Ada beberapa bagian di keterangan anda tentang kerajaan inderapura yg SANGAT 
TIDAK BENAR & KURANG....!!!!!!!!!! raja diketerangan anda tdk disebutkan raja 
Inderapura yaitu Muhammad Baki gelar Sutan Firmansyah..padahal beliau adalah 
raja Inderapura yg sangat adil & bertanggung jawab kepada rakyatnya, makanya 
daerah inderapura memakai nama PANCUNG SOAL (yg merupakan kecamatan).
   
  Artinya anda tau apa itu pancung soal..??? bahwa setiap permasalahan dapat 
diselesaikan oleh raja inderapura saat itu yaitu Muhammad Baki gelar Sutan 
Firmansyah...banyak raja-raja dari daerah lain/siapapun yg meminta bantuan dari 
raja inderapura utk menyelesaikan segala permasalahannya & dapat diselesaikan 
dengan baik.
   
  PANCUNG SOAL berarti semua persoalan dapat dipancung (diselesaikan), jadi 
sangat tidak benar bahwa semua raja-raja inderapura adalah tdk memihak kepada 
rakyatnya, memang betul ada beberapa dari raja inderapura terdahulu yg memihak 
Belanda tapi masih ada raja inderapura yg menentang penjajah Belanda & sangat 
adil terhadap rakyatnya seperti Muhammad Baki gelar Sutan Firmansyah.
   
  Bukti-bukti yg asli tentang kerajaan & silsilah dari keturunan raja 
inderapura sampai saat ini masih ada (makam, istana, dll).
   
  Jadi, jangan berbicara tentang hal-hal yg tdk baik saja tentang kerajaan 
inderapura & tanya dulu sebelum anda memuatnya di milis ini....
   
   
  Asnol Zen
  Keturunan Raja Inderapura
   
  

"Nofend St. Mudo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        st1\:*{behavior:url(#default#ieooui) }                Dimana Nagari Air 
Bangis ?
   
  Nagari Air Bangis adalah sebuah Nagari yang terletak ditepi pantai barat 
Sumatera Barat dengan batas batas sebagai berikut:
  Sebelah Utara berbatas dengan Kec. Natal Kab. Madina Prop. Sumatera Utara
  Sebelah Selatan berbatas dengan Nagari Parit
  Sebelah Timur berbatas dengan Nagari desa Baru dan Nagari Silaping
  Sebelah Barat berbatas dengan Samudera Indonesia.
   
  Tetapi beberapa sumber menyebutkan bahwa batas nagari Air Bangis itu adalah :
  Sebelah selatan sampai kedaerah pada daerah Ujuang Batu Kuduang (Ujung 
Sikabau)
  Sebelah utara sampai kedaerah dengan Durian ditakuak rajo ( Teluk Sinatal 
Gadang)
  Sebelah timur sampai kedaerah Rimbo tak Baacek (Daerah Sumatera Utara)
  Sebelah Barat samapi di Ombak Nan Badabua (Pulau Pinia-Nias)
   
  Nagari Air Bangis adalah sebuah nagari terbuka dan sangat 
pluralistik-heterogen yang terdiri dari enam buah suku diantaranya adalah:
  1.Suku Malayu (Suku Raja) dengan beberapa pimpinan yaitu Rang Tuo Rajo, Dt. 
Bandaro, Dt. Magek Tigarang dan Dt. Mudo.
  2.Suku Tanjung dengan pimpinan Dt. Rajo Amat
  3.Sikumbang dengan pimpinan Dt. Rajo Mau
  4.Chaniago beberapa pimpinan Dt. Rajo Sampono & Dt. Tan Maliputi.
  5.Mandahiling (lubis-Sumut) yang dipimpin oeh Dt. Rajo Todung
  6.Jambak yang dipimpin oleh Dt. Rangkayo Mardeso.
   
  SEJARAH & PERKEMBANGAN NAGARI AIR BANGIS
   
  Kerajaan Indrapura
  Sama halnya dengan Nagari Punggasan, dipercaya juga bahwa yang mendirikan 
kerajaan Indrapura adalah juga Inyiak Dubalang Pak Labah yang turun dari Alam 
Surambi Sungai Pagu. Kerajaan Indrapura adalah sebuah kerajaan yang memainkan 
peranan penting dalam sejarah Minangkabau yang terletak diujung wilayah 
Minangkabau arah ke Bengkulu (Selebar) yang saat ini secara administratif 
tergabung kedalam wilayah Kab. Pesisir Selatan. Kerajaan ini kemudian menjadi 
kerajaan yang makmur sampai kemudian berbagai interfensi datang dari Aceh, VOC, 
Inggris, yang mana pergulatan kepentingan perdagangan ketiga eksponen tersebut 
ikut menentukan perjalanan kerajaan Indrapura.
   
  Sebagai daerah rantau dari kerajaan Minang Kabau, kerajaan Indrapura 
diperintah oleh sultan-sultan, dimana salah satunya adalah Sultan Mohammadsyah 
yang memerintah sekitar tahun 1663-1687. Sultan Mohammadsyah memerintah ketika 
berumur sangat muda sekali. Untuk sementara diangkatlah ayahnya yang bernama 
Sultan Muzafarsyahsebagai pejabat sementara selama selama sultam mohammadsyah 
belum dewasa.
   
  Dibawah pemerintahan Sultan Muzafarsyah, kerajaan Indrapura selalu berada 
dalam keadaan goyah. Hal ini diakibatkan karena Sultan Muzafarsyah sangat haus 
kekuasaan, dibenci rakyat dan sangat berpihak kepada VOC. Pada tahun 1687, 
pemberontakan rakyat berkobar, sehingga memaksa Sultan Mohammadsyah lari ke 
Majunta untuk minta perlindungan Inggris (EIC). Sedangkan pemerintahan kerajaan 
Indrapura kemudian dipimpin oleh sepupunya, seorang wanita yang bernama Tuanku 
Puti. Akhirnya Tuanku Puti digantikan kedudukannya oleh saudaranya Sultan 
Mansyursyah yang mendapatkan legitimasi dari VOC. Ketika Sultan Mansyursyah 
meninggal, ia digantikan oleh cucunya yang masih kecil yang bergelar Sultan 
Pesisir.
   
  Tanggal 6 Juni 1701 kantor VOC diserbu rakyat dan semua pegawainya terbunuh. 
Sebagai balasannya, belanda melakukan pembantaian besar-besaran. Semua yang 
hidup kemudian melarikan diri keluar dari Indrapura termasuk raja dan 
keluarganya. Ketika keadaan mulai pulih, VOC kembali mengangkat Sultan Pesisir 
sebagai raja Indrapura.
   
  Antara tahun 1792-1824, kerajaan Indrapura tidak henti-hentinya dilada 
pemberontakan rakyat. Raja dan keluarganya melarikan diri ke Muko-Muko, terus 
ke Bengkulu untuk meminta perlindungan kepada Inggris. Pada tanggal 6 Desember 
1825, Ahmadsyah, keturunan terakhir raja Indrapura diangkat oleh pemerintahan 
kolonial Belanda sebagai Regen Indrapura dengan diberikan kekuasaan yang sangat 
kecil. Sesudah Ahmadsyah, tidak ada lagi pengangkatan raja-raja di Indrapura 
dan otomatis sejak saat itu, kerajaan Indrapura habis.
   
  Kelahiran dan Perkembangan Air Bangis
   
  Kemelut politik dan pemberontakan-pemberontakan yang terjadi di Kerajaan 
Indrapura dekade abad XVII (1600-1700), merupakan salah satu penyebab 
perpindahan beberapa kelompok keluarga raja Indrapura dalam mencari 
daerah-daerah yang aman. Salah satu rombongan yang berpindah tersebut dipimpin 
oleh Urang Kayo Lanang Bisai. Ekspedisi ini kemudian sampai ke teluk Air Bangis 
kemudian memudiki sungai untuk mencari daerah pemukiman.
   
  Rombongan Urang Kayo Lanang Bisai dalam perjalanannya memudiki sungai Air 
Bangis kemudian bertemu dengan salah satu rombongan penduduk yang bermaksud 
sama, yang dipimpin oleh Naruhum yang berasal dari daerah Padang Lawas yang 
saat ini terletak di Kab. Tapanuli Selatan Prop. Sumatera Utara. Naruhum di 
daerah asalnya berkedudukan sebagai "Natoras", seorang cerdik pandai penasehat 
raja. Setelah beberapa waktu rombongan tersebut bermukim didaerah yang 
dinamakan dengan Koto Labu. Seiring dengan perjalanan waktu, kampung Koto Labu 
semakin berkembang dibawah kepemimpinan Urang Kayo Lanang Bisai yang dibantu 
oleh dua orang penghulu yaitu; Dt. Bandaharo dan Dt. Magek Tigarang.
   
  Urang Kayo Lanang Bisai, selama beberapa waktu memerintah Koto Labu tanpa 
pendamping hidup. Kemudian berdasarkan usulan dari Naruhum, untuk melanjutkan 
keturunan yang nantinya diharapkan kembali menjadi pimpinan di Koto Labu, maka 
dicarilah pasangan hidup untuk Urang Kayo Lanang Bisai. Akhirnya terpilihlah 
seorang putri Raja Kotanopan (Namora Pandai Bosi). Dalam upacara perkawinannya, 
putri tersebut kemudian diberi nama Puti Reno Bulan. Perkawinan kedua orang 
inilah yang kemudian melahirkan raja-raja Air Bangis.
   
  Dari perkawinan antara Urang Kayo Lanang Bisai dengan Puti reno Bulan, 
lahirlah dua orang anak yang diberi nama Urang Kayo Indra Bangsawan (laki-laki) 
dan Puti Sari Daeni (perempuan).
   
  Urang Kayo Lanang Bisai kemudian digantikan oleh anaknya yang bernama Urang 
Kayo Indra Bangsawan. Dalam pemerintahannya, kerajaan diperluas dan pusat 
kerajaan dipindahkan kedaerah Bunga Tanjung. Sehingga Urang Kayo Indra 
Bangsawan kemudian diberi gelar Urang Kayo Bunga Tanjung I.
   
  Urang Kayo Bungo Tanjung kemudian digantikan oleh ponakannya yang bergelar 
Urang kayo Batuah. Urang Kayo Batuah kemudian digantikan oleh adiknya yang 
bernama Urang Kayo Maharajo Indra. Dalam pemerintahan Urang Kayo Maharajo 
Indra, kemakmuran rakyat mencapai tingkat yang sangat berarti. Sehingga 
kemudian Urang Kayo Maharajo Indra diberi gelar Urang Kayo Bunga Tanjung II.
   
  Urang Kayo Maharajo Indra digantikan oleh Urang kayo Hitam. Pada masa 
pemerintahannya, pusat kerajaan kemudian dipindahkan lebih dekat kepantai. 
Istana raja kemudian dibangun di Bukit Limau Kaca.
   
  Urang Kayo Hitam digantikan oleh adiknya yang bergelar Tuangku Batuah Sikarib 
Imamul Salim, seorang raja yang sekaligus ahli agama Islam. Seiring dengan itu, 
gelar Urang Kayo kemudian berubah menjadi Tuangku. Tuangku Batuah Sikarib 
Imamul Salim digantikan oleh Tuangku Manangah. Tuanku Manangah digantikan oleh 
adiknya yang bergelar Tuangku Panjang Sisungut, seorang raja gagah perkasa, 
ahli perang.
   
  Tuangku Panjang Sisungut digantikan oleh Tuangku Mudo yang memindahkan pusat 
kerajaan berikut dengan istana kedaerah Koto IX. Pada masa pemerintahan Tuangku 
Mudo inilah terjadi Perang Paderi. Dimana bersama dengan pemerintahan kolonial 
Belanda, Tuanku Mudo bertahan dari serangan kaum Paderi.
  Tuangku Mudo digantikan oleh adiknya yang bergelar Tuangku Rajo Mudo. Karena 
fitnah dari urang sumandonya yang menyebutkan bahwa Tuangku Rajo Mudo akan 
melawan Belanda, maka kemudian Tuangku Rajo Mudo dibuang ke Padang. Sebagai 
penggantinya, diangkatlah seorang keturunan raja yang masih kecil bernama 
Syarif Muhammad gelar Tuangku Ketek. Menjelang dewasa, pemerintahan Air bangis 
dijalankan oleh ayahnya yang bernama Ali Akbar gelar Sutan Ibrahim. Sedikit 
demi sedikit, kekuasaan raja dikebiri oleh Belanda. Sehingga ketika Syarif 
Muhammad gelar Tuangku Ketek mulai memerintah, kedudukannya hanyalah sebagai 
Tuangku Laras saja (tahun 1850) dengan kekuasaan terbatas pada wilayah Air 
Bangis saja. Sedangkan daerah Batahan melepaskan diri dan membentuk nagari 
sendiri. Berdasarkan Stb No. 321 tahun 1913, jabatan Kepala Laras dihapus dan 
Syarif Muhammad gelar Tuangku Ketek diberikan hak pensiun. Dehingga kemudian ia 
dikenal dengan gelar Tuangku Laras Pensiun.
   
  Syarif Muhammad gelar Tuangku Ketek digantikan oleh Hidayatsyah gelar Tuangku 
Mudo dengan kedudukan sebagai Kepala Nagari selama 5 tahun. Beliau kemudian 
digantikan oleh saudara sepupunya yang bernama Abdullah Kala'an gelar Tuangku 
Rajo Mudo sebagai Kepala Nagari dengan masa jabatan 1917 s/d 1943. Pada masa 
pendudukan Jepang, Abdullah Kala'an gelar Tuangku Rajo Mudo digantikan oleh 
Sutan Balia gelar Tuangku Sutan yang dilantik Jepang sebagai Kepala Nagari 
(sancho).
   
  Pada masa kemerdekaan, jabatan Kepala Nagari berubah menjadi jabatan Wali 
Nagari. Setelah diadakan pemilihan oleh rakyat Air Bangis, maka terpilihlah 
Sutan Balia gelar Tuangku Sutan sebagai Wali Nagari pertama. Diangkat 
berdasarkan SK Residen Sumatera Tengah No. 7/46-DPN tanggal 26 November 1946 
jo. No. 25/47 tanggal 12 April 1947.
   
  Pada perkembangan selanjutnya, Wali Nagari yang Memerintah Air Bangis 
tidaklah selalu dari keturunan raja saja. Akan tetapi sudah ada yang berasal 
dari kalangan kaum cerdik cendikia. Sedangkan keturunan raja-raja Air Bangis, 
lebih dikenal sebagai Pucuk Adat Negari Air Bangis. Beberapa Wali Nagari yang 
pernah memerintah Air Bangis adalah sebagai berikut:
  1.Abdullah Kala'an
  2.H. St. Balia
  3.A. Mizlan
  4.Syaripul
  5.Rahmatsyah
  6.Darulkutni
  7.Abidin Mu'in
  8.Amas Dt. Rajo Sampono
  9.Khaidir
  10.Ruslin St. Batuah
  11.Mursal Dt. Magek Tagarang
  12.Waisur (pjs)
  13.Amirbakran (pjs)
  14.Yusman Yahya (pjs)
  15.Sukra Tanjung (pjs)
  16.Anwar Sutan Mudo 
  17.Amirsyah
  18.Mahiruddin
  19.Ahralsyah.
   
  Pada saat pemerintahan bernagari tersebut, nagari Air Bangis terbagi atas 
beberapa jorong sebagai pemerintahan langsung dibawah nagari. Jorong-jorong 
tersebut diantaranya adalah :
  1.Jorong Silawai Timur
  2.Jorong Silawai Tengah
  3.Jorong Bungo Tanjuang
  4.Jorong Pasar Pekan
  5.Jorong Pasar Baru
  6.Jorong Pasar Saok
  7.Jorong Kampung Padang
  8.Jorong Pasar Satu
  9.Jorong Pulau Panjang
   
  Setelah keluarnya UU 5 tahun 1979 yang merubah bentuk pemerintahan bernagari 
menjadi pemerintahan berdesa-desa maka Nagari Air Bangis pun berubah menjadi 
desa-desa. Jorong-Jorong yang ada di Nagari Air Bangis berubah menjadi 
desa-desa diantaranya:
  1.Desa Pasar Baru
  2.Desa Desa Koto jambua
  3.Kampung Padang
  4.Desa Koto Sambilan
  5.Desa Silawai
  6.Desa pulau Panjang
   
  Seiring dengan itu, keluar pula Perda No. 13 tahun 1983 tentang Kerapatan 
Adat Nagari. Maka untuk menghindari dualisme kekuasaan antara keturunan raja 
yang bertindak selaku Pucuk Adat Nagari Air Bangis dengan jabatan Ketua KAN. 
Maka di Nagari Air Bangis, jabatan Ketua KAN selalu diisi oleh Pucuk Adat 
Nagari Air Bangis disamping beberapa jabatan fital lainnya dari susunan 
pengurus KAN. Terakhir, KAN Air Bangis terdiri atas pengurus-pengurus sebagai 
berikut:
  Ketua: Ednarsyah, Bsc Rangkayo Tanjung
  Wakil: Rusdar Ruslan Dt. Rajo Amai
  Sekretaris/Manti: Khairman Dt. Bandaro
  Mailizar Dt. Tan Malenggang
  Bendahara: Asdarsyah Rang Tuo Rajo
   
  Urusan Perdamaian & Sengketa Adat
  Ketua: Syafrizal B Dt. Rangkayo Mardeso
  Anggota: Ust. Zyafri Ahmad. BA
  Namlisman Dt. Rajo Sampono
  Urusan Pembinaan & Pengembangan Adat
  Ketua: Zalsyafrinas Dt. Mudo
  Anggota: Dahlia Dt. Tan Maliputi
  Auzir Mantan Dt. Sampono
  Urusan Kekayaan Nagari
  Ketua: Afrizal Dt. Rajo Mau
  Anggota: Yudi Fendra Dt. Magek Tagarang
  Syafridal Dahlan
   
  Urusan Peningkatan Kesejahteraan Nagari
  Ketua: Basrul Hendri Dt. Rajo Todung
  Anggota: Syafrinal Rangkayo Saramo
  Asril Sidi Rajo
   
  Urusan Pembangunan Nagari
  Ketua: Yuheldy Rangkayo Basa
  Anggota: Rosfan Yatim
  Yuharlis
   
  http://my.opera.com/andikosutanmancayo/blog/



  No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.21.4/1312 - Release Date: 04/03/2008 
21:46




       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke