Ambo manyimak...dan masih berkesimpulan investasi lippo tidak lain 'bencana tsunami' ekonomi yang seolah menguntungkan urang minangkaba tapi justru Akan memporakporandakan sistem ekonomi kerakyatan yang selama ini tumbuh.
Rahyussalim Sent from my iPad On 25 Agt 2013, at 12:15, Asfarinal <[email protected]> wrote: > Memang investasi paralu, tapi ba a diakhir jabatan walikota ko inyo bakareh > arang. Idealnyo duduak dan kaji bana, ambo raso yg mambuek berang urang, pasa > raya sajo ndak ta abeh kan, kini ba kok nan boneh nan dibela havis2 an. Ambo > ingek kato Jokowi disuatu diskusi, inyo mangecekan bahwa PAD Solo nan paliang > gadang tu yo dari pedagang pasa (tantu pasa nan lah ditata disagalo lini, > tamasyuak manajemen nyo. Sedangkan dg pila investasi gadang ko, inyo > mangecekan kalau pitih gadang tu dimuko sajo, kadang ado yg babelok ka oknum. > Sedangkan rutinitas setoran pajak, banyak trik pegusaga gadang ko dlm > memanipulasi, kadang nyo kecekan lah pemasukan alun sasuai dihaapkan, minta > dispensasi dan banyak aka lainnyo. Kalau masalah tanago karajo, perusahaan > gadang ko kan rajo tega, upah di bawah UMR ( pituah mande, labiah rancak > tangan di ateh dari pado tangan dibawah). > > Pila mall ko awak liek di Pontianak, kalaua mall baru, mall nan lamo lah jadi > gedung kosong malompong. Makasarpun takah tu. Palembang ambo yakin pun > modelnyo takah tu juo. Manyamak kota malek gedung gadang ndak tarawat dan > kosong dek gara2 masuak mall ggadang nan labiah rancak. Ambo raso, mall > terminal andaleh beko lah manjadi bangkai pulo. Jan mangevekan segmen pasa > babeda. Bara bana lah pabedaan segmen, dipadang yg ka banyak tu balanjo kelas > pekerja, baik pegawai neeri atau swasta. Porsentase usahawan ndak talalu > banyak. Segment nyo ampia marato. > > Kok diambo suruah walikota tu bakarajo kareh mambenahi pasa raya nan krofldit > bin kumuah tu, walaupun diganjar adipura ( kok iyo yo ndak tahu wak a > indikator panilaiannyo). > > Baliak ka Siloam ko, kok dipadang lai tanah umum yg akan dibangun, di Ternate > tanah Sultannyo nan ka dibangun hypermart. Nampaknyo mereka akan merambah > abih dikota2 kelas dua setelah lah salai dikota kelas satu. > > Sagetek catatan, ba a ndak kamati pedagang ketek. Pola dagangnyo beda, hyper > hanyo manyadiokan tampeh, barang ditiipkan oleh produsen, laku ndak laku ndak > masyalah. Sedangkan pedagang ketek inyo harus maagiahkan jaminan atau malah > harus mabayia dimuko. Tantu lah tadangek nan ketek2 ko. Namonyo sajo lah > keetek, kalau keek tu tantu mudah diindas.........antahlah. > > Carito salasai mangayuah sapeda dihari minggu > > > Nanang. Jkt > > Zaid Dunil <[email protected]> wrote: > > Ass ww > > Sanak sapalanta n Adidunsanak sapalanta n a h > Re : Investasi grup Lippo > Investasi Lippo Grup ke Padang itu adalah salah satu bentuk dari kegiatan > ekonomi. Mereka punya uang yang dijadikan modal untuk investasi di mana > mana. Uangnya disamping dari keuntungan usaha Lippo sendiri , kemungkinan ada > juga berasal dari pinjaman namun secara terarah dan dengan perhitungan yang > matang digunakan untuk investasi jangka panjang. Lippo punya bank , punya > Rumah Sakit , punya mall , punya hypermart. punya sekolah , punya > universitas, punya usaha property dan seabrek usaha lainnya dan semuanya > itu dikelola secara profesional oleh orang orang yang digaji oleh grup > tersebut. Usaha yang dilakukan Lippo sudah memasuki semua aspek kehidupan > masyarakat. Secara logika ekonomi, semua itu hanya alat bagi grup itu untuk > menternakkan uangnya, artinya sebagai sarana untuk memperoleh laba. Konsumen > dari semua usaha yang dikelola oleh Lippo itu yaitu mereka yang menggunakan > jasa Rumah Sakitnya, membeli produknya, bertempat tinggal di perumahan yang > dibangunnya bersekolah dan menjadi mahasiswa di Universitasnya mayoritas > adalah mereka yang juga beragama Islam. Anak saya lima tahun belajar di > Fakultas Ekonomi Universitas Pelita Harapan , bermukim di kompleks perumahan > yang dibangun Lippo di Karawaci dan selama 5 tahun disana tidak pernah mereka > menyinggung nyinggung soal agama. apalagi diajak untuk masuk kristen. Kita > menentang investasi Lippo itu bahkan ada juga yang mengajak supaya memboikot > Lippo agar kita menghindar dan sama sekali tidak bersentuhan dengan usaha > yang dibuat Lippo yang konon secara tersembunyi punya misi kristenisasi itu > . Boleh saja, tapi apa ada manfaatnya, sementara sebagian besar produk dan > jasa lainnya juga adalah produk dari negeri ''kafir' lainnya seperti China, > Amerika , Jepang yang sehari hari sudah kita gunakan. Begitulah > Globalisasi yang tejadi karena uang itu tidak beragama, dia bisa mengalir > kemanapun yang dianggap menguntungkan bagi pemiliknya. Kita tidak kuasa > menentangnya, menghindar dari globalisasi itu akan merugikan diri sendiri, > karena produk globalisasi itu akan memaksa kita untuk meningkatkan mutu dan > pelayanan produk dan jasa di dalam negeri. Dan andai kata Lippo berhasil > diusir dari Padang , maka akan bagaimana nasib pengangguran yang semakin > meningkat itu dari tahun ketahun, bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan > bagi mereka ?. Ada yang berwacana, untuk meningkatkan ekonomi melalui > koperasi , atau menjadikan mereka yang menganggur itu menjadi pengusaha dan > sebagainya yang tidak mungkin diwujudkan dalam jangka 10 tahun ke depan dan > bahkan dengan kemungkinan gagal , sementara yang sudah realistis didepan mata > nyata nyata akan mengurangi pengangguran, malahan kita usir, hanya karena > ditengarai mereka membawa misi kritenisasi dan hal ini sepertinya hanya kita > yang melihatnya seperti itu dan daerah lain tidak . > Mohon maaf bagi yang kurang berkenan. > Wassalam > Dunil Zaid , 70, 5. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg. > > > 2013/8/24 Maturidi Donsan <[email protected]> >> Kita di Sumbar harus hati hati menerima investor, tak semua investor itu >> menguntungkn untuk masa depan kita di ranah. Sekarang kalau lolos, dengan >> 10 T dimulai dengan Mall, RS, Sekolah dan Hotel nanti akan disusul mungkin >> lebih dari 100 T dan seterusnya. Ini hanya pintu masuk, yang diicar >> sebenarnya tanah harta pusaka dan hak Ulayat rakyat minang itu, kalau ada >> jalan untuk membel;i masih jauh berharga murah. Kalau tidak salah sampai >> sekarang, mungkin karena sudah pengalaman masa lalu, tanah adalah merupakan >> asuransi hidup bagi rakyat, maka Gub DIY pak HB X tak mengizinkan tanah DIY >> dilepas lagi, tanah DIY adalah untuk rakyat DIY sebagai lahan agraris. >> Nah bagaimana dengan Sumbar yang dari dulu sudah turun temuirun menggunakan >> tanah ini sebagai penjamin hidup dengan sandaran ABS-SBK ternyata amupuh >> sampai sekarang. Sebenarnya Sumbar ini mungkin sudah lama digedor, banyak >> yang ingin masuk tapi mungkin masi terfilter. Sebelum timbul kericuhan yang >> menyebabkan >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup >> Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim >> email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
