Pak Saaf dan adidunsanak RN n.a.h.
Dari hasil voting DPRD tentang Investasi RS Siloam ko terlihat komposisi
sbb:

*MENDUKUNG:* 28 orang
Asal Fraksi: *Demokrat, Golkar, PAN, Hanura, PBB*

*MENOLAK:* 6 orang
Asal Fraksi:* PKS* (5 orang) +* Demokrat* (1 orang, Gusti Pramona)

*ABSTAIN:* 1 orang
Asal Fraksi:* PPP *(Maidestal Hari Mahesa).

Persentase dukungan = 80 %. Menolak & abstain = 20 %.

Bagaimana kita membaca data ini? Beberapa alternatif:

1. PKS tetap konsisten menolak pembangunan. (Link berbeda sudah diposting
sanak Ronald Putra tentang ini).

Menjawab pertanyaan pak Saaf bagaimana sikap Gubernur, mengapa "hanap-hanap
sajo"? Menurut ambo, dek karano BA 1 berasal dari PKS, dan memerintah dari
Padang pulo, pasti alah ado koordinasi dengan Fraksi PKS di DPRD. Jadi
tafsiran ambo, sikap Gubernur adalah *sejalan *dengan Fraksi PKS di DPRD
Padang.

2. Bagaimana dengan DPRD Sumbar? Manuruik ambo, corak voting dari DPRD
Padang merupakan miniatur dari kecenderungan DPRD Sumbar yang kini terdiri
dari 55 orang -- dari terbanyak sampai tersedikit -- sbb:
- PD (14 orang), Golkar (9), PAN (6 orang), PKS (5 orang), Hanura (5), PPP
(4), Gerindra (4), PDI-P (3), PBB (3), PBR (2).

http://id.wikipedia.org/wiki/DPRD_Sumatera_Barat_2009%E2%80%932014

Jadi prediksi paling sederhana adalah: sekiranya koalisi Pendukung
Investasi (kita sebut saja begitu) PD, Golkar, PAN, Hanura dan PBB juga
terjadi di level DPRD Sumbar, maka total suara Pendukung Investasi menjadi
14 + 9 + 6 + 5 + 3 = *37 orang* (67,3 %)

Jika sikap abstain wakil PPP di DPRD Padang merupakan kebijakan parpol itu
yang juga dipegang wakil mereka di tingkat Sumbar, maka jumlah abstain di
DPRD Sumbar akan menjadi* 4 orang* (7 %).

Adapun Penolak Investasi, yang sudah pasti berasal dari PKS sebanyak *5
orang* (9 %).

Sisanya sebanyak 9 orang (Gerindra, PDI-P, PBR) merupakan suara yang akan
diperebutkan antara kubu Pendukung Investasi dan Penolak Investasi.

*Skenario 1*
Bahkan jika Fraksi PKS bisa menggandeng Gerindra, PDI-P dan PBR ke dalam
"Koalisi Penolak Investasi", ditambah lagi berhasil membujuk PPP untuk
mengubah sikap abstain menjadi menolak investasi, maka total suara maksimal
yang bisa diperoleh adalah *22 orang* (40 %).

*Skenario 2*
Jika PKS gagal menambah suara Penolak Investasi, bahkan sebaliknya
suara-suara itu bergabung dengan Pendukung Investasi, maka PKS bisa menjadi
"*lone ranger*" lagi seperti di DPRD Padang.

3. Melihat Struktur Kepemimpinan di DPRD Sumatra Barat sbb:
Ketua (Demokrat), dan 3 Wakil Ketua masing-masing dari Golkar, PAN dan PKS
(nama-nama lengkap bisa lihat pada laman Wikipedia di atas), lagi-lagi
komposisi kepemimpinan yang Pro-Investasi dibanding Anti-Investasi adalah 3
banding 1.

Ini realitas politik di lapangan.

Namun ada fakta yang menarik pada hasil voting di DPRD Padang yakni:

4. Adanya seorang anggota Fraksi Demokrat (Gusti Pramona) yang alih-alih
mendukung investasi Siloam seperti kawan-kawannya, yang bersangkutan malah
menolak investasi Siloam. Ini berarti sikap anggota FD tidak bulat
mendukung. Jika kecenderungan ini juga bisa terjadi pada tingkat DPRD
Sumatra Barat, maka tergantung pada kemampuan lobi dan negosiasi dari
Gubernur (yang asal PKS) dan Fraksi PKS yang 5 orang.

5. Nah, yang menarik bagi saya adalah adanya -- saya sebut saja 'anomali
voting' -- berupa sikap ABSTAIN dari wakil PPP di DPRD Sumbar (Maidestal
HM). Ada semacam ketidakselarasan image PPP sebagai "Partai Islam" dengan
spirit penolakan investasi yang banyak ditunjukkan oleh berbagai kalangan
Islam di Sumbar (dari parpol seperti PKS, MUI, dan lain-lain organisasi
keislaman lain).

Mengapa PPP abstain dalam soal seperti ini? Ini menarik dikaji, bahkan
mungkin ditelusuri oleh para jurnalis di Padang karena "by the book"
seharusnya PPP berada dalam kubu yang sama dengan PKS untuk topik seperti
ini.

Demikian Pak Saaf, 'pembacaan singkat' ambo terhadap hasil voting DPRD
Padang dan prediksi sikap Gubernur serta DPRD Sumbar menjawab pertanyaan
Pak Saaf.

Tentu saja ini berdasarkan kalkulasi di atas kertas yang steril, sementara
di lapangan kita tahu proses pengambilan keputusan politik sering bersifat
dinamis dan bisa secepat perubahan cuaca Jakarta yang pagi terang sore
mendadak hujan deras. Atau seperti pepatah orang Jawa, "pagi kedele, sore
(sudah menjadi) tempe".

Wassalam,

ANB
45, Cibubur


* * *

Pada 14 November 2013 13.33, Dr. Saafroedin Bahar. <
[email protected]> menulis:

> Sanak sekalian, jadi apo nan bisa dipabuek lai koha ? Keputusan Walikota
> Padang alah, DPRD Kota Padang setuju. Gubernur ( jo DPRD Sumbar? )
> hanap-hanap sajo.
> Wassalam,
> SB, 77, Jkt.
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke