he he he
lai lasuah pulo rasono pak TR
cubolah makan pecel ayam
sambano manih, padeh, asam
manih gulo jawa, ndak gulo pasia doh

salam


Pada 13 Juli 2013 11.21, <[email protected]> menulis:

> **
>
> Bukan bali lado bagiliang
>
> Tetangga awak dari Jawa kan suko ma-agiah gulo kalau sadang manggiliang
> lado
>
> Tantu bakurang padeh lado tu..padahal lado tu dibali maha
>
> Apo indak mubazir tuu ?
>
>
> --TR
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Hanifah Damanhuri <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Sat, 13 Jul 2013 11:18:12 +0700
> *To: *rantaunet<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [R@ntau-Net] CABE OH CABE
>
> Assalammualaikum Wr Wb Pak TR dan dunsanak sapalanta Yth
>
> Kalau panyakik bali lado bagiliang iyo mantun. sudah maha, alun tantu
> asli. banyak caro urang untuak mangicuahnyo. rasono kadang indak lamak...
> asin nan labiah acok tasuo
>
> Salam
>
> Hanifah
>
>
> Pada 13 Juli 2013 11.10, <[email protected]> menulis:
>
>> **
>>
>> Lado maha...tapi ado pulo kelompok lain
>>
>> Manggiliang lado dibubuhi gulo
>>
>> Ambo kecekkan ka mareka, kalian kicuah urang yoo
>>
>> Dibali lado maha2, beko disiram lado tu jo gulo. Tantu hilang padehnyo he
>> he
>>
>> ---TR
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> ------------------------------
>> *From: * Hanifah Damanhuri <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Sat, 13 Jul 2013 11:04:19 +0700
>> *To: *rantaunet<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *[R@ntau-Net] CABE OH CABE
>>
>> CABE OH CABE
>>
>>
>>
>> Harga cabe yang meroket membuat para ibu-ibu yang berbelanja menjadi
>> terkejut dan tak bisa berkata-kata. Berapapun harganya, cabe tetap harus
>> dibeli, walau mungkin jumlahnya dikurangi.
>>
>>
>>
>> Terbayang saat kecil dulu.  Sering lauk pauk yang bercabe, kucuci
>> terlebih dahulu sebelum kumakan dengan nasi. Waktu itu aku tidak suka
>> pedas. Kalau aku berkunjung ke rumah bako, bakoku pasti menyiapkan menu
>> yang tidak becabe untukku.
>>
>>
>>
>> Di masa ABG, kebiasaan bertandang dan membawa nasi untuk makan malam
>> membuatku terheran-heran dengan bekal yang dibawa teman, merah oleh cabe.
>> Malu beda sendiri akupun akhirnya belajar makan cabe.
>>
>> “Minta sesuap nasimu Eri”, pintaku pada Eri
>>
>> Eri menyodorkan piringnya dan aku ambil sesuap.
>>
>> Pelan-pelan aku masukkan kemulut dan kukunyah. Aku merasakan pedas dan
>> mjkaku panas. “uuhhhh pedas pedas”, teriakku.
>>
>> “Ha ha ha mukamu merah tuh kepedasan”, canda Eri
>>
>> Teman-teman lain ikutan tertawa menyaksikan aku yang belajar makan cabe.
>>
>> Aku menyambar minum dan minum cepat-cepat sehingga nasipun tertelan
>> bulat-bulat. “Ha ha ha tambah lagi?”, Tanya Eri
>>
>> Aku menggeleng sambil mengambil dan menyuap nasiku yang tak pedas.
>>
>> Tak lama kemudian, ketika rasa pedas berlalu,  “minta sesuap lagi”,
>> kataku pada Eri
>>
>> Eri kembali menyodorkan piringnya dan mmempersilahkan aku mengambilnya
>> sesuap.
>>
>> Sama seperti tadi, nasipun ditelan bulat-bulat didorong oleh air minum.
>> Air matapun terbit dan mengalir dipipi. Teman-teman tambah tertawa
>> menyaksikan bibir dan pipiku memerah, matapun  berair.
>>
>>
>>
>> Sejak itu cabe sudah jadi bagian dari acara makanku. Aku sudah bisa ikut
>> makan satu piring bersama teman-teman. Bakoku tak perlu memasak khusus
>> untukku lagi ketika aku berkunjung ke rumah bako. Memang nikmat makan kalau
>> pakai cabe.
>>
>>
>>
>> Ketergantungan pada cabe saat makan menjadi masalah ketika harga cabe
>> meroket begini.  Susahnya mengatur keuangan, apalagi sudah terbayang
>> pengeluaran besar-besaran untuk kembali kesekolah atau menyambut lebaran.
>> Cabe oh cabe ….
>>
>>
>>
>> “Eri, punya bibit cabe rawit nggak?, begitu bunyi SMSku pada Eri yang
>> berada di kampung.  “Kapan perlu belikan anaknya di pasar kalau ada yang
>> jual. Bantu tanamkan di pekarangan rumah kami”, pesanku lagi.  Halaman
>> rumah sobatku Eri  penuh dengan aneka sayuran. Aku juga mau halaman
>> rumah ibuku seperti itu. Salah satu cara untuk mengatasi ketergantungan
>> pada cabe, dan menyiasati harganya yang melambung tinggi adalah dengan
>> menanam cabe rawit di pekarangan rumah. Mudah tumbuh dan tidak repot
>> merawatnya, indah pula tampaknya kalau sudah berbuah.
>>
>>
>>
>> “Insya Allah akan dicarikan bibitnya”, balas Eri
>>
>> “Kok baru teringat sekarang?”, pesannya lagi
>>
>> “Biarlah telat, kan sekarang musim hujan, saat yang tepat menanamnya”,
>> pesanku lagi. “ Ha ha ha orang kota ngajarin orang kampung menanam cabe”,
>> balas Eri
>>
>> “Yeeee nggak masalah kan?, mudah-mudahan lebaran haji nanti bisa panen”,
>> balasku
>>
>> “Ha ha ha iya yah… siap laksanakan”, balasnya.
>>
>> “ he he he”, balasku terbayang masa pramuka dahulu
>>
>> Akupun tersenyum membayangkan bakal punya tanaman cabe rawit di halaman
>> rumah ibuku di kampung. Senyum yang sedikit menghilangkan rasa pusing
>> menghadapi harga cabe yang meroket.
>>
>>
>>
>> Padang, 13 Juli 2013
>>
>>
>>
>>
>>
>> Hanifah Damanhuri
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke