Alhamdulillah dan Selamat Buat Bapak Perry Burhan, semoga mampu memberikan manfaat-manfaat baru dari bidang kajian ini. Sekali lagi selamat...,
ambo cubo telusuri di google, akhirnyo dapek profil Bapak di : www.its.ac.id/personal/p*burhan*-chimie Salam Ephi Lintau. http://ephi.web.id 2008/3/5 hambociek <[EMAIL PROTECTED]>: > > Rangkayo Nismah, Angku Perry Burhan, sarato RangLapau nan Basamo. > > Tarimo kasih mamuek gambar jo berita tu. Dari jauah ambo mangucapkan > Selamat ka Angku Professor Perry Burhan nan ado gambarnyo dalam > berita tu. Karano batigo di gambar tu, nan maa nan baliau tu Nis? > > Tarimo kasih. > Salam, > --Nyiak Sunguik > Sjamsir Sjarif > > Tarimo kasih mangirimkan > --- In [EMAIL PROTECTED], Hayatun Nismah Rumzy <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > Bundo sudah mengirim selamat dan bundo tengok di Google untuak nan > indak bisa manengok Google silakan baco: > > > > ITS Kukuhkan Guru Besar Geokimia Organik Pertama di > Indonesia Rektor ITS dan Guru Besar yang dilantik > usai acara pengukuhan > > Dalam rapat terbuka Senat ITS di Graha 10 Nopember, Rabu (12/9- > 2007). Mereka dikukuhkan sebagai guru besar ke-59 dan 60 di ITS. > > > > Keduanya adalah Prof Dr RY Perry Burhan MSc dalam bidang Ilmu > Geokimia Organik pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > (FMIPA) dan Prof Dr Ir Mahfud DEA dalam bidang Ilmu Teknik Reaksi > Kimia pada Fakultas Teknologi Industri (FTI). > > > > Dengan pengukuhan tersebut, berarti Prof Perry Burhan menjadi guru > besar pertama dari bidang Ilmu Geokimia Organik di Indonesia. Saat > ini, di Indonesia hanya memiliki empat pakar di bidang Geokimia > Organik ini, namun baru Prof Perry yang berhasil dikukuhkan sebagai > guru besar. > > > > Ilmu Geokimia Organik sendiri merupakan ilmu yang masih cukup > baru. "Ilmu geokimia organik ini adalah ilmu yang mempelajari > senyawa-senyawa yang sudah menjadi fosil," paparnya. > > > > Karena itu, dalam orasi ilmiahnya, pria kelahiran Payakumbuh, 15 > Februari 1959 ini mengangkat tema Geokimia Organik dan Peranannya > Dalam Eksplorasi Bahan Bakar Fosil untuk Kesejahteraan dn > Keselamatan Bangsa. > > > > Dalam orasinya tersebut, ayah satu putra ini mencoba mengungkapkan > banyaknya implementasi ilmu ini ke dalam kehidupan nyata. Melalui > fosil-fosil senyawa ini, menurut Perry, kita dapat merunut ke > belakang tentang asal usul makhluk hidup tersebut. Bahkan hingga > jejak migrasinya pun dapat terlacak. > > > > "Jadi kita bisa mengetahui bagaimana makhluk itu dulu sewaktu > hidup, bagaimana matinya, dan setelah jadi fosil pindah dari > tempatnya hidup atau tidak," sambung peraih gelar doktor dari > Universite Louis Pasteur, Strasbourg, Prancis. > > > > Kegunaan merunut masa lalu fosil senyawa ini salah satunya untuk > menentukan dengan pasti sumber minyak bumi. Dari hasil pengeboran, > dapat ditelusuri apakah lokasi tersebut memang benar-benar ladang > minyak ataukah hanya berupa semburan kecil belaka. > > "Sebab, kadang-kadang minyak bisa bermigrasi dari tempat asalnya > jika mengalami tekanan," ungkapnya. Selain itu, fosil senyawa ini > juga dapat digunakan untuk menentukan tingkat kematangan minyak bumi > yang akan dieksplorasi. > > > > Sementara itu, Prof Mahfud dalam orasi ilmiahnya mengangkat tema > Peranan Ilmu Teknik Reaksi Kimia dalam Pengembangan Produk Berbasis > Bahan Baku Terbarukan (Renewable Resources). Menurutnya, kebutuhan > akan produk-produk hasil turunan dari minyak bumi di masa yang akan > datang akan semakin sulit dan mahal untuk didapatkan. > > > > "Sebab minyak bumi itu sumber yang tidak tergantikan, sehingga > perlu dicarikan alternatif lain," ujar pria kelahiran Bangkalan, 2 > Agustus 1961 ini mengingatkan. > > > > Kebutuhan pencarian alternatif pengganti ini sebenarnya sudah > dilakukan sejak dua dekade ke belakang. Namun, teknologi yang > dirumuskan di tahun 80'an ini belum juga populer hingga sekarang. > Salah satu contohnya adalah sumber tenaga biodiesel. > > > > "Masalah utama masih terletak pada harga, biodiesel belum dapat > bersaing dengan harga bahan bakar dari minyak bumi lainnya," > sambungnya. Meski begitu, Prof Mahfud tetap optimistis sumber energi > alternatif ini bakal dilirik di masa depan. > > > > Mahfud mengaku, konsentrasi utama saat ini masih berkisar pada > pencarian sumber bahan bakar alternatif. Padahal, banyak bahan yang > menggunakan turunan minyak bumi yang juga harus segera dicarikan > atternatifnya. Misalnya, bahan baku plastik. > > > > "Selama ini, plastik dibuat dari polimer, padahal banyak bahan > yang bisa untuk menggantikan polimer ini, seperti dari ketela pohon > salah satunya," ungkap ayah tiga anak ini. > > > > Dari ketela ini, dapat disarikan menjadi gula, alkohol, hingga > polimer. Padahal, imbuhnya, hasil plastik dari ketela pohon justru > menjadi plastik yang ramah lingkungan karena dapat terurai sempurna. > (PR ITS/ly) > > > > > > > > > -- [ Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau }} www.ephi.web.id | http://blog.ephi.web.id --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
