Sanak2 sa palanta yth.

Nan Barikuik adolah kalanjutan dari artikel2 ttg Pedagang Kaki Lima (PKL) yg 
diminta pindah ke gedung Blok G oleh pemda DKI Jakarta, krn pd lokasi sekarang 
menimbulkan kemacetan lalulintas.

Nan mengherankan, walau penataan/relokasi PKL marupokan salah satu konsep 
unggulan Jokowi, tapi indak nampak saketek juo penerapan konsep itu di Tanah 
Abang. Kalau memang mau direlokasi, jauah2 wakatu saandaknyo dipaeloki Blok G 
itu, dan disadiokan fasilitas untuak manampuang lonjakan jumlah PKL manjalang 
Hari Rayo. Bahkan labiah elok sabalun bulan puaso para PKL alah pindah kasitu 
dg sanang ati. 

Sanak MM mampatanyokan aa gunonyo mampabincangkan hal iko di palanta ko, karana 
indak ka dibaco dek Ahok. Tapi awak masiah ingaik bahaso ado sanak di palanta 
ko nan dakek jo Jokowi, panah makan samo2 di tenda PKL di Solo, dan manjadi 
salah satu pendukung Jokowi-Ahok menjelang Pilkada yll. Harapan awak semoga 
sanak nantun basadio manjadi panyambuang lidah kito ka gubernur/wagub DKI 
Jakarta kiniko.
Salam
FMNS
L65Bdg

Pedagang Tanah Abang: Ahok Jangan Terlalu Kejamlah!

TEMPO.CO, Jakarta--Para pedagang kaki lima di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, 
meminta kepada Pemerintah DKI Jakarta agar mengizinkan mereka untuk berjualan 
di bahu jalan hingga menjelang Lebaran Idul Fitri. "Ahok (Wakil Gubernur DKI 
Jakarta), jangan terlalu kejam lah, tolong pikirkan rakyat kecil. Kalau kami 
kaya, ngapain jualan di pinggir jalan,” kata pedagang pakaian yang meminta 
dipanggil Adi, 38 tahun, kepada Tempo, Sabtu, 20 Juli 2013.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama menuding kemacetan 
lalu lintas di sekitar Pasar Tanah Abang disebabkan oleh aktivitas pedagang 
kaki lima. Untuk itu, dia meminta para pedagang untuk mengisi Blok G dan 
melarang berjualan di bahu jalan.

Namun, Senin 15 Juli lalu, para pedagang tetap nekat berjualan karena mereka 
tidak memiliki tempat lain untuk berjualan. Ulah para pedagang tersebut membuat 
Ahok—sapaan akrab Basuki--geram, sehingga dia mengancam jika pedagang tetap 
membandel, dia akan mengerahkan aparatnya untuk meindak.

Adi mengaku enggan pindah ke Blok G, lantaran kondisi bangunannya yang banjir 
dan beraroma tak sedap bila turun hujan. “Kalau di relokasi ya jangan kayak 
kandang kerbau, kenyamanan kurang, apalagi keamanan,” ujar Adi.

Dari sisi keamanan, menurut dia, setiap malam tiba, lantai atas Blok G kerap 
digunakan para perempuan malam untuk menjajakan diri. “Situ dekat lokalisasi, 
kerap ditemukan kondom bekas dilantai 3,” kata dia.

Alasan yang sama disampaikan Manizar, 57 tahun, pedagang pakaian, meminta Ahok 
agar tidak terlalu keras dengan mereka. “Bapak Ahok keras, tapi janganlah 
emosinya dihadapkan pada masyarakat kecil seperti kami,” kata dia.

Menurut Manizar, sejak rencana relokasi digulirkan, pembeli pembeli dan 
pendapatannya merosot. “Pembeli pada takut, jadi sehari kadang cuma laku tiga 
potong celana, itu untungnya tidak ada seratus ribu,” ujarnya. Ia juga 
bergeming ketika diminta untuk pindah ke Blok G lantaran kondisi bangunan yang 
kotor, tidak layak serta lahan parkir yang kurang.

Hanum, 40 tahun, pedagang baju, berharap hingga lebaran tiba diberi kesempatan 
untuk tetap berjualan tanpa harus bongkar pasang lapak. “Kami diizinkan buka 
pukul 10 hingga pukul 5, tapi karena harus dibongkar pasang, lapak kami baru 
siap pukul 12, itu pengunjung sudah sepi, kasihlah kami kelonggaran hingga 
lebaran,” kata Hanum mengeluh.

Menurut Hanum, setiap pagi aparat berkeliling untuk memastikan PKL tidak 
membuka lapak sesuai jam yang telah ditentukan untuk meminimalisasi kemacetan. 
Rencana relokasi pun tak dihiraukan oleh Hanum lantaran kondisi Blok G tidak 
nyaman dan tidak aman. “Kalau kami dipindah ke tempat yang kondisinya seperti 
Pasar Jati Baru, baru kami bersedia karena tempatnya mendingan,” kata Hanum.

LINDA TRIANITA

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke