Sanak ANB n a h. Partamo tamo mokasih ateh pencerahannyo, dan maaf kalo komentar spontan ambo mereduksi niat baik sanak ANB memposting sepak terjang Ahok yang patuik kito appresiasi basamo bukannyo berprasangka buruak.. Dalam hal ko sanak ANB banaa saratuih persen..
Tapi dari suduik yang lain, kito andaknyo harus fair juo manilai sagalo sesuatunyo.. Dan maaf ambo mendapek kesan fenomena Ahok dan Jakowi di Jakarta, antah sangajo ato indak sangajo apresiasinyo agak balabiahan....Apopun yang dikarajokan Ahok dan Jokowi, walaupun itu jaleh tugas dan tanggung jawabnyo antah sangajo ataupun indak sangajo diekposs secara luar biasa.. Memang suatu ironi, kondisi umat islam kiniko.. kurang tokoh panutan, kurang role model yang dapek dicaritokan ka anak anak.. Yang banyak diekposs dan menghiasi headline berita dunia, hanyo kondisi yang memprihatinkan.. banyak yang jadi koruptor, saliang jegal dan saliang mengkafirkan bahkan saliang bunuah.. yang namonyo ukuwah jauh sakali.. Ambo bukannyo terlalu naif, tapi cukuik realistis.. bunda Teresa dan Paus Paulus merupakan dua tokoh humanisme yang duniapun mengakuinyo, tapi manuruik pemahaman ambo sebagai urang islam kito cukuik mangakui tapi bukannyo mengagumi dan jadi panutan karano mereka indak bariman...dan itulah yang manurik pengertian ambo pribadi keberpihakan yang nyato ka agamo yang kito anut.. Tapi memang zaman alah barubah.. pamikiran ambo barangkali sangaik konservatif indak tarbuka dan berwawasan luas..bantuak kebanyakan umat Islam kiniko... Bantuak kajadian di Mesir, sampai kinipun indak masuak dipikiran ambo Grand Sheikh Al Azhar.. berpihak dan bergandeng tangan dengan kelompok liberal, atheis dan meliter menghancurkan dan membunuhi saudaranya sendiri pendukung Presiden Morsi dan MB yang jelas jelas telah dipilih mayoritas rakyat Mesir dan mengusung project Islamisasi.. Tarimo kasih sakali lai, karano alah ma-ingek-an ambo.. InsyaAllah saketek saketek ambo lai juo bapikia dan berbuat untuak masyarakat minimal yang terjangkau, tapi kalo dibandingkan dengan Ahok yaa jelas ambo nothinglah... , Talabiah takurang mohon maaf.. Wass, Sfd, KL, Malaysia On 12/4/13, Akmal Nasery Basral <[email protected]> wrote: > Adidunsanak Palanta RN n.a.h, > rupanya topik ini sudah memanjang, melebar, meluas, sampai mengait-kaitkan > dengan RS Siloam, bahkan terus menjalar sampai Bunda Theresa dan Paus > segala. > Lucu juga penarikan kesimpulan seperti ini. > > Untuk menyegarkan kembali apa tugas pokok seorang Wakil Gubernur (yang di > Jakarta saat ini dipegang oleh Ahok), ambo kutip UU No. 32/2004 pasal 26 > huruf F yang menerangkan adanya 12 (dua belas) tugas ex officio Wagub DKI, > yakni: > > 1. Ketua Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah > 2. Ketua Lembaga Kerjasama Tripartit > 3. Ketua Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA) > 4. Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) > 5. Ketua Dewan Pembina Jakarta Islamic Center > 6. Ketua Badan Pembina Lembaga Bahasa dan Ilmu Al Qur’an > 7. Ketua Badan Pembina Pengembangan Tilawatil Qur’an > 8. Ketua Dewan Pertimbangan Badan Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (BAZIS) > 9. Ketua Dewan Pembina Badan Pembina Perpustakaan Masjid > 10. Ketua Badan Pembina KODI > 11. Ketua Dewan Penasehat Forum Kerukunan Umat Beragama > 12. Ketua Majelis Pembimbing Daerah dan Majelis Pembimbing Daerah Harian > Gerakan Pramuka DKI Jakarta. > > Tugas no 5-9 (font hijau) berkaitan langsung dengan dunia keislaman untuk > wilayah DKI. Jadi, dari tupoksi Wagub ini saja terlihat bahwa perhatian > Ahok terhadap para hafizul Qur'an di DKI memang masih bertaut dengan bidang > kerjanya (Ahok sebagai Wagub, bukan Ahok sebagai non-muslim dan Cina). > Apalagi seperti dalam artikel itu, disebutkan Ahok tidak jalan sendiri tapi > berkonsultasi dengan Dr. Quraish Shihab, Direktur Pusat Studi Al Qur'an > Jakarta. Ambo pernah mendapat penjelasan dari salah seorang mubaligh muda, > anak buah Dr. Shihab di PSAQ, di mana anak muda juga seorang doktor dari Al > Azhar Kairo dan menantu pahlawan nasional dari Bekasi, KH. Noer Ali, bahwa > perhatian PSAQ bukan hanya pada studi akademis tentang Qur'an, melainkan > juga kehidupan para penghafal Qur'an sehari-hari. > > Di Cibubur sendiri, sekitar 10 km radius dari rumah ambo, ambo kenal > pribadi dengan hampir 10 orang hafizul Qur'an yang merupakan imam rawatib > di sejumlah masjid. Salah seorang hafiz ini, umur 27 tahun, sudah menikah > dan punya anak 1, awalnya sempat ditawari sebagai guru oleh salah satu > sekolah Islam swasta di Cibubur. Tetapi kemudian tak diambilnya. "Tugasnya > lebih banyak dari honor yang ditawarkan," kata alhafiz yang sedang kuliah > S-2 di PTIQ ini. "Sehingga akhirnya saya menerima tawaran masjid ini > (sebagai imam)" katanya. Saya tak bertanya, berapa yang dia dapatkan > sebagai imam masjid. Tapi yang jelas, untuk rumah bagi keluarganya > disediakan oleh sang pemilik masjid. > > Ini yang ambo kira dimaksud Ahok bahwa para penghafal Qur'an itu > hebat-hebat, punya daya ingat yang bagus, sehingga kalau diberdayakan > sebagai penerjemah atau bidang lain yang berkaitan dengan transformasi ilmu > agama, akan membuat standar hidup mereka juga lebih baik. > > Jadi, ketika ambo mengirim link (awal) berita ini, dalam konteks Ahok > sebagai Wagub DKI yang punya tugas di bidang keagamaan ini (sekali lagi > secara ex officio tugas Wagub, bukan tugas Gubernur) maka ambo menambahkan > komentar "Pejabat muslim lain ke mana?" yang selayaknya dibaca, "para Wagub > muslim lainnya sebelum ini (sebelum) Ahok, apakah juga memikirkan kehidupan > para hafizul Qur'an?" > > Cobalah para apak, bundo, mamanda, uni, uda, yang lamo tingga (atau paranah > tingga) di Jakarta, mangingek-ingek ado ndak sabalun ko seorang Wagub DKI > pernah secara terbuka menyatakan pikirannya tentang kehidupan para > penghafal Qur'an? > > Lha kok kini dek karano ado surang Wagub nan mamikiakan kehidupan para > alhafiz nan sudaro-sudaro awak tu, malah sang Wagub yang diberondong > su'udzhon dengan macam-macam tudingan? Bukankah seharusnya awak bersyukur > ado Wagub nan bapakia sajauah ko? Dan publikasi tentang perhatian Ahok > kepada para penghafal Qur'an ini justru sebaiknya disebarluaskan, bukan > untuk memuji Ahok membabi buta, melainkan kelak sebagai kontrol sosial bagi > Ahok pula kalau karena satu dan lain hal (mungkin akibat tumpukan banyak > tugas lain) dia terlalai mewujudkan janjinya ini. > > Kalaupun niat Ahok mendapat kesangsian dari sejumlah dunsanak, apo indak > sabaiaknyo awak istighfar dan mambuka baliek pasan Nabi bahwa Allah > mencatat niat baik hamba-Nya (tidak disebutkan dalam matan hadis hanya > mencatat niat baik muslim sajo, tapi mencatat niat baik hambaNya, yang > berarti semua orang) dengan satu kebaikan, dan kalau hamba itu mewujudkan > niat kebaikannya maka akan diganjar 1o kebaikan sampai 700 kebaikan, > sementara jika hamba itu berniat jahat, tidak ada catatan kejahatan atas > niat itu sampai kejahatan itu diwujudkan sang hamba, dan dicatat malaikat > sebagai satu kejahatan. > > Bayangkan, betapa murah hatinya Allah Swt terhadap niat baik hambaNya. > Sementara Allah begitu baik, kok bisa kita yang sama-sama makhluk dengan > orang yang sudah berniat berbuat baik seperti Ahok, malah menyabot hak > menilai niat seseorang yang sejatinya hanya milik Allah? > > Yang juga penting kita renungkan adalah QS 5:8: ... *dan janganlah > kebencianmu terhadap satu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berlaku > adillah karena itu lebih dekat pada ketakwaan* ..." > > Bukan salah Ahok dia terlahir berdarah Cina. Dan bukan karena dia Cina maka > kita mengukur tugasnya sebagai Wakil Gubernur DKI. Tapi karena dia sekarang > menjadi Wagub dan ada tugas Wagub yang berkaitan dengan kehidupan komunitas > muslim seperti pada paparan tugas di atas, dalam konteks itulah ambo > memberikan apresiasi. > Nanti kalau Ahok melenceng dalam tugasnya sebagai Wagub, ya kita kritik. > Tapi juga bukan karena dia Cina, melainkan karena dia tidak kapabel > menjalankan tugas konstitusi yang diamanatkan kepadanya sebagai Wagub. > > Jadi bagi sanak Syafruddin Syaiyar yang (ingin ambo khususnya) > membandingkan hal ini dengan kisah khalifah Umar bin Abdul Aziz, jangan > naiflah kalau belum mengerti konteks masalah ini sanak. Apo sanak > Syafruddin nan tingga di KL, Malaysia, lai tahu kehidupan para penghafal > Qur'an di Jakarta? Kalau iyo lai tahu, apo paranah sanak mamikiakan serius > masalah ko? Kalau alah paranah juo mamikiakan serius masalah ko, buliah > tahu ambo apo nan alah sanak lakukan untuk para sudaro-sudaro awak nan alah > mendedikasikan waktu dan hidup mereka sebagai hafizul Qur'an tu? > > Wallahu a'lam > > Salam, > > ANB > 45, Cibubur > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
