Assalammualaikum Wr Wb Pak TR dan dunsanak sapalanta Yth

Kalau panyakik bali lado bagiliang iyo mantun. sudah maha, alun tantu asli.
banyak caro urang untuak mangicuahnyo. rasono kadang indak lamak... asin
nan labiah acok tasuo

Salam

Hanifah


Pada 13 Juli 2013 11.10, <[email protected]> menulis:

> **
>
> Lado maha...tapi ado pulo kelompok lain
>
> Manggiliang lado dibubuhi gulo
>
> Ambo kecekkan ka mareka, kalian kicuah urang yoo
>
> Dibali lado maha2, beko disiram lado tu jo gulo. Tantu hilang padehnyo he
> he
>
> ---TR
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Hanifah Damanhuri <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Sat, 13 Jul 2013 11:04:19 +0700
> *To: *rantaunet<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[R@ntau-Net] CABE OH CABE
>
> CABE OH CABE
>
>
>
> Harga cabe yang meroket membuat para ibu-ibu yang berbelanja menjadi
> terkejut dan tak bisa berkata-kata. Berapapun harganya, cabe tetap harus
> dibeli, walau mungkin jumlahnya dikurangi.
>
>
>
> Terbayang saat kecil dulu.  Sering lauk pauk yang bercabe, kucuci
> terlebih dahulu sebelum kumakan dengan nasi. Waktu itu aku tidak suka
> pedas. Kalau aku berkunjung ke rumah bako, bakoku pasti menyiapkan menu
> yang tidak becabe untukku.
>
>
>
> Di masa ABG, kebiasaan bertandang dan membawa nasi untuk makan malam
> membuatku terheran-heran dengan bekal yang dibawa teman, merah oleh cabe.
> Malu beda sendiri akupun akhirnya belajar makan cabe.
>
> “Minta sesuap nasimu Eri”, pintaku pada Eri
>
> Eri menyodorkan piringnya dan aku ambil sesuap.
>
> Pelan-pelan aku masukkan kemulut dan kukunyah. Aku merasakan pedas dan
> mjkaku panas. “uuhhhh pedas pedas”, teriakku.
>
> “Ha ha ha mukamu merah tuh kepedasan”, canda Eri
>
> Teman-teman lain ikutan tertawa menyaksikan aku yang belajar makan cabe.
>
> Aku menyambar minum dan minum cepat-cepat sehingga nasipun tertelan
> bulat-bulat. “Ha ha ha tambah lagi?”, Tanya Eri
>
> Aku menggeleng sambil mengambil dan menyuap nasiku yang tak pedas.
>
> Tak lama kemudian, ketika rasa pedas berlalu,  “minta sesuap lagi”,
> kataku pada Eri
>
> Eri kembali menyodorkan piringnya dan mmempersilahkan aku mengambilnya
> sesuap.
>
> Sama seperti tadi, nasipun ditelan bulat-bulat didorong oleh air minum.
> Air matapun terbit dan mengalir dipipi. Teman-teman tambah tertawa
> menyaksikan bibir dan pipiku memerah, matapun  berair.
>
>
>
> Sejak itu cabe sudah jadi bagian dari acara makanku. Aku sudah bisa ikut
> makan satu piring bersama teman-teman. Bakoku tak perlu memasak khusus
> untukku lagi ketika aku berkunjung ke rumah bako. Memang nikmat makan kalau
> pakai cabe.
>
>
>
> Ketergantungan pada cabe saat makan menjadi masalah ketika harga cabe
> meroket begini.  Susahnya mengatur keuangan, apalagi sudah terbayang
> pengeluaran besar-besaran untuk kembali kesekolah atau menyambut lebaran.
> Cabe oh cabe ….
>
>
>
> “Eri, punya bibit cabe rawit nggak?, begitu bunyi SMSku pada Eri yang
> berada di kampung.  “Kapan perlu belikan anaknya di pasar kalau ada yang
> jual. Bantu tanamkan di pekarangan rumah kami”, pesanku lagi.  Halaman
> rumah sobatku Eri  penuh dengan aneka sayuran. Aku juga mau halaman rumah
> ibuku seperti itu. Salah satu cara untuk mengatasi ketergantungan pada
> cabe, dan menyiasati harganya yang melambung tinggi adalah dengan menanam
> cabe rawit di pekarangan rumah. Mudah tumbuh dan tidak repot merawatnya,
> indah pula tampaknya kalau sudah berbuah.
>
>
>
> “Insya Allah akan dicarikan bibitnya”, balas Eri
>
> “Kok baru teringat sekarang?”, pesannya lagi
>
> “Biarlah telat, kan sekarang musim hujan, saat yang tepat menanamnya”,
> pesanku lagi. “ Ha ha ha orang kota ngajarin orang kampung menanam cabe”,
> balas Eri
>
> “Yeeee nggak masalah kan?, mudah-mudahan lebaran haji nanti bisa panen”,
> balasku
>
> “Ha ha ha iya yah… siap laksanakan”, balasnya.
>
> “ he he he”, balasku terbayang masa pramuka dahulu
>
> Akupun tersenyum membayangkan bakal punya tanaman cabe rawit di halaman
> rumah ibuku di kampung. Senyum yang sedikit menghilangkan rasa pusing
> menghadapi harga cabe yang meroket.
>
>
>
> Padang, 13 Juli 2013
>
>
>
>
>
> Hanifah Damanhuri
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke