I<https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&ved=0CEIQFjAD&url=http%3A%2F%2Fkwikkiangie.com%2Fv1%2F2011%2F03%2Fistilah-subsidi-bbm-menyesatkan-mengapa-dipakai-untuk-menaikkan-harga-lagi-artikel-1%2F&ei=4KDKUctnw8iQBdTRgNgG&usg=AFQjCNFbq1oEMXOv861L8cpIdf2NOcQphw&sig2=sCTQu4fpCrmOhyJrAkqweA>
Ass WW,

Knkn Suryadi , cobalah simak apa yang dikatakan Kwik soal Subsidi BBM
berikut ini.

stilah Subsidi BBM Menyesatkan. Mengapa Dipakai - Forum Kwik
*...*<https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&ved=0CEIQFjAD&url=http%3A%2F%2Fkwikkiangie.com%2Fv1%2F2011%2F03%2Fistilah-subsidi-bbm-menyesatkan-mengapa-dipakai-untuk-menaikkan-harga-lagi-artikel-1%2F&ei=4KDKUctnw8iQBdTRgNgG&usg=AFQjCNFbq1oEMXOv861L8cpIdf2NOcQphw&sig2=sCTQu4fpCrmOhyJrAkqweA>
Islam Will Dominate: Kwik Kian Gie: Subsidi BBM itu
Bohong!<https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=7&cad=rja&ved=0CF8QFjAG&url=http%3A%2F%2Fwww.globalmuslim.web.id%2F2012%2F03%2Fkwik-kian-gie-subsidi-bbm-itu-bohong.html&ei=4KDKUctnw8iQBdTRgNgG&usg=AFQjCNH9MZ2GrnVxb0NxWcdm7KKjJ-aqTQ&sig2=nRzwlSwwcg6LmTFb-cs8MA>


 Wsaaslam

 Dunil Zaid , 70,


2013/6/26 Lies Suryadi <[email protected]>

> Sajalan baa ko jo pandapek Kwik, Mak Dunil? Ko di postingan di bawah si
> KWIK mandukuang kenaikan (.....eh...*penyesuaian*) harga BBM. Nan ma nan
> iyo ko? Binguang awak!
>
> Senin, 24/06/2013 03:02 WIB
> *Kwik Kian Gie Nilai Kenaikan Harga BBM Wajar *
> *Ray* - detikNews
> [image: Description: http://openx.detik.com/images/1x1.gif]
>
> *Jakarta* - Mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Kwik Kian Gie
> mendukung kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM bersubsidi. Kwik
> beralasan, selain harga BBM saat ini terlalu murah, naiknya harga BBM
> tersebut memungkinkan Indonesia memiliki surplus lebih tinggi untuk
> membiayai pembangunan.
>
> "Harga BBM sebesar Rp 4.500 itu terlalu murah. Masa BBM lebih murah dari
> harga satu botol air mineral atau satu botol bir?" kata Kwik melalui siaran
> pers yang diterima detikcom, Minggu (23/6/2013).
>
> Kwik mengatakan, berdasarkan Pasal 33 UUD 1945, ada tiga faktor yang
> menjadi pertimbangan untuk menaikkan harga BBM. Pertama, kepantasan atau
> kepatutan. Kedua, daya beli masyarakat. Ketiga, nilai strategis.
> Menurutnya, jika dilihat dari segi daya beli masyarakat, harga Rp 6.500 per
> liter masih tergolong wajar.
>
> "Saya yakin harga itu masih bisa dijangkau." katanya.
>
> Pemerintah pada Jumat (21/6) lalu telah resmi mengumumkan kenaikan harga
> BBM bersubsidi, dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 per liter untuk premium.
> Sedangkan untuk solar dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.500 per liter.
>
> Untuk mengurangi dampak kenaikan BBM tersebut, pemerintah menyalurkan
> Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (Balsem) sebesar Rp 150 ribu perbulan
> kepada warga miskin di seluruh Indonesia. Pembagian Balsem dilakukan secara
> berkala selama 4 bulan sejak penyesuaian harga BBM. Balsem tersebut
> menggunakan anggaran APBN sebesar Rp 6 triliun yang pembagiannya
> berkoordinasi dengan PT Pos Indonesia.
>
> Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa memastikan pembagian
> Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLSM) kali ini jauh lebih baik dibanding
> bantuan yang diberikan sebelum-sebelumnya. Dia juga mengatakan pemerintah
> sudah menyiapkan mekanisme mengantisipasi melonjaknya harga bahan makan di
> pasaran.
>
> "Memang wajar jika memasuki Ramadan komoditas tertentu, seperti cabai,
> mengalami kenaikan. Tetapi kita jamin, jika sudah di luar kewajaran, kita
> siap intervensi. Caranya dengan memberdayakan berbagai elemen BUMN,
> misalnya operasi pasar, pasar murah, dan lain-lain. Kita siapkan 3 juta ton
> beras," katanya.
>
>
> *Simak aneka berita penting dan menarik hari ini di "Reportase Sore",
> pkl.16.30 Wib hanya di TRANS TV*
>
> *(jor/rna)*
>
>
> **
>
>   *Dari:* Zaid Dunil <[email protected]>
> *Kepada:* [email protected]
> *Dikirim:* Rabu, 26 Juni 2013 9:15
>
> *Judul:* Re: [R@ntau-Net] OOT: Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin, MA
> menyatakan bahwa kebijakan menaikkan harga BBM adalah sebuah kezaliman
>
> N a h , sanak sapalanta Rantaunet.
> Re : Sinyalemen DR Din Syamsuddin.
> Apo nan disampaikan pak MM iyo *sabana sajalan jo pandapek Kwik Kian Gie*.
> Acok bana pak  Kwik ko basuaro kareh baso etongan  etongan subsidi nan
> disampaikan Pamarintah tu indak ado dan batua doh. Subsidi itu dietong dek
> pamerintah berdasarkjan harago jua (hargo pasar luar negeri) seharusnya
> dihitumg berdasrakan harga produksi.Dalam Negeri. Karrena minyka produksi
> dalam negeri kan bukan dibali dari luar nagari  kenapa harganya dihitung
> dengan harga pasar luar negeri ?   Jadi Pemerintah mengambil untung sebesar
> selisih hargo Produksi dengan  hargo pasar.. Jadi nan disabuik subsidi tu
> tamasuak disitu keuntungan Pemerintah dari perbedaan harago Produksi jo
> harago pasar yang didasarkan harago pasaran minyak di Luar Nagari. Itu nan
> dikatokan dek Kwik. Pamarintah maambiak untuang dari rakyat, sabanyak
> Jumlah produksi minyak x (Harga pasar - Biaya Produksi). Untuak minyak nan
> di impor ( selisih konsumsi minyak dikurangi minyak produksi Dalam Nagari)
> itu yang di mark up oleh anak perusahaan Pertamina Petral sebelum
> diperhitungkan sebagai harga pembelian minyak untuk konsumsi dalam negeri.
> Harago bali lebih tinggi maka subsidi menjadi tinggi karemna harga minyak
> sudah di mark up dulu. Sehingga subsidi itu jauh lebih besar dari
> seharusnya. Mudah2an perkara ini bisa dibuka dan diungkapkan sahinggo urang
> nan talibat bisa lo diproses dek KPK. Tentang hal hal nan dikamukokan dek
> Kwik Kian Gie tidak ada  ada pihak yang membantah perhitungan yang
> disampaikan Kwik Kian Gie itu. Ditambah informasi baru seperti nan
> dikamukokan dek Dr Din Syamsuddin, lengkaplah keseluruhan cerita bagaimana
> Subsidi Minyak itu dipermainkan. Angka anggran subsidi itu jauh lebih besar
> dari sebenarnya, karena harga beli minyak itu jauh lebih rendah .
>  Selisihnya kemana, sudah disampaikan dalam sinyalemen Dr Din Syamsudin
> dalam release diateh.
>
> Wssalam.
> Dunil Zaid , 70, Kpg Ujuunang Pandan Parak Karambia. Padang.
>
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


<<image001.gif>>

Kirim email ke