Sajalan baa ko jo pandapek Kwik, Mak Dunil? Ko di postingan di bawah si KWIK 
mandukuang kenaikan (.....eh...penyesuaian) harga BBM. Nan ma nan iyo ko? 
Binguang awak!
 
Senin, 24/06/2013 03:02 WIB 
Kwik Kian Gie Nilai Kenaikan Harga BBM Wajar 
Ray - detikNews
 
Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Kwik Kian Gie mendukung 
kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM bersubsidi. Kwik beralasan, 
selain harga BBM saat ini terlalu murah, naiknya harga BBM tersebut 
memungkinkan Indonesia memiliki surplus lebih tinggi untuk membiayai 
pembangunan.

"Harga BBM sebesar Rp 4.500 itu terlalu murah. Masa BBM lebih murah dari harga 
satu botol air mineral atau satu botol bir?" kata Kwik melalui siaran pers yang 
diterima detikcom, Minggu (23/6/2013).

Kwik mengatakan, berdasarkan Pasal 33 UUD 1945, ada tiga faktor yang menjadi 
pertimbangan untuk menaikkan harga BBM. Pertama, kepantasan atau kepatutan. 
Kedua, daya beli masyarakat. Ketiga, nilai strategis. Menurutnya, jika dilihat 
dari segi daya beli masyarakat, harga Rp 6.500 per liter masih tergolong wajar.

"Saya yakin harga itu masih bisa dijangkau." katanya.

Pemerintah pada Jumat (21/6) lalu telah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM 
bersubsidi, dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 per liter untuk premium. Sedangkan 
untuk solar dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.500 per liter.

Untuk mengurangi dampak kenaikan BBM tersebut, pemerintah menyalurkan Bantuan 
Langsung Sementara Masyarakat (Balsem) sebesar Rp 150 ribu perbulan kepada 
warga miskin di seluruh Indonesia. Pembagian Balsem dilakukan secara berkala 
selama 4 bulan sejak penyesuaian harga BBM. Balsem tersebut menggunakan 
anggaran APBN sebesar Rp 6 triliun yang pembagiannya berkoordinasi dengan PT 
Pos Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa memastikan pembagian 
Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLSM) kali ini jauh lebih baik dibanding 
bantuan yang diberikan sebelum-sebelumnya. Dia juga mengatakan pemerintah sudah 
menyiapkan mekanisme mengantisipasi melonjaknya harga bahan makan di pasaran.

"Memang wajar jika memasuki Ramadan komoditas tertentu, seperti cabai, 
mengalami kenaikan. Tetapi kita jamin, jika sudah di luar kewajaran, kita siap 
intervensi. Caranya dengan memberdayakan berbagai elemen BUMN, misalnya operasi 
pasar, pasar murah, dan lain-lain. Kita siapkan 3 juta ton beras," katanya.


Simak aneka berita penting dan menarik hari ini di "Reportase Sore", pkl.16.30 
Wib hanya di TRANS TV

(jor/rna)
 
    

________________________________
 Dari: Zaid Dunil <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Rabu, 26 Juni 2013 9:15
Judul: Re: [R@ntau-Net] OOT: Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin, MA menyatakan bahwa 
kebijakan menaikkan harga BBM adalah sebuah kezaliman
  


N a h , sanak sapalanta Rantaunet.
Re : Sinyalemen DR Din Syamsuddin.
Apo nan disampaikan pak MM iyo sabana sajalan jo pandapek Kwik Kian Gie. Acok 
bana pak  Kwik ko basuaro kareh baso etongan  etongan subsidi nan disampaikan 
Pamarintah tu indak ado dan batua doh. Subsidi itu dietong dek pamerintah 
berdasarkjan harago jua (hargo pasar luar negeri) seharusnya dihitumg 
berdasrakan harga produksi.Dalam Negeri. Karrena minyka produksi dalam negeri 
kan bukan dibali dari luar nagari  kenapa harganya dihitung dengan harga pasar 
luar negeri ?   Jadi Pemerintah mengambil untung sebesar selisih hargo Produksi 
dengan  hargo pasar.. Jadi nan disabuik subsidi tu tamasuak disitu keuntungan 
Pemerintah dari perbedaan harago Produksi jo harago pasar yang didasarkan 
harago pasaran minyak di Luar Nagari. Itu nan dikatokan dek Kwik. Pamarintah 
maambiak untuang dari rakyat, sabanyak Jumlah produksi minyak x (Harga pasar - 
Biaya Produksi). Untuak minyak nan di impor ( selisih konsumsi minyak dikurangi 
minyak produksi Dalam Nagari) itu yang
 di mark up oleh anak perusahaan Pertamina Petral sebelum diperhitungkan 
sebagai harga pembelian minyak untuk konsumsi dalam negeri. Harago bali lebih 
tinggi maka subsidi menjadi tinggi karemna harga minyak sudah di mark up dulu. 
Sehingga subsidi itu jauh lebih besar dari seharusnya. Mudah2an perkara ini 
bisa dibuka dan diungkapkan sahinggo urang nan talibat bisa lo diproses dek 
KPK. Tentang hal hal nan dikamukokan dek Kwik Kian Gie tidak ada  ada pihak 
yang membantah perhitungan yang disampaikan Kwik Kian Gie itu. Ditambah 
informasi baru seperti nan dikamukokan dek Dr Din Syamsuddin, lengkaplah 
keseluruhan cerita bagaimana Subsidi Minyak itu dipermainkan. Angka anggran 
subsidi itu jauh lebih besar dari sebenarnya, karena harga beli minyak itu jauh 
lebih rendah .  Selisihnya kemana, sudah disampaikan dalam sinyalemen Dr Din 
Syamsudin dalam release diateh.  

Wssalam. 
Dunil Zaid , 70, Kpg Ujuunang Pandan Parak Karambia. Padang. 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


<<image001.gif>>

Kirim email ke