Padang, (Antara) - Provinsi Sumatera Barat berada pada peringkat ke-13 nasional kasus AIDS pada 2012, sehingga penanggulangan dan pencegahan penularan HIV/AIDS membutuhkan upaya bersama semua pihak mulai dari lingkungan kerja, keluarga dan bangsa.
"Untuk menekan jumlah orang terkena AIDS, tentu harus sinergitas semua elemen masyarakat, swasta dan pemerintah daerah," kata Staf Ahli Gubernur Sumbar Bidang Ekonomi dan Keuangan Sekretariat daerah Provinsi (Setdaprov), Hansastri pada peringatan Hari AIDS sedunia tahun 2013 di Padang, Rabu. Menurut dia, kemitraan dengan sektor swasta merupakan salah satu upaya strategis untuk mendorong partisipasi aktif dan memperluas cakupan serta berkesinambungunan dalam upaya pencegahan HIV dan penanggulangan AIDS. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, pelaksanaan program AIDS sudah mulai menunjukkan tanda yang menggembirakan, namun upaya yang keras melalui kemitraan dengan semua pihak sangat penting. Tujuannya untuk dapat memastikan upaya penangulangan berjalan dengan lebih intensif, terpadu, menyeluruh dan saling mendukung, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2006, tentang Komisi penanggulangan AIDS Nasional. Jadi, dalam kinerja upaya pencegahan dan penanggulangan AIDS baik ditingkat nasional maupun daerah, perlu peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dengan memamfaatkan semua momentum yang ada. Selain itu, katanya, masyarakat mesti diberi informasi yang tepat dan benar mengenai HIV dan AIDS, termasuk juga dengan menjalankan prilaku yang aman dari tertularnya HIV. Kemudian ODHA --sebutan untuk orang-orang yang telah mengidap HIV-AIDS--, agar memiliki akses dalam perawatan pelayanan, pengobatan dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya. "Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) provinsi dan kabupaten/kota dapat berperan sebagai koordinator pelaksana program, berkoordinasi dengan sektor terkait baik instansi pemerintah maupun sektor terkait maupun sektor swasta," tambahnya. Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes), Sumbar Riderson menambahkan, sabagian besar orang terinfeksi HIV tidak menyadarinya karena tiada ada gejala yang tampak segera setelah gejala awal. Beberapa orang mengalami gangguan kelenjer yang menimbulkan efek seperti demam yang disertai panas tinggi, gatal-gatal, nyeri sendi dan pembekakan pada limpa. Kendati demikian infeksi HIV tidak disertai dengan gejala awal, seseorang yang terinfeksi sangat mudah menularkan virus tersebut kepada orang lain, makanya perlu dilakukan tes HIV untuk menentukan ada tidaknya virus di dalam tubuh atau tidak. Berdasarkan data kementerian kesehatan hingga September 2013 tercatat kasus AIDS sebanyak 20.397 kasus, sementara kasus HIV tercatat 20.393 kasus. Kasus terbanyak berada pada kelompok usia 20 hingga 29 tahun, namun disayangkan di Sumbar sampai saat ini baru 10 kabupaten/kota yang memiliki fasilitas klinik konseling dan tertinggal sukarela HIV-AIDS dengan SDM yang terlatih. Hari AIDS Sedunia(HAS) yang diperingati pada tanggal 1 Desember dan puncaknya diperingati tanggal 4 Desember 2013 dengan tema "Cegah HIV/AIDS, Lindungi pekerja, keluarga dan bangsa". Fokus pada sektor tenaga kerja menjadi penting, mereka yang berada di usia produktif antara 19 hingga 50 tahun, karena orang dengan HIV-AIDS berasal dari kelompok ini. "Sekitar 80 persen orang yang terkena HIV-AIDS(ODHA), adalah mereka yang berada di usia produktif 19 hingga 50 tahun," tambahnya. Justru itu, momentum peringatan HAS 2013, Dinkes Sumbar mengambil peran utama dalam peningkatkan akses dan fasilitasi untuk penyediaan sarana bagi kelompok pekerja usia produktif untuk bisa melaksanakan konseling dan testing HIV melalui kegiatan mobile VCT valuntary conseling dan testing (VCT). Mobile VCT gratis dilaksanakan di Kota Padang, Kota Payalumbuh, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Solok dengan sasaran usia produktif. Ia mengatakan, penyuluhan kepada kelommpok remaja dan mahasiswa bekerja sama dengan lintas sektor terkait, sehingga berharap dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran semua pihak untuk dapat mencegah penularan HIV-AIDS. (*/sir) Antara-Sumbar Provinsi | Berita | 2013-12-04 20:43:30 WIB -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
