Wa'alaikumsalam Mak St. Sinaro, 1. Tantu sajo pengertian sabar dalam konteks ko adolah sabar dalam berdiskusi, bertabligh seperti termaktub dalam QS 16:125-126. Kalau Mak Sinaro gunakan ayat lain, dalam konteks lain, seperti QS 8: 65-66, maka diskusi ko jadi keluar dari konteks yang menjadi asbab diskusi ko (kasus Munarman-TAT).
Sekarang coba kita lihat contoh lain dari 2:155-156, apa yang dimaksud dengan orang-orang yang sabar? "Yakni orang-orang yang bila ditimpa musibah, mereka berkata 'inna lillahi wa inna ilaihi roji'un'". Nah, meski sama-sama menekankan pada kesabaran, kan tidak pernah ada ulama yang mengajarkan agar dalam berdebat, seorang muslim terus menerus mengatakan 'innalillahi dst' sebagai bentuk kesabaran terhadap kawan debat, karena konteksnya berbeda. Begitu juga dengan konteks sabar dalam perang, tentu beda dengan makna sabar dalam debat. 2. Indak pernah sakali pun ambo manulih agar muslim "kalau ditampar pipi kiri agar diberikan pipi kanan" dengan berpijak pada QS 16:125. Dari maa Mak Sinaro jadi memelintir ayat dan mengambil kesimpulan begini? Ambillah terjemahan Qur'an terdekat dengan Mak Sinaro, dan cek ulang seluruh jawaban ambo sebelumnya nan selalu mengacu pada terjemahan "wa jadilhum bil lati hiya ahsan" sebagai "dan jika ada yang menyanggahmu, tanggapilah dengan cara yang lebih baik/ahsan." Nan Mak Sinaro tulis itu adolah kutipan Injil Matius 5: 39: "Tetapi Aku berkata padamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat padamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu." Ajaran Islam indak baitu Mak. Alah ambo kutipkan QS 16:126 di posting sabalun iko bahwa: "Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang bersabar." Siapa orang yang sabar dalam konteks (QS 16:125-126) ini? Ada tiga ciri: 1. Orang yang semata-mata berharap pertolongan Allah, 2. Tidak bersedih hati, dan 3. Tidak bersempit dada terhadap tipu daya lawan. (QS 16:127). Jadi, beda sekali dengan ajaran Injil Matius 5:39 itu. 3. Tentang keharusan bersikap keras terhadap orang kafir yang Mak Sinaro kutip dari 48: 29; 9:73; 9:123; 5:54 itu batua bana. Tapi yang disuruh keras itu terhadap KAFIR, Mak Sinaro. Yakinkah Mak Sinaro bahwa Thamrin Amal Tomagola itu seorang kafir? Kalau manuruik Mak Sinaro TAT adalah seorang "atheist" seperti dari email yang beredar (dan ado juo diposting di Palanta ko oleh surang dunsanak di awal diskusi ko), maka ambo sebagai sesama muslim dengan rendah hati mengajak Mak Sinaro untuk kembali mengkaji tiga kisah di bawah ini: A. Rasulullah memarahi Usamah bin Zaid r.a. yang membunuh seorang kafir yang baru mengucapkan syahadatain. Usamah yakin ucapan syahadat itu hanya trik si kafir, bukan keimanan yang murni. Tapi Rasul justru memojokkan Usamah dengan mengatakan, "Sudahkah kau BELAH DADANYA sehingga kau yakin dia mengucapkan dua kalimah syahadat atau tidak?" (Shahih Muslim No. 140). Matan lengkap, silakan baca di sini (No. 140) dan juga hadis sebelumnya No. 139 (tentang sahabat Miqdad bin Aswad) dengan tema yang sama: http://www.mymasjid.net.my/?mod=hadith&mod2=1&mod3=2&mod4=34 B. Rasulullah tahu bahwa Abdullay bin Ubay bin Salul adalah salah seorang tokoh munafik. Tapi ketika dia meninggal, Rasul tetap mensalatkan meski ada keberatan dari para sahabat, terutama Umar bin Khattab r.a. Baru setelah kejadian itu, turunlah QS 9: 84 http://kutubussittah.blogspot.com/2012/04/larangan-mensolati-jenazah-orang.html C. Di Indonesia, Buya Hamka pernah mendapat pertanyaan tajam dari umat Islam ketika bersedia menjadi imam salat jenazah Bung Karno, yang dilihat sebagian kalangan sebagai munafik. Tetapi Buya Hamka bergeming. Bahkan ketika ada yang menjelaskan soal QS 9:34 bahwa kini ada larangan menyolatkan orang munafik, Buya Hamka menjawab, "Yang memberi tahu Abdullah bin Ubay seorang munafik adalah Allah sendiri. Apakah saya harus menunggu wahyu Tuhan yang menerangkan munafik tidaknya Soekarno?" (Sumber: Menuju Persatuan Umat: Pandangan Intelektual Muslim Indonesia, hal. 42, cetakan pertama 1994). Dengan tiga contoh itu Mak Sinaro, janganlah kita menjadi takfiri, orang-orang yang mengkafirkan/memunafikkan orang lain dengan mudah. (Lain dengan kasus Aleksander Aan, PNS di Dharmasraya yang terang-terangan mengaku dirinya "atheis", maka bolehlah sebutan itu dipakai). Apakah Mak Sinaro tahu bahwa TAT itu seorang muslim? Yang lahir dan besar di bawah didikan seorang ayah aktivis Muhammadiyah di Halmahera bernama Ali Amal? Apakah Mak Sinaro tahu bahwa ketika TAT kuliah di Jakarta, karena saking miskinnya tak bisa kos, dia menumpang hidup di rumah seorang tokoh Masyumi yang juga anggota DPR bernama Ahmad Suleman? http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/2126-profesor-pencegah-konflik-komunal Jika Rasulullah saja sampai bertanya keras kepada Usamah bin Zaid, "apakah kau sudah bedah dada orang sehingga tahu dia serius dengan keislamannya atau tidak", bukankah itu satu lagi bukti betapa indahnya ajaran Islam untuk berhati-hati dalam menilai orang? Apalagi jika orang tersebut secara formal sudah mengucapkan syahadatain. Demikian closing statement dari ambo, Mak. Permisi Jumatan dulu. Wassalam, ANB 45, Cibubur Pada Jumat, 12 Juli 2013, Sutan Sinaro menulis: > Assalamu'alaikum. w.w. > > Tarimo kasih bung ANB dan ambo pun mengucapkan selamat menunaikan ibadah > Ramadhan untuak bung ANB jo dunsanak kasadonyo didahului dengan permohonan > maaf > lahir bathin ateh sagalo kesalahan nan pernah ambo buek, Insya Allah > mudah-mudahan > amal ibadah kito ditarimo Allah swt. > > Baiaklah, dek lai yakin kasadonyo bisa mangarati jo "term" nan bung ANB > pakai, kito > taruihkan diskusi kito. > Stressing bung ANB di QS:16:125-126 bisa ambo pahami akan tetapi > dimancaliak illat kasus > ko, kito babeda suduik pandang. Kalau bung ANB berpatokan bahaso illat nan > dimukasuik > adolah dalam durasi limo baleh atau tigo puluah minik tu, di siko latak > perbedaan kito. > Ambo mancaliak kajadian ko, nan dari mulo alah ambo sabuik, adolah > rentetan peristiwa > sabalun durasi nan limo baleh atau tigo puluah minik ko (cubo simak baliak > tulisan ambo). > > Nan kaduo, keindahan Islam nan bung ANB tekankan tanampak di > kesabaran ummat > Islam, manahan emosi, atau mauruik dado, ditampar pipi kiri diberikan > pipi kanan, dengan > berpijak ka QS:16:125-126 tadi. Tapi jan lupo, kato "sabar" di ayat tu > mungkin batua ba > konotasi sarupo itu, tapi kato "sabar" di ayat nan lain, balain maknanyo. > Sarupo di ayat 8:65-66, arati kato sabar di situ adolah "barani". > "....,Jika ada dua puluh orang yang *sabar* diantaramu, niscaya mereka > akan dapat > mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang > *sabar*diantaramu, > niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir,.." > > Iko tanampak di kajadian Ali kw, dalam perang khandaq juo, bukan hanyo > nan bung ANB > sabuik, tapi ado pulo nan lain, ma nyo tu ?. Ko ambo kutipkan sijarahnyo. > Ketika salah seorang dari kafir quraisy berhasil melintasi parit. Ia > adalah pahlawan mereka > yang terkenal yaitu Amru bin Abdu Wudin. Ia mampu mengepalai seribu orang > tentera > Quraisy. Ketika ia sampai berdekatan dengan barisan Islam ia berteriak > minta bertanding. > Ali maju kehadapan dan berkata > "Hai Amru! Kamu telah berjanji kepada Allah jika ada seorang Quraisy yang > menawarkan > kepadamu dua perkara pasti kamu akan menerima salah satu darinya." > Jawab Amru " Benar" > Kata Ali: " Aku mengajak kamu kembali kepada Allah dan RasulNya serta > masuk kedalam > Islam" > Jawab Amru : "aku tidak perlu kepada ajakanmu." > Jawab Ali: " Kalau begitu aku ajak kamu untuk bertanding." > Jawab Amru: " Mengapakah kamu mengajak ku demikian wahai anak saudaraku? > Demi Allah aku tidak ingin untuk membunuhmu" > Jawab Ali: " Akan tetapi aku ingin sekali untuk membunuhmu" > Mendengar ucapan Ali bin Abi Thalib, Amru naik pitam dan kudanya dibunuh > kemudian > ia maju ke hadapan Ali untuk bertanding. > Keduanya saling beradu kekuatan sampai Ali bin Abi Thalib dapat membunuh > Amru. > > Nampak di siko Amru bin Abdu Wudin lah mangalah : ... Demi Allah aku > tidak ingin > untuk membunuhmu" > Tapi dijawek dek Ali kw. " Akan tetapi aku ingin sekali untuk membunuhmu" > > Baa mako ndak samo jo nan bung ANB sabuik ?. Apakah hilang keindahan Islam > di siko ?. > Itu makonyo kecek ambo, filosopi sabananyo ado di "Kandua > badantiang-dantiang, tagang > maleo-leo" nan lah dapek dek rang Minang, alhamdulillah. Baa dek bitu, dek > karano salain > ayat nan jadi patokan bung ANB, juo banyak ayat nan manyatokan keindahan > Islam jo > makna lain, > > QS:48:29 > "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia > adalah > *keras* terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama > mereka......" > > QS:9:73 > "Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik > itu, dan > bersikap *keras*lah terhadap mereka. > ...." > QS:9:123 > Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar > kamu itu, dan > hendaklah mereka menemui *kekerasan* daripadamu, ...." > > QS:5:54 > "....maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai > mereka dan > merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang > mukmin, > yang bersikap *keras* terhadap orang-orang kafir,......" > > Jadi, kok kandua iyo badantiang-dantiang, kok tagang maleo-leo, bukan > sebaliknyo. > > Singan itu dulu. > Kalau bana datang dari Allah swt., kalau salah, datang dari diri ambo > surang. > Billaahil hidayah, wat taufiq > > Wassalam > > St. Sinaro > > Kok ditanyo umua ambo, baliakkan angko ANB tu, > hi hi, 45 manjadi 54, iyo lah gaek goyoh ambo, > indak sacapek dan satangkas bung ANB lai doh. > > *From:* Akmal Nasery Basral <[email protected] <javascript:_e({}, > 'cvml', '[email protected]');>> > *To:* "[email protected] <javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');>" > <[email protected]<javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');>> > > *Sent:* Thursday, 11 July 2013 2:00 PM > *Subject:* Re: 3 Re: [R@ntau-Net] (OOT) Kisah Abu Bakar vs Fanhas (dan > Ali batal bunuh musuh di Perang Khandaq) > > Wa'alaikumsalam Wr. Wb St. Sinaro n.a.h. > > Nan partamo, salamek menunaikan ibadah Ramadhan untuak Mak St. Sinaro dan > keluarga. > > ...... (.) > > Wassalam, > > ANB > 45, Cibubur > > PS: Jika berkenan, mohon Mak Sinaro juga mencantumkan umur dan tempat > tinggal seperti kebiasaan para dunsanak lain di Palanta ini, dan juga > merupakan aturan Palanta, sehingga silaturahim kita lebih dekat. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti > [email protected]<javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');>. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
