Setuju pak Akmal... Dibidang orthopaedi saja.... penyembuhan tulang yang patah akan bisa 2 hingga 3 kali lipat lebih lama daripada penyembuhan tulang patah pada penderita tidak perokok. Sehingga kerugian yang timbulpun akan sakin tinggi. Sementara persentasi uang yang diberikan untuk menambal kerugian ini tidak ada. Semakin lengkaplah derita para perokok miskin nan kebanyakan urang muslim di langari ko..! Belum lagi risko emboli pda saat operasi meningkat 1,5 hingga 2 kali nan bapotensi dr bedah tulang dipinjaro... antahlah... rahyussalim
Tentu saja pemerintah akan terus melindungi industri rokok, Pak Doto. Salah satu ilustrasi paling bagus adalah film "The Insider" (dibintangi Russell Crowe, Al Pacino), tentang bagaimana konspirasi 7 perusahaan rokok terkemuka di AS berusaha menyetir negara (berdasarkan kisah nyata). Itu saja di AS yang penghasilan pajaknya sudah banyak berasal dari sektor lain pula. Apalagi di Indonesia di mana cukai rokok adalah 'ayam petelur emas'. Tapi diskusi kita bukan apokah cukai/pajak rokok ini bermanfaat atau tidak, melainkan kembali pada awal thread karena selalu ada sinisme kolektif (kebetulan saja di palanta ini muncul dari Tan Ameh, tapi di milis lain, nada serupa juga muncul) seakan-akan orang Cina yang supermilyarder itu adalah pangkal penyebab kesulitan kita, yang pribumi. Nah, dengan melihat contoh Budi & Michel Hartono di peringkat satu, dan kebetulan pemilik Djarum, ambo rasa hal itu juga tidak fair, karena penopang kekayaan dinasti Hartono selama ini (sebelum mereka beranak pinak mengakuisisi BCA dll) adalah berasal dari penjualan rokok mereka, yang konsumen terbesarnya adalah 'si hidung pesek', bukan 'si mato sipik'.
Lebih aneh lagi, jika (secara kolektif) muslim di sini sangat mudah membakar uang lewat rokok, tapi giliran untuk zakat mal bakhilnya "Allahurabbi". Jadi semua ide tentang ekonomi kerakyatan, ekonomi umat, pada dasarnya adalah omong kosong saja, selama ada "black hole' yang besar dari cara berpikir umat tentang rokok ini. Itu konteksnya Pak Doto.
Wass, ANB Pada 29 November 2013 08.30, <[email protected]> menulis:
. * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. | ||||||
- Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Indonesia rn . amiroeddin
- Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Indonesia ajo duta
- Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Indonesia ajo duta
- Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Indones... Riyan Permana Putra
- Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Ind... Ahmad Ridha
- Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Ind... Akmal Nasery Basral
- Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Ind... rahyussalim
- Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Ind... Akmal Nasery Basral
- Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Ind... rahyussalim
- Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Ind... Akmal Nasery Basral
- Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Ind... rahyussalim
- RE: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Ind... Rina Permadi
- Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Ind... Akmal Nasery Basral
- RE: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Ind... Rina Permadi
- Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Ind... rn . amiroeddin
- Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Ind... ajo duta
- Fwd: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya In... Muchwardi Muchtar
- Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Ind... ajo duta
- Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Ind... Akmal Nasery Basral
- Fwd: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Indone... Muchwardi Muchtar
- Re: [R@ntau-Net] Daftar 50 urang kaya Indones... Akmal Nasery Basral
