"Antah baa kolah, tapi ambo raso rancak kito kurangi badebat-debat dalam bulan
puaso ko".

Wassalam,SB,

Tarimokasi, Pak Saaf.

Iko adolah ciek anjuran nan sabana baiak. Ambo raso kalimaik nan ambo
bari tando kutib di ateh bisa disabuik ibadah(di bulan suci) juo
karano mamintak/ maanjurkan ijan awak debaik mandebaik juo, beko
tasungkua manjadi mambangihan urang. Dan itu pun sasuai jo suruhan
agamo awak sarupo di bawah ko.

*Larangan Berdebat dalam Agama Islam
*

Ahlus Sunnah wal Jama’ah Melarang Perdebatan dan Permusuhan Dalam Agama.
Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang dari hal tersebut.
Dalam Ash-Shohihain dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda
:
*اِقْرَأُوْا الْقُرْآنَ مَا ائْتَلَفَتْ عَلَيْهِ قُلُوْبُكُمْ فَإِذَا
اخْتَلَفْتُمْ فَقُوْمُوْا عَنْهُ*
*“Bacalah Al-Qur`an selama hati-hati kalian masih bersatu, maka jika kalian
sudah berselisih maka berdirilah darinya”.
*Dan dalam Al-Musnad dan Sunan Ibnu Majah –dan asalnya dalam Shohih Muslim-
dari ‘Abdullah bin ‘Amr :
*أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ وَهُمْ
يَخْتَصِمُوْنَ فِي الْقَدْرِ فَكَأَنَّمَا يَفْقَأُ فِي وَجْهِهِ حُبُّ
الرُّمَّانِ مِنَ الْغَضَبِ، فَقَالَ : بِهَذَا أُمِرْتُمْ ؟! أَوْ لِهَذَا
خُلِقْتُمْ ؟ تَضْرِبُوْنَ الْقُرْآنَ بَعْضَهُ بِبَعْضٍ!! بِهَذَا هَلَكَتِ
الْأُمَمُ قَبْلَكُمْ
**“Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar sedangkan
mereka (sebagian shahabat-pent.) sedang berselisih tentang taqdir, maka
memerahlah **wajah beliau bagaikan merahnya buah rumman karena marah, maka
beliau bersabda : “Apakah dengan ini kalian diperintah?! Atau untuk inikah
kalian diciptakan?! Kalian membenturkan sebagian Al-Qur’an dengan
sebagiannya!! Karena inilah umat-umat sebelum kalian binasa”.
*Bahkan telah datang hadits (yang menyatakan) bahwa perdebatan adalah
termasuk dari siksaan Allah kepada sebuah ummat. Dalam Sunan At-Tirmidzy
dan Ibnu Majah dari hadits Abu Umamah radhiallahu ‘anhu, beliau berkata :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
*مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوْا عَلَيْهِ إِلاَّ أُوْتُوْا
الْجَدَلَ، ثُمَّ قَرَأَ : مَا ضَرَبُوْهُ لَكَ إِلاَّ جَدَلاً*
*“Tidaklah sebuah kaum menjadi sesat setelah mereka dulunya berada di atas
hidayah kecuali yang suka berdebat, kemudian beliau membaca (ayat) “Mereka
tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah
saja””.
*Imam Ahmad rahimahullah berkata : “Pokok-pokok sunnah di sisi kami adalah
berpegang teguh dengan apa yang para shahabat Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wasallam berada di atasnya dan mencontoh mereka. Meninggalkan semua
bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat. Meninggalkan permusuhan dan
(meninggalkan) duduk bersama orang-orang yang memiliki hawa nafsu. Dan
meninggalkan perselisihan, perdebatan dan permusuhan dalam agama”.

*Perdebatan Yang Tercela:*
Yaitu semua perdebatan dengan kebatilan, atau berdebat tentang kebenaran
setelah jelasnya, atau perdebatan dalam perkara yang tidak diketahui oleh
orang-orang yang berdebat, atau perdebatan dalam mutasyabih (1) dari
Al-Qur’an atau perdebatan tanpa niat yang baik dan yang semisalnya.

*Perdebatan Yang Terpuji:*
Adapun jika perdebatan itu untuk menampakkan kebenaran dan menjelaskannya,
yang dilakukan oleh seorang ‘alim dengan niat yang baik dan konsisten
dengan adab-adab (syar’iy) maka perdebatan seperti inilah yang dipuji.
Allah Ta’ala berfirman :
*ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ
وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ*
*“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang
baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”.* (QS. An-Nahl : 125)
Dan Allah Ta’ala berfirman :
*وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ*
*“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang
paling baik”. *(QS. Al-‘Ankabut : 46)
Dan Allah Ta’ala berfirman :
*قَالُوا يَانُوحُ قَدْ جَادَلْتَنَا فَأَكْثَرْتَ جِدَالَنَا فَأْتِنَا بِمَا
تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ*
*“Mereka berkata: “Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami,
dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah
kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk
orang-orang yang benar”. *(QS. Hud : 32)
Contoh-Contoh Perdebatan Syar’i:
Allah Ta’ala mengkhabarkan tentang perdebatan Ibrahim ‘alaihis shalatu
wassalam melawan kaumnya dan (juga) Musa ‘alaihis shalatu wassalam melawan
Fir’aun.
Dan dalam As-Sunnah disebutkan tentang perdebatan antara Adam dan Musa
‘alaihimas shalatu wassalam. Dan telah dinukil dari salafus shaleh banyak
perdebatan yang semuanya termasuk perdebatan yang terpuji yang terpenuhi di
dalamnya (syarat-syarat berikut) :
1.    Ilmu (tentang masalah yang diperdebatkan-pent.).
2.    Niat (yang baik-pent.).
3.    Mutaba’ah.
4.    Adab dalam perdebatan.

Salam dan maaf,

*mm****

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke