Pak Saaf, sabanonyo iko bukan gagasan ambo agar awak lebih pede dan lebih produktif. Allah sendiri nan manjanjikan "kuntum khaira ummah". Tapi kalau dalam kenyataan sehari-hari, umat Islam tak pernah menemukan "bentuk terbaiknya" apatah lagi menjadi umat yang terbaik di antara umat-umat lain, yang salah pasti awak. Yang salah pasti metode pendidikan Islam nan selama ini dipakai, karena gagal menghasilkan individu-individu dengan kualitas terbaik, sehingga setiap kali mendengar kata "Kristenisasi", rasa takut muncul lebih dulu dan lebih besar, dibanding ketakutan bahwa jangan-jangan diri kita selama ini gagal menjadi "rahmatan lil 'alamin", bagi tetangga, bagi kawan-kawan kantor, bagi lingkungan.
Wassalam, ANB Pada Rabu, 18 September 2013, Dr. Saafroedin Bahar menulis: > Bung Akmal, ini gagasan bagus, lebih pede dan pro-aktif. Seiring dengan > itu, ada program yang rasanya tidak kurang pentingnya, yaitu memperdalam > pemahaman umat Islam sendiri terhadap ajaran agamanya. > > Kita semuanya tahu, betapa dangkalnya pemahaman rata-rata umat Islam > terhadap esensi ajaran agamanya, yang mungkin merupakan faktor penyebab > munculnya kultus berkelebihan pada beberapa tokoh, atau rentannya para > sanak kita terhadap kegiatan missionaris fihak lain. > > Btw, ini yang menjadi agenda Gebu Minang dan BK3AM melalui FTTS yang > sedang dibentuk. > > Wassalam, > SB. > > Sent from my iPad > > On 18 Sep 2013, at 10:45, Akmal Nasery Basral > <[email protected]<javascript:_e({}, 'cvml', '[email protected]');>> > wrote: > > > Para cadiak pandai, alim 'ulama, ninik mamak, bundo kanduang RN n.a.h, > sapendek pengamatan ambo baik di milis maupun luar milis, salah satu topik > yang paling cepat mendapat respon umat Islam adalah jika sudah menyangkut > Kristenisasi. Biasanya topik seperti itu akan ditanggapi dengan semacam > self-defense mechanism, dari yang sangat hati-hati sampai kemarahan > membadai. > > Pertanyaan ambo bukan tentang Kristenisasi, malah justru tentang > Islamisasi. Tersebab jika ada upaya kristensisasi di satu kutub, maka di > kutub lain tentu ada upaya islamisasi, bukan? Ada aksi, ada reaksi. Ini > bukan soal cara teknis bagaimana agar non-muslim menjadi muslim, tetapi > lebih pada spirit apakah dalam diri setiap muslim saat ini punya keinginan > untuk melakukan Islamisasi secara aktif terhadap non-muslim? (Konsep > "Islamisasi pengetahuan" sudah jadi kota kata global sejak diperkenalkan > Ismail Raji Al Faruqi dkk di era 80-an, yang di Indonesia mendapat padanan > sebagai "Ilmu Sosial Profetik" seperti dipromosikan Kuntowijoyo dkk). > > Maksud saya, adakah keinginan besar dalam diri setiap muslim untuk bisa > mengislamkan minimal satu orang non-muslim, selama dia masih hidup? > > Dalam bahasa Inggris, ada perubahan konsep menyangkut pindah keyakinan > kepada Islam ini yang menurut saya menarik diamati. Jika dulu kata yang > digunakan untuk menggambar perpindahan keimanan dari non-muslim menjadi > muslim itu adalah "convert", kini semakin banyak para mualaf yang > menggunakan istilah "revert" yang lebih bermakna "kembali kepada fitrah" > ketimbang "pindah agama". Misalnya seperti berulang kali digunakan oleh > Syekh Yusuf Estes, mantan pendeta di AS, yang ditabalkan sebagai "Islamic > Personality of The Year 2012" karena aktivitas dakwahnya yang masif di > banyak negara, sehingga menghasilkan banyak juga para mualaf yang "revert" > dari keyakinan mereka sebelumnya menjadi muslim. > > Masuk Islam Massal dalam Acara Ceramah Yusuf Estes > [2]<http://www.youtube.com/watch?v=C45pi9LQ2mQ&feature=youtube_gdata_player> > > Ini hipotesis saya saja, yang mungkin bisa diperbaiki para cadiak pandai > di siko: seandainya spirit Syekh Yusuf Estes atau Ustad Bernard Abdul Jabar > (yang ambo posting tadi pagi) bisa menyala juga di setiap hati setiap > muslim, khususnya urang Minang, apakah akan terjadi pergeseran paradigma > yang cukup signifikan bahwa alih-alih selalu merasa "kebakaran jenggot" dan > defensif setiap kali mendengar isu Kristenisasi, para muslimin-muslimat > seharusnya lebih optimistik dalam melakukan Islamisasi (artinya terhadap > pihak non-muslim) sesuai dengan kemampuan masing-masing? > > Kalau seandainya ada 8 juta rakyat badarai Minang (ranah dan rantau), > bayangkan jika 10% dari jumlah itu (800 ribu orang) mampu membuat seorang > non-muslim kembali kepada fitrah, memeluk ajaran yang hanif, mengucapkan > syahadatain, dan menjadi muslim yang baik, bayangkan betapa dahsyatnya jika > multiplikasi terus berlanjut dengan 20% orang Minang (1,6 juta orang) mampu > membantu seorang non-muslim untuk "revert", lalu 30 % orang Minang, dst, > sehingga akhirnya terlihat janji Allah bahwa "dan engkau melihat orang > berbondong-bondong memeluk agama Allah" (QS 110:2) terjadi dengan -- > meminjam istilah ilmuwan sosial -- agent of change adalah para urang Minang > di berbagai penjuru bumi. > > Nah, barangkali ada di antara sanak Palanta nan salamo ko alah berhasil -- > atas izin Allah -- membantu non-muslim menemukan kembali fitrah mereka > sebagai muslim, yang bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan bagaimana > caranya mendakwahkan dan membimbing mereka/non-muslim hingga menjadi > muslim? > > Silakan. > > Wassalam, > > ANB > 45, Cibubur > > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti > [email protected]<javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');>. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti > [email protected]<javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');>. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
