 jilid >> II. >> >> Sekedar pandangan pribadi ambo... >> Maaf kok ado salah kato.. >> >> *Salam dan Terima Kasih,* >> *Dedi Suryadi* >> >> >> >> _____________________________________________________________________________ >> ***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka >> Yang Berani Bertindak Dan ***** >> ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil >> Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* ***** >> >> ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ >> "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for >> The Others" (Hadith by Bukhari) >> >> --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- >> ****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu... >> ".....***** >> "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You >> ..." >> >> >> Pada 17 Juni 2013 16.29, Zaid Dunil <[email protected]> menulis: >> >> Kabanyo Ajo Kowi ko urang awak mah, cuma lah lamo do Solo he he >>> >>> Dunil Zaid >>> >>> >>> 2013/6/17 Lies Suryadi <[email protected]> >>> >>>> Iyo patuik kito dukuang mah program (A)joKowi ko, Uda Zainul. Cocok >>>> ambo. >>>> >>>> Salam, >>>> Suryadi >>>> >>>> >>>> *Dari:* "Akhir, Zainul (zainula)" <[email protected]> >>>> *Kepada:* "[email protected]" <[email protected]> >>>> *Dikirim:* Senin, 17 Juni 2013 8:40 >>>> *Judul:* RE: [R@ntau-Net] OOT: Sejarah Kenaikan harga BBM >>>> >>>> Memang pintar Jo Kawi dan jalan kincie – kinci nyo untuk membangun >>>> kepentingan masyarakat banyak dari pado kepentingan sekelompok oarng yang >>>> menginginkan Subsisdi BBM untuk kemewahannya yang raun kaingkin kamari sama >>>> mobil mewahnya . >>>> Kalau usulan Jo Kawi ko jebol, iko akan bisa mengurangi kemacetan dan >>>> memperlancar LaLin di DKI karano oto lah baangsua bakurang jalannyo dan MRT >>>> akan capek beroperasi . >>>> >>>> Saluuut buat Gubernur DKI semoga panjang umua murah rasaki dan selalu >>>> berpihak karakyat badarai ….. >>>> >>>> Wassalam >>>> Zainul Akhir Tanjung, 50 th Pku-Riau >>>> Lagi tak ado Gubernur di Wilayah Kami >>>> >>>> >>>> >>>> -- >>>> . >>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>>> =========================================================== >>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>>> * DILARANG: >>>> 1. Email besar dari 200KB; >>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>>> 3. Email One Liner. >>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) >>>> serta mengirimkan biodata! >>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>>> mengganti subjeknya. >>>> =========================================================== >>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>>> --- >>>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >>>> Grup Google. >>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >>>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >>>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >>>> >>>> >>>> >>> >>> -- >>> . >>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>> =========================================================== >>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>> * DILARANG: >>> 1. Email besar dari 200KB; >>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>> 3. Email One Liner. >>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >>> mengirimkan biodata! >>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>> mengganti subjeknya. >>> =========================================================== >>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>> --- >>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >>> Grup Google. >>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >>> >>> >>> >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Grup Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >> >> >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
