Sato saketek mamak dan dunsanak sapalanta...
Kenaikan hargo BBM ko, sabananyo indak masalah bagi kito nan buruh ko. Ba-a
mode itu? sabab inyo akan sajalan jo kenaikan harga, sudah tu pasti akan
ado kenaikan KHL (Kebutuhan Hidup Layak) yang akan berpengaruh pado
penetapan UMK (Upah Minimum Kota) dan UMP (Upah Minimum Propinsi).
Jiko BBM dinaikkan, bea transportasi dan produksi suatu barang akan naik.
Bea transportasi naik, otomatis, hargo jual barang akan naik.
Baitu hargo jual naik, KHL akan naik.
KHL naik, UMK dan UMP akan naik.
UMK dan UMP, ditetapkan berdasarkan KHL (Kebutuhan Hidup Layak) yang
didapek dari harga-harga barang.
Untuk mendapatkan KHL, dalam setahun, setidaknyo ado 9 atau 12 kali
(mungkin 1 bulan sakali kalau ndak salah) survey harga barang yang diambiak
dek DPK (Dewan Pengupahan Kota) yang terdiri dari unsur Tripartit (
Pengusaha, Serikat Pekerja, Pemerintah) di pasar-pasar dan pusat
perbelanjaan.
Barang-barang yang disurvey, meliputi 60 item (kini) dan sadang
diperjuangkan menjadi 84 item, mulai dari hargo shampo, odol gigi, sabun
mandi, tarompa, CD (Carawa Dalam), sampai harago sarawa jin, sewa kamar
kontrakan, dsbg.
Jiko BBM naik, mako dipastikan hargo barang naik, hasil survey KHL pasti
naik, terakhir, tuntutan UMK/UMP pasti akan naik.
Bisa dipastikan, akan ado gejolak besar-besaran akibat kenaikan BBM ko :
1. Penolakan kenaikan BBM
2. Kenaikan UMK / UMP
Nan sabananyo tambah marano sia...?
Justru sabananyo yang tambah marano adalah rakyat kecil sendiri, wira usaha
kecil, yang penghasilannyo susah dinaikkan, misal : petani, bara nyo ka
sanggup menaikkan harga gabah yang di kuasai tengkulak?
Nelayan, jiko harago solar dan kebutuhan hiduiknyo nan lain naik, bara ka
talok inyo manaikkan harago ikan..?
Pedagang ketek, lai ka bisa inyo manaikkan untuang dagang...?
Sopir angkot, sabara inyo ka bisa manaikkan harago..?apolai sopir tembak...
Tukang ojek, tu lah naik pulo ongkos ojek, tapi sabara ka naiak...?
kalau kito nan buruh ko, karyawan ko, tingga manunggu hasil survey KHL
(Kebutuhan Hidup Layak) berdasarkan survey hargo barang dari DPK...
Sudah demo....UMK harus 100 % KHL, buliah labiah, ndak buliah
kurang...kalau kurang, cakak gadang..
Apolai pengusaha gadang, profesional, nan bisa menaikkan hargo jasanyo,
mungkin ndak sabara terpengaruh...
Anggota Dewan, mulai dari listrik rumah, sewa rumah, bali baju, CD, bareh,
oto, bensin, sadonyo ado tunjangan dari negara....
Tantu indak ado pulo pengaruh ka inyo...
Tapi ka masyarakat miskin tadi...? bantuan nan indak sabara hanyo ditarimo
untuak 3 bulan, sudah tu..?
Kiro-kiro, ka ba kurang atau batambah banyak nan ka masuak kategory
"masyarakat miskin" beko...?
Kalau pemerintah nekat manaikkan hargo BBM, harus diimbangi kemampuan
pemerintah mengontrol kenaikkan harago barang..
Tapi kini lah jamannyo kapitalis pasar bebas, tasarah pedagang selah ka
bara hargonyo...kecek pemerintah nan indak namuah tahu ko...
Yang penting korupsi den jalan taruih...keceknyo...
Salah-salah, dek paruik tambah kambang kampih, tajadilah Mei 1998 jilid II.
Sekedar pandangan pribadi ambo...
Maaf kok ado salah kato..
*Salam dan Terima Kasih,*
*Dedi Suryadi*
_____________________________________________________________________________
***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang
Berani Bertindak Dan *****
******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The
Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
".....*****
"Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."
Pada 17 Juni 2013 16.29, Zaid Dunil <[email protected]> menulis:
> Kabanyo Ajo Kowi ko urang awak mah, cuma lah lamo do Solo he he
>
> Dunil Zaid
>
>
> 2013/6/17 Lies Suryadi <[email protected]>
>
>> Iyo patuik kito dukuang mah program (A)joKowi ko, Uda Zainul. Cocok
>> ambo.
>>
>> Salam,
>> Suryadi
>>
>>
>> *Dari:* "Akhir, Zainul (zainula)" <[email protected]>
>> *Kepada:* "[email protected]" <[email protected]>
>> *Dikirim:* Senin, 17 Juni 2013 8:40
>> *Judul:* RE: [R@ntau-Net] OOT: Sejarah Kenaikan harga BBM
>>
>> Memang pintar Jo Kawi dan jalan kincie – kinci nyo untuk membangun
>> kepentingan masyarakat banyak dari pado kepentingan sekelompok oarng yang
>> menginginkan Subsisdi BBM untuk kemewahannya yang raun kaingkin kamari sama
>> mobil mewahnya .
>> Kalau usulan Jo Kawi ko jebol, iko akan bisa mengurangi kemacetan dan
>> memperlancar LaLin di DKI karano oto lah baangsua bakurang jalannyo dan MRT
>> akan capek beroperasi .
>>
>> Saluuut buat Gubernur DKI semoga panjang umua murah rasaki dan selalu
>> berpihak karakyat badarai …..
>>
>> Wassalam
>> Zainul Akhir Tanjung, 50 th Pku-Riau
>> Lagi tak ado Gubernur di Wilayah Kami
>>
>>
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>
>>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.