Dimana Nagari Air Bangis ?

 

Nagari Air Bangis adalah sebuah Nagari yang terletak ditepi pantai barat
Sumatera Barat dengan batas batas sebagai berikut:

Sebelah Utara berbatas dengan Kec. Natal Kab. Madina Prop. Sumatera Utara

Sebelah Selatan berbatas dengan Nagari Parit

Sebelah Timur berbatas dengan Nagari desa Baru dan Nagari Silaping

Sebelah Barat berbatas dengan Samudera Indonesia.

 

Tetapi beberapa sumber menyebutkan bahwa batas nagari Air Bangis itu adalah
:

Sebelah selatan sampai kedaerah pada daerah Ujuang Batu Kuduang (Ujung
Sikabau)

Sebelah utara sampai kedaerah dengan Durian ditakuak rajo ( Teluk Sinatal
Gadang)

Sebelah timur sampai kedaerah Rimbo tak Baacek (Daerah Sumatera Utara)

Sebelah Barat samapi di Ombak Nan Badabua (Pulau Pinia-Nias)

 

Nagari Air Bangis adalah sebuah nagari terbuka dan sangat
pluralistik-heterogen yang terdiri dari enam buah suku diantaranya adalah:

1.Suku Malayu (Suku Raja) dengan beberapa pimpinan yaitu Rang Tuo Rajo, Dt.
Bandaro, Dt. Magek Tigarang dan Dt. Mudo.

2.Suku Tanjung dengan pimpinan Dt. Rajo Amat

3.Sikumbang dengan pimpinan Dt. Rajo Mau

4.Chaniago beberapa pimpinan Dt. Rajo Sampono & Dt. Tan Maliputi.

5.Mandahiling (lubis-Sumut) yang dipimpin oeh Dt. Rajo Todung

6.Jambak yang dipimpin oleh Dt. Rangkayo Mardeso.

 

SEJARAH & PERKEMBANGAN NAGARI AIR BANGIS

 

Kerajaan Indrapura

Sama halnya dengan Nagari Punggasan, dipercaya juga bahwa yang mendirikan
kerajaan Indrapura adalah juga Inyiak Dubalang Pak Labah yang turun dari
Alam Surambi Sungai Pagu. Kerajaan Indrapura adalah sebuah kerajaan yang
memainkan peranan penting dalam sejarah Minangkabau yang terletak diujung
wilayah Minangkabau arah ke Bengkulu (Selebar) yang saat ini secara
administratif tergabung kedalam wilayah Kab. Pesisir Selatan. Kerajaan ini
kemudian menjadi kerajaan yang makmur sampai kemudian berbagai interfensi
datang dari Aceh, VOC, Inggris, yang mana pergulatan kepentingan perdagangan
ketiga eksponen tersebut ikut menentukan perjalanan kerajaan Indrapura.

 

Sebagai daerah rantau dari kerajaan Minang Kabau, kerajaan Indrapura
diperintah oleh sultan-sultan, dimana salah satunya adalah Sultan
Mohammadsyah yang memerintah sekitar tahun 1663-1687. Sultan Mohammadsyah
memerintah ketika berumur sangat muda sekali. Untuk sementara diangkatlah
ayahnya yang bernama Sultan Muzafarsyahsebagai pejabat sementara selama
selama sultam mohammadsyah belum dewasa.

 

Dibawah pemerintahan Sultan Muzafarsyah, kerajaan Indrapura selalu berada
dalam keadaan goyah. Hal ini diakibatkan karena Sultan Muzafarsyah sangat
haus kekuasaan, dibenci rakyat dan sangat berpihak kepada VOC. Pada tahun
1687, pemberontakan rakyat berkobar, sehingga memaksa Sultan Mohammadsyah
lari ke Majunta untuk minta perlindungan Inggris (EIC). Sedangkan
pemerintahan kerajaan Indrapura kemudian dipimpin oleh sepupunya, seorang
wanita yang bernama Tuanku Puti. Akhirnya Tuanku Puti digantikan
kedudukannya oleh saudaranya Sultan Mansyursyah yang mendapatkan legitimasi
dari VOC. Ketika Sultan Mansyursyah meninggal, ia digantikan oleh cucunya
yang masih kecil yang bergelar Sultan Pesisir.

 

Tanggal 6 Juni 1701 kantor VOC diserbu rakyat dan semua pegawainya terbunuh.
Sebagai balasannya, belanda melakukan pembantaian besar-besaran. Semua yang
hidup kemudian melarikan diri keluar dari Indrapura termasuk raja dan
keluarganya. Ketika keadaan mulai pulih, VOC kembali mengangkat Sultan
Pesisir sebagai raja Indrapura.

 

Antara tahun 1792-1824, kerajaan Indrapura tidak henti-hentinya dilada
pemberontakan rakyat. Raja dan keluarganya melarikan diri ke Muko-Muko,
terus ke Bengkulu untuk meminta perlindungan kepada Inggris. Pada tanggal 6
Desember 1825, Ahmadsyah, keturunan terakhir raja Indrapura diangkat oleh
pemerintahan kolonial Belanda sebagai Regen Indrapura dengan diberikan
kekuasaan yang sangat kecil. Sesudah Ahmadsyah, tidak ada lagi pengangkatan
raja-raja di Indrapura dan otomatis sejak saat itu, kerajaan Indrapura
habis.

 

Kelahiran dan Perkembangan Air Bangis

 

Kemelut politik dan pemberontakan-pemberontakan yang terjadi di Kerajaan
Indrapura dekade abad XVII (1600-1700), merupakan salah satu penyebab
perpindahan beberapa kelompok keluarga raja Indrapura dalam mencari
daerah-daerah yang aman. Salah satu rombongan yang berpindah tersebut
dipimpin oleh Urang Kayo Lanang Bisai. Ekspedisi ini kemudian sampai ke
teluk Air Bangis kemudian memudiki sungai untuk mencari daerah pemukiman.

 

Rombongan Urang Kayo Lanang Bisai dalam perjalanannya memudiki sungai Air
Bangis kemudian bertemu dengan salah satu rombongan penduduk yang bermaksud
sama, yang dipimpin oleh Naruhum yang berasal dari daerah Padang Lawas yang
saat ini terletak di Kab. Tapanuli Selatan Prop. Sumatera Utara. Naruhum di
daerah asalnya berkedudukan sebagai “Natoras”, seorang cerdik pandai
penasehat raja. Setelah beberapa waktu rombongan tersebut bermukim didaerah
yang dinamakan dengan Koto Labu. Seiring dengan perjalanan waktu, kampung
Koto Labu semakin berkembang dibawah kepemimpinan Urang Kayo Lanang Bisai
yang dibantu oleh dua orang penghulu yaitu; Dt. Bandaharo dan Dt. Magek
Tigarang.

 

Urang Kayo Lanang Bisai, selama beberapa waktu memerintah Koto Labu tanpa
pendamping hidup. Kemudian berdasarkan usulan dari Naruhum, untuk
melanjutkan keturunan yang nantinya diharapkan kembali menjadi pimpinan di
Koto Labu, maka dicarilah pasangan hidup untuk Urang Kayo Lanang Bisai.
Akhirnya terpilihlah seorang putri Raja Kotanopan (Namora Pandai Bosi).
Dalam upacara perkawinannya, putri tersebut kemudian diberi nama Puti Reno
Bulan. Perkawinan kedua orang inilah yang kemudian melahirkan raja-raja Air
Bangis.

 

Dari perkawinan antara Urang Kayo Lanang Bisai dengan Puti reno Bulan,
lahirlah dua orang anak yang diberi nama Urang Kayo Indra Bangsawan
(laki-laki) dan Puti Sari Daeni (perempuan).

 

Urang Kayo Lanang Bisai kemudian digantikan oleh anaknya yang bernama Urang
Kayo Indra Bangsawan. Dalam pemerintahannya, kerajaan diperluas dan pusat
kerajaan dipindahkan kedaerah Bunga Tanjung. Sehingga Urang Kayo Indra
Bangsawan kemudian diberi gelar Urang Kayo Bunga Tanjung I.

 

Urang Kayo Bungo Tanjung kemudian digantikan oleh ponakannya yang bergelar
Urang kayo Batuah. Urang Kayo Batuah kemudian digantikan oleh adiknya yang
bernama Urang Kayo Maharajo Indra. Dalam pemerintahan Urang Kayo Maharajo
Indra, kemakmuran rakyat mencapai tingkat yang sangat berarti. Sehingga
kemudian Urang Kayo Maharajo Indra diberi gelar Urang Kayo Bunga Tanjung II.

 

Urang Kayo Maharajo Indra digantikan oleh Urang kayo Hitam. Pada masa
pemerintahannya, pusat kerajaan kemudian dipindahkan lebih dekat kepantai.
Istana raja kemudian dibangun di Bukit Limau Kaca.

 

Urang Kayo Hitam digantikan oleh adiknya yang bergelar Tuangku Batuah
Sikarib Imamul Salim, seorang raja yang sekaligus ahli agama Islam. Seiring
dengan itu, gelar Urang Kayo kemudian berubah menjadi Tuangku. Tuangku
Batuah Sikarib Imamul Salim digantikan oleh Tuangku Manangah. Tuanku
Manangah digantikan oleh adiknya yang bergelar Tuangku Panjang Sisungut,
seorang raja gagah perkasa, ahli perang.

 

Tuangku Panjang Sisungut digantikan oleh Tuangku Mudo yang memindahkan pusat
kerajaan berikut dengan istana kedaerah Koto IX. Pada masa pemerintahan
Tuangku Mudo inilah terjadi Perang Paderi. Dimana bersama dengan
pemerintahan kolonial Belanda, Tuanku Mudo bertahan dari serangan kaum
Paderi.

Tuangku Mudo digantikan oleh adiknya yang bergelar Tuangku Rajo Mudo. Karena
fitnah dari urang sumandonya yang menyebutkan bahwa Tuangku Rajo Mudo akan
melawan Belanda, maka kemudian Tuangku Rajo Mudo dibuang ke Padang. Sebagai
penggantinya, diangkatlah seorang keturunan raja yang masih kecil bernama
Syarif Muhammad gelar Tuangku Ketek. Menjelang dewasa, pemerintahan Air
bangis dijalankan oleh ayahnya yang bernama Ali Akbar gelar Sutan Ibrahim.
Sedikit demi sedikit, kekuasaan raja dikebiri oleh Belanda. Sehingga ketika
Syarif Muhammad gelar Tuangku Ketek mulai memerintah, kedudukannya hanyalah
sebagai Tuangku Laras saja (tahun 1850) dengan kekuasaan terbatas pada
wilayah Air Bangis saja. Sedangkan daerah Batahan melepaskan diri dan
membentuk nagari sendiri. Berdasarkan Stb No. 321 tahun 1913, jabatan Kepala
Laras dihapus dan Syarif Muhammad gelar Tuangku Ketek diberikan hak pensiun.
Dehingga kemudian ia dikenal dengan gelar Tuangku Laras Pensiun.

 

Syarif Muhammad gelar Tuangku Ketek digantikan oleh Hidayatsyah gelar
Tuangku Mudo dengan kedudukan sebagai Kepala Nagari selama 5 tahun. Beliau
kemudian digantikan oleh saudara sepupunya yang bernama Abdullah Kala’an
gelar Tuangku Rajo Mudo sebagai Kepala Nagari dengan masa jabatan 1917 s/d
1943. Pada masa pendudukan Jepang, Abdullah Kala’an gelar Tuangku Rajo Mudo
digantikan oleh Sutan Balia gelar Tuangku Sutan yang dilantik Jepang sebagai
Kepala Nagari (sancho).

 

Pada masa kemerdekaan, jabatan Kepala Nagari berubah menjadi jabatan Wali
Nagari. Setelah diadakan pemilihan oleh rakyat Air Bangis, maka terpilihlah
Sutan Balia gelar Tuangku Sutan sebagai Wali Nagari pertama. Diangkat
berdasarkan SK Residen Sumatera Tengah No. 7/46-DPN tanggal 26 November 1946
jo. No. 25/47 tanggal 12 April 1947.

 

Pada perkembangan selanjutnya, Wali Nagari yang Memerintah Air Bangis
tidaklah selalu dari keturunan raja saja. Akan tetapi sudah ada yang berasal
dari kalangan kaum cerdik cendikia. Sedangkan keturunan raja-raja Air
Bangis, lebih dikenal sebagai Pucuk Adat Negari Air Bangis. Beberapa Wali
Nagari yang pernah memerintah Air Bangis adalah sebagai berikut:

1.Abdullah Kala’an

2.H. St. Balia

3.A. Mizlan

4.Syaripul

5.Rahmatsyah

6.Darulkutni

7.Abidin Mu’in

8.Amas Dt. Rajo Sampono

9.Khaidir

10.Ruslin St. Batuah

11.Mursal Dt. Magek Tagarang

12.Waisur (pjs)

13.Amirbakran (pjs)

14.Yusman Yahya (pjs)

15.Sukra Tanjung (pjs)

16.Anwar Sutan Mudo 

17.Amirsyah

18.Mahiruddin

19.Ahralsyah.

 

Pada saat pemerintahan bernagari tersebut, nagari Air Bangis terbagi atas
beberapa jorong sebagai pemerintahan langsung dibawah nagari. Jorong-jorong
tersebut diantaranya adalah :

1.Jorong Silawai Timur

2.Jorong Silawai Tengah

3.Jorong Bungo Tanjuang

4.Jorong Pasar Pekan

5.Jorong Pasar Baru

6.Jorong Pasar Saok

7.Jorong Kampung Padang

8.Jorong Pasar Satu

9.Jorong Pulau Panjang

 

Setelah keluarnya UU 5 tahun 1979 yang merubah bentuk pemerintahan bernagari
menjadi pemerintahan berdesa-desa maka Nagari Air Bangis pun berubah menjadi
desa-desa. Jorong-Jorong yang ada di Nagari Air Bangis berubah menjadi
desa-desa diantaranya:

1.Desa Pasar Baru

2.Desa Desa Koto jambua

3.Kampung Padang

4.Desa Koto Sambilan

5.Desa Silawai

6.Desa pulau Panjang

 

Seiring dengan itu, keluar pula Perda No. 13 tahun 1983 tentang Kerapatan
Adat Nagari. Maka untuk menghindari dualisme kekuasaan antara keturunan raja
yang bertindak selaku Pucuk Adat Nagari Air Bangis dengan jabatan Ketua KAN.
Maka di Nagari Air Bangis, jabatan Ketua KAN selalu diisi oleh Pucuk Adat
Nagari Air Bangis disamping beberapa jabatan fital lainnya dari susunan
pengurus KAN. Terakhir, KAN Air Bangis terdiri atas pengurus-pengurus
sebagai berikut:

Ketua: Ednarsyah, Bsc Rangkayo Tanjung

Wakil: Rusdar Ruslan Dt. Rajo Amai

Sekretaris/Manti: Khairman Dt. Bandaro

Mailizar Dt. Tan Malenggang

Bendahara: Asdarsyah Rang Tuo Rajo

 

Urusan Perdamaian & Sengketa Adat

Ketua: Syafrizal B Dt. Rangkayo Mardeso

Anggota: Ust. Zyafri Ahmad. BA

Namlisman Dt. Rajo Sampono

Urusan Pembinaan & Pengembangan Adat

Ketua: Zalsyafrinas Dt. Mudo

Anggota: Dahlia Dt. Tan Maliputi

Auzir Mantan Dt. Sampono

Urusan Kekayaan Nagari

Ketua: Afrizal Dt. Rajo Mau

Anggota: Yudi Fendra Dt. Magek Tagarang

Syafridal Dahlan

 

Urusan Peningkatan Kesejahteraan Nagari

Ketua: Basrul Hendri Dt. Rajo Todung

Anggota: Syafrinal Rangkayo Saramo

Asril Sidi Rajo

 

Urusan Pembangunan Nagari

Ketua: Yuheldy Rangkayo Basa

Anggota: Rosfan Yatim

Yuharlis

 

http://my.opera.com/andikosutanmancayo/blog/


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.21.4/1312 - Release Date: 04/03/2008
21:46
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke