Para cadiak pandai, alim 'ulama, ninik mamak, bundo kanduang RN n.a.h, sapendek pengamatan ambo baik di milis maupun luar milis, salah satu topik yang paling cepat mendapat respon umat Islam adalah jika sudah menyangkut Kristenisasi. Biasanya topik seperti itu akan ditanggapi dengan semacam self-defense mechanism, dari yang sangat hati-hati sampai kemarahan membadai.
Pertanyaan ambo bukan tentang Kristenisasi, malah justru tentang Islamisasi. Tersebab jika ada upaya kristensisasi di satu kutub, maka di kutub lain tentu ada upaya islamisasi, bukan? Ada aksi, ada reaksi. Ini bukan soal cara teknis bagaimana agar non-muslim menjadi muslim, tetapi lebih pada spirit apakah dalam diri setiap muslim saat ini punya keinginan untuk melakukan Islamisasi secara aktif terhadap non-muslim? (Konsep "Islamisasi pengetahuan" sudah jadi kota kata global sejak diperkenalkan Ismail Raji Al Faruqi dkk di era 80-an, yang di Indonesia mendapat padanan sebagai "Ilmu Sosial Profetik" seperti dipromosikan Kuntowijoyo dkk). Maksud saya, adakah keinginan besar dalam diri setiap muslim untuk bisa mengislamkan minimal satu orang non-muslim, selama dia masih hidup? Dalam bahasa Inggris, ada perubahan konsep menyangkut pindah keyakinan kepada Islam ini yang menurut saya menarik diamati. Jika dulu kata yang digunakan untuk menggambar perpindahan keimanan dari non-muslim menjadi muslim itu adalah "convert", kini semakin banyak para mualaf yang menggunakan istilah "revert" yang lebih bermakna "kembali kepada fitrah" ketimbang "pindah agama". Misalnya seperti berulang kali digunakan oleh Syekh Yusuf Estes, mantan pendeta di AS, yang ditabalkan sebagai "Islamic Personality of The Year 2012" karena aktivitas dakwahnya yang masif di banyak negara, sehingga menghasilkan banyak juga para mualaf yang "revert" dari keyakinan mereka sebelumnya menjadi muslim. http://www.youtube.com/watch?v=C45pi9LQ2mQ&feature=youtube_gdata_player Ini hipotesis saya saja, yang mungkin bisa diperbaiki para cadiak pandai di siko: seandainya spirit Syekh Yusuf Estes atau Ustad Bernard Abdul Jabar (yang ambo posting tadi pagi) bisa menyala juga di setiap hati setiap muslim, khususnya urang Minang, apakah akan terjadi pergeseran paradigma yang cukup signifikan bahwa alih-alih selalu merasa "kebakaran jenggot" dan defensif setiap kali mendengar isu Kristenisasi, para muslimin-muslimat seharusnya lebih optimistik dalam melakukan Islamisasi (artinya terhadap pihak non-muslim) sesuai dengan kemampuan masing-masing? Kalau seandainya ada 8 juta rakyat badarai Minang (ranah dan rantau), bayangkan jika 10% dari jumlah itu (800 ribu orang) mampu membuat seorang non-muslim kembali kepada fitrah, memeluk ajaran yang hanif, mengucapkan syahadatain, dan menjadi muslim yang baik, bayangkan betapa dahsyatnya jika multiplikasi terus berlanjut dengan 20% orang Minang (1,6 juta orang) mampu membantu seorang non-muslim untuk "revert", lalu 30 % orang Minang, dst, sehingga akhirnya terlihat janji Allah bahwa "dan engkau melihat orang berbondong-bondong memeluk agama Allah" (QS 110:2) terjadi dengan -- meminjam istilah ilmuwan sosial -- agent of change adalah para urang Minang di berbagai penjuru bumi. Nah, barangkali ada di antara sanak Palanta nan salamo ko alah berhasil -- atas izin Allah -- membantu non-muslim menemukan kembali fitrah mereka sebagai muslim, yang bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan bagaimana caranya mendakwahkan dan membimbing mereka/non-muslim hingga menjadi muslim? Silakan. Wassalam, ANB 45, Cibubur -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
