Wah, hebat bung Akmal. Analisis cukup cermat. Perlu dikejar apa alasan fraksi-fraksi yang mendukung itu.
Wassalam, SB, 77, Jkt. Sent from my iPad > On 14 Nov 2013, at 16.17, Akmal Nasery Basral <[email protected]> wrote: > > Pak Saaf dan adidunsanak RN n.a.h. > Dari hasil voting DPRD tentang Investasi RS Siloam ko terlihat komposisi sbb: > > MENDUKUNG: 28 orang > Asal Fraksi: Demokrat, Golkar, PAN, Hanura, PBB > > MENOLAK: 6 orang > Asal Fraksi: PKS (5 orang) + Demokrat (1 orang, Gusti Pramona) > > ABSTAIN: 1 orang > Asal Fraksi: PPP (Maidestal Hari Mahesa). > > Persentase dukungan = 80 %. Menolak & abstain = 20 %. > > Bagaimana kita membaca data ini? Beberapa alternatif: > > 1. PKS tetap konsisten menolak pembangunan. (Link berbeda sudah diposting > sanak Ronald Putra tentang ini). > > Menjawab pertanyaan pak Saaf bagaimana sikap Gubernur, mengapa "hanap-hanap > sajo"? Menurut ambo, dek karano BA 1 berasal dari PKS, dan memerintah dari > Padang pulo, pasti alah ado koordinasi dengan Fraksi PKS di DPRD. Jadi > tafsiran ambo, sikap Gubernur adalah sejalan dengan Fraksi PKS di DPRD Padang. > > 2. Bagaimana dengan DPRD Sumbar? Manuruik ambo, corak voting dari DPRD Padang > merupakan miniatur dari kecenderungan DPRD Sumbar yang kini terdiri dari 55 > orang -- dari terbanyak sampai tersedikit -- sbb: > - PD (14 orang), Golkar (9), PAN (6 orang), PKS (5 orang), Hanura (5), PPP > (4), Gerindra (4), PDI-P (3), PBB (3), PBR (2). > > http://id.wikipedia.org/wiki/DPRD_Sumatera_Barat_2009%E2%80%932014 > > Jadi prediksi paling sederhana adalah: sekiranya koalisi Pendukung Investasi > (kita sebut saja begitu) PD, Golkar, PAN, Hanura dan PBB juga terjadi di > level DPRD Sumbar, maka total suara Pendukung Investasi menjadi 14 + 9 + 6 + > 5 + 3 = 37 orang (67,3 %) > > Jika sikap abstain wakil PPP di DPRD Padang merupakan kebijakan parpol itu > yang juga dipegang wakil mereka di tingkat Sumbar, maka jumlah abstain di > DPRD Sumbar akan menjadi 4 orang (7 %). > > Adapun Penolak Investasi, yang sudah pasti berasal dari PKS sebanyak 5 orang > (9 %). > > Sisanya sebanyak 9 orang (Gerindra, PDI-P, PBR) merupakan suara yang akan > diperebutkan antara kubu Pendukung Investasi dan Penolak Investasi. > > Skenario 1 > Bahkan jika Fraksi PKS bisa menggandeng Gerindra, PDI-P dan PBR ke dalam > "Koalisi Penolak Investasi", ditambah lagi berhasil membujuk PPP untuk > mengubah sikap abstain menjadi menolak investasi, maka total suara maksimal > yang bisa diperoleh adalah 22 orang (40 %). > > Skenario 2 > Jika PKS gagal menambah suara Penolak Investasi, bahkan sebaliknya > suara-suara itu bergabung dengan Pendukung Investasi, maka PKS bisa menjadi > "lone ranger" lagi seperti di DPRD Padang. > > 3. Melihat Struktur Kepemimpinan di DPRD Sumatra Barat sbb: > Ketua (Demokrat), dan 3 Wakil Ketua masing-masing dari Golkar, PAN dan PKS > (nama-nama lengkap bisa lihat pada laman Wikipedia di atas), lagi-lagi > komposisi kepemimpinan yang Pro-Investasi dibanding Anti-Investasi adalah 3 > banding 1. > > Ini realitas politik di lapangan. > > Namun ada fakta yang menarik pada hasil voting di DPRD Padang yakni: > > 4. Adanya seorang anggota Fraksi Demokrat (Gusti Pramona) yang alih-alih > mendukung investasi Siloam seperti kawan-kawannya, yang bersangkutan malah > menolak investasi Siloam. Ini berarti sikap anggota FD tidak bulat mendukung. > Jika kecenderungan ini juga bisa terjadi pada tingkat DPRD Sumatra Barat, > maka tergantung pada kemampuan lobi dan negosiasi dari Gubernur (yang asal > PKS) dan Fraksi PKS yang 5 orang. > > 5. Nah, yang menarik bagi saya adalah adanya -- saya sebut saja 'anomali > voting' -- berupa sikap ABSTAIN dari wakil PPP di DPRD Sumbar (Maidestal HM). > Ada semacam ketidakselarasan image PPP sebagai "Partai Islam" dengan spirit > penolakan investasi yang banyak ditunjukkan oleh berbagai kalangan Islam di > Sumbar (dari parpol seperti PKS, MUI, dan lain-lain organisasi keislaman > lain). > > Mengapa PPP abstain dalam soal seperti ini? Ini menarik dikaji, bahkan > mungkin ditelusuri oleh para jurnalis di Padang karena "by the book" > seharusnya PPP berada dalam kubu yang sama dengan PKS untuk topik seperti > ini. > > Demikian Pak Saaf, 'pembacaan singkat' ambo terhadap hasil voting DPRD Padang > dan prediksi sikap Gubernur serta DPRD Sumbar menjawab pertanyaan Pak Saaf. > > Tentu saja ini berdasarkan kalkulasi di atas kertas yang steril, sementara di > lapangan kita tahu proses pengambilan keputusan politik sering bersifat > dinamis dan bisa secepat perubahan cuaca Jakarta yang pagi terang sore > mendadak hujan deras. Atau seperti pepatah orang Jawa, "pagi kedele, sore > (sudah menjadi) tempe". > > Wassalam, > > ANB > 45, Cibubur > > > * * * > > Pada 14 November 2013 13.33, Dr. Saafroedin Bahar. > <[email protected]> menulis: >> Sanak sekalian, jadi apo nan bisa dipabuek lai koha ? Keputusan Walikota >> Padang alah, DPRD Kota Padang setuju. Gubernur ( jo DPRD Sumbar? ) >> hanap-hanap sajo. >> Wassalam, >> SB, 77, Jkt. >> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung >> Teruuusss...! >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup >> Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim >> email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
