Assalalmualaikum Wr Wb Bapak Zaid dan Bapak Bachtiar  Yth

Alhamdulillah, taraso mandapek durian runtuah katiko mambaco diskusi
Bapak-Bapak yang terhormat.
Dua pandangan yang berbeda dengan satu tujuan
Sama-sama menginginkan Ranah Minang yang maju

Kehebatan Bapak-bapak berdua
Mengingatkan hanifah pada papa Damanhuri
Yang memilih berhenti mengurus Bank Nasional
Mengikuti langkah gurunya Bung Hatta
Yang lengser ke praboni

Dalam diskusi ini
Hanifah setuju dengan kebijakan Bapak Bachtiar Muin
Dengan mata telanjang dan tidak mengerti bisnis
Hanifah bisa membayangkan nasib rakyat Minang nantinya
Papa Damanhuri adalah orang yang berpihak pada rakyat
Kemampuan membaca jauh ke depan yang dimilikinya sangat bagus
Ketika hanifah masih di SD
Kami bersepeda dan berhenti di daerah Kapas Panji
Sambil memandang pemandangan sawah dengan padi menguning
Papa berkata... Tahun 2000 nanti
Sawah-sawah ini berubah fungsi
Padang Luar dan Bukittinggi jadi menyatu
"Kok bisa pa", tanya hanifah
Karena pertumbuhan penduduk.
Ramalan papa tidak meleset...

Disamping pernah berguru kepada Bung Hatta
Papa Damanhuri orangnya super cerdas
Dan mampu belajar sendiri melalui buku2 yang dibaca
Walau kami anak-anaknya memeiliki gelar akademis
Tak ada yang mampu menyamai papa Damanhuri
Papa sering marah sendiri begitu mendengar dari radio
Pidato2 presiden yang indah didengar
.....

Hari ini Padang diselimuti awan tebal dan hujan
Jalanan tergenang air
Tak ada tanda-tanda mentari akan bersinar
Hanifah yakin dan percaya
Banyak yang memilih tinggal di rumah
Karena jalanan dimana-mana tergenang air

Ya Allah yang Maha Kuasa
Lindungilah kami dari marabahaya
Lindungilah negari kami dari penjajahan oleh siapapun
Tunjukilah para pemimpin di negeri kami
Agar memikirkan rakyat yang dipimpinnya
Untuk selalu mengingat-Mu Ya Allah
Walau bagi-MU tidak ada rugi sama sekali
Kami kafir atau kami beriman
Karena Engkau telah menyediakan tempat untuk keduanya
Lahaula wala quwwata illabillah

Salam


Hanifah Damanhuri








Pada 3 Desember 2013 08.27, Bakhtiar Muin PhD <[email protected]> menulis:

> Assalamualaikum.
>
>
>
> Angku Zaid Dunil yg budiman.
>
>
>
> Mohon maaf, kalau cara menulis ambo lancing, tapi ambo memberanikan diri
> kepado angku, urang gadang, mantan Direktur Utama Bank BDN, mantan boss
> kawan2 ambo.
>
> Ambo pernah batandang ke kantor angku, waktu Cholil Hassan jadi vice
> president bank BDN. Angku tidak pernah dengar namo ambo, tapi ambo kenal
> angku sebagai boss teman2 ambo yg di BDN.
>
>
>
> Dari tutur kata yg sangat sopan, halus dan sangat baik, ambo mangarati
> angku Zaid Dunil urang gadang nan randah hati, dan sangat baik.
>
> Ambo baco posting angku, lurus bana, berdasarkan ilmu pengetahuan, teori2
> ekonomi.
>
>
>
> Pangalaman ambo bagaul jo urang baik2, seperti Syahril Sabirin, Malik
> Fajar, Moh Nuh, angku nan mantan dirut bank. Urang baik2 iko, kurang
> tapikia di nyo walaupun doctor di kicuah para bandit.
>
>
>
> Ambo teringat, waktu ada diskusi Kahmi dengan SBY, Syahril Sabirin,
> ditahun 1994, kalau ngak keliru. Ambo tanyo samo kawan ambo Syahril
> Sabirin, baa kok sampai kecolongan 6oo Triliun BLBI. Baliau menjelaskan
> dari teori2 ekonomi, menggigil beliau menerangkannya. Diskusi indak ambo
> teruskan, takuik ambo Syahril Sabirin sakit. Begitu juo, sampai sekarang,
> kalau ambo lihat, Boediono tetap saja kekeh membela diri mengenai BLBI dan
> Century, kebijakan yg benar. Begitu juga Sri Mulyani.
>
> Boediono, Syahril Sabirin, Dradjad Djiwandono, Anwar Makarim, Arief
> Budiman, Ambo, samo2 ka Amerika, generasi HIID tahun 1976, dimana kami
> bertemu di Harvard.
>
> Dari tulisan2 angku ambo lihat cara berpikir angku sejalan dengan
> Boediono, Syahril Sabirin, Sri Mulyani, Drajad Djiwandono. Maaf kalau ambo
> keliru, angku direktur utama BDN, yg melihat dunia ini baik, Padahal diluar
> kantua angku, banyak bandit yg dipengaruhi syeitan.
>
> Ambo sama sekali tidak mamarintah angku, tapi ambo menyarankan agar angku
> bajalan pagi sepanjang Toll Jakarta Cikampek,melihat langsung bagaimana
> tanah didaerah itu jatuh ke tangan konglomerat dalam ratusan ribu hektar.
>
> Begitu juga, Jakarta yg dulunya, tanah2 luas bekas kebun karet jatuh ke
> tangan konglomerat dalam ratusan ribu ha.
>
>
> Cubo juo, angku lihat, bagaimana kredit bank yg angku kucurkan trilliunan
> ke konglomerat, sebagai prime customer dengan bunga rendah, di kreditkan
> kembali untuk mencicil property dan mobil, dengan bunga tinggi.
>
> Apo batanyo, sama sekali tidak mamarintah, apakah terpikir oleh urang2
> gadang seperti angku, memberi kredit ratusan trilliun kepada konglomerat.
>
> 300 trilliun kredit ke konglomerat sebg prime customer dengan bunga 8%,
> dikreditkan kembali ke masyarakat, seperti KTA dengan bunga 20-30 setahun.
> Taruklah bunga 20% saja, yg dibayar oleh rakyat.
>
> Selisih 12% dikalikan 300 Trilliun, sudah 36 Trilliun, dapat uang dengan
> ongkang2 saja.
>
> Jadi tidak masuak di kapalo ambo, kebijakan Boediono, Sri Mulyani.
>
> Belum lama ini, dalam kongres Diaspora, Sri Mulyani juga memberi ceramah2
> investment, capital market dsbnya. Pertumbuhan ekonomi dllnya.
>
> Income Indonesia, bakal naik2 sekian ribu dollar.
>
>
>
> Nan Jaleh di ambo, 30 tahun jadi pagawai nagari, jadi dosen ITB, tidak
> pernah ngurus pangkat, gaji lebih dari satu abad tidak dibayar, pension
> kurang dari tiga juta.
>
>
> Ambo sudah umur 65 tahun, masih berjuang untuk hidup keperluan se hari2.
> Selama 30 tahun jadi dosen ITB, untuk hidup cari makan sendiri, jadi
> konsultan.
>
>
>
> Sementara kolusi kebijakan antara penguasa dan pengusaha, melahirkan
> konglomerat modal dengkul, jadi kaya raya ratusan trilliun.
>
>
>
> Boediono, samo2 sakola ke Amerika, mengeluarkan kebijakan mendiskriminasi
> bangsa sendiri. Gaji Ekspat dengan kita yg sama sakola ke Amerika, lebih
> dari 10-20 kalinya. Di Amerika, kita karajo, gaji sama antara melayu dan
> bulek, di negeri sendiri, kita di diskriminasi. Suatu tragedi.
>
>
>
> Boediono, Syahril Sabirin, Dradjad Djiwandono CS, dikirim ke luar negeri
> dapat perlakuan khusus dari negeri paman Syam.
>
> Mereka2 yg berangkat dari Departemen Keuangan, dapat tunjangan
> depkeu,dapat dari Amerika USAID, dapat lagi dari Ford Foundation tunjangan
> keluarga, sementara kami dari perguruan tinggi, para isteri kerja menguli
> jadi membersihkan apartemen, baby sitters, laundry.
>
> Kalau ambo cukup baruntuang, istri ambo karadjo jadi pegawai state, jadi
> lumayanlah, dapat jaminan kesehatan, dan gaji yg lumayan.
>
> Mengenai data2 yg angkut pertanyaan, ambo indak menjawab, karano data2 yg
> diserahkan perkumpulan gereja ke PEMDA, sangat jauh berbeda dengan data2
> BPS, dan data2 departemen agama, dan departemen dalam negeri.
>
>
>
> Jadi data mana yg benar, apakah data2 dewan gereja atau data2 BPS,
> departemen agama. Data Dewan gereja ber lipat2 dibandingkan dengan BPS,
> Departemen Agama. Seperti kota Bandung, data dewan gereja, mengklaim, rumah
> peribadatan mereka, baik dalam bentuk gereja, atau rumah2 yg dialih
> fungsikan jadi gereja lebih dari 4500. Data yg angku postingkan sangat
> kecil dibandingkan klaim dewan gereja.
>
> Angka 30% untuk kota Bandung, adalah voting capacity dari Kristen di
> Bandung, yg sangat penting diperhitungkan dalam pilkada.
>
> Kristen saat ini, mengklaim voting capacitynya 30%, sehingga mereka yakin,
> siapapun yg mengambil Kristen, jadi wakilnya, akan menang jadi presiden di
> Indonesia. Test Case sdh dilakukan di DKI, dan berlanjut di pilpres 2014.
>
> Kalau urang Minang khawatir dengan Kristenisasi, kalau ambo yakin
> islamisasi.
>
>
>
> Ambo Yakin Sulawesi Utara, pusat Kristen, dalam tempo beberapa puluh tahun
> saja, Islam dan Kristen akan seimbang di Sulut.
>
>
>
> Ambo memang bombastis, karena urang Minang takuik Kristenisasi, ambo bom
> dengan beberapa puluh tahun, Kristen, Islam akan seimbang di Minang, ingin
> tahu reaksi urang Minang.
>
>
>
> Abad ke 21, adalah abad bangkitnya ummat Islam di dunia. Di Barat Amerika,
> Eropa, Australia, Islam the fastest growing religion.
>
>
>
> Sekali lagi ambo minta maaf, ambo tidak sama sekali menyuruah angku
> melihat lapangan, tapi buliah ambo menyarankan angku, melihat langsung
> kejahatan di lapangan, sehingga yunior2 angku, tidak lagi mengucurkan dana
> ratusan trilliun ke konglomerat hitam.
>
>
>
> Ambo tidak anti investasi, investasi sangat baik, apalagi bunga uang di
> negara2 maju rendah, bisa dimanfaatkan untuk pembangunan.
>
> Tapi bukan investasi Lippo, yg akan menjungkir balikkan pariuk nasi, urang
> awak.
>
>
>
> Superblok berdiri di kota2 Padang, Padang Panjang, Bukit Tinggi,
> Payakumbuh, Solok dllnya, urang akan beralih belanja di superblock, karena
> serba ada, efisien, akan mematikan pusat2 perdagangan yg ada sekarang, jadi
> kota tua, sepi pembeli.
>
> Kalau superblock dibangun, bangunlah oleh urang Padang sandiri, atau
> serahkan ka adiak ambo. Beliau sanggup bangun superblock. Tapi bisnis adiak
> ambo, bisnis murni, tidak ada unsur sogok menyogok.
>
> Tasarah urang Padang, mau bangun superblock sendiri, atau mau jadi kuli
> Lippo.
>
>
>
> Salam
>
> Bakhtiar Muin
>
> 65 tahun, asal Padang Panjang.
>
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke