Tentu saja pemerintah akan terus melindungi industri rokok, Pak Doto. Salah
satu ilustrasi paling bagus adalah film "The Insider" (dibintangi Russell
Crowe, Al Pacino), tentang bagaimana konspirasi 7 perusahaan rokok
terkemuka di AS berusaha menyetir negara (berdasarkan kisah nyata). Itu
saja di AS yang penghasilan pajaknya sudah banyak berasal dari sektor lain
pula. Apalagi di Indonesia di mana cukai rokok adalah 'ayam petelur emas'.

Tapi diskusi kita bukan apokah cukai/pajak rokok ini bermanfaat atau tidak,
melainkan kembali pada awal thread karena selalu ada sinisme kolektif
(kebetulan saja di palanta ini muncul dari Tan Ameh, tapi di milis lain,
nada serupa juga muncul) seakan-akan orang Cina yang supermilyarder itu
adalah pangkal penyebab kesulitan kita, yang pribumi. Nah, dengan melihat
contoh Budi & Michel Hartono di peringkat satu, dan kebetulan pemilik
Djarum, ambo rasa hal itu juga tidak fair, karena penopang kekayaan dinasti
Hartono selama ini (sebelum mereka beranak pinak mengakuisisi BCA dll)
adalah berasal dari penjualan rokok mereka, yang konsumen terbesarnya
adalah 'si hidung pesek', bukan 'si mato sipik'.

Lebih aneh lagi, jika (secara kolektif) muslim di sini sangat mudah
membakar uang lewat rokok, tapi giliran untuk zakat mal bakhilnya
"Allahurabbi".

Jadi semua ide tentang ekonomi kerakyatan, ekonomi umat, pada dasarnya
adalah omong kosong saja, selama ada "black hole' yang besar dari cara
berpikir umat tentang rokok ini. Itu konteksnya Pak Doto.

Wass,

ANB


Pada 29 November 2013 08.30, <[email protected]> menulis:

> Ambo meraso tidak fair juga kito hanyo maanalisa proses...tanpa
> memperbincangkan hasil duit yang diperoleh dari kegaiatan ekonomi.
> Keuntungan dari pajak selalu menjadi alasan pembenaran pemerintah melakukan
> pembiaran rokok tetap diproduksi....
> Kajian mendalam tentang kerugian lebih besar daripada keuntungan yg
> diperoleh saya rasa sudah dipahami semua orang di negeri ri twrcinta ini.
>
> rahyussalim
>
>
>   *From: *Akmal Nasery Basral
> *Sent: *Friday, November 29, 2013 08:13
> *To: *[email protected]
> *Reply To: *[email protected]
> *Subject: *Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Indonesia
>
> Wa'alaikumsalam Pak Doto Salim n.a.h,
>
> Kalau khusus tentang Budi & Michel Hartono (pemilik PT Djarum), tahun lalu
> produksi rokok mereka adalah *140 juta batang per hari.* (Sekali lagi
> pertanyaan retorisnya, siapa konsumen terbesarnya selain dari, tak lain dan
> tak bukan, adalah muslim?).  Dari produksi itu Djarum menyetor cukai ke
> negara sebesar *Rp. 12 trilyun*. (Masih enam kali lebih tinggi dari total
> penerimaan zakat tahun yang sama). Kalau cukainya saja setinggi itu, bisa
> dibayangkan berapa pendapatan mereka dalam setahun. Para ekonom di palanta
> ko seperti Pak Zaid Dunil mungkin bisa membantu menghitung lebih eksak.
>
> Kemana pendapatan dari rokok itu mereka investasikan? Link ini mungkin
> bisa sedikit menjelaskan:
>
>
> http://www.orangterkayaindonesia.com/profil-r-budi-hartono-orang-super-kaya-di-indonesia/
>
>
> Wass,
>
> ANB
> 45, Cibubur
>
>
>
> Pada 29 November 2013 07.56, <[email protected]> menulis:
>
>>
>>  Assalamualaikum,
>> Tagalitik ambo nak sato nak nio batanyo....kepqang sabanyak tuw kama se
>> nyo bagi2an dek si mato sipik tuw....
>> Apokoh angko2 nan disampaikan pak Akmal tu pendapatan barasiah inyo?
>>
>> rahyussalim
>>    *From: *Akmal Nasery Basral
>> *Sent: *Friday, November 29, 2013 07:51
>> *To: *[email protected]
>> *Reply To: *[email protected]
>> *Subject: *Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Indonesia
>>
>> Jangan khawatir ustad Ahmad Ridha, itu tidak akan terjadi. Wong, untuk
>> optimalisasi zakat saja masih tergopoh-gopoh. Problem paling menyedihkan
>> dari masyarakat muslim di Indonesia, yang konon populasi muslim terbesar di
>> dunia, adalah penerimaan zakat saja masih 1/100 dari potensi yang
>> sebenarnya.
>>
>> Bagaimana mungkin dengan umat sekikir ini bisa menjadi "khairu ummah"?
>> Tapi untuk secara kolektif melakukan kemubaziran (sekaligus memperkaya
>> rekening para "mato sipik") umat Islam di sini dengan senang hati
>> melakukannya beramai-ramai. Lalu setelah itu dilakukan bertahun-tahun,
>> berdekade-dekade, giliran ditanya apa penyebab mandulnya ekonomi umat,
>> telunjuk kembali diarahkan kepada "mato sipik" sebagai penyebab.
>>
>> Wass,
>>
>> ANB
>>
>>
>>
>>
>> Pada 29 November 2013 07.37, Ahmad Ridha <[email protected]> menulis:
>>
>>> Musibah besar sekali jika zakat digunakan untuk memodali akuisisi pabrik
>>> rokok. Semoga bergelimangnya uang tidaklah menyilaukan kita.
>>>
>>> Wassalaam,
>>> ---
>>> Ahmad Ridha (l. 1980 M)
>>>
>>> On Nov 28, 2013 8:26 PM, "Riyan Permana Putra" <[email protected]>
>>> wrote:
>>> >
>>> > Modal zakat digunokan untuk ma akuisisi pabrik rokok urang cino tu.
>>> Rokok diproduksi oleh urang Islam sendiri. Keuntungan rokok itu untuak
>>> umat. Tapi sayang. Dalam Islam rokok itu melahirkan perdebatan panjang tak
>>> berujung. Meskipun sebagian ustad2 pun merokok
>>>
>>> --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> ---
>>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>>> Grup Google.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>>
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke