Bung Akmal, ini gagasan bagus, lebih pede dan pro-aktif. Seiring dengan itu, ada program yang rasanya tidak kurang pentingnya, yaitu memperdalam pemahaman umat Islam sendiri terhadap ajaran agamanya.
Kita semuanya tahu, betapa dangkalnya pemahaman rata-rata umat Islam terhadap esensi ajaran agamanya, yang mungkin merupakan faktor penyebab munculnya kultus berkelebihan pada beberapa tokoh, atau rentannya para sanak kita terhadap kegiatan missionaris fihak lain. Btw, ini yang menjadi agenda Gebu Minang dan BK3AM melalui FTTS yang sedang dibentuk. Wassalam, SB. Sent from my iPad On 18 Sep 2013, at 10:45, Akmal Nasery Basral <[email protected]> wrote: > > Para cadiak pandai, alim 'ulama, ninik mamak, bundo kanduang RN n.a.h, > sapendek pengamatan ambo baik di milis maupun luar milis, salah satu topik > yang paling cepat mendapat respon umat Islam adalah jika sudah menyangkut > Kristenisasi. Biasanya topik seperti itu akan ditanggapi dengan semacam > self-defense mechanism, dari yang sangat hati-hati sampai kemarahan membadai. > > Pertanyaan ambo bukan tentang Kristenisasi, malah justru tentang Islamisasi. > Tersebab jika ada upaya kristensisasi di satu kutub, maka di kutub lain tentu > ada upaya islamisasi, bukan? Ada aksi, ada reaksi. Ini bukan soal cara teknis > bagaimana agar non-muslim menjadi muslim, tetapi lebih pada spirit apakah > dalam diri setiap muslim saat ini punya keinginan untuk melakukan Islamisasi > secara aktif terhadap non-muslim? (Konsep "Islamisasi pengetahuan" sudah jadi > kota kata global sejak diperkenalkan Ismail Raji Al Faruqi dkk di era 80-an, > yang di Indonesia mendapat padanan sebagai "Ilmu Sosial Profetik" seperti > dipromosikan Kuntowijoyo dkk). > > Maksud saya, adakah keinginan besar dalam diri setiap muslim untuk bisa > mengislamkan minimal satu orang non-muslim, selama dia masih hidup? > > Dalam bahasa Inggris, ada perubahan konsep menyangkut pindah keyakinan kepada > Islam ini yang menurut saya menarik diamati. Jika dulu kata yang digunakan > untuk menggambar perpindahan keimanan dari non-muslim menjadi muslim itu > adalah "convert", kini semakin banyak para mualaf yang menggunakan istilah > "revert" yang lebih bermakna "kembali kepada fitrah" ketimbang "pindah > agama". Misalnya seperti berulang kali digunakan oleh Syekh Yusuf Estes, > mantan pendeta di AS, yang ditabalkan sebagai "Islamic Personality of The > Year 2012" karena aktivitas dakwahnya yang masif di banyak negara, sehingga > menghasilkan banyak juga para mualaf yang "revert" dari keyakinan mereka > sebelumnya menjadi muslim. > > http://www.youtube.com/watch?v=C45pi9LQ2mQ&feature=youtube_gdata_player > > Ini hipotesis saya saja, yang mungkin bisa diperbaiki para cadiak pandai di > siko: seandainya spirit Syekh Yusuf Estes atau Ustad Bernard Abdul Jabar > (yang ambo posting tadi pagi) bisa menyala juga di setiap hati setiap muslim, > khususnya urang Minang, apakah akan terjadi pergeseran paradigma yang cukup > signifikan bahwa alih-alih selalu merasa "kebakaran jenggot" dan defensif > setiap kali mendengar isu Kristenisasi, para muslimin-muslimat seharusnya > lebih optimistik dalam melakukan Islamisasi (artinya terhadap pihak > non-muslim) sesuai dengan kemampuan masing-masing? > > Kalau seandainya ada 8 juta rakyat badarai Minang (ranah dan rantau), > bayangkan jika 10% dari jumlah itu (800 ribu orang) mampu membuat seorang > non-muslim kembali kepada fitrah, memeluk ajaran yang hanif, mengucapkan > syahadatain, dan menjadi muslim yang baik, bayangkan betapa dahsyatnya jika > multiplikasi terus berlanjut dengan 20% orang Minang (1,6 juta orang) mampu > membantu seorang non-muslim untuk "revert", lalu 30 % orang Minang, dst, > sehingga akhirnya terlihat janji Allah bahwa "dan engkau melihat orang > berbondong-bondong memeluk agama Allah" (QS 110:2) terjadi dengan -- meminjam > istilah ilmuwan sosial -- agent of change adalah para urang Minang di > berbagai penjuru bumi. > > Nah, barangkali ada di antara sanak Palanta nan salamo ko alah berhasil -- > atas izin Allah -- membantu non-muslim menemukan kembali fitrah mereka > sebagai muslim, yang bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan bagaimana > caranya mendakwahkan dan membimbing mereka/non-muslim hingga menjadi muslim? > > Silakan. > > Wassalam, > > ANB > 45, Cibubur > > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
