Bung mm*** , Ajo Sur, tarimo kasih. Alah batambah pulo pangajian ambo. 
Mudah-mudahan amal ibadat kito diberkati Allah swt. Amin.

Wassalam,
SB. 

Sent from my iPad

On 11 Jul 2013, at 15:22, Lies Suryadi <[email protected]> wrote:

> Apo alasan badebat ko dilarang dalam agamo awak? Apo mungkin awak kalau 
> badebat acok basaratoan jo senseng langan baju? Ambo raso debat ko rancak, 
> mendewasakan urang dalam bapikia. Ambo caliak di nugari2 'kapia' urang 
> badebat ko biaso2 sajo. Barek2 nan dipadebatkan tapi, yo, 'ujuang pinjaik' 
> sajo nyo nan nyo adu. Apo larangan debat ko Sunnah nabi ko atau ado 
> landasannyo dalam ayat Al-Qur'an? Kalau urang Arab badebat ko iyo bisa 
> baamuah-amuah. Alun lamoko ado debat di tipi antaro duo politikus di Libanon. 
> Debat tu ampia mamacahan tipi urang di rumah2. Soalnyo nan sorang sampai 
> mangaluaan 'paho ayam' dari pinggang sarawa e, nyo kokangan ka kaniang lawan 
> debat e. Untuang ndak bakukuak 'paho ayam' ko.
>  
> Wassalam,
> Suryadi
> 
> Dari: Muchwardi Muchtar <[email protected]>
> Kepada: [email protected] 
> Dikirim: Kamis, 11 Juli 2013 23:01
> Judul: [R@ntau-Net] Baa kok kito kurangi badebat-debat bulan puaso ko?
> 
> 
> "Antah baa kolah, tapi ambo raso rancak kito kurangi badebat-debat dalam 
> bulan 
> puaso ko". 
> Wassalam,SB, 
> 
> Tarimokasi, Pak Saaf.
> Iko adolah ciek anjuran nan sabana baiak. Ambo raso kalimaik nan ambo bari 
> tando kutib di ateh bisa disabuik ibadah(di bulan suci) juo karano mamintak/ 
> maanjurkan ijan awak debaik mandebaik juo, beko tasungkua manjadi mambangihan 
> urang. Dan itu pun sasuai jo suruhan agamo awak sarupo di bawah ko.
> 
> 
> Larangan Berdebat dalam Agama Islam
> Ahlus Sunnah wal Jama’ah Melarang Perdebatan dan Permusuhan Dalam Agama.
> Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang dari hal tersebut. 
> Dalam Ash-Shohihain dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda :
> اِقْرَأُوْا الْقُرْآنَ مَا ائْتَلَفَتْ عَلَيْهِ قُلُوْبُكُمْ فَإِذَا 
> اخْتَلَفْتُمْ فَقُوْمُوْا عَنْهُ
> “Bacalah Al-Qur`an selama hati-hati kalian masih bersatu, maka jika kalian 
> sudah berselisih maka berdirilah darinya”.
> Dan dalam Al-Musnad dan Sunan Ibnu Majah –dan asalnya dalam Shohih Muslim- 
> dari ‘Abdullah bin ‘Amr :
> أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ وَهُمْ يَخْتَصِمُوْنَ 
> فِي الْقَدْرِ فَكَأَنَّمَا يَفْقَأُ فِي وَجْهِهِ حُبُّ الرُّمَّانِ مِنَ 
> الْغَضَبِ، فَقَالَ : بِهَذَا أُمِرْتُمْ ؟! أَوْ لِهَذَا خُلِقْتُمْ ؟ 
> تَضْرِبُوْنَ الْقُرْآنَ بَعْضَهُ بِبَعْضٍ!! بِهَذَا هَلَكَتِ الْأُمَمُ 
> قَبْلَكُمْ
> “Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar sedangkan 
> mereka (sebagian shahabat-pent.) sedang berselisih tentang taqdir, maka 
> memerahlah wajah beliau bagaikan merahnya buah rumman karena marah, maka 
> beliau bersabda : “Apakah dengan ini kalian diperintah?! Atau untuk inikah 
> kalian diciptakan?! Kalian membenturkan sebagian Al-Qur’an dengan 
> sebagiannya!! Karena inilah umat-umat sebelum kalian binasa”.
> Bahkan telah datang hadits (yang menyatakan) bahwa perdebatan adalah termasuk 
> dari siksaan Allah kepada sebuah ummat. Dalam Sunan At-Tirmidzy dan Ibnu 
> Majah dari hadits Abu Umamah radhiallahu ‘anhu, beliau berkata : Rasulullah 
> Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
> مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوْا عَلَيْهِ إِلاَّ أُوْتُوْا الْجَدَلَ، 
> ثُمَّ قَرَأَ : مَا ضَرَبُوْهُ لَكَ إِلاَّ جَدَلاً
> “Tidaklah sebuah kaum menjadi sesat setelah mereka dulunya berada di atas 
> hidayah kecuali yang suka berdebat, kemudian beliau membaca (ayat) “Mereka 
> tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah 
> saja””.
> Imam Ahmad rahimahullah berkata : “Pokok-pokok sunnah di sisi kami adalah 
> berpegang teguh dengan apa yang para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi 
> wasallam berada di atasnya dan mencontoh mereka. Meninggalkan semua bid’ah 
> dan semua bid’ah adalah sesat. Meninggalkan permusuhan dan (meninggalkan) 
> duduk bersama orang-orang yang memiliki hawa nafsu. Dan meninggalkan 
> perselisihan, perdebatan dan permusuhan dalam agama”.
> Perdebatan Yang Tercela:
> Yaitu semua perdebatan dengan kebatilan, atau berdebat tentang kebenaran 
> setelah jelasnya, atau perdebatan dalam perkara yang tidak diketahui oleh 
> orang-orang yang berdebat, atau perdebatan dalam mutasyabih (1) dari 
> Al-Qur’an atau perdebatan tanpa niat yang baik dan yang semisalnya.
> Perdebatan Yang Terpuji:
> Adapun jika perdebatan itu untuk menampakkan kebenaran dan menjelaskannya, 
> yang dilakukan oleh seorang ‘alim dengan niat yang baik dan konsisten dengan 
> adab-adab (syar’iy) maka perdebatan seperti inilah yang dipuji. Allah Ta’ala 
> berfirman :
> ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ 
> وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
> “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik 
> dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”. (QS. An-Nahl : 125)
> Dan Allah Ta’ala berfirman :
> وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
> “Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang 
> paling baik”. (QS. Al-‘Ankabut : 46)
> Dan Allah Ta’ala berfirman :
> قَالُوا يَانُوحُ قَدْ جَادَلْتَنَا فَأَكْثَرْتَ جِدَالَنَا فَأْتِنَا بِمَا 
> تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ
> “Mereka berkata: “Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan 
> kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada 
> kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang 
> benar”. (QS. Hud : 32)
> Contoh-Contoh Perdebatan Syar’i:
> Allah Ta’ala mengkhabarkan tentang perdebatan Ibrahim ‘alaihis shalatu 
> wassalam melawan kaumnya dan (juga) Musa ‘alaihis shalatu wassalam melawan 
> Fir’aun.
> Dan dalam As-Sunnah disebutkan tentang perdebatan antara Adam dan Musa 
> ‘alaihimas shalatu wassalam. Dan telah dinukil dari salafus shaleh banyak 
> perdebatan yang semuanya termasuk perdebatan yang terpuji yang terpenuhi di 
> dalamnya (syarat-syarat berikut) :
> 1.    Ilmu (tentang masalah yang diperdebatkan-pent.).
> 2.    Niat (yang baik-pent.).
> 3.    Mutaba’ah.
> 4.    Adab dalam perdebatan.
> Salam dan maaf,
> mm***
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>  
>  
> 
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>  
>  

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke