Wa'alaikumus salaam wa rahmatulaahi wa barakaatuhu
 
Kalau ini masih sehubungan dengan yang saya tulis, menanggapi yang saudara 
tulis, saya ulang sekali lagi, cobalah jelaskan keterangan atau bukti yang 
mengatakan orang Minang bernasab dengan keturunan ibu.
 
Saya orang Minang, nama saya Muhammad Dafiq, nama bapak saya Saib saya letakkan 
di belakang nama saya. Suku saya sebagai orang Minangkabau adalah Koto, tidak 
saya letakkan di belakang nama saya. Apakah dengan demikian dapat dikatakan 
saya bernasab kepada garis ibu?
 
Saudara sendiri saya yakin bersuku Chaniago, meletakkan nama suku tersebut di 
belakang nama saudara, itupun tidak ada masalahnya sejauh yang saya lihat. 
Tidak berarti saudara bernasab pada garis ibu.
 
Jadi tolong dijelaskan betul apa pokok masalahnya.
 
Terima kasih,
 
Wassalamu'alaikum
 
Lembang Alam
 

 
----- Original Message ----
From: bagindochaniago <[EMAIL PROTECTED]>
To: Muhammad Dafiq Saib <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, February 26, 2008 11:10:47 PM
Subject: Re: Bagindo Chaniago Re: [EMAIL PROTECTED] Re: FW: Perdukunan dan 
Ramalan di Masyarakat Minang (surat terbuka untuk uni rahima)

Kepada Yth,
Bapak Muhammad Dafiq Saib St. Lembang Alam
Di -Bekasi

Bissmilahirahmanirahim,..
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh,
Berikut ini saya sampaikan artikel mengenai KEDUDUKAN ILMU NASAB DALAM
SYARIAT ISLAM dan KEGUNAAN ILMU NASAB, dengan harapan mari kita
samakan  persepsi kita mengenai Ilmu Nasab ini, agar kita kedepan
dapat berdiskusi dengan tenang, bila sekiranya bapak setuju mari kita
rubah kearah yang lebih baik lagi. Untuk perihal yang lainnya tinggal
penyesuian saja.
Karena harkat dan martabat seorang laki-laki atau suami mempunyai
tanggung jawab yang besar dan berat, baik didunia maupun di akhirat,
dan kedudukan harus jelas dan tegas.
Demikian harap maklum, mohon sekiranya bapak untuk dapat meresponinya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Muhammad Yamin Bagindo Chaniago (45), Palembang

"Lihatlah apa yang disampaikannya, dan janganlah lihat siapa yang
menyampaikannya"



KEDUDUKAN ILMU NASAB DALAM SYARIAT ISLAM

Allah swt berfirman dalam Al-Qur'an Al-Kariim :

            "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari
seorang laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kamu bersuku-suku
dan berbangsa-bangsa, supaya kamu mengenal satu sama lain.
Sesungguhnya yang paling mulia di  sisi Allah ialah yang paling
bertaqwa. (1)

Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Abdullah bin Abbas, Rasulullah saw
bersabda :

            "Aku adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin
Hasyim bin Abdi Manaf bin Qusay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin
Luay bin Ghalib bin Fihr (Quraisy) bin Malik (bin An-Nadhir) bin
Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin
Ma'ah bin Adnan." (2)

Diriwayatkan dari al-Hakim dari Saad :

            "Ketika aku bertanya kepada Rasulullah saw : Siapakah aku
ini ya Rasulullah? Beliau saw menjawab : Engkau adalah Saad bin Malik
bin Wuhaib bin Abdi Manaf bin Zuhrah. Siapa saja yang mengatakan
selain dari pada itu, maka baginya laknat Allah." (3)

Diriwatkan oleh Khalifah bin Khayyat dari Amr bin Murrah al-Juhni :

            "Pada suatu hari aku berada di sisi Rasulullah sawa
kemudian beliau saw bersabda : Siapa yang berasal dari keturunan Maad
hendaklah berdiri. Maka aku berdiri tetapi Rasulullah menyuruhku duduk
hingga tiga kali. Lalu aku bertanya : Dari keturuna siapa kami ya
Rasulullah ? Beliau saw menjawab : Engkau dari keturunan Qudha'ah bin
Malik Humair bin Saba'."

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, rasulullah saw bersabda :

            "Pelajarilah silsilah nasab kalian agar kalian mengenali
hubungan pertalian darah diantara kalian, sebab menyambung pertalian
darah dapat menambah kasih sayang dalam keluarga, menambah rizqi, dan
dapat menambah usia."

Berkata Umar bin Khattab :

            "Pelajarilah silsilah nasab kalian, janganlah seperti
kaum Nabat hitam yang jika salah satu di antara mereka ditanya dari
mana asalnya, maka ia berkata dari desa ini."

Imam al-Halimi berkata :

            "hadits-hadits tersebut menjelaskan tentang arti pertalian
nasab seseorang sampai kepada leluhurnya, dan apa yang dikatakan Nabi
Muhammad saw tentang nasab tersebut bukanlah suatu kesombongan atau
kecongkakan, sebaliknya hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui
kedudukan dan    martabat mereka."

Di lain riwayat dikatakan bahwa itu bukan suatu kesombongan akan
tetapi hal itu merupakan isyarat kepada nikmat Allah swt, yaitu
sebagai tahadduts bin ni'mah. Sedangkan Imam Ibnu Hazm berpendapat
bahwa mempelajari ilmu nasab adalah Fardhu Kifayah.

Pengarang kitab al-Iqdu al-Farid, Abdul al-Rabbih berkata :

"Siapa yang tidak mengenal silsilah nasabnya berarti ia tidak mengenal
manusia, maka siapa saja yang tidak mengenal manusia tidak pantas
baginya kembali kepada manusia."

Dalam Mukaddimah al-Ansab, al-Sam'ani berkata :

" Dan ilmu silsilah nasab merupakan nikmat yang besar dar Allah swt,
yang karena hal itu allah swt memberikan kemuliaan kepada hambanya.
Karena dengan ilmu silsilah mempermudah untuk menyatukan nasab-nasab
yang terpisah-pisah dalam bentuk qabilah-qabilah (kelompok-kelompok),
sehingga dengan ilmu silsilah nasab menjadi sebab yang memudahkan
penyatuan tersebut."
Footnote :
(1)    Surat al-Hujurat ayat 13.
(2)    Seggaf Ali alkaf, Satu Kajian Mengenai Nasab Bani Alawi, hal.
41.
(3)    Ibid, hal. 42.
(4)    Ibid.

KEGUNAAN ILMU NASAB

Diantara kegunaan mempelajari ilmu nasab adalah:

1.    Mengetahui nasab Nabi Muhammad saw yang merupakan suatu keharusan
untuk sahnya iman. Ibnu Hazm berkata : "Diantara tujuan mempelajari
ilmu nasab agar seseorang mengetahui bahwasanya Nabi Muhammad saw
diutus oleh Allah swt kepada jin dan manusia dengan agama yang benar,
Dia Muhammad bin Abdullah al-Hasyimi al-Quraisy lahir di Mekkah dan
hijrah ke Madinah. Siapa yang mempunyai keraguan apakah Muhammad saw
itu dari suku Quraisy, Yamani, Tamimi atau Ajami, maka ia kafir yang
tidak mengenal ajaran agamanya."
2.    Sesungguhnya pemimpin itu berasal dari suku Quraisy. Berkata Ibnu
Hazm : "Dan tujuan mempelajari ilmu nasab adalah untuk mengetahui
bahwa seseorang yang akan menjadi pemimpin harus anak cucu Fihr
(Quraisy) bin Malik bin Nadhir bin Kinanah."
3.    Untuk saling mengenal satu sama lain di antara manusia, hingga
keluarga yang bukan satu keturunan dengannya. Hal ini penting untuk
menetukan masalah hukum waris, wali pernikahan, kafa'ah suami
terhasdap isteri dalam pernikahan, dan masalah wakaf.

Dari Abui Dzar al-Ghifari, Rasulullah saw bersabda : "Tidaklah seorang
mengaku bernasab kepada lelaki yang bukan ayahnya, sedangkan ia
mengetahuinya maka ia adalah seorang kafir, dan siapa yang mengaku
bernasab kepada suatu kaum yang bukan kaumnya, maka bersiaplah untuk
mengambil tempat duduknya di neraka."

Berkata al-Hafidz al-Sakhawi dalam kitab al-Ajwibah al-Mardhiyah,
diriwayatkan oleh Abu Mus'ab dari Malik bin Anas : "Siapa yang
menyambungkan nasabnya kepada keluarga Nabi Muhammad saw (dengan cara
yang bathil) maka orang tersebut harus diberi hukuman dengan pukulan
yang membuat dia bertaubat karenanya."

Dalam kitab Nihayah al-Arab, Syekh al-Qalqayandi berkata : "Bukan
rahasia lagi bahwa mempelajari ilmu nasab, ada hal yang di fardhukan
(diwajibkan) bagi setiap orang, ada yang tidak, dan ada pula yang
tidak dianjurkan. Misalnya mengenali nasab Nabi kita, mengenali
nasab-  nasab orang lain dan agar tidak salah dalam memberlakukan
hukum waris, wakaf, maupun diyat. Seseorang yang tidak mempelajari
ilmu nasab, sudah pasti ia akan salah bertindak dalam hal-hal yang
berkaitan dengan masalah-masalah diatas."

Dengan demikian jelaslah bahwa ilmu nasab adalah suatu ilmu yang agung
yang berkaitan dengan hukum-hukum syariat. Siapa saja yang mengatakan
bahwa mempelajari ilmu nasab itu tidak memberi manfaat dan tidak
mengetahuinya pun tidak membawa mudharat (kerugian), maka sesungguhnya
mereka telah menghukum diri mereka sendiri melalui syaitan yang selalu
memperdayainya dengan menghiasi amalan mereka.

http://rabithah.net/modules.php?name=Content&pa=list_pages_categories&cid=3
Maktab Daimi - Rabithah Alawiyah, Jakarta - Indonesia




On Feb 24, 8:02 am, Muhammad Dafiq Saib <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu
>
> Angku mudo manyampaian sarupo iko
>
> Ada 3 masalah pokok yang sangat bertentangan dengan Agama Islam
> -    Nasab garis keturunan dari Ibu (matrelinial)
> -    Waris, pusako randah (Faraid) dan pusako tinggi (Turun temurun)
> -    Perkawinan sasuku dan sepupu
>
> Ambo bahas bana elok-elok baliak jo tanyo sarupo iko.
>
> Sia nan mangecek-an urang Minang banasab ka ibu? Baa buktino? Nan ado adolah 
> urang Minang bakumpua dalam satu sistim kekerabatan nan banamo suku, nan 
> maikuik-i jalur padusi. Iko masalah adat kabiasoan nan indak manentang aturan 
> apo-apo. Samo sarupo rukun tetangga, rukun warga nan disapakati satu kalompok 
> urang. Dima latak batantanganno jo hukum Islam? Kalau ado urang sakalompok 
> katurunan Arab, bakumpua sasamo urang Arab, atau urang Cino bakumpua sasamo 
> urang Cino, hukum nan maa nan dilanggar?
>
> Angku mudo manyabuik-an sangat batantangan dengan hukum Islam, cubolah 
> jalehan dibagian ma batantanganno.
>
> Nan kaduo pakaro warih, pusako randah pusako tinggi. Pusako tinggitu, sakali 
> lai indak dapek dipanga-pangaan mambagino. Cubolah angku mudo agiah saran, 
> kok iyo ka dibagi kini sacaro syarak, cubo agiah tahu sia nan ka mambagi?
>
> Nan katigo kawin sasuku.
> Iko sabuah kabiasoan sajo di tangah sabagian masyarakaik, indak mangatujui 
> hubungan sarupo itu. Indak katuju. Lalu indak dikarajoan, sabanano indak ado 
> masalah do. Urang Malayu makan nasi, indak katuju makan gandum, indak katuju 
> makan jaguang. Apo ado masalah. Apo kadikecek-an urang Malayu maharamkan 
> makan jaguang?
>
> Sabalum iko panah ambo tulih, anak mudo laki-laki indak ado larangan kawin jo 
> nenek-nenek padusi. Tapi indak katuju dino kawin jo nenek-nenek padusi, jo 
> istilahno sandiri diharamkanno dirino untuak hal nan sarupo itu, bukanlah no 
> manulak hukum Islam. Ambo yakin iko indak masalah. Dan kawin sasuku itu bana 
> indak rato bagai masyarakaik Minangkabau 'maindakkatujuino' do. Di kampuang 
> ambo di Balai Gurah Ampek Angkek, indak ado masalah urang kawin sasuku. Indak 
> bamasalah jo adaik do. Urang Koto kawin jo urang Koto, urang Guci kawin jo 
> urang Guci, urang Piliang kawin jo urang Piliang. Indak ado masalah saketek 
> juo doh.
>
> Lalu ditangah sakumpulan masyarakaik ado kasapakatan indak 'mangatujui' suatu 
> hal sacaro kolektif, urang nan malanggano di agiah sangsi. Sangsi ko indak 
> basangkuik pauik jadino jo syarak. Iko contoh. Masyarakaik awak, makan nasi. 
> Itu adolah kasapakatan ndak tatulih. Cubolah kini buek, ado urang baralek, 
> maundang anak nagari, tapi nan dihidangkan bukan nasi, tapi kantang baabuih. 
> Protes urang sanagari, urang iko manyalahi kasapakatan nan indak tatulih, 
> dijatuhkan hukuman masyarakaik ka no. Nan kadibo, kok maundang pulo no baliak 
> indak ado urang amuah datang lai. Iko indak ado hubunganno jo syarak. Sabab 
> nan sarupo itu kasapakatan masyarakaik sajo. Indak bisa dikecek-an badoso 
> urang nan manjamu jo kantang baabuiih. Indak dapek dikecek-an badoso pulo 
> urang nansasudah itu indak amuah lai datang kalau diundang  urang tu baliak.
>
> Cubolah tunjuak-an dimaa bana latak salah urusan 'indak mangatujui' kawin 
> sasuku tu? Bagi urang nan indak mangatujuino?
>
> Ambo sangaik satuju, masih ado nan musti dipeloki di antaro praktek-praktek 
> nan balaku di tangah masyarakaik. tapi ambo indak sabarani itu langsuang 
> manjatuahkan hukum bahaso sagalo nan basangkuikan jo masalah adat tu salah 
> sajo kasadoanno.
>
> Wassalamu'alaikum
>
> Lembang Alam
>
> ----- Original Message ----
> From: bagindochaniago <[EMAIL PROTECTED]>
> To: RantauNet <[email protected]>
> Sent: Saturday, February 23, 2008 7:25:03 PM
> Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: FW: Perdukunan dan Ramalan di Masyarakat 
> Minang (surat terbuka untuk uni rahima)
>
> Bismillahirrohmanirrohim,
> Assalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakatuh,
>
> Segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, minta tolong kepada-Nya, dan
> minta ampun kepada-Nya. Kami mohon perlindungan kepada Allah dari
> kejahatan nafsu dan kejelekan perbuatan kami. Barangsiapa yang diberi
> petunjuk oleh Allah, maka tiada yang dapat menyesatkannya. Barangsiapa
> yang disesatkan-Nya, maka tiada yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
> Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan tiada sekutu bagi-Nya,
> dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah. "Hai orang-orang
> yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa
> kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan
> beragama Islam." (Ali Imran: 102)
> "Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah
> menciptakan kamu dari diri yang satu, dan darinya Allah menciptakan
> istrinya. Dari keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan
> wanita yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan
> (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan
> (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga
> dan mengawasi kamu." (an- Nisaa': 1)
> "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan
> katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu
> amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Barangsiapa menaati
> Allah dan Rasul-Nya, maka sesunguhnya ia telah mendapat kemenangan
> yang besar." (al-Ahzab: 70-71)
> Saudara Muslimin dan  Muslimat serta sanak sepalanta nan ambo hormati,
>
> Ada 3 masalah pokok yang sangat bertentangan dengan Agama Islam
> -    Nasab garis keturunan dari Ibu (matrelinial)
> -    Waris, pusako randah (Faraid) dan pusako tinggi (Turun temurun)
> -    Perkawinan sasuku dan sepupu
> Jika tiga masalah pokok ini disesuaikan dengan Syariat Islam, maka
> tidak ada lagi pertentangan dan perbedebatan yang berkepanjangan ini,
> yang menjadi pertanyaan
> -    Agamo mangato, adat mamakai. Sudahkah Adat memakai apa yang
> dikatakan Agamo ???.
> -    Agamo babuhu mati, adat babuhu sentak. Maukah Adat merubah kedalam
> Syariat Islam ???
> Saya hanya menyampaikan Al-Qur'an dan Assunnah, terlepas apakah mau
> dinyakini atau tidak itu bukan hak saya, ini menyangkut pemaham
> Aqidah, apakah sudah benar apa belum,  mudah-mudah Allah
> Subhanawata'ala senantiasa memberikan Hidayah dan Rahmad-Nya kepada
> kita semua.
>
> Sesungguhnya Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah adalah
> Adat, Adab dan budayanya yang Islami, dan tidak dapat dipisahkan
> antara Agamo dan Adat kalau dipisahkan berarti ini adalah sekulerisme
> (munafik). Maka tidak perlu Adat basandi Syarak, Syarak basandi
> Kitabullah, lebih baik adeqium ini dirubah saja menjadi  "Agamo
> basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah" (ABS SBK), lantas Adatnya
> basandi apa ? mungkin basandi nenek moyang atau basandi ninik mamak,
> mungkin begitu.?? Nauzubillahiminzalik, Inalillahiwainalillahirojiun.
> Mari kita fahami secara seksama :
> Rasulullah Saw bersabda ' Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara.
> Kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu Kitabullah
> (Al Qur'an) dan sunnah Rasulullah Saw'. (HR. Muslim)
>
>      
> ____________________________________________________________________________________
> Looking for last minute shopping deals?
> Find them fast with Yahoo! Search.  
> http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping






Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke