Patang ko ambo mangirim thread ttg Lippo Superblock di Palembang. Tapi alun 
manga manga lah dilasek dek anggota group ko sabagai "urang baru" yg sepertinya 
indak punyo hak yg samo mangamukokan pandapek. Padohal ambo mancaritokan ba a 
nasib pedagang kecil yg tampek jualannyo yg sudah puluhan tahun digusur dek 
kapitalis ko untuak mambuek lapangan parkir. Tragisnyo dilakukan pada saat 
mereka indak manggaleh sadang pulang kampuang. Jo kekuatan modalnyo bisa 
mambuek pedagang seketika kehilangan nafkah.
Padahal lahan tsb milik Pemda. Jd dapek wak like basamo baa dakeknyo kapitalis 
jo birokrat yg lah kayo sampai tega manggusur dan mamiskinkan urang yg lah 
miskin.
Masalahnyo disiko bukan tantang rumah sakik, mall atau sakolah. Tapi sia nan 
mambuek/yg investasi. 
Ambo punyo pangalaman wakatu gampo tahun 2009, sampai kami bagiliran parantauan 
VII Koto Piaman di Medan pulang kampuang manjago nagari. Mungkin sanak lah 
mandanga baa sepak terjang misionaris di Koto Tinggi Padang Alai, Padang Pauah 
Lurah Ampalu, baa bana misi dr LSM Dua Roti Lima Ikan dan GBI melakukan 
misinyo. Yang dibalakangnyo disupport dek Obor Berkat Indonesia (OBI). Dan OBI 
ko salah satu donaturnya adolah group Lippo Hypermart. 
Sanak mungkin pernah balanjo di siko, pernah kasir minta sisa uang receh 
didonasikan utk OBI. Itu bukti keakraban mereka. 
Lah kini sajo mereka kerjasamo jo Dompet Duafa setelah diprotes umat muslim.
Daerah wak rawan bencana apolai gampo. Indak ado sajo mereka di Sumbar, mereka 
bisa melakukan misinyo scr terorganisir. Apolai kalau lah ado wadahnya denga RS 
Siloam dan kekuatan jaringan misionarisnyo. Apo awak bisa mengimbangi sepak 
terjangnyo disaat bancano tajadi ??  Inadak!!! Buktinyo misionaris yg 
mambagikan injil jo kepeang 100 ribu di Koto Tinggi indak diapo apokan dek 
aparat walaupun buktinyo valid.
Kiniko tasarah awak basikap, preventif atau reaktif kalau iko tajadi...

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sat, 24 Aug 2013 17:07:40 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Dedi Suryadi<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Masalah super blok lippo

Ambo sapandapek jo add. Dutamardin Umar dan banyak urang nan indak sapandapek 
dan menganggap  RS Lippo ko missi dari Kristenisasi. Jadi ambo manapi sajo.

@Hayatun Nismah Rumzy#

On 24 Agt 2013, at 16:28, Dutamardin Umar <[email protected]> wrote:

> Alaikumsalam sanak
> Surang kawan anggota delegasi AS ka kongres diaspora lalu jatuh sakik, 
> dirawat di RS Siloam Kb Jeruk Jkt Barat salamo 4 hari. Ambo pai bezuk 
> sekalian memperhatikan baa bana Siloam tu. Ambo caliak rs tu iyo cando rs di 
> as sajo. Barasiah rapi. Lantai dasar macam mall sajo manjua berbagai 
> keperluan. Sementara di kamar rawat indak ado salib tapasang didindiang macam 
> di St Carolus (ambo pernah dirawat). Kesimpulan ambo rs Siloam tu nampak 
> macam bisnis kesehatan biaso. Antahlah kalau ado pengalaman dan pengamatan 
> sanak nan lain.
> 
> Dedi Suryadi <[email protected]> wrote:
> 
> hmmm....
> Adu domba massa pendukung dan penentang sudah akan dimulai...
> Akankah Fauzi Bahar akan tetap berkepala batu dan membiarkan masyarakat 
> Minang terpecah belah 2 kubu demi mempertahankan misionaris kristen di ranah 
> minang..?
> Saatnya masyarakat minang bersatu..
> 
> Yang mendukung, harus buka mata, telinga dan pikiran....
> Jangan gelap mata karena imbalan yang tak seberapa..
> Jika tak lagi mendengar suara rakyat, maka Fauzi Bahar tak pantas lagi jadi 
> walikota..
> people power sudah harus bergerak...
> Aceng Fikri di Garut saja bisa dimakzulkan cuma karena masalah perempuan...
> Bagaimana dengan Fauzi Bahar yang bermain-main dengan akidah di ranah yang 
> ber ABS-SBK..? 
> 
> Wassalam,
> 
> Salam dan Terima Kasih,
> Dedi Suryadi
> 
> _____________________________________________________________________________
>                        *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang 
> Berani Bertindak Dan   *****
>       *****Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi 
> (Jawaharlal Nehru) *****
> ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
>          "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The 
> Others" (Hadith by Bukhari)
> ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
> ****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan 
> Mengasihimu...".....*****
>                   "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."
> 
> 
> Pada 20 Agustus 2013 19.31, Kangs Hendra <[email protected]> menulis:
>> 
>> Bupati Pasbar Siap Turunkan Ribuan Massa                                     
>>            
>> Senin, 19 Agustus 2013 03:00
>> TOLAK RUMAH SAKIT SILOAM
>> 
>> PADANG, HALUAN — Adanya penjelasan Walikota Padang Fauzi Bahar yang dimuat 
>> di media lokal Sumbar beberapa waktu yang lalu, yakni untuk melanjutkan 
>> pem­bangu­nan Rumah Sakit Kristen Siloam di Jalan Khatib Sulaiman, membuat 
>> Forum Masyarakat Minang Anti Siloam semakin geram.
>> 
>> Forum Masyarakat Minang Anti Siloam bersama Ormas Islam, dan tokoh lainnya, 
>> langsung mengadakan rapat konsolidasi, di Masjid Nurul Iman, Minggu (18/8).
>> 
>> Rapat konsolidasi itu, dihadiri sekitar 120 orang dari berbagai daerah, 
>> seperti perwakilan Padang Panjang, Payakumbuh, Pasaman Barat, Tanah Datar, 
>> Kota Padang dan anggota Forum Masyarakat Minang Anti Siloam serta Ormas 
>> Islam seperti LKAAM Sumbar, Muham­madiyah, NU, Dewan Dakwah, MT KAMM, Paga 
>> Nagari, Majelis Mujahiddin, HTI, Ikadi, Kahmi, Gerakan Muslim Mentawai, 
>> Libas,  Forum Komunikasi Pasaman Barat, Khilafatul Muslimin dan MUI Sumbar.
>> 
>> Selain itu, beberapa tokoh Sumbar seperti, Ketua MUI Sumbar Prof Dr H 
>> Syamsul Bahri Khatib, Muhtar Naim, Ahmad kusairi, Masfar Rasyid, dan yang 
>> tidak kalah pentingnya kehadiran Bupati Pasaman Barat Baharuddin R ikut 
>> hadir dalam pertemuan itu.
>> 
>> Dalam kesempatan itu, Masfar Rasyid mengatakan, salah satu dasar penolakan 
>> rumah sakit Kristen Siloam adalah pencegahan terjadinya pengikisan 
>> nilai-nilai ABS-SBK, akibat dari misi ter­selubung RS Siloam, dan Superblok 
>> Lippo Group milik Tokoh Misionaris Kondang James Tjahaya Riady.
>> 
>> Karena, dari segi nama, RS Siloam adalah kata dari injil (Yohanes Pasal 9 
>> ayat 7-9). Dimana, kisah orang buta yang diobati oleh Yesus dengan melumuri 
>> matanya yang buta dengan lumpur dan air liur Yesus. Kemudian, Yesus 
>> meme­rintah­kannya pergi ke mata air Siloam, dan menyuruhnya mandi agar 
>> matanya menjadi melek, dan terang.
>> 
>> Kemudian dari segi logo, lam­bang RS Siloam adalah tanda salib dililit ular. 
>> Logo sekolah Pelita Harapan pun dibuat burung mer­pati. Lambang itu 
>> mengingatkan semua orang bahwa untuk menegak­kan salib, maka perlu dilakukan 
>> dengan berbagai cara, seperti kutipan “Hendaklah kamu cerdik seperti ular, 
>> dan tulus seperti merpati”.
>> 
>> Lalu, dari segi visi misi, misal­nya visi Sekolah Pelita Harapan, yakni “Tru 
>> Nowledge Faith Of Crhist And Godly Chracter (ilmu penget­ahuan yang benar, 
>> keimanan kepada tuhan Yesus Kristus dan ahlak ketuhanan Yesus)”. Visi itupun 
>> sangat kental dengan upaya kris­tenisasi.
>> 
>> Selain itu, sepak terjang James T Riady pun tidak perlu diragukan lagi. 
>> Karena James T Riady adalah murid dari pendeta garis keras Amerika, yakni 
>> pendeta Pat Robet­son. James T Riady pun, di­kukuh­kan oleh Pat Robetson 
>> sebagai pengkhabaran injil kepada bangsa-bangsa Asia, khusunya Indonesia.
>> 
>> “Dari bukti dan fakta-fakta itu, maka kami sebagai masyarakat Islam Sumbar 
>> menolak keras, dan meminta Walikota Padang men­cabut izin untuk pendirian 
>> Superblok Lippo Group. Namun, penolakan itu, tidak digubris oleh Fauzi 
>> Bahar, dan menyatakan akan melanjutkan pembangunan. Dengan demikian, Fauzi 
>> Bahar telah menentang masyarakat Sumbar sendiri,” ujar Masfar.
>> 
>> Lanjutnya lagi, apabila Fauzi Bahar tetap memaksakan ke­hendak, maka Forum 
>> Masyarakat Minang Anti Siloam, akan menge­rahkan seluruh muallaf, kaum 
>> muslimin untuk mengepung lokasi rencana pembagunan Superblok tersebut, dan 
>> kemudian mencabut plang izinnya.
>> 
>> “Kami masih membuka pintu bagi Fauzi Bahar untuk mencabut izin pendirian 
>> superblock Lippo Group tersebut. Namun, kalau Fauzi tetap ngotot, kami pun 
>> akan ngotot. Bahkan berlumuran darah pun akan kami lakoni,” terangnya lagi.
>> 
>> Sementara itu, tokoh Ormas Islam sekaligus Bupati Pasaman Barat Baharuddin R 
>> mengatakan, akan mengajak seluruh buapti/walikota se-Sumbar, untuk 
>> ber­sama-sama melakukan penolakan ter­hadap pembangunan RS Siloam tersebut. 
>> Tidak itu saja, dirinya pun siap untuk mengerahkan ribuan mas­sa anti 
>> kristenisasi dari Pasaman Barat, untuk melakukan aksi penolakan.
>> 
>> “Di Pasaman Barat sendiri  sudah terjadi proses kristenisasi. Namun, sampai 
>> saat ini misi tersebut, masih bisa kami cegah. Jika ada muslim yang murtad, 
>> saya pun tidak segan-segan mengusirnya dari tanah Pasaman Barat. Paparan 
>> itu, hanya secuil dari misionaris. Apalagi misionaris yang akan dibawa oleh 
>> James T Riady ini. Misioaris mereka sudah terang-terangan, dan tidak ada 
>> kata lain, selain melakukan penolakan. Namun, penolakan itu tidak bisa 
>> dilakukan oleh puluhan orang saja, dan perlu kebersamaan,” katanya.
>> 
>> Sementara itu, dalam rilis yang disampaikan Humas Pemko Padang kemarin 
>> menyatakan bahwa 18 LSM/Ormas siap mendukung  pem­bangu­nan yang akan 
>> dilaksanakan Lippo Group di Jalan Khatib Sulaiman Padang.  Dukungan itu 
>> disampaikan oleh Ketua LSM Bersatu  Syamsir Burhan didamping Azmul Fitri, 
>> Muhammad Yunus dan febby Hendri, beranggotakan se­banyak 18 LSM Kota Padang, 
>> di ruang Sekretariat LSM Bersatu Simpang Haru, Minggu (18/8).
>> 
>> Syamsir  mengatakan, seharus­nya kita merasa bangga dan senang atas 
>> kedatangan Lippo Group me­nanam­kan modalnya yang cukup besar sekitar Rp10 
>> triliyun dengan membangun mal, rumah sakit, sekolah dan hotel di satu 
>> lokasi. (h/wis/vie)
>> 
>> -- 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke