Ass
ww
Sanak sapalanta n Adidunsanak sapalanta n a h
Re  : Investasi grup Lippo
Investasi Lippo Grup ke Padang itu adalah salah satu bentuk dari kegiatan
ekonomi.  Mereka punya uang yang dijadikan modal untuk investasi di mana
mana. Uangnya disamping dari keuntungan usaha Lippo sendiri , kemungkinan
ada juga berasal dari pinjaman namun secara terarah dan dengan perhitungan
yang matang digunakan untuk investasi jangka panjang. Lippo punya bank ,
punya Rumah Sakit , punya mall , punya  hypermart.  punya sekolah , punya
universitas, punya  usaha property  dan seabrek usaha lainnya dan semuanya
itu dikelola secara profesional oleh orang orang yang digaji oleh grup
tersebut. Usaha yang dilakukan Lippo sudah memasuki semua aspek kehidupan
masyarakat. Secara logika ekonomi, semua itu hanya alat bagi grup itu untuk
menternakkan uangnya, artinya sebagai sarana untuk memperoleh laba.
Konsumen dari semua usaha yang dikelola oleh Lippo itu yaitu  mereka yang
menggunakan jasa Rumah Sakitnya, membeli  produknya, bertempat tinggal di
perumahan yang dibangunnya  bersekolah dan menjadi mahasiswa di
Universitasnya mayoritas  adalah mereka yang juga beragama Islam. Anak saya
lima tahun belajar di Fakultas Ekonomi  Universitas Pelita Harapan ,
bermukim di kompleks perumahan yang dibangun Lippo di Karawaci dan selama 5
tahun disana tidak pernah mereka menyinggung nyinggung soal agama. apalagi
diajak untuk masuk kristen. Kita menentang investasi Lippo itu bahkan  ada
juga yang mengajak supaya memboikot  Lippo agar kita menghindar dan sama
sekali tidak bersentuhan dengan usaha yang dibuat Lippo yang konon secara
tersembunyi punya misi kristenisasi itu  . Boleh saja, tapi apa ada
manfaatnya, sementara sebagian besar produk dan jasa lainnya juga adalah
produk dari negeri ''kafir'  lainnya seperti China, Amerika , Jepang  yang
sehari hari sudah kita gunakan.  Begitulah   Globalisasi yang tejadi karena
uang itu tidak beragama, dia bisa mengalir kemanapun yang dianggap
menguntungkan bagi pemiliknya. Kita tidak kuasa menentangnya, menghindar
dari globalisasi itu akan merugikan diri sendiri, karena produk globalisasi
itu   akan memaksa kita untuk meningkatkan mutu dan pelayanan produk dan
jasa di dalam negeri.  Dan andai kata  Lippo berhasil diusir dari Padang ,
maka akan bagaimana nasib pengangguran yang semakin meningkat itu dari
tahun ketahun, bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka ?. Ada
yang berwacana, untuk meningkatkan ekonomi melalui koperasi , atau
menjadikan mereka yang menganggur itu menjadi  pengusaha dan sebagainya
yang tidak mungkin diwujudkan dalam  jangka 10 tahun ke depan dan bahkan
dengan kemungkinan gagal , sementara yang sudah realistis didepan mata
nyata nyata akan mengurangi pengangguran, malahan kita usir, hanya karena
ditengarai mereka membawa misi  kritenisasi dan hal ini sepertinya hanya
kita yang melihatnya seperti itu dan daerah lain tidak .
Mohon maaf bagi yang kurang berkenan.
Wassalam
Dunil Zaid , 70, 5. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg.


2013/8/24 Maturidi Donsan <[email protected]>

> Kita di Sumbar harus hati hati menerima investor, tak semua investor itu
> menguntungkn untuk masa depan kita di ranah. Sekarang kalau lolos, dengan
> 10 T dimulai dengan Mall, RS, Sekolah dan Hotel nanti akan disusul mungkin
> lebih dari 100 T dan seterusnya. Ini hanya pintu masuk, yang diicar
> sebenarnya tanah harta pusaka dan hak Ulayat rakyat minang itu, kalau ada
> jalan untuk membel;i masih jauh berharga murah.  Kalau tidak salah sampai
> sekarang, mungkin karena sudah pengalaman masa lalu, tanah adalah merupakan
> asuransi hidup bagi rakyat, maka Gub DIY pak HB X tak mengizinkan tanah DIY
> dilepas lagi, tanah DIY adalah untuk rakyat DIY sebagai lahan agraris.
> Nah bagaimana dengan Sumbar yang dari dulu sudah turun temuirun
> menggunakan tanah ini sebagai penjamin hidup dengan sandaran ABS-SBK
> ternyata amupuh sampai sekarang. Sebenarnya Sumbar ini mungkin sudah lama
> digedor, banyak yang ingin masuk tapi mungkin masi terfilter. Sebelum
> timbul kericuhan yang menyebabkan Kota Padang dan Sumbar keseluruhan
> terganggu membangun jauh lebih arifnya Pak WAKO menghentikan saja
> kelanjuatan SILOAM ini di Padang, untuk kesehatan mungkin USKESMAS yang
> harus diperbanayak, dekatkan masyarakat kepelayanan keshatan agar penyakit
> bisa terdeteksi secara dini, kalau MALL hanya akan merugikan masyarakat
> saja, lapau, kadai, pasar tradisional nantinya akan mati karena semua
> barang sudah dititipkan disana, sekarang mall hidup dengan modal dari
> pengusaha/panggaleh kecil jangan kita berpikiur. HOTEL ini lebih lagi,
> hotel kalau tak ada, maaf, jualan seksnya tak akan laris, apalgi ini nanti
> hotel berbendera SILOAM, bagi mereka main-main sek / sek liar dihotel
> mungkin tak masalah, sedangkan bagi rakyat Sumabr tabu
> Bagi SILOAM masih banyak daerah yang bisa menerimanya. Untuk apa bertahan
> didaerah yang menolaknya.
> Hal yang tidak disukai masayarakat daerah Sumbarjanganlah dibikin di
> Sumbar, lirik sajalah daerah lain.
>
>
> Maturidi (75)
>
>
> Pada 24 Agustus 2013 17.45, <[email protected]> menulis:
>
> Patang ko ambo mangirim thread ttg Lippo Superblock di Palembang. Tapi
>> alun manga manga lah dilasek dek anggota group ko sabagai "urang baru" yg
>> sepertinya indak punyo hak yg samo mangamukokan pandapek. Padohal ambo
>> mancaritokan ba a nasib pedagang kecil yg tampek jualannyo yg sudah puluhan
>> tahun digusur dek kapitalis ko untuak mambuek lapangan parkir. Tragisnyo
>> dilakukan pada saat mereka indak manggaleh sadang pulang kampuang. Jo
>> kekuatan modalnyo bisa mambuek pedagang seketika kehilangan nafkah.
>> Padahal lahan tsb milik Pemda. Jd dapek wak like basamo baa dakeknyo
>> kapitalis jo birokrat yg lah kayo sampai tega manggusur dan mamiskinkan
>> urang yg lah miskin.
>> Masalahnyo disiko bukan tantang rumah sakik, mall atau sakolah. Tapi sia
>> nan mambuek/yg investasi.
>> Ambo punyo pangalaman wakatu gampo tahun 2009, sampai kami bagiliran
>> parantauan VII Koto Piaman di Medan pulang kampuang manjago nagari. Mungkin
>> sanak lah mandanga baa sepak terjang misionaris di Koto Tinggi Padang Alai,
>> Padang Pauah Lurah Ampalu, baa bana misi dr LSM Dua Roti Lima Ikan dan GBI
>> melakukan misinyo. Yang dibalakangnyo disupport dek Obor Berkat Indonesia
>> (OBI). Dan OBI ko salah satu donaturnya adolah group Lippo Hypermart.
>> Sanak mungkin pernah balanjo di siko, pernah kasir minta sisa uang receh
>> didonasikan utk OBI. Itu bukti keakraban mereka.
>> Lah kini sajo mereka kerjasamo jo Dompet Duafa setelah diprotes umat
>> muslim.
>> Daerah wak rawan bencana apolai gampo. Indak ado sajo mereka di Sumbar,
>> mereka bisa melakukan misinyo scr terorganisir. Apolai kalau lah ado
>> wadahnya denga RS Siloam dan kekuatan jaringan misionarisnyo. Apo awak bisa
>> mengimbangi sepak terjangnyo disaat bancano tajadi ?? Inadak!!! Buktinyo
>> misionaris yg mambagikan injil jo kepeang 100 ribu di Koto Tinggi indak
>> diapo apokan dek aparat walaupun buktinyo valid.
>> Kiniko tasarah awak basikap, preventif atau reaktif kalau iko tajadi...
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> ------------------------------
>> *From: * [email protected]
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Sat, 24 Aug 2013 17:07:40 +0700
>> *To: *[email protected]<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Cc: *Dedi Suryadi<[email protected]>; [email protected]<
>> [email protected]>
>> *Subject: *Re: [R@ntau-Net] Masalah super blok lippo
>>
>> Ambo sapandapek jo add. Dutamardin Umar dan banyak urang nan indak
>> sapandapek dan menganggap  RS Lippo ko missi dari Kristenisasi. Jadi ambo
>> manapi sajo.
>>
>> @Hayatun Nismah Rumzy#
>>
>> On 24 Agt 2013, at 16:28, Dutamardin Umar <[email protected]> wrote:
>>
>> Alaikumsalam sanak
>> Surang kawan anggota delegasi AS ka kongres diaspora lalu jatuh sakik,
>> dirawat di RS Siloam Kb Jeruk Jkt Barat salamo 4 hari. Ambo pai bezuk
>> sekalian memperhatikan baa bana Siloam tu. Ambo caliak rs tu iyo cando rs
>> di as sajo. Barasiah rapi. Lantai dasar macam mall sajo manjua berbagai
>> keperluan. Sementara di kamar rawat indak ado salib tapasang didindiang
>> macam di St Carolus (ambo pernah dirawat). Kesimpulan ambo rs Siloam tu
>> nampak macam bisnis kesehatan biaso. Antahlah kalau ado pengalaman dan
>> pengamatan sanak nan lain.
>>
>> Dedi Suryadi <[email protected]> wrote:
>>
>> hmmm....
>> Adu domba massa pendukung dan penentang sudah akan dimulai...
>> Akankah Fauzi Bahar akan tetap berkepala batu dan membiarkan masyarakat
>> Minang terpecah belah 2 kubu demi mempertahankan misionaris kristen di
>> ranah minang..?
>> Saatnya masyarakat minang bersatu..
>>
>> Yang mendukung, harus buka mata, telinga dan pikiran....
>> Jangan gelap mata karena imbalan yang tak seberapa..
>> Jika tak lagi mendengar suara rakyat, maka Fauzi Bahar tak pantas lagi
>> jadi walikota..
>> people power sudah harus bergerak...
>> Aceng Fikri di Garut saja bisa dimakzulkan cuma karena masalah
>> perempuan...
>> Bagaimana dengan Fauzi Bahar yang bermain-main dengan akidah di ranah
>> yang ber ABS-SBK..?
>>
>> Wassalam,
>>
>> *Salam dan Terima Kasih,*
>> *Dedi Suryadi*
>>
>>
>> _____________________________________________________________________________
>>                        *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka
>> Yang Berani Bertindak Dan   *****
>>       ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
>> Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
>>
>> ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
>>           "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for
>> The Others" (Hadith by Bukhari)
>>
>> ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
>> ****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
>> ".....*****
>>                   "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You
>> ..."
>>
>>
>> Pada 20 Agustus 2013 19.31, Kangs Hendra <[email protected]> menulis:
>>
>>>   Bupati Pasbar Siap Turunkan Ribuan 
>>> Massa<http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=25584:bupati-pasbar-siap-turunkan-ribuan-massa&catid=1:haluan-padang&Itemid=70>
>>>   [image:
>>> PDF]<http://harianhaluan.com/index.php?view=article&catid=1%3Ahaluan-padang&id=25584%3Abupati-pasbar-siap-turunkan-ribuan-massa&format=pdf&option=com_content&Itemid=70>
>>>   [image:
>>> Cetak]<http://harianhaluan.com/index.php?view=article&catid=1%3Ahaluan-padang&id=25584%3Abupati-pasbar-siap-turunkan-ribuan-massa&tmpl=component&print=1&layout=default&page=&option=com_content&Itemid=70>
>>>   [image:
>>> Surel]<http://harianhaluan.com/index.php?option=com_mailto&tmpl=component&link=37beb2c42895247972487f614415d684b53d4e51>
>>>     Senin, 19 Agustus 2013 03:00
>>>
>>> *TOLAK RUMAH SAKIT SILOAM*
>>>
>>> *PADANG, HALUAN —* Adanya penjelasan Walikota Padang Fauzi Bahar yang
>>> dimuat di media lokal Sumbar beberapa waktu yang lalu, yakni untuk
>>> melanjutkan pem­bangu­nan Rumah Sakit Kristen Siloam di Jalan Khatib
>>> Sulaiman, membuat Forum Masyarakat Minang Anti Siloam semakin geram.
>>>
>>> Forum Masyarakat Minang Anti Siloam bersama Ormas Islam, dan tokoh
>>> lainnya, langsung mengadakan rapat konsolidasi, di Masjid Nurul Iman,
>>> Minggu (18/8).
>>>
>>> Rapat konsolidasi itu, dihadiri sekitar 120 orang dari berbagai daerah,
>>> seperti perwakilan Padang Panjang, Payakumbuh, Pasaman Barat, Tanah Datar,
>>> Kota Padang dan anggota Forum Masyarakat Minang Anti Siloam serta Ormas
>>> Islam seperti LKAAM Sumbar, Muham­madiyah, NU, Dewan Dakwah, MT KAMM, Paga
>>> Nagari, Majelis Mujahiddin, HTI, Ikadi, Kahmi, Gerakan Muslim Mentawai,
>>> Libas,  Forum Komunikasi Pasaman Barat, Khilafatul Muslimin dan MUI Sumbar.
>>>
>>> Selain itu, beberapa tokoh Sumbar seperti, Ketua MUI Sumbar Prof Dr H
>>> Syamsul Bahri Khatib, Muhtar Naim, Ahmad kusairi, Masfar Rasyid, dan yang
>>> tidak kalah pentingnya kehadiran Bupati Pasaman Barat Baharuddin R ikut
>>> hadir dalam pertemuan itu.
>>>
>>> Dalam kesempatan itu, Masfar Rasyid mengatakan, salah satu dasar
>>> penolakan rumah sakit Kristen Siloam adalah pencegahan terjadinya
>>> pengikisan nilai-nilai ABS-SBK, akibat dari misi ter­selubung RS Siloam,
>>> dan Superblok Lippo Group milik Tokoh Misionaris Kondang James Tjahaya
>>> Riady.
>>>
>>> Karena, dari segi nama, RS Siloam adalah kata dari injil (Yohanes Pasal
>>> 9 ayat 7-9). Dimana, kisah orang buta yang diobati oleh Yesus dengan
>>> melumuri matanya yang buta dengan lumpur dan air liur Yesus. Kemudian,
>>> Yesus meme­rintah­kannya pergi ke mata air Siloam, dan menyuruhnya mandi
>>> agar matanya menjadi melek, dan terang.
>>>
>>> Kemudian dari segi logo, lam­bang RS Siloam adalah tanda salib dililit
>>> ular. Logo sekolah Pelita Harapan pun dibuat burung mer­pati. Lambang itu
>>> mengingatkan semua orang bahwa untuk menegak­kan salib, maka perlu
>>> dilakukan dengan berbagai cara, seperti kutipan “Hendaklah kamu cerdik
>>> seperti ular, dan tulus seperti merpati”.
>>>
>>> Lalu, dari segi visi misi, misal­nya visi Sekolah Pelita Harapan, yakni
>>> “Tru Nowledge Faith Of Crhist And Godly Chracter (ilmu penget­ahuan yang
>>> benar, keimanan kepada tuhan Yesus Kristus dan ahlak ketuhanan Yesus)”.
>>> Visi itupun sangat kental dengan upaya kris­tenisasi.
>>>
>>> Selain itu, sepak terjang James T Riady pun tidak perlu diragukan lagi.
>>> Karena James T Riady adalah murid dari pendeta garis keras Amerika, yakni
>>> pendeta Pat Robet­son. James T Riady pun, di­kukuh­kan oleh Pat Robetson
>>> sebagai pengkhabaran injil kepada bangsa-bangsa Asia, khusunya Indonesia.
>>>
>>> “Dari bukti dan fakta-fakta itu, maka kami sebagai masyarakat Islam
>>> Sumbar menolak keras, dan meminta Walikota Padang men­cabut izin untuk
>>> pendirian Superblok Lippo Group. Namun, penolakan itu, tidak digubris oleh
>>> Fauzi Bahar, dan menyatakan akan melanjutkan pembangunan. Dengan demikian,
>>> Fauzi Bahar telah menentang masyarakat Sumbar sendiri,” ujar Masfar.
>>>
>>> Lanjutnya lagi, apabila Fauzi Bahar tetap memaksakan ke­hendak, maka
>>> Forum Masyarakat Minang Anti Siloam, akan menge­rahkan seluruh muallaf,
>>> kaum muslimin untuk mengepung lokasi rencana pembagunan Superblok tersebut,
>>> dan kemudian mencabut plang izinnya.
>>>
>>> “Kami masih membuka pintu bagi Fauzi Bahar untuk mencabut izin pendirian
>>> superblock Lippo Group tersebut. Namun, kalau Fauzi tetap ngotot, kami pun
>>> akan ngotot. Bahkan berlumuran darah pun akan kami lakoni,” terangnya lagi.
>>>
>>> Sementara itu, tokoh Ormas Islam sekaligus Bupati Pasaman Barat
>>> Baharuddin R mengatakan, akan mengajak seluruh buapti/walikota se-Sumbar,
>>> untuk ber­sama-sama melakukan penolakan ter­hadap pembangunan RS Siloam
>>> tersebut. Tidak itu saja, dirinya pun siap untuk mengerahkan ribuan mas­sa
>>> anti kristenisasi dari Pasaman Barat, untuk melakukan aksi penolakan.
>>>
>>> “Di Pasaman Barat sendiri  sudah terjadi proses kristenisasi. Namun,
>>> sampai saat ini misi tersebut, masih bisa kami cegah. Jika ada muslim yang
>>> murtad, saya pun tidak segan-segan mengusirnya dari tanah Pasaman Barat.
>>> Paparan itu, hanya secuil dari misionaris. Apalagi misionaris yang akan
>>> dibawa oleh James T Riady ini. Misioaris mereka sudah terang-terangan, dan
>>> tidak ada kata lain, selain melakukan penolakan. Namun, penolakan itu tidak
>>> bisa dilakukan oleh puluhan orang saja, dan perlu kebersamaan,” katanya.
>>>
>>> Sementara itu, dalam rilis yang disampaikan Humas Pemko Padang kemarin
>>> menyatakan bahwa 18 LSM/Ormas siap mendukung  pem­bangu­nan yang akan
>>> dilaksanakan Lippo Group di Jalan Khatib Sulaiman Padang.  Dukungan itu
>>> disampaikan oleh Ketua LSM Bersatu  Syamsir Burhan didamping Azmul Fitri,
>>> Muhammad Yunus dan febby Hendri, beranggotakan se­banyak 18 LSM Kota
>>> Padang, di ruang Sekretariat LSM Bersatu Simpang Haru, Minggu (18/8).
>>>
>>> Syamsir  mengatakan, seharus­nya kita merasa bangga dan senang atas
>>> kedatangan Lippo Group me­nanam­kan modalnya yang cukup besar sekitar Rp10
>>> triliyun dengan membangun mal, rumah sakit, sekolah dan hotel di satu
>>> lokasi. *(h/wis/vie)*
>>>
>>> --
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke