Tarimo kasih banyak ateh info linknyo, Mak Zaid.
 
Nan heran ambo, berdasarkan apo Detik News manulih berita di bawah nan justru 
basubarangan jo berita dalam link nan Mak Zain infokan? Atau banyak wartawan 
kini asa tulih sajo? Baa ko?
Lai bisa juo awak bapadoman ka koran2 kini ko? Atau rancak dibuek untuak 
bungkuih lamang je? Carito e indak dapek dipadomani lai, bantuak carito2 koran 
kuniang je tampak e. Urang nan mangecek itu juo, tapi tibo di laman koran 
balain carito e.
 
Wassalam,
Suryadi
 

________________________________
 Dari: Zaid Dunil <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Rabu, 26 Juni 2013 10:17
Judul: Re: [R@ntau-Net] OOT: Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin, MA menyatakan bahwa 
kebijakan menaikkan harga BBM adalah sebuah kezaliman
  


I 

Ass WW,

Knkn Suryadi , cobalah simak apa yang dikatakan Kwik soal Subsidi BBM berikut 
ini. 

stilah Subsidi BBM Menyesatkan. Mengapa Dipakai - Forum Kwik ... 

Islam Will Dominate: Kwik Kian Gie: Subsidi BBM itu Bohong! 


 Wsaaslam

 Dunil Zaid , 70, 



2013/6/26 Lies Suryadi <[email protected]>

Sajalan baa ko jo pandapek Kwik, Mak Dunil? Ko di postingan di bawah si KWIK 
mandukuang kenaikan (.....eh...penyesuaian) harga BBM. Nan ma nan iyo ko? 
Binguang awak! 
>
>Senin, 24/06/2013 03:02 WIB 
>Kwik Kian Gie Nilai Kenaikan Harga BBM Wajar 
>Ray - detikNews 
> 
>Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Kwik Kian Gie mendukung 
>kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM bersubsidi. Kwik beralasan, 
>selain harga BBM saat ini terlalu murah, naiknya harga BBM tersebut 
>memungkinkan Indonesia memiliki surplus lebih tinggi untuk membiayai 
>pembangunan.
>
>"Harga BBM sebesar Rp 4.500 itu terlalu murah. Masa BBM lebih murah dari harga 
>satu botol air mineral atau satu botol bir?" kata Kwik melalui siaran pers 
>yang diterima detikcom, Minggu (23/6/2013).
>
>Kwik mengatakan, berdasarkan Pasal 33 UUD 1945, ada tiga faktor yang menjadi 
>pertimbangan untuk menaikkan harga BBM. Pertama, kepantasan atau kepatutan. 
>Kedua, daya beli masyarakat. Ketiga, nilai strategis. Menurutnya, jika dilihat 
>dari segi daya beli masyarakat, harga Rp 6.500 per liter masih tergolong wajar.
>
>"Saya yakin harga itu masih bisa dijangkau." katanya.
>
>Pemerintah pada Jumat (21/6) lalu telah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM 
>bersubsidi, dari Rp 4.500 menjadi Rp
 6.500 per liter untuk premium. Sedangkan untuk solar dari Rp 4.500 menjadi Rp 
5.500 per liter.
>
>Untuk mengurangi dampak kenaikan BBM tersebut, pemerintah menyalurkan Bantuan 
>Langsung Sementara Masyarakat (Balsem) sebesar Rp 150 ribu perbulan kepada 
>warga miskin di seluruh Indonesia. Pembagian Balsem dilakukan secara berkala 
>selama 4 bulan sejak penyesuaian harga BBM. Balsem tersebut menggunakan 
>anggaran APBN sebesar Rp 6 triliun yang pembagiannya berkoordinasi dengan PT 
>Pos Indonesia.
>
>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa memastikan pembagian 
>Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLSM) kali ini jauh lebih baik dibanding 
>bantuan yang diberikan sebelum-sebelumnya. Dia juga mengatakan pemerintah 
>sudah menyiapkan mekanisme mengantisipasi melonjaknya harga bahan makan di 
>pasaran.
>
>"Memang wajar jika memasuki Ramadan komoditas tertentu, seperti cabai, 
>mengalami kenaikan. Tetapi kita jamin, jika sudah di luar kewajaran, kita siap
 intervensi. Caranya dengan memberdayakan berbagai elemen BUMN, misalnya 
operasi pasar, pasar murah, dan lain-lain. Kita siapkan 3 juta ton beras," 
katanya.
>
>
>Simak aneka berita penting dan menarik hari ini di "Reportase Sore", pkl.16.30 
>Wib hanya di TRANS TV
>
>(jor/rna)
> 
>     
> Dari: Zaid Dunil <[email protected]>
>Kepada: [email protected] 
>Dikirim: Rabu, 26 Juni 2013 9:15
>
>Judul: Re: [R@ntau-Net] OOT: Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin, MA menyatakan 
>bahwa kebijakan menaikkan harga BBM adalah sebuah kezaliman
> 
>
>
>N a h , sanak sapalanta Rantaunet.
>Re : Sinyalemen DR Din Syamsuddin.
>Apo nan disampaikan pak MM iyo sabana sajalan jo pandapek Kwik Kian Gie. Acok 
>bana pak  Kwik ko basuaro kareh baso etongan  etongan subsidi nan disampaikan 
>Pamarintah tu indak ado dan batua doh. Subsidi itu dietong dek pamerintah 
>berdasarkjan harago jua (hargo pasar luar negeri) seharusnya dihitumg 
>berdasrakan harga produksi.Dalam Negeri. Karrena minyka produksi dalam negeri 
>kan bukan dibali dari luar nagari  kenapa harganya dihitung dengan harga pasar 
>luar negeri ?   Jadi Pemerintah mengambil untung sebesar selisih hargo 
>Produksi dengan  hargo pasar.. Jadi nan disabuik subsidi tu tamasuak disitu 
>keuntungan Pemerintah dari perbedaan harago Produksi jo harago pasar yang 
>didasarkan harago pasaran minyak di Luar Nagari. Itu nan dikatokan dek Kwik. 
>Pamarintah maambiak untuang dari rakyat, sabanyak Jumlah produksi minyak x 
>(Harga pasar - Biaya Produksi). Untuak minyak nan di impor ( selisih konsumsi 
>minyak dikurangi minyak produksi Dalam Nagari) itu
 yang di mark up oleh anak perusahaan Pertamina Petral sebelum diperhitungkan 
sebagai harga pembelian minyak untuk konsumsi dalam negeri. Harago bali lebih 
tinggi maka subsidi menjadi tinggi karemna harga minyak sudah di mark up dulu. 
Sehingga subsidi itu jauh lebih besar dari seharusnya. Mudah2an perkara ini 
bisa dibuka dan diungkapkan sahinggo urang nan talibat bisa lo diproses dek 
KPK. Tentang hal hal nan dikamukokan dek Kwik Kian Gie tidak ada  ada pihak 
yang membantah perhitungan yang disampaikan Kwik Kian Gie itu. Ditambah 
informasi baru seperti nan dikamukokan dek Dr Din Syamsuddin, lengkaplah 
keseluruhan cerita bagaimana Subsidi Minyak itu dipermainkan. Angka anggran 
subsidi itu jauh lebih besar dari sebenarnya, karena harga beli minyak itu jauh 
lebih rendah .  Selisihnya kemana, sudah disampaikan dalam sinyalemen Dr Din 
Syamsudin dalam release diateh.  
>
>
>Wssalam. 
>Dunil Zaid , 70, Kpg Ujuunang Pandan Parak Karambia. Padang. 
>
>
>    
-- 
>
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>* DILARANG:
>1. Email besar dari 200KB;
>2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>3. Email One Liner.
>* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>mengirimkan biodata!
>* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/
>--- 
>Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
>Google.
>Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
> 
> 
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


<<image001.gif>>

Kirim email ke