Apo alasan badebat ko dilarang dalam agamo awak? Apo mungkin awak kalau badebat 
acok basaratoan jo senseng langan baju? Ambo raso debat ko rancak, mendewasakan 
urang dalam bapikia. Ambo caliak di nugari2 'kapia' urang badebat ko biaso2 
sajo. Barek2 nan dipadebatkan tapi, yo, 'ujuang pinjaik' sajo nyo nan nyo adu. 
Apo larangan debat ko Sunnah nabi ko atau ado landasannyo dalam ayat Al-Qur'an? 
Kalau urang Arab badebat ko iyo bisa baamuah-amuah. Alun lamoko ado debat di 
tipi antaro duo politikus di Libanon. Debat tu ampia mamacahan tipi urang di 
rumah2. Soalnyo nan sorang sampai mangaluaan 'paho ayam' dari pinggang sarawa 
e, nyo kokangan ka kaniang lawan debat e. Untuang ndak bakukuak 'paho ayam' ko. 
 
Wassalam,
Suryadi
 

________________________________
 Dari: Muchwardi Muchtar <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Kamis, 11 Juli 2013 23:01
Judul: [R@ntau-Net] Baa kok kito kurangi badebat-debat bulan puaso ko?
  




"Antah baa kolah, tapi ambo raso rancak kito kurangi badebat-debat dalam bulan 
puaso ko". 
Wassalam,SB, 


Tarimokasi, Pak Saaf.

Iko adolah ciek anjuran nan sabana baiak. Ambo raso kalimaik nan ambo bari 
tando kutib di ateh bisa disabuik ibadah(di bulan suci) juo karano mamintak/ 
maanjurkan ijan awak debaik mandebaik juo, beko tasungkua manjadi mambangihan 
urang. Dan itu pun sasuai jo suruhan agamo awak sarupo di bawah ko.


Larangan Berdebat dalam Agama Islam
 
Ahlus Sunnah wal Jama’ah Melarang Perdebatan dan Permusuhan Dalam Agama.
Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang dari hal 
tersebut. Dalam Ash-Shohihain dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, 
beliau bersabda :
اِقْرَأُوْا الْقُرْآنَ مَا ائْتَلَفَتْ عَلَيْهِ قُلُوْبُكُمْ فَإِذَا 
اخْتَلَفْتُمْ فَقُوْمُوْا عَنْهُ
“Bacalah Al-Qur`an selama hati-hati kalian masih bersatu, maka jika kalian 
sudah berselisih maka berdirilah darinya”.
Dan dalam Al-Musnad dan Sunan Ibnu Majah –dan asalnya dalam Shohih Muslim- dari 
‘Abdullah bin ‘Amr :
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ وَهُمْ 
يَخْتَصِمُوْنَ فِي الْقَدْرِ فَكَأَنَّمَا يَفْقَأُ فِي وَجْهِهِ حُبُّ 
الرُّمَّانِ مِنَ الْغَضَبِ، فَقَالَ : بِهَذَا أُمِرْتُمْ ؟! أَوْ لِهَذَا 
خُلِقْتُمْ ؟ تَضْرِبُوْنَ الْقُرْآنَ بَعْضَهُ بِبَعْضٍ!! بِهَذَا 
هَلَكَتِ الْأُمَمُ قَبْلَكُمْ
“Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah 
keluar sedangkan mereka (sebagian shahabat-pent.) sedang berselisih 
tentang taqdir, maka memerahlah wajah beliau bagaikan merahnya 
buah rumman karena marah, maka beliau bersabda : “Apakah dengan ini 
kalian diperintah?! Atau untuk inikah kalian diciptakan?! Kalian 
membenturkan sebagian Al-Qur’an dengan sebagiannya!! Karena inilah 
umat-umat sebelum kalian binasa”.
Bahkan telah datang hadits (yang menyatakan) bahwa perdebatan 
adalah termasuk dari siksaan Allah kepada sebuah ummat. Dalam Sunan 
At-Tirmidzy dan Ibnu Majah dari hadits Abu Umamah radhiallahu ‘anhu, 
beliau berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوْا عَلَيْهِ إِلاَّ أُوْتُوْا الْجَدَلَ، 
ثُمَّ قَرَأَ : مَا ضَرَبُوْهُ لَكَ إِلاَّ جَدَلاً
“Tidaklah sebuah kaum menjadi sesat setelah mereka dulunya berada di atas 
hidayah kecuali yang suka berdebat, kemudian beliau membaca (ayat) “Mereka 
tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan 
maksud membantah saja””.
Imam Ahmad rahimahullah berkata : “Pokok-pokok sunnah di sisi kami 
adalah berpegang teguh dengan apa yang para shahabat Rasulullah 
Shallallahu ‘alaihi wasallam berada di atasnya dan mencontoh mereka. 
Meninggalkan semua bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat. Meninggalkan 
permusuhan dan (meninggalkan) duduk bersama orang-orang yang memiliki 
hawa nafsu. Dan meninggalkan perselisihan, perdebatan dan permusuhan 
dalam agama”. 
Perdebatan Yang Tercela:
Yaitu semua perdebatan dengan kebatilan, atau berdebat tentang kebenaran
 setelah jelasnya, atau perdebatan dalam perkara yang tidak diketahui 
oleh orang-orang yang berdebat, atau perdebatan dalam mutasyabih (1) 
dari Al-Qur’an atau perdebatan tanpa niat yang baik dan yang semisalnya. 
Perdebatan Yang Terpuji:
Adapun jika perdebatan itu untuk menampakkan kebenaran dan 
menjelaskannya, yang dilakukan oleh seorang ‘alim dengan niat yang baik 
dan konsisten dengan adab-adab (syar’iy) maka perdebatan seperti inilah 
yang dipuji. Allah Ta’ala berfirman :
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ 
وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik 
dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”. (QS. An-Nahl : 125)
Dan Allah Ta’ala berfirman :
وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang 
paling baik”. (QS. Al-‘Ankabut : 46)
Dan Allah Ta’ala berfirman :
قَالُوا يَانُوحُ قَدْ جَادَلْتَنَا فَأَكْثَرْتَ جِدَالَنَا فَأْتِنَا بِمَا 
تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ
“Mereka berkata: “Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan 
kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka 
datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu 
termasuk orang-orang yang benar”. (QS. Hud : 32) Contoh-Contoh Perdebatan 
Syar’i:
Allah Ta’ala mengkhabarkan tentang perdebatan Ibrahim ‘alaihis shalatu 
wassalam melawan kaumnya dan (juga) Musa ‘alaihis shalatu wassalam 
melawan Fir’aun.
Dan dalam As-Sunnah disebutkan tentang perdebatan antara Adam dan Musa 
‘alaihimas shalatu wassalam. Dan telah dinukil dari salafus shaleh 
banyak perdebatan yang semuanya termasuk perdebatan yang terpuji yang 
terpenuhi di dalamnya (syarat-syarat berikut) :
1.    Ilmu (tentang masalah yang diperdebatkan-pent.).
2.    Niat (yang baik-pent.).
3.    Mutaba’ah.
4.    Adab dalam perdebatan. 
Salam dan maaf,

mm***

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke