Selamat berjuang terus pak MN

Pada 25 November 2013 08.20, Maturidi Donsan <[email protected]> menulis:

>
> Ass.ww,
>
> Pak MN dan sanakdipalanta n.a.h
>
>
>
> Basabalah pak MN, mungkin awak harus menunggu beberapa decade lagi kedepan
> bisa media komunikasi tulis dan lisan bisa  digunakan dengan efektif ke
> semua penjuru.
>
> Mungkin nanti di era anak cucu kita.
>
>
>
> Saya baru lebih menyadari, sekarang saja sudah 2013 masih saja media
> komunikasi ini belum  efektif digunakan.
>
> Sejak tahun 1958 sebagai pegawai negeri saya mencoba menggunakan media
> komunilkasi tulis maupun lisan  (waktu itu yang ada baru telepon engokol
> dan surat menyurat via pos tercatat atau lepas, atau pakai ekpedisi kalau
> kantor ke kantor.
>
>
>
> Saya banyak merasakan sbb.
>
> 1.   Komunikasi tulis dan lisan ini hanya bisa lancar pada taraf yang
> setara dan kebawah.
>
>
>
> 2.   Komunikasi tulis dan lisan keatas tetap saja  sulit.
>
> Pejabat disurati apalagi lisan dengan telepon, apalagi agak menyinggung
> kebijaksanaannya atau kehormatannya, kita tidak akan sulit dapat perlayanan.
>
>
>
> Poin 2 ini rupanya masih berlangsung sampai saat ini, inilah yang berlaku
> antara pak MN dan Gub Sumbar dalam memanfaatkan media komunikasi walaupun
> medianya sudah canggih sekarang ini.
>
>
>
> Walaupun media komunikasi ini sudah berkembang cepat dan  canggih namun
> belum bisa dimanfaatkan maksimal mungkin karena perubahan kultur tidak
> dapat mengikuti perubahan media yang canggih itu, hal ini mungkin
> disebabkan :
>
> 1.   Jiwa feodal mungkin masih tebal disemua individu  dimana saja
> mungkin tak pilih suku dan etnis di negara luar mungkin sudah banyak
> perubahan,di Indonesia bawahan masih diharapkan untuk merunduk keatas.
>
>
>
> Ada satu hal, mungkin persaan saya saja, perasaan  kawan di palanta
> mungkin berbeda, yang saya rasakan termasuk ke diri saya sendiri, individu
> kalau sudah beranjak naik ketingkat yang lebih tinggi apakah uang,
> kedudukan dsb, seiring dengan itu rasa feodalnya juga mengikut.
>
> Saya tidak munafik, bagaimana kawan-kawan yang lain entahlah, tentu
> masing-masing yang bisa jujur kepada dirinya.
>
>
>
> Di palanta RN kenapa kita bisa menggunakan komunikasi tulis tanpa sekat
> karena ada UUnya dari rang dapua, sedangkan diluar mungkin UUnya
> belum/tidak ada. Atau mungkin sudah ada tapi karena jiwa feodal itu ikut
> menanjak seiring dengan menanjaknya keduduk maka sekat itu bertambah tebal.
>
>
>
>
> Dalam berhubungan keatas, atasan masih mengharapkan agar bawahannya
> menghadap (jawa di- sowani) kalau tidak susah untuk berkomunikasi. Ini
> sampai sekarang tampaknya masih berlaku untuk kesemua lini tidak saja di
> pemerintahan tapi juga di masyarakat umum.
>
>  Tidak dipungkiri yang bisa menggunakan media komunikasi ini tanpa sekat,
> ada, tapi mungkin tak banyak.
>
> Kebanyakan mungkin komunikasi tanpa sekat ini hanya berlaku  dalam urusan
> uang.
>
>
>
> Memang mungkin urusan uang inilah kalau dikantor yang bisa  memutus mata
> rantai tata tertib birokrasi atau memutus sowan-sowan di masarakat luar.
>
> Ini contohnya banyak
>
>
>
> Mungkin urusan uang ini yang tidak ada antara pak MN dan Gub Sumbar
> makanya komunikasi dengan tulisan  tak dijawab apalagi  lisan  dengan HP
> atau telepon, tentu akan dijawab “maaf mohon tingglkan pesan anda setelah
> nada berikut”.
>
>
>
> Begitulah pak MN, pak Prayitno mungkin perlu dijanguak (janguak bukan
> untuk orang meninggal) / disowani karena beliau mungkin berdarah jawa (dari
> namanya) maaf kalau saya salah.
>
>  Wass,
>
>  Maturidi (L-75)
>
> Asal Talang- Solok-Kutianyia
>
> Duri Riau
>
>
> Pada 25 November 2013 00.29, Mochtar Naim <[email protected]> menulis:
>
>
>>  *SURAT TERBUKA*
>> *Kepada Gubernur Sumatera Barat*
>> *Tentang*
>> *SURAT TERBUKA*
>>
>> *Mochtar Naim*
>> *24 Nov 2013*
>>
>> *Sdr Prof Dr H Irwan Prayitno*
>> *Selaku Gubernur Sumatera Barat*
>> *Assalamu ‘alaikum w.w.,*
>>
>> *Presiden Amerika Serikat, Barack Husein Obama, dan sekian banyak
>> presiden dan kepala2 negara lainnya di dunia ini, selalu membalas surat2
>> yang datang kepada mereka, dari siapapun datangnya, baik resmi maupun tak
>> resmi, baik terbuka maupun tertutup. Malah mereka membiasakan diri untuk
>> menjawabnya dalam tenggang waktu seminggu.*
>> *Saya telah mengirim surat terbuka kepada Sdr selaku Gubernur Sumbar
>> beberapa kali, selain juga kepada sejumlah Bupati, Walikota dan pejabat2
>> lainnya di Sumbar, tapi tak ada yang berbalas. Pada hal selaku pejabat,
>> untuk membalas surat2, tidak ada masalah, karena punya sekretaris dua-tiga.
>> Dan selaku pejabat, adalah kewajiban pejabat bersangkutan untuk melayani
>> warga daerahnya karena pasti ada hal yang perlu disampaikan. Sekarang tak
>> masanya lagi untuk menyampaikan apa2 harus dengan tatap muka, baik karena
>> faktor waktu, jarak, dan kesempatan.*
>> *Jika Sdr masih berminat untuk lanjut dengan tugas Sdr selaku Gubernur
>> Sumbar, ataupun tugas2 lainnya selaku pejabat, ada bagusnya kalau Sdr
>> meniru cara Presiden Obama itu, agar tugas menjadi lancar, komunikasi
>> timbal-balik tercipta, dan warga yang melakukan itu juga senang hati dan
>> bangga pula. Apalagi kalau dibawakan kepada etika agama, “menyampaikan
>> pesan itu sunnat, tetapi membalasnya wajib.”*
>> *Wassalam,*
>>
>> *Mochtar Naim*
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke