Waduh maaf, posting ambo dikacau dek software. Intinyo ambo indak setuju jo 
tayang ulang iko.
Wassalam,
SB.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Dr. Saafroedin Bahar." <[email protected]>
Date: Thu, 22 Aug 2013 14:23:59 
To: Rantau Net Rantau Net<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Andiko<[email protected]>
Subject: Re: [R@ntau-Net] RAID TO PASILIHAN

Ammo IPO curing stud curio IMO ditayangkan bleak do EN.
Washroom,
AN.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Thu, 22 Aug 2013 14:16:18 
To: Rantaunet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Andiko<[email protected]>
Subject: Re: [R@ntau-Net] RAID TO PASILIHAN

Cerita dari sisi tentara Pusat yg membanggakan kesuksesan meledakkan jembatan 
s. Umbilin dengan korban jiwa dan tertangkap dari pihak "musuh" (yang 
sebetulnya dunsanak sasuku Minang oleh kita).   
Membaca cerita ini sungguh tidak menyenangkan karena berbagai penderitaan yg 
ditimbulkan tentara Pusat itu.
Salam
Fashridjal M. Noor Sidin
L65bdg


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Andiko <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 22 Aug 2013 05:42:24 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] RAID TO PASILIHAN

RAID TO PASILIHAN 

http://bumipanorama.org/index.php?option=com_content&view=article&id=65:raid-to-pasilihan&catid=34:nostalgia&Itemid=56

Written by Administrator   
Thursday, 23 July 2009 05:10

Pada suatu siang awal Desember 1959, Team Combat Intel dari Batalyon Taruna 
Zeni (Akademi Zeni AD) yang beroperasi di sekitar Danau Singkarak – 
Sumatera Barat, sedang melaksanakan pengamanan perbaikan jalan dari Tembok 
ke Sulit Air.  Tim ini terdiri dari 4 orang Sersan Mayor Taruna, yaitu Ta 
Nurdin Muchtar, Ta Tjuk Fatahyo, Ta Murtedjo dan Ta F. Sukorahardjo 
(penulis). 

Setelah makan siang, sekitar pukul 12.30 Wakil Komandan Batalyon (Wa Dan 
Yon) yang sedang berada bersama kami menyampaikan berita bahwa ada perintah 
dari Komandan Resimen Tim Pertempuran (RTP) III untuk menghancurkan 
jembatan di desa Pasilihan di atas sungai Ombilin.  Hancurnya jembatan ini 
untuk mencegah perkuatan pasukan PRRI dari Sawahlunto ke wilayah Sulit Air. 
 Setelah mempelajari peta, Wa Dan Yon memutuskan untuk menyelesaikan tugas 
ini sekarang juga. Akhirnya kelompok yang terdiri dari Tim Combat Intel, 
Pelda Sutisno (pelatih bahan peledak), 2 orang PKD yaitu Kopda Badunai dan 
Pratu Syahdullah dan supir truk serta pembantunya.  Jadi 10 orang ini 
menjadi suatu tim yang dipimpin Wa Dan Yon.  Akhirnya Tim berangkat ke 
Sulit Air yang memakan waktu ± 30 menit dengan kendaraan truk.

Di Sulit Air melakukan persiapan antara lain membagi bahan peledak TNT 808 
(300 gram) masing-masing taruna mendapat 10 buah lengkap dengan sumbu api 
serta detonatornya.  Sedangkan Wa Dan Yon sedang mencari bantuan pasukan 
Yonif 451 yang ada di Sulit Air.  Akhirnya Wa Dan Yon datang dan 
memberitahukan bahwa hanya mendapat bantuan ½ regu atau sekitar 6 orang 
Tamtama yang dipimpin oleh seorang kopral. 
Sekitar pukul 14.00 kita bergerak ke Pasilihan dengan formasi regu Yon 451 
di depan Tim Combat Intel, kelompok Wa Dan bersama Peltu Tisna serta Kopda 
Badunai dan Syahdullah kawal di belakang.  Sebagai penunjuk jalan ikut 
serta seorang penduduk setempat. 
Tatkala sampai di pinggir kota Sulit Air, di tembok pagar rumah-rumah 
penduduk banyak tulisan “kompi Bulidar”.  Bulan lalu Sulit Air diserbu dan 
direbut dari PRRI oleh Kompi 2 Yon Taruna Zeni, saya ikut dalam penyerbuan 
tersebut mengikuti Dan Yon.  Memang benar yang kita hadapi waktu itu 
pasukannya Bulidar. 
Setelah setengah jam bergerak, terasa gerakan lambat sekali, mungkin karena 
di depan terlalu hati-hati.  Kita usul agar taruna yang di depan untuk 
mempercepat gerakan agar sebelum matahari terbenam sudah sampai sasaran, 
dan Wan Dan Yon setuju.  Kita bagi dua, Ta Murtejo dengan saya. Sedangkan 
Ta Nurdin dengan Ta Tjuk Fatahyo.  Kita bergerak cepat dengan cara berlari 
salib-menyalib untuk saling melindungi. 

Menjelang memasuki kawasan hutan, di tengah ladang jagung ada gubuk agak di 
ketinggian, kita melihat ada bekas makanan dan abu dari dapur yang masih 
agak hangat.  Mungkin ini posisi pos depan musuh.  Memasuki hutan hanya ada 
jalan setapak yang sempit dan tidak mungkin kita berlari salib-menyalib, 
jadi kita berjalan bergantian di depan.  Lewat hutan yang masih perawan, 
kadang-kadang di sebelah kanan jalan ada jurang yang dalam.  Setelah 
berjalan beberapa jam, kita sampai pada padang rumput ± selebar 500 m dan 
ke depan sejauh 600 m, setelah itu kebun singkong berlatar-belakang tebing 
batu tinggi yang di bawahnya mengalir sungai Ombilin. 

Di depan terlihat 2 orang dengan jarak lebih dari 300 m habis mandi di 
sungai yang mengalir di samping kita.  Wa Dan Yon memerintahkan untuk 
menembak kedua orang tersebut.  Ta Murtejo sudah membidik, tapi saya tidak 
setuju karena suara tembakan kita akan memancing musuh.  Akhirnya kedua 
orang tersebut menghilang di balik kebun singkong. Menurut penunjuk jalan, 
pandangan ke depan sebelah kiri adalah letak jembatan yang akan kita 
hancurkan.  Di sebelah kanan ada bukit kecil, di puncaknya ada tiang bambu 
berbendera kecil.  Biasanya tiang itu dipakai sebagai kode kalau ada 
pasukan TNI, tiang itu dirubuhkan. Wa Dan Yon membagi tugas.  Tim Combat 
Intel, 4 orang taruna bersama Peltu Tisna menghancurkan jembatan yang 
letaknya ± 1 km ke depan agak ke kiri.  Sedangkan 2 anggota PKD dan regu 
Infanteri Yon 451 menguasai sekitar bukit yang ada tiang benderanya, 
letaknya ± 500 m di depan sebelah kanan.  Jadi ± 500 m di hilir jembatan. 
 Diperkirakan musuh berada di desa Pasilihan yang letaknya di atas tebing 
batu di seberang sungai Ombilin.  Tebing batu ini berdiri tegak 90 derajat 
setinggi 40 m.  Perkiraan musuh ± 1 Yon dari Yon Tentara Pelajar dengan 
persenjataan lengkap.   Peta    
 
Kurang lebih 1 km kita berjalan, sampailah kita di sebuah jembatan gantung 
dengan panjang sekitar 30 m, lebar 2 m dan 15 m di atas permukaan sungai 
yang beriak suara keras karena ada jeram-jeram kecil.  Kita bagi tugas, Ta 
Nurdin ke seberang jembatan sebagai kawal depan menghadap jalan menanjak 
tebing terjal di mana musuh berada di depan.  Ta Tjuk Fatahyo sebagai 
pengawasan pemasangan bahan peledak yang dilakukan oleh Ta Murtejo dan 
Peltu Tisna. 
Saya berposisi sebagai kawal belakang berada ± 10 m dari pangkal jembatan. 
 Sebelah kanan saya sungai dan sebelah kiri sawah yang datarannya 1 m lebih 
tinggi dari jalan.  Sedangkan Wa Dan Yon ± 100 m di belakang di pinggir 
sungai kecil dekat kebun singkong.  Saya mengusulkan bahan peledak dipasang 
tidak di kabel di tengah jembatan tetapi di tiang kabel, dengan maksud 
apabila jembatan nanti runtuh kabel dan sebagian dari kayu jembatan masih 
utuh untuk digunakan lagi kelak. Tiba-tiba terdengar suara tembakan dari 
arah Kopda Badunai dan kawan-kawan. 

Kemudian terdengar suara rentetan tembakan gencar dari suara senapan mesin 
dari atas tebing di seberang sungai, Ta Tjuk Fatahyo berteriak memanggil Ta 
Nurdin yang berada di seberang sungai.  Peltu Tisna yang sedang memasang 
bahan peledak di tengah jembatan mundur, tidak jadi dipasang.  Akhirnya Ta 
Murtejo dan Peltu Tisna memasang bahan peledak di kabel pangkal jembatan 
dan terus meledakannya.  Jembatan runtuh ke sungai dengan suara bergemuruh. 
Tembakan senapan mesin berat suaranya beralih  ke arah kita, tetapi tidak 
terdengar suara peluru berdesing di sekitar kita, mungkin peluru melintas 
jauh di atas kita karena tingginya tebing. 
Saya berdiri untuk melihat situasi, di seberang sawah terlihat 5 orang 
keluar dari rumah ± 100 m jaraknya dari jembatan.  Dua di antaranya memakai 
baret coklat yang warnanya sama dengan baret taruna yang sedang kita pakai. 
Saya yakin mereka anggota Yon Bulidar karena yang 2 orang bersenjata.  Saya 
membidik dengan junggle riffle untuk menghabisi mereka, namun sayang 
senjata saya macet.  Mereka mungkin melihat saya, tetapi tidak melihat 
teman-teman karena letak sawah lebih tinggi dari teman-teman yang merunduk. 
Tiba-tiba terdengar 2 suara dentuman, saya kenali itu adalah suara mortir 
60 mm.  Saya kenali betul suaranya karena sebulan lalu saya bertugas 
sebagai komandan pucuk mortir, ada waktu penyerangan ke Penyinggahan.   

Saya berteriak “awas mortir...!”.  Saya merunduk di samping tebing sawah. 
 Saya mendengar bunyi benda jatuh dua kali di kiri saya.  Saya pastikan itu 
bunyi mortir yang tidak meledak.  Saya pastikan itu bunyi.  Hari sudah 
mulai gelap sekitar pukul 18.00.  Saatnya kita mundur karena tugas sudah 
selesai, kami serentak berteriak “Maju!”.  Teriakan ini ditujukan untuk 
menipu musuh.  Dan ternyata tembakan senapan mesin dari posisi musuh yang 
berada di atas tebing seberang sungai berhenti menembak.  Kami bergerak 
mundur untuk bergabung dengan Wa Dan Yon, 

Tidak lama kemudian datang Kopda Badunai cs membawa 2 orang tawanan dan 
melaporkan menembak mati 2 orang musuh.  Kedua orang yang ditembak tersebut 
mungkin penjaga tiang bambu berbendera di atas bukti tadi. Tim mulai 
bergerak kembali ke Sulir Air.  Hari mulai gelap, memaksa bergerak agak 
perlahan di tengah hutan lebat itu. Regu Infanteri bergerak paling depan. 
Wa Dan Yon bersama kami di tengah.  Kopda Badunai cs dan pengemudi di 
belakang membawa tawanan yang tua.  Sedang tawanan yang muda tangannya saya 
ikatkan dengan ujung laras senjata saya dengan tali.  Popornya saya pegang 
dekat picu sehingga kalau dia macam-macam tinggal tarik picu saja.  Dia 
badannya besar, lebih tinggi dari saya, namanya Basri, pelajar kelas 2 SMA, 
tinggal di Lubuk Basung dekat Padang Panjang.
Dia mengaku dibujuk temannya tadi untuk bergabung dengan Tentara Pelajar 
PRRI.  Dia minta dengan sangat jangan diapa-apakan, dia mau menurut bahkan 
mau membantu kita.  Makin jauh masuk hutan makin gelap.  Penunjuk jalan 
mengusulkan agar punggung kita dilumuri jamur yang bersinar karena 
mengandung fosfor dan tumbuh di pinggir jalan yang kita lalui.  Jadi kita 
jalan mengikuti sinar jamur di punggung teman.  Tiba-tiba di belakang 
terdengar beberapa tembakan, ternyata tawanan yang dibawa Pratu Syahdullah 
lari terjun ke jurang sebelah kiri jalan ditembaki Kopda Badunai.  Karena 
gelap dan jurang itu dalam  kita tinggalkan saja. 
Menjelang desa Sulit Air, Tim bertemu dengan Satgas 751 yang mendapat tugas 
dari Dan Yonif 751 untuk mencari kita.  Rupanya Dan Yon Taruna Zeni Mayor 
Czi Sarsono telah berada di Sulit Air dan minta bantuan Dan Yonif 451 untuk 
mencari kami.  Pada sekitar jam 01.30 pagi kita sampai di markas Komando 
Yonif 451, Dan Yon Taruna langsung menanya Ta Tjuk Fatalyo. “Ada korban?” 
dijawab “Tidak ada, Pak…”Nampak Dan Yon merasa lega setelah tahu kita semua 
selamat dan sukses menyelesaikan tugas.Badan lelah, basah karena hujan, 
lapar, terasa nikmat sekali makan nasi dan masakan Padang yang panas. Dan 
tugas telah selesai dengan sukses. Sampai di markas Kompi I di tembok, 
paginya, sementara Basri kita masukkan ke kamar penduduk di mana kita 
tinggal. 
Siangnya ada petugas dari Seksi I Yon Taruna untuk menjemput Basri karena 
akan diserahkan ke RTP di Solok.  Kami minta izin ntuk menahan Basri dengan 
alasan akan dimanfaatkan dalam tugas-tugas berikut. Wa Dan Yon setuju, 
Basri tetap bersama kami sehari-hari membantu seperti mengambil makanan dan 
lain-lain.  Tujuan kami menahan Basri semata-mata untuk tujuan kemanusiaan. 
 Pada akhir bulan Desember kita sehari sebelum kita ke Padang persiapan 
kembali ke Bandung, Basri kita lepaskan.Barangkali tugas Raid ini 
menjadikan kebanggaan bagi Akademi Zeni AD, karena mungkin baru kali inilah 
di dunia ini ada Taruna/Kadet Akademi Militer diberi tugas Raid. Batalyon 
Taruna Zeni tugas operasi ke daerah Komando Operasi 17 Agustus sebenarnya 
merupakan realisasi kurikulum Akademi pada semester terakhir pendidikan 
kita diberi tugas. 
Biasanya tugas operasi DI/TII di Jawa Tengah atau Jawa Barat saja.  Atas 
usul Brigjen TNI G.P.H. Djatikusumo mantan Dir Zi AD (saat itu Konsul 
Jenderal di Singapura, Kasad memerintahkan tugas operasi ke Ko Ops 17 
Agustus ini.  Tugas pokok yang diberikan kepada Batalyon Taruna Zeni AD 
adalah memulihkan jalur jalan KA antara Solok – Padang Panjang.  Kerusakan 
rel KA dan tergulingnya lokomotif dan beberapa gerbong dapat diselesaikan 
dalam waktu 2 minggu.  Selanjutnya melakukan pembersihan terhadap kedudukan 
pasukan PRRI di sekitar jalur jalan Solok – Padang Panjang.  Tugas ni 
diselesaikan dengan menyerang kedudukan tentara PRRI di Sumani – Singkarak, 
Tembok, Ombilin, Sulit Air, Paninjauan.  Juga kedudukan musuh di seberang 
Danau Singkarak seperti Malalo dan Panyinggahan. 
Tugas ini dapat dilaksanakan sampai akhir Desember.  Sebenarnya Ko Ops 17 
Agustus masih ingin menugaskan Batalyon untuk mengikuti operasi pembersihan 
sisa-sisa PRRI di Gunung Merapi Kompleks.  Tetapi Wa Kasad Brigjen TNI 
Gatot Subroto tidak setuju karena para Taruna sudah terlalu lama 
meninggalkan bangku kuliah.  Pada tanggal 23 Desember 1959 ditarik ke 
Padang. Pada tanggal 31 Desember 1959 kita semua naik kapal ADRI XIII, dan 
pada tanggal 2 Januari 1960 mendarat di Tanjung Priok.  Akibat dari operasi 
ini angkatan kami (Angkatan IV) yang seharusnya dilantik menjadi Perwira 
(Letnan Dua) pada tanggal 5 Oktober 1959 baru dilaksanakan pada tanggal 20 
Mei 1960.  Demikian pula bagi Angkatan V dan VI kenaikan tingkatnya 
tertunda. 
Last Updated on Thursday, 23 July 2009 05:24

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke