Ok lah,lah dimangarati knkn Andiko.
Mak JB,DtRJ,di Bonjer,Jakbar.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Thu, 22 Aug 2013 14:44:46
To: <[email protected]>; Rantau Net Rantau
Net<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] RAID TO PASILIHAN
Maaf mengganggu mamanda kasadonyo, indak ado niek apapun, kebetulan batamu di
google. Silahkan di hapus oleh admin, ambo indak bisa menghapusnyo, karena
gaptek. Indak tahu baa ma apuihnyo.
Salam
Andiko
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: "Dr. Saafroedin Bahar." <[email protected]>
Date: Thu, 22 Aug 2013 14:29:06
To: Rantau Net Rantau Net<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Andiko<[email protected]>
Subject: Re: [R@ntau-Net] RAID TO PASILIHAN
Waduh maaf, posting ambo dikacau dek software. Intinyo ambo indak setuju jo
tayang ulang iko.
Wassalam,
SB.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: "Dr. Saafroedin Bahar." <[email protected]>
Date: Thu, 22 Aug 2013 14:23:59
To: Rantau Net Rantau Net<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Andiko<[email protected]>
Subject: Re: [R@ntau-Net] RAID TO PASILIHAN
Ammo IPO curing stud curio IMO ditayangkan bleak do EN.
Washroom,
AN.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Thu, 22 Aug 2013 14:16:18
To: Rantaunet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Andiko<[email protected]>
Subject: Re: [R@ntau-Net] RAID TO PASILIHAN
Cerita dari sisi tentara Pusat yg membanggakan kesuksesan meledakkan jembatan
s. Umbilin dengan korban jiwa dan tertangkap dari pihak "musuh" (yang
sebetulnya dunsanak sasuku Minang oleh kita).
Membaca cerita ini sungguh tidak menyenangkan karena berbagai penderitaan yg
ditimbulkan tentara Pusat itu.
Salam
Fashridjal M. Noor Sidin
L65bdg
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: Andiko <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 22 Aug 2013 05:42:24
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] RAID TO PASILIHAN
RAID TO PASILIHAN
http://bumipanorama.org/index.php?option=com_content&view=article&id=65:raid-to-pasilihan&catid=34:nostalgia&Itemid=56
Written by Administrator
Thursday, 23 July 2009 05:10
Pada suatu siang awal Desember 1959, Team Combat Intel dari Batalyon Taruna
Zeni (Akademi Zeni AD) yang beroperasi di sekitar Danau Singkarak –
Sumatera Barat, sedang melaksanakan pengamanan perbaikan jalan dari Tembok
ke Sulit Air. Tim ini terdiri dari 4 orang Sersan Mayor Taruna, yaitu Ta
Nurdin Muchtar, Ta Tjuk Fatahyo, Ta Murtedjo dan Ta F. Sukorahardjo
(penulis).
Setelah makan siang, sekitar pukul 12.30 Wakil Komandan Batalyon (Wa Dan
Yon) yang sedang berada bersama kami menyampaikan berita bahwa ada perintah
dari Komandan Resimen Tim Pertempuran (RTP) III untuk menghancurkan
jembatan di desa Pasilihan di atas sungai Ombilin. Hancurnya jembatan ini
untuk mencegah perkuatan pasukan PRRI dari Sawahlunto ke wilayah Sulit Air.
Setelah mempelajari peta, Wa Dan Yon memutuskan untuk menyelesaikan tugas
ini sekarang juga. Akhirnya kelompok yang terdiri dari Tim Combat Intel,
Pelda Sutisno (pelatih bahan peledak), 2 orang PKD yaitu Kopda Badunai dan
Pratu Syahdullah dan supir truk serta pembantunya. Jadi 10 orang ini
menjadi suatu tim yang dipimpin Wa Dan Yon. Akhirnya Tim berangkat ke
Sulit Air yang memakan waktu ± 30 menit dengan kendaraan truk.
Di Sulit Air melakukan persiapan antara lain membagi bahan peledak TNT 808
(300 gram) masing-masing taruna mendapat 10 buah lengkap dengan sumbu api
serta detonatornya. Sedangkan Wa Dan Yon sedang mencari bantuan pasukan
Yonif 451 yang ada di Sulit Air. Akhirnya Wa Dan Yon datang dan
memberitahukan bahwa hanya mendapat bantuan ½ regu atau sekitar 6 orang
Tamtama yang dipimpin oleh seorang kopral.
Sekitar pukul 14.00 kita bergerak ke Pasilihan dengan formasi regu Yon 451
di depan Tim Combat Intel, kelompok Wa Dan bersama Peltu Tisna serta Kopda
Badunai dan Syahdullah kawal di belakang. Sebagai penunjuk jalan ikut
serta seorang penduduk setempat.
Tatkala sampai di pinggir kota Sulit Air, di tembok pagar rumah-rumah
penduduk banyak tulisan “kompi Bulidar”. Bulan lalu Sulit Air diserbu dan
direbut dari PRRI oleh Kompi 2 Yon Taruna Zeni, saya ikut dalam penyerbuan
tersebut mengikuti Dan Yon. Memang benar yang kita hadapi waktu itu
pasukannya Bulidar.
Setelah setengah jam bergerak, terasa gerakan lambat sekali, mungkin karena
di depan terlalu hati-hati. Kita usul agar taruna yang di depan untuk
mempercepat gerakan agar sebelum matahari terbenam sudah sampai sasaran,
dan Wan Dan Yon setuju. Kita bagi dua, Ta Murtejo dengan saya. Sedangkan
Ta Nurdin dengan Ta Tjuk Fatahyo. Kita bergerak cepat dengan cara berlari
salib-menyalib untuk saling melindungi.
Menjelang memasuki kawasan hutan, di tengah ladang jagung ada gubuk agak di
ketinggian, kita melihat ada bekas makanan dan abu dari dapur yang masih
agak hangat. Mungkin ini posisi pos depan musuh. Memasuki hutan hanya ada
jalan setapak yang sempit dan tidak mungkin kita berlari salib-menyalib,
jadi kita berjalan bergantian di depan. Lewat hutan yang masih perawan,
kadang-kadang di sebelah kanan jalan ada jurang yang dalam. Setelah
berjalan beberapa jam, kita sampai pada padang rumput ± selebar 500 m dan
ke depan sejauh 600 m, setelah itu kebun singkong berlatar-belakang tebing
batu tinggi yang di bawahnya mengalir sungai Ombilin.
Di depan terlihat 2 orang dengan jarak lebih dari 300 m habis mandi di
sungai yang mengalir di samping kita. Wa Dan Yon memerintahkan untuk
menembak kedua orang tersebut. Ta Murtejo sudah membidik, tapi saya tidak
setuju karena suara tembakan kita akan memancing musuh. Akhirnya kedua
orang tersebut menghilang di balik kebun singkong. Menurut penunjuk jalan,
pandangan ke depan sebelah kiri adalah letak jembatan yang akan kita
hancurkan. Di sebelah kanan ada bukit kecil, di puncaknya ada tiang bambu
berbendera kecil. Biasanya tiang itu dipakai sebagai kode kalau ada
pasukan TNI, tiang itu dirubuhkan. Wa Dan Yon membagi tugas. Tim Combat
Intel, 4 orang taruna bersama Peltu Tisna menghancurkan jembatan yang
letaknya ± 1 km ke depan agak ke kiri. Sedangkan 2 anggota PKD dan regu
Infanteri Yon 451 menguasai sekitar bukit yang ada tiang benderanya,
letaknya ± 500 m di depan sebelah kanan. Jadi ± 500 m di hilir jembatan.
Diperkirakan musuh berada di desa Pasilihan yang letaknya di atas tebing
batu di seberang sungai Ombilin. Tebing batu ini berdiri tegak 90 derajat
setinggi 40 m. Perkiraan musuh ± 1 Yon dari Yon Tentara Pelajar dengan
persenjataan lengkap. Peta
Kurang lebih 1 km kita berjalan, sampailah kita di sebuah jembatan gantung
dengan panjang sekitar 30 m, lebar 2 m dan 15 m di atas permukaan sungai
yang beriak suara keras karena ada jeram-jeram kecil. Kita bagi tugas, Ta
Nurdin ke seberang jembatan sebagai kawal depan menghadap jalan menanjak
tebing terjal di mana musuh berada di depan. Ta Tjuk Fatahyo sebagai
pengawasan pemasangan bahan peledak yang dilakukan oleh Ta Murtejo dan
Peltu Tisna.
Saya berposisi sebagai kawal belakang berada ± 10 m dari pangkal jembatan.
Sebelah kanan saya sungai dan sebelah kiri sawah yang datarannya 1 m lebih
tinggi dari jalan. Sedangkan Wa Dan Yon ± 100 m di belakang di pinggir
sungai kecil dekat kebun singkong. Saya mengusulkan bahan peledak dipasang
tidak di kabel di tengah jembatan tetapi di tiang kabel, dengan maksud
apabila jembatan nanti runtuh kabel dan sebagian dari kayu jembatan masih
utuh untuk digunakan lagi kelak. Tiba-tiba terdengar suara tembakan dari
arah Kopda Badunai dan kawan-kawan.
Kemudian terdengar suara rentetan tembakan gencar dari suara senapan mesin
dari atas tebing di seberang sungai, Ta Tjuk Fatahyo berteriak memanggil Ta
Nurdin yang berada di seberang sungai. Peltu Tisna yang sedang memasang
bahan peledak di tengah jembatan mundur, tidak jadi dipasang. Akhirnya Ta
Murtejo dan Peltu Tisna memasang bahan peledak di kabel pangkal jembatan
dan terus meledakannya. Jembatan runtuh ke sungai dengan suara bergemuruh.
Tembakan senapan mesin berat suaranya beralih ke arah kita, tetapi tidak
terdengar suara peluru berdesing di sekitar kita, mungkin peluru melintas
jauh di atas kita karena tingginya tebing.
Saya berdiri untuk melihat situasi, di seberang sawah terlihat 5 orang
keluar dari rumah ± 100 m jaraknya dari jembatan. Dua di antaranya memakai
baret coklat yang warnanya sama dengan baret taruna yang sedang kita pakai.
Saya yakin mereka anggota Yon Bulidar karena yang 2 orang bersenjata. Saya
membidik dengan junggle riffle untuk menghabisi mereka, namun sayang
senjata saya macet. Mereka mungkin melihat saya, tetapi tidak melihat
teman-teman karena letak sawah lebih tinggi dari teman-teman yang merunduk.
Tiba-tiba terdengar 2 suara dentuman, saya kenali itu adalah suara mortir
60 mm. Saya kenali betul suaranya karena sebulan lalu saya bertugas
sebagai komandan pucuk mortir, ada waktu penyerangan ke Penyinggahan.
Saya berteriak “awas mortir...!”. Saya merunduk di samping tebing sawah.
Saya mendengar bunyi benda jatuh dua kali di kiri saya. Saya pastikan itu
bunyi mortir yang tidak meledak. Saya pastikan itu bunyi. Hari sudah
mulai gelap sekitar pukul 18.00. Saatnya kita mundur karena tugas sudah
selesai, kami serentak berteriak “Maju!”. Teriakan ini ditujukan untuk
menipu musuh. Dan ternyata tembakan senapan mesin dari posisi musuh yang
berada di atas tebing seberang sungai berhenti menembak. Kami bergerak
mundur untuk bergabung dengan Wa Dan Yon,
Tidak lama kemudian datang Kopda Badunai cs membawa 2 orang tawanan dan
melaporkan menembak mati 2 orang musuh. Kedua orang yang ditembak tersebut
mungkin penjaga tiang bambu berbendera di atas bukti tadi. Tim mulai
bergerak kembali ke Sulir Air. Hari mulai gelap, memaksa bergerak agak
perlahan di tengah hutan lebat itu. Regu Infanteri bergerak paling depan.
Wa Dan Yon bersama kami di tengah. Kopda Badunai cs dan pengemudi di
belakang membawa tawanan yang tua. Sedang tawanan yang muda tangannya saya
ikatkan dengan ujung laras senjata saya dengan tali. Popornya saya pegang
dekat picu sehingga kalau dia macam-macam tinggal tarik picu saja. Dia
badannya besar, lebih tinggi dari saya, namanya Basri, pelajar kelas 2 SMA,
tinggal di Lubuk Basung dekat Padang Panjang.
Dia mengaku dibujuk temannya tadi untuk bergabung dengan Tentara Pelajar
PRRI. Dia minta dengan sangat jangan diapa-apakan, dia mau menurut bahkan
mau membantu kita. Makin jauh masuk hutan makin gelap. Penunjuk jalan
mengusulkan agar punggung kita dilumuri jamur yang bersinar karena
mengandung fosfor dan tumbuh di pinggir jalan yang kita lalui. Jadi kita
jalan mengikuti sinar jamur di punggung teman. Tiba-tiba di belakang
terdengar beberapa tembakan, ternyata tawanan yang dibawa Pratu Syahdullah
lari terjun ke jurang sebelah kiri jalan ditembaki Kopda Badunai. Karena
gelap dan jurang itu dalam kita tinggalkan saja.
Menjelang desa Sulit Air, Tim bertemu dengan Satgas 751 yang mendapat tugas
dari Dan Yonif 751 untuk mencari kita. Rupanya Dan Yon Taruna Zeni Mayor
Czi Sarsono telah berada di Sulit Air dan minta bantuan Dan Yonif 451 untuk
mencari kami. Pada sekitar jam 01.30 pagi kita sampai di markas Komando
Yonif 451, Dan Yon Taruna langsung menanya Ta Tjuk Fatalyo. “Ada korban?”
dijawab “Tidak ada, Pak…”Nampak Dan Yon merasa lega setelah tahu kita semua
selamat dan sukses menyelesaikan tugas.Badan lelah, basah karena hujan,
lapar, terasa nikmat sekali makan nasi dan masakan Padang yang panas. Dan
tugas telah selesai dengan sukses. Sampai di markas Kompi I di tembok,
paginya, sementara Basri kita masukkan ke kamar penduduk di mana kita
tinggal.
Siangnya ada petugas dari Seksi I Yon Taruna untuk menjemput Basri karena
akan diserahkan ke RTP di Solok. Kami minta izin ntuk menahan Basri dengan
alasan akan dimanfaatkan dalam tugas-tugas berikut. Wa Dan Yon setuju,
Basri tetap bersama kami sehari-hari membantu seperti mengambil makanan dan
lain-lain. Tujuan kami menahan Basri semata-mata untuk tujuan kemanusiaan.
Pada akhir bulan Desember kita sehari sebelum kita ke Padang persiapan
kembali ke Bandung, Basri kita lepaskan.Barangkali tugas Raid ini
menjadikan kebanggaan bagi Akademi Zeni AD, karena mungkin baru kali inilah
di dunia ini ada Taruna/Kadet Akademi Militer diberi tugas Raid. Batalyon
Taruna Zeni tugas operasi ke daerah Komando Operasi 17 Agustus sebenarnya
merupakan realisasi kurikulum Akademi pada semester terakhir pendidikan
kita diberi tugas.
Biasanya tugas operasi DI/TII di Jawa Tengah atau Jawa Barat saja. Atas
usul Brigjen TNI G.P.H. Djatikusumo mantan Dir Zi AD (saat itu Konsul
Jenderal di Singapura, Kasad memerintahkan tugas operasi ke Ko Ops 17
Agustus ini. Tugas pokok yang diberikan kepada Batalyon Taruna Zeni AD
adalah memulihkan jalur jalan KA antara Solok – Padang Panjang. Kerusakan
rel KA dan tergulingnya lokomotif dan beberapa gerbong dapat diselesaikan
dalam waktu 2 minggu. Selanjutnya melakukan pembersihan terhadap kedudukan
pasukan PRRI di sekitar jalur jalan Solok – Padang Panjang. Tugas ni
diselesaikan dengan menyerang kedudukan tentara PRRI di Sumani – Singkarak,
Tembok, Ombilin, Sulit Air, Paninjauan. Juga kedudukan musuh di seberang
Danau Singkarak seperti Malalo dan Panyinggahan.
Tugas ini dapat dilaksanakan sampai akhir Desember. Sebenarnya Ko Ops 17
Agustus masih ingin menugaskan Batalyon untuk mengikuti operasi pembersihan
sisa-sisa PRRI di Gunung Merapi Kompleks. Tetapi Wa Kasad Brigjen TNI
Gatot Subroto tidak setuju karena para Taruna sudah terlalu lama
meninggalkan bangku kuliah. Pada tanggal 23 Desember 1959 ditarik ke
Padang. Pada tanggal 31 Desember 1959 kita semua naik kapal ADRI XIII, dan
pada tanggal 2 Januari 1960 mendarat di Tanjung Priok. Akibat dari operasi
ini angkatan kami (Angkatan IV) yang seharusnya dilantik menjadi Perwira
(Letnan Dua) pada tanggal 5 Oktober 1959 baru dilaksanakan pada tanggal 20
Mei 1960. Demikian pula bagi Angkatan V dan VI kenaikan tingkatnya
tertunda.
Last Updated on Thursday, 23 July 2009 05:24
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.