Sanak Nofend ysh,
Satu hal yang saya catat bila penyerangan awal Belanda tahun 1821 itu adalah
ke negeri Sulit Air dan Air Bangis. Perlawanan di Air Bangis cukup seru karena
sebagian besar pasukan Paderi pada masa itu dikerahkan ke daerah itu, di
antaranya dipimpin Tuanku nan Renceh, Imam Bonjol dll. Tuanku nan Renceh
dikabarkan syahid di Air Bangis, dan kepemimpinan Paderi beralih ke Tuanku Imam
Bonjol.
Bila Belanda memulai serangan awal di daerah itu, patut dipertanyakan
alasannya, yang mungkin menurut perkiraan saya bila Air Bangis merupakan salah
satu pintu masuk ke Minangkabau dari barat/laut.
Pada dasarnya masyarakat Minangkabau itu adalah 'masyarakat gunung', sehingga
bila disebutkan adanya pertemuan 2 rombongan di Air Bangis maka dapat dikatakan
bertemunya 'masyarakat gunung/usali' dan 'masyarakat pesisir/Melayu', apalagi
bila dikaitkan dengan Inderapura. Sebagai catatan, sebenarnya Raja Pagaruyung
tidak begitu peduli dengan daerah pesisir. Namun ketika Raja Aceh mengundang
penjagaan di pesisir barat, maka ditempatkanlah kerabat raja di Inderapura
dengan proteksi Raja Aceh. Pada suatu masa memang pengaruh Raja Pagaruyung
dominan di pesisir, terutama di titik-titik pelabuhan.
Pada masa itu lalu lintas di Selat Malaka dikuasai oleh Portugis, sehingga
Belanda, Inggris, dll menggunakan perairan barat Sumatera sebagai perlintasan
ke Indonesia Timur. Itupun akhirnya terhadang oleh Aceh yang gigih menjaga
pesisir barat dan timur Sumatera.
Dalam konteks masa kini, memang hubungan 'darek-pasisia' perlu disusun
kembali dalam tatanan adat Minangkabau.
Demikian sanak.
Wassalam,
-datuk endang
"Nofend St. Mudo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
st1\:*{behavior:url(#default#ieooui) } Dimana Nagari Air
Bangis ?
Nagari Air Bangis adalah sebuah Nagari yang terletak ditepi pantai barat
Sumatera Barat dengan batas batas sebagai berikut:
Sebelah Utara berbatas dengan Kec. Natal Kab. Madina Prop. Sumatera Utara
Sebelah Selatan berbatas dengan Nagari Parit
Sebelah Timur berbatas dengan Nagari desa Baru dan Nagari Silaping
Sebelah Barat berbatas dengan Samudera Indonesia.
Tetapi beberapa sumber menyebutkan bahwa batas nagari Air Bangis itu adalah :
Sebelah selatan sampai kedaerah pada daerah Ujuang Batu Kuduang (Ujung
Sikabau)
Sebelah utara sampai kedaerah dengan Durian ditakuak rajo ( Teluk Sinatal
Gadang)
Sebelah timur sampai kedaerah Rimbo tak Baacek (Daerah Sumatera Utara)
Sebelah Barat samapi di Ombak Nan Badabua (Pulau Pinia-Nias)
Nagari Air Bangis adalah sebuah nagari terbuka dan sangat
pluralistik-heterogen yang terdiri dari enam buah suku diantaranya adalah:
1.Suku Malayu (Suku Raja) dengan beberapa pimpinan yaitu Rang Tuo Rajo, Dt.
Bandaro, Dt. Magek Tigarang dan Dt. Mudo.
2.Suku Tanjung dengan pimpinan Dt. Rajo Amat
3.Sikumbang dengan pimpinan Dt. Rajo Mau
4.Chaniago beberapa pimpinan Dt. Rajo Sampono & Dt. Tan Maliputi.
5.Mandahiling (lubis-Sumut) yang dipimpin oeh Dt. Rajo Todung
6.Jambak yang dipimpin oleh Dt. Rangkayo Mardeso.
SEJARAH & PERKEMBANGAN NAGARI AIR BANGIS
Kerajaan Indrapura
Sama halnya dengan Nagari Punggasan, dipercaya juga bahwa yang mendirikan
kerajaan Indrapura adalah juga Inyiak Dubalang Pak Labah yang turun dari Alam
Surambi Sungai Pagu. Kerajaan Indrapura adalah sebuah kerajaan yang memainkan
peranan penting dalam sejarah Minangkabau yang terletak diujung wilayah
Minangkabau arah ke Bengkulu (Selebar) yang saat ini secara administratif
tergabung kedalam wilayah Kab. Pesisir Selatan. Kerajaan ini kemudian menjadi
kerajaan yang makmur sampai kemudian berbagai interfensi datang dari Aceh, VOC,
Inggris, yang mana pergulatan kepentingan perdagangan ketiga eksponen tersebut
ikut menentukan perjalanan kerajaan Indrapura.
Sebagai daerah rantau dari kerajaan Minang Kabau, kerajaan Indrapura
diperintah oleh sultan-sultan, dimana salah satunya adalah Sultan Mohammadsyah
yang memerintah sekitar tahun 1663-1687. Sultan Mohammadsyah memerintah ketika
berumur sangat muda sekali. Untuk sementara diangkatlah ayahnya yang bernama
Sultan Muzafarsyahsebagai pejabat sementara selama selama sultam mohammadsyah
belum dewasa.
Dibawah pemerintahan Sultan Muzafarsyah, kerajaan Indrapura selalu berada
dalam keadaan goyah. Hal ini diakibatkan karena Sultan Muzafarsyah sangat haus
kekuasaan, dibenci rakyat dan sangat berpihak kepada VOC. Pada tahun 1687,
pemberontakan rakyat berkobar, sehingga memaksa Sultan Mohammadsyah lari ke
Majunta untuk minta perlindungan Inggris (EIC). Sedangkan pemerintahan kerajaan
Indrapura kemudian dipimpin oleh sepupunya, seorang wanita yang bernama Tuanku
Puti. Akhirnya Tuanku Puti digantikan kedudukannya oleh saudaranya Sultan
Mansyursyah yang mendapatkan legitimasi dari VOC. Ketika Sultan Mansyursyah
meninggal, ia digantikan oleh cucunya yang masih kecil yang bergelar Sultan
Pesisir.
Tanggal 6 Juni 1701 kantor VOC diserbu rakyat dan semua pegawainya terbunuh.
Sebagai balasannya, belanda melakukan pembantaian besar-besaran. Semua yang
hidup kemudian melarikan diri keluar dari Indrapura termasuk raja dan
keluarganya. Ketika keadaan mulai pulih, VOC kembali mengangkat Sultan Pesisir
sebagai raja Indrapura.
Antara tahun 1792-1824, kerajaan Indrapura tidak henti-hentinya dilada
pemberontakan rakyat. Raja dan keluarganya melarikan diri ke Muko-Muko, terus
ke Bengkulu untuk meminta perlindungan kepada Inggris. Pada tanggal 6 Desember
1825, Ahmadsyah, keturunan terakhir raja Indrapura diangkat oleh pemerintahan
kolonial Belanda sebagai Regen Indrapura dengan diberikan kekuasaan yang sangat
kecil. Sesudah Ahmadsyah, tidak ada lagi pengangkatan raja-raja di Indrapura
dan otomatis sejak saat itu, kerajaan Indrapura habis.
Kelahiran dan Perkembangan Air Bangis
Kemelut politik dan pemberontakan-pemberontakan yang terjadi di Kerajaan
Indrapura dekade abad XVII (1600-1700), merupakan salah satu penyebab
perpindahan beberapa kelompok keluarga raja Indrapura dalam mencari
daerah-daerah yang aman. Salah satu rombongan yang berpindah tersebut dipimpin
oleh Urang Kayo Lanang Bisai. Ekspedisi ini kemudian sampai ke teluk Air Bangis
kemudian memudiki sungai untuk mencari daerah pemukiman.
Rombongan Urang Kayo Lanang Bisai dalam perjalanannya memudiki sungai Air
Bangis kemudian bertemu dengan salah satu rombongan penduduk yang bermaksud
sama, yang dipimpin oleh Naruhum yang berasal dari daerah Padang Lawas yang
saat ini terletak di Kab. Tapanuli Selatan Prop. Sumatera Utara. Naruhum di
daerah asalnya berkedudukan sebagai "Natoras", seorang cerdik pandai penasehat
raja. Setelah beberapa waktu rombongan tersebut bermukim didaerah yang
dinamakan dengan Koto Labu. Seiring dengan perjalanan waktu, kampung Koto Labu
semakin berkembang dibawah kepemimpinan Urang Kayo Lanang Bisai yang dibantu
oleh dua orang penghulu yaitu; Dt. Bandaharo dan Dt. Magek Tigarang.
Urang Kayo Lanang Bisai, selama beberapa waktu memerintah Koto Labu tanpa
pendamping hidup. Kemudian berdasarkan usulan dari Naruhum, untuk melanjutkan
keturunan yang nantinya diharapkan kembali menjadi pimpinan di Koto Labu, maka
dicarilah pasangan hidup untuk Urang Kayo Lanang Bisai. Akhirnya terpilihlah
seorang putri Raja Kotanopan (Namora Pandai Bosi). Dalam upacara perkawinannya,
putri tersebut kemudian diberi nama Puti Reno Bulan. Perkawinan kedua orang
inilah yang kemudian melahirkan raja-raja Air Bangis.
Dari perkawinan antara Urang Kayo Lanang Bisai dengan Puti reno Bulan,
lahirlah dua orang anak yang diberi nama Urang Kayo Indra Bangsawan (laki-laki)
dan Puti Sari Daeni (perempuan).
Urang Kayo Lanang Bisai kemudian digantikan oleh anaknya yang bernama Urang
Kayo Indra Bangsawan. Dalam pemerintahannya, kerajaan diperluas dan pusat
kerajaan dipindahkan kedaerah Bunga Tanjung. Sehingga Urang Kayo Indra
Bangsawan kemudian diberi gelar Urang Kayo Bunga Tanjung I.
Urang Kayo Bungo Tanjung kemudian digantikan oleh ponakannya yang bergelar
Urang kayo Batuah. Urang Kayo Batuah kemudian digantikan oleh adiknya yang
bernama Urang Kayo Maharajo Indra. Dalam pemerintahan Urang Kayo Maharajo
Indra, kemakmuran rakyat mencapai tingkat yang sangat berarti. Sehingga
kemudian Urang Kayo Maharajo Indra diberi gelar Urang Kayo Bunga Tanjung II.
Urang Kayo Maharajo Indra digantikan oleh Urang kayo Hitam. Pada masa
pemerintahannya, pusat kerajaan kemudian dipindahkan lebih dekat kepantai.
Istana raja kemudian dibangun di Bukit Limau Kaca.
Urang Kayo Hitam digantikan oleh adiknya yang bergelar Tuangku Batuah Sikarib
Imamul Salim, seorang raja yang sekaligus ahli agama Islam. Seiring dengan itu,
gelar Urang Kayo kemudian berubah menjadi Tuangku. Tuangku Batuah Sikarib
Imamul Salim digantikan oleh Tuangku Manangah. Tuanku Manangah digantikan oleh
adiknya yang bergelar Tuangku Panjang Sisungut, seorang raja gagah perkasa,
ahli perang.
Tuangku Panjang Sisungut digantikan oleh Tuangku Mudo yang memindahkan pusat
kerajaan berikut dengan istana kedaerah Koto IX. Pada masa pemerintahan Tuangku
Mudo inilah terjadi Perang Paderi. Dimana bersama dengan pemerintahan kolonial
Belanda, Tuanku Mudo bertahan dari serangan kaum Paderi.
Tuangku Mudo digantikan oleh adiknya yang bergelar Tuangku Rajo Mudo. Karena
fitnah dari urang sumandonya yang menyebutkan bahwa Tuangku Rajo Mudo akan
melawan Belanda, maka kemudian Tuangku Rajo Mudo dibuang ke Padang. Sebagai
penggantinya, diangkatlah seorang keturunan raja yang masih kecil bernama
Syarif Muhammad gelar Tuangku Ketek. Menjelang dewasa, pemerintahan Air bangis
dijalankan oleh ayahnya yang bernama Ali Akbar gelar Sutan Ibrahim. Sedikit
demi sedikit, kekuasaan raja dikebiri oleh Belanda. Sehingga ketika Syarif
Muhammad gelar Tuangku Ketek mulai memerintah, kedudukannya hanyalah sebagai
Tuangku Laras saja (tahun 1850) dengan kekuasaan terbatas pada wilayah Air
Bangis saja. Sedangkan daerah Batahan melepaskan diri dan membentuk nagari
sendiri. Berdasarkan Stb No. 321 tahun 1913, jabatan Kepala Laras dihapus dan
Syarif Muhammad gelar Tuangku Ketek diberikan hak pensiun. Dehingga kemudian ia
dikenal dengan gelar Tuangku Laras Pensiun.
Syarif Muhammad gelar Tuangku Ketek digantikan oleh Hidayatsyah gelar Tuangku
Mudo dengan kedudukan sebagai Kepala Nagari selama 5 tahun. Beliau kemudian
digantikan oleh saudara sepupunya yang bernama Abdullah Kala'an gelar Tuangku
Rajo Mudo sebagai Kepala Nagari dengan masa jabatan 1917 s/d 1943. Pada masa
pendudukan Jepang, Abdullah Kala'an gelar Tuangku Rajo Mudo digantikan oleh
Sutan Balia gelar Tuangku Sutan yang dilantik Jepang sebagai Kepala Nagari
(sancho).
Pada masa kemerdekaan, jabatan Kepala Nagari berubah menjadi jabatan Wali
Nagari. Setelah diadakan pemilihan oleh rakyat Air Bangis, maka terpilihlah
Sutan Balia gelar Tuangku Sutan sebagai Wali Nagari pertama. Diangkat
berdasarkan SK Residen Sumatera Tengah No. 7/46-DPN tanggal 26 November 1946
jo. No. 25/47 tanggal 12 April 1947.
Pada perkembangan selanjutnya, Wali Nagari yang Memerintah Air Bangis
tidaklah selalu dari keturunan raja saja. Akan tetapi sudah ada yang berasal
dari kalangan kaum cerdik cendikia. Sedangkan keturunan raja-raja Air Bangis,
lebih dikenal sebagai Pucuk Adat Negari Air Bangis. Beberapa Wali Nagari yang
pernah memerintah Air Bangis adalah sebagai berikut:
1.Abdullah Kala'an
2.H. St. Balia
3.A. Mizlan
4.Syaripul
5.Rahmatsyah
6.Darulkutni
7.Abidin Mu'in
8.Amas Dt. Rajo Sampono
9.Khaidir
10.Ruslin St. Batuah
11.Mursal Dt. Magek Tagarang
12.Waisur (pjs)
13.Amirbakran (pjs)
14.Yusman Yahya (pjs)
15.Sukra Tanjung (pjs)
16.Anwar Sutan Mudo
17.Amirsyah
18.Mahiruddin
19.Ahralsyah.
Pada saat pemerintahan bernagari tersebut, nagari Air Bangis terbagi atas
beberapa jorong sebagai pemerintahan langsung dibawah nagari. Jorong-jorong
tersebut diantaranya adalah :
1.Jorong Silawai Timur
2.Jorong Silawai Tengah
3.Jorong Bungo Tanjuang
4.Jorong Pasar Pekan
5.Jorong Pasar Baru
6.Jorong Pasar Saok
7.Jorong Kampung Padang
8.Jorong Pasar Satu
9.Jorong Pulau Panjang
Setelah keluarnya UU 5 tahun 1979 yang merubah bentuk pemerintahan bernagari
menjadi pemerintahan berdesa-desa maka Nagari Air Bangis pun berubah menjadi
desa-desa. Jorong-Jorong yang ada di Nagari Air Bangis berubah menjadi
desa-desa diantaranya:
1.Desa Pasar Baru
2.Desa Desa Koto jambua
3.Kampung Padang
4.Desa Koto Sambilan
5.Desa Silawai
6.Desa pulau Panjang
Seiring dengan itu, keluar pula Perda No. 13 tahun 1983 tentang Kerapatan
Adat Nagari. Maka untuk menghindari dualisme kekuasaan antara keturunan raja
yang bertindak selaku Pucuk Adat Nagari Air Bangis dengan jabatan Ketua KAN.
Maka di Nagari Air Bangis, jabatan Ketua KAN selalu diisi oleh Pucuk Adat
Nagari Air Bangis disamping beberapa jabatan fital lainnya dari susunan
pengurus KAN. Terakhir, KAN Air Bangis terdiri atas pengurus-pengurus sebagai
berikut:
Ketua: Ednarsyah, Bsc Rangkayo Tanjung
Wakil: Rusdar Ruslan Dt. Rajo Amai
Sekretaris/Manti: Khairman Dt. Bandaro
Mailizar Dt. Tan Malenggang
Bendahara: Asdarsyah Rang Tuo Rajo
Urusan Perdamaian & Sengketa Adat
Ketua: Syafrizal B Dt. Rangkayo Mardeso
Anggota: Ust. Zyafri Ahmad. BA
Namlisman Dt. Rajo Sampono
Urusan Pembinaan & Pengembangan Adat
Ketua: Zalsyafrinas Dt. Mudo
Anggota: Dahlia Dt. Tan Maliputi
Auzir Mantan Dt. Sampono
Urusan Kekayaan Nagari
Ketua: Afrizal Dt. Rajo Mau
Anggota: Yudi Fendra Dt. Magek Tagarang
Syafridal Dahlan
Urusan Peningkatan Kesejahteraan Nagari
Ketua: Basrul Hendri Dt. Rajo Todung
Anggota: Syafrinal Rangkayo Saramo
Asril Sidi Rajo
Urusan Pembangunan Nagari
Ketua: Yuheldy Rangkayo Basa
Anggota: Rosfan Yatim
Yuharlis
http://my.opera.com/andikosutanmancayo/blog/
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---