Sanak Rahyussalim n a h Ambo sapandapek Soal kebijakan perbankan nan membuka Indonesia se bebas bebasnya utk asing itu kesalahan BI. Sekaranghg sdh dikoreksi , walau BI terlambat memperbaiki kebijakannya. Kita buka bank di manapun sulit, tidak hanya di Malaysia, Disini asing boleh membeli dan memiliki bank sampai 100 %, sekarang sdh dibatasi dan sedang diupayakan mengurangi kepemilikan asing dalam perbankan Indonesdia. Kita terlambat mengoreksinya. Soal Lippo . Lippo bukan asing dia Nasional. Jadi beda,. Soal primordialisme, kadang diperlukan, ambo sependapat.
Wassalam Dunil Zaid. 70 +9/12.Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg. Tingga di Jakarta. Wassalam 2013/11/25 <[email protected]> > Pak Zaid Dunil nan ambo hormati, > Ambo raso poin poin nan apak sabuik an itu bukan buntut atau ekses dan > sejenisnyo. Tapi adalah berpikir antisipatif yang menunjukkan bahwa kita > waspada terhadap segala 'seolah-olah' niat baik orang luar yang > berinvestasi di ranah minang. > Apakah itu salah? > Bapak lihat lah banyak daerah di negeri ini dimana sangat susah orang luar > berdagang di suatu negeri. > Contoh kongkrit sekqrang ini terjadi adalah bagaimana sulitnya Bank > Mandiri membangun bisnisnya di Malaysia, sementara di Indonesia bapak liat > betapa mudahnya bank asing membuka lapaknya di tanah indonesia... > > so....kenapa kita tidak memulai pula mbangkitkan rasa primordialisme dalam > makna yang positif... > > Hayuuks...jangan kito dikicuah juo di nan tarang. Sekali kita tertipu maka > ratok tangih nan ka tajadi di anak kamanakan kito. > > rahyussalim/L/43 > > *From: *Zaid Dunil > *Sent: *Monday, November 25, 2013 22:14 > *To: *Rantaunet > *Reply To: *[email protected] > *Subject: *Re: [R@ntau-Net] > > Luar biaso buntut kasus proyek Lippo ko. Masalah ekonomi , menjadi masalah > Ras (Pe ngusahanyo Cino) , masalah agamo (Misi terselubung kristenisasi ), > masalah korupsi/gratifikasi (Dugaan ada pihak yang menerima gratifikasi), > masalah politik (Hanya PKS yang konsisten menolak , Partai lain tidak > konsisten) dan kini Sdr Dedi Suryadi dari Batam mulai meniupkan isu orang > Padang vs orang Piaman (Urang padang ka agamo indak sakuek urang piaman lai > doh- Ndak bisa padang disamoan jo Piaman doh). > > Bialah ambo manunggu sajo apo nan ka tajadi berikutnya. Isu atau mungkin > ado bibit perpecahan lain nan ka ditiupkan dek sanak sanak nan lain. > > Bilo lah nagari awak ko ka maju . > > Wassalam. > > > Dunil Zaid, 70 + 9/12.Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia,Pdg. Tingga di Jkt. > > > 2013/11/25 Dedi Suryadi <[email protected]> > >> Taruihkan perjuangan kito Pak MN... >> >> Jan sampai urang tu mananam induak kaladi di Padang...nan ditanam iyo >> ciek, nan tumbuah sapuluah... >> Keyakinan urang padang ka agamo lah indak sakuek urang piaman lai >> doh...Piaman masih kuek ka surau, di Padang lah banyak nan ka Musro (musik >> room) alias dugem...lah banyak anak motor, lah banyak anak bola, lah banyak >> anak jalanan.. >> >> Ndak bisa padang disamoan jo Piaman doh... >> >> >> *Salam dan Terima Kasih,* >> *Dedi Suryadi* >> *Batam, 36th* >> >> >> _____________________________________________________________________________ >> ***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka >> Yang Berani Bertindak Dan ***** >> ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil >> Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* ***** >> >> ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ >> "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for >> The Others" (Hadith by Bukhari) >> >> --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- >> ****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu... >> ".....***** >> "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You >> ..." >> >> >> Pada 25 November 2013 16.48, Maturidi Donsan <[email protected]>menulis: >> >> Selamat berjuang terus pak MN >>> >>> >>> Pada 25 November 2013 08.20, Maturidi Donsan <[email protected]>menulis: >>> >>> >>>> Ass.ww, >>>> >>>> Pak MN dan sanakdipalanta n.a.h >>>> >>>> >>>> >>>> Basabalah pak MN, mungkin awak harus menunggu beberapa decade lagi >>>> kedepan bisa media komunikasi tulis dan lisan bisa digunakan dengan >>>> efektif ke semua penjuru. >>>> >>>> Mungkin nanti di era anak cucu kita. >>>> >>>> >>>> >>>> Saya baru lebih menyadari, sekarang saja sudah 2013 masih saja media >>>> komunikasi ini belum efektif digunakan. >>>> >>>> Sejak tahun 1958 sebagai pegawai negeri saya mencoba menggunakan media >>>> komunilkasi tulis maupun lisan (waktu itu yang ada baru telepon >>>> engokol dan surat menyurat via pos tercatat atau lepas, atau pakai ekpedisi >>>> kalau kantor ke kantor. >>>> >>>> >>>> >>>> Saya banyak merasakan sbb. >>>> >>>> 1. Komunikasi tulis dan lisan ini hanya bisa lancar pada taraf yang >>>> setara dan kebawah. >>>> >>>> >>>> >>>> 2. Komunikasi tulis dan lisan keatas tetap saja sulit. >>>> >>>> Pejabat disurati apalagi lisan dengan telepon, apalagi agak menyinggung >>>> kebijaksanaannya atau kehormatannya, kita tidak akan sulit dapat >>>> perlayanan. >>>> >>>> >>>> >>>> Poin 2 ini rupanya masih berlangsung sampai saat ini, inilah yang >>>> berlaku antara pak MN dan Gub Sumbar dalam memanfaatkan media komunikasi >>>> walaupun medianya sudah canggih sekarang ini. >>>> >>>> >>>> >>>> Walaupun media komunikasi ini sudah berkembang cepat dan canggih >>>> namun belum bisa dimanfaatkan maksimal mungkin karena perubahan kultur >>>> tidak dapat mengikuti perubahan media yang canggih itu, hal ini mungkin >>>> disebabkan : >>>> >>>> 1. Jiwa feodal mungkin masih tebal disemua individu dimana saja >>>> mungkin tak pilih suku dan etnis di negara luar mungkin sudah banyak >>>> perubahan,di Indonesia bawahan masih diharapkan untuk merunduk keatas. >>>> >>>> >>>> >>>> Ada satu hal, mungkin persaan saya saja, perasaan kawan di palanta >>>> mungkin berbeda, yang saya rasakan termasuk ke diri saya sendiri, individu >>>> kalau sudah beranjak naik ketingkat yang lebih tinggi apakah uang, >>>> kedudukan dsb, seiring dengan itu rasa feodalnya juga mengikut. >>>> >>>> Saya tidak munafik, bagaimana kawan-kawan yang lain entahlah, tentu >>>> masing-masing yang bisa jujur kepada dirinya. >>>> >>>> >>>> >>>> Di palanta RN kenapa kita bisa menggunakan komunikasi tulis tanpa sekat >>>> karena ada UUnya dari rang dapua, sedangkan diluar mungkin UUnya >>>> belum/tidak ada. Atau mungkin sudah ada tapi karena jiwa feodal itu ikut >>>> menanjak seiring dengan menanjaknya keduduk maka sekat itu bertambah tebal. >>>> >>>> >>>> >>>> >>>> Dalam berhubungan keatas, atasan masih mengharapkan agar bawahannya >>>> menghadap (jawa di- sowani) kalau tidak susah untuk berkomunikasi. Ini >>>> sampai sekarang tampaknya masih berlaku untuk kesemua lini tidak saja di >>>> pemerintahan tapi juga di masyarakat umum. >>>> >>>> Tidak dipungkiri yang bisa menggunakan media komunikasi ini tanpa >>>> sekat, ada, tapi mungkin tak banyak. >>>> >>>> Kebanyakan mungkin komunikasi tanpa sekat ini hanya berlaku dalam >>>> urusan uang. >>>> >>>> >>>> >>>> Memang mungkin urusan uang inilah kalau dikantor yang bisa memutus >>>> mata rantai tata tertib birokrasi atau memutus sowan-sowan di masarakat >>>> luar. >>>> >>>> Ini contohnya banyak >>>> >>>> >>>> >>>> Mungkin urusan uang ini yang tidak ada antara pak MN dan Gub Sumbar >>>> makanya komunikasi dengan tulisan tak dijawab apalagi lisan dengan >>>> HP atau telepon, tentu akan dijawab “maaf mohon tingglkan pesan anda >>>> setelah nada berikut”. >>>> >>>> >>>> >>>> Begitulah pak MN, pak Prayitno mungkin perlu dijanguak (janguak bukan >>>> untuk orang meninggal) / disowani karena beliau mungkin berdarah jawa (dari >>>> namanya) maaf kalau saya salah. >>>> >>>> Wass, >>>> >>>> Maturidi (L-75) >>>> >>>> Asal Talang- Solok-Kutianyia >>>> >>>> Duri Riau >>>> >>>> >>>> Pada 25 November 2013 00.29, Mochtar Naim <[email protected]>menulis: >>>> >>>> >>>>> *SURAT TERBUKA* >>>>> *Kepada Gubernur Sumatera Barat* >>>>> *Tentang* >>>>> *SURAT TERBUKA* >>>>> >>>>> *Mochtar Naim* >>>>> *24 Nov 2013* >>>>> >>>>> *Sdr Prof Dr H Irwan Prayitno* >>>>> *Selaku Gubernur Sumatera Barat* >>>>> *Assalamu ‘alaikum w.w.,* >>>>> >>>>> *Presiden Amerika Serikat, Barack Husein Obama, dan sekian banyak >>>>> presiden dan kepala2 negara lainnya di dunia ini, selalu membalas surat2 >>>>> yang datang kepada mereka, dari siapapun datangnya, baik resmi maupun tak >>>>> resmi, baik terbuka maupun tertutup. Malah mereka membiasakan diri untuk >>>>> menjawabnya dalam tenggang waktu seminggu.* >>>>> *Saya telah mengirim surat terbuka kepada Sdr selaku Gubernur Sumbar >>>>> beberapa kali, selain juga kepada sejumlah Bupati, Walikota dan pejabat2 >>>>> lainnya di Sumbar, tapi tak ada yang berbalas. Pada hal selaku pejabat, >>>>> untuk membalas surat2, tidak ada masalah, karena punya sekretaris >>>>> dua-tiga. >>>>> Dan selaku pejabat, adalah kewajiban pejabat bersangkutan untuk melayani >>>>> warga daerahnya karena pasti ada hal yang perlu disampaikan. Sekarang tak >>>>> masanya lagi untuk menyampaikan apa2 harus dengan tatap muka, baik karena >>>>> faktor waktu, jarak, dan kesempatan.* >>>>> *Jika Sdr masih berminat untuk lanjut dengan tugas Sdr selaku Gubernur >>>>> Sumbar, ataupun tugas2 lainnya selaku pejabat, ada bagusnya kalau Sdr >>>>> meniru cara Presiden Obama itu, agar tugas menjadi lancar, komunikasi >>>>> timbal-balik tercipta, dan warga yang melakukan itu juga senang hati dan >>>>> bangga pula. Apalagi kalau dibawakan kepada etika agama, “menyampaikan >>>>> pesan itu sunnat, tetapi membalasnya wajib.”* >>>>> *Wassalam,* >>>>> >>>>> *Mochtar Naim* >>>>> >>>>> -- >>>>> . >>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>>>> =========================================================== >>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>>>> * DILARANG: >>>>> 1. Email besar dari 200KB; >>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>>>> 3. Email One Liner. >>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) >>>>> serta mengirimkan biodata! >>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>>>> mengganti subjeknya. >>>>> =========================================================== >>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>>>> --- >>>>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >>>>> Grup Google. >>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >>>>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >>>>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >>>>> >>>> >>>> >>> -- >>> . >>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>> =========================================================== >>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>> * DILARANG: >>> 1. Email besar dari 200KB; >>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>> 3. Email One Liner. >>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >>> mengirimkan biodata! >>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>> mengganti subjeknya. >>> =========================================================== >>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>> --- >>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >>> Grup Google. >>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >>> >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Grup Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
