Assalamualaikum Wr.Wb. Yth. Bapak Maturidi sarato para Pambaco nan Budiman.
HIV/AID itu bisa datang dari venekontakt, dari transfusi Darah, Doktergigi yang memakai instrument yang gak steril, Tukang Pangkas/ Pisau cukur, ciuman, Sikatgigi bekas yang terkontaminasi dsb. dsb. dll.
Coitus tanpa ciuman itu tak diberitakan sama sekali, ataupun tak digarisbawahi.
Wah wah..... kalau dimato ambo Pak Maturidi, iko IKLAN besar2an nan sangat AGGRESIVE yang disebarkan oleh Raja2 Karet Dunia beserta Raja2 Kimia-farma Dunia yang bercokol di-Negaraindustri, sebangsa Penipuan/Pembodohan Massal.
Effektnya HIV semakin menjadi banyak, karena Penzina & Calon2nya berfikir dan telah ditanam di synapsisnya, bahwa ada Tangkalsakti yang modern, HIV tak tembus Condom (Karet-Sakti).
Anehnya Dokter2 Urologie dan Gynakologie yang sangat hygienis tetap memakai Sarungtangankaret yang DOUBLE dan tetap baru/steril. Hanya untuk ngecek Patien saja sudah pakai Sarungtangan dualapis.
Kenapa tidak diberitakan di Iklan maupun di Penerangan2 tersebut, bahwa para Penzina wajib memakai karet pelindung HIV yang musti dipakai dengan syarat menyelubungi keseluruhan Badan komplet.
Malahan ..... idealnya ber-lapis2.... lebih banyak lebih secur........minimal 2 lapis seperti orang2 medis yang baik.
Seandainya iklan Condom tersebut jujur bunyinya, seperti yang saya uwarkan, otomatis tak ada yang mau berzina, karena mereka takut ditulari HIV.
Setahu saya, seandainya hari ini hasil kontrol kesehatan tentang HIV/AID, andai kata yang terdeteksi tak tertular HIV/AID, itu kurang benar. Karena masa inkubasi HIV/AID tsb 6 bln, kesimpulan saya adalah: "6 bln yang lalu hingga pada hari kontrol tsb, masih dipertanyakan, yang tahu hanya Patien tsb, atau yang DIATAS. Makanya berupayalah menghindari bukan hanya dari HIV/AID ataupun ZINA, tapi waspada dan jagalah kesehatan masing2.
Sekianlah dulu koyok Medan...............
Maaf bagi yang kaget atas ciloteh saya........
Wassalam,
Muljadi Ali Basjah
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
PENCEGAHAN HIV/AID
Pencegahan HIV/AIDS yang diusahakan sekarang mungkin baru pada tingkat:
1. Mengobati yang sudah tertular HIV/AIDS
2. Memberikan penyuluhan /kunsultan mengenai HIV/AIDS
3. Menganjurkan pemakaian kondom bagi laki-laki (siapa yang mau) dan kontrasepsi bagi perempuan agar tidak hamil.
Saya pikir ini semua tidak akan efektif, yang efektif ialah:
1. Yang sudah terkena HIV/AIDS ini isolasi buang jauh ke hutan, krangkeng disana (pasung) agar yang lain jera.
Dulu sebelum 1950, kalau ada dikampung yang berzina, dubuang masuk hutan, dibikinkan podok dihutan, 7 turunan tak boleh masuk kampung. Tidak boleh memakai gelar kebesaran.
Laki-laki penzinanya dipikuli sampai babak belur
Kalau secara islam dirajam keduanya sampai mati.
Ini untuk efek jera.
2. Memberikan penyuluhan /kunsultan mengenai HIV/AIDS
Kalau penyuluhnya ulama Islam tentu yang diberikan “jauhi zina titik”. Tak ada kompromi.
Kalau penyuluhnya non muslim mungkin disuruh pakai pelindung saja.
3. Menganjurkan pemakaian kondom bagi laki-laki (siapa yang mau) dan kontrasepsi bagi perempuan agar tidak hamil.
Anjuran ini yang paling berbahaya untuk generasi Indonesia kedepan.
Dengan peringatan hari HIV/AIDS sedunia yang baru saja diramaikan dengan anjuran pakai kondom dan kontrasepsi ini menyuruh generasi kita yang mau berzina-berzinalah pakai kondom agar aman, bagi yang perempuan pakai kontrasepsi agar tidak hamil.
Cara ini malah akan menyebarkan perzinaan diseluruh negeri yang akan diikuti juga penyebaran HIV/AIDS keseluruh negeri ini.
Bagi umat islam untuk mencegah HIV/AIDS ini hanya satu:
Penzuna laki-laki dan perempuan “RAJJAM SAMPAI MATI”, persetan dengan HAM.
Yang akan menyelamatkan Negara kita, generasi, kita hanya kita sendiri, orang luar tak akan bisa menyelamatkan negeri kita.
Kusus untuk Minang: “Perlakukanlah hukum Rajjam untuk pezina”.
Kalau perzinaan sudah hal yang biasa di Negeri ini. islam itu sudah tak ada artinya, meskipun penduduknya mayoritas islam.
Kalau zina sudah mendominasi negeri ini: Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat, Hajji tak ada artinya lagi, semua itu hanya seremonial belaka.
Ingatlah ini bagi generasi muda islam Minangkabau kususnya dan Indonesia umumnya.
Wass,
Maturidi (l-75)
Asal Talang-Solok-Kutianyia
Duri Riau
Pada 5 Desember 2013 05.42, Nofendri T. Lare <[email protected]> menulis:
Padang, (Antara) - Provinsi Sumatera Barat berada pada peringkat ke-13
nasional kasus AIDS pada 2012, sehingga penanggulangan dan pencegahan
penularan HIV/AIDS membutuhkan upaya bersama semua pihak mulai dari
lingkungan kerja, keluarga dan bangsa.
"Untuk menekan jumlah orang terkena AIDS, tentu harus sinergitas semua
elemen masyarakat, swasta dan pemerintah daerah," kata Staf Ahli
Gubernur Sumbar Bidang Ekonomi dan Keuangan Sekretariat daerah
Provinsi (Setdaprov), Hansastri pada peringatan Hari AIDS sedunia
tahun 2013 di Padang, Rabu.
Menurut dia, kemitraan dengan sektor swasta merupakan salah satu upaya
strategis untuk mendorong partisipasi aktif dan memperluas cakupan
serta berkesinambungunan dalam upaya pencegahan HIV dan penanggulangan
AIDS.
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, pelaksanaan program AIDS sudah
mulai menunjukkan tanda yang menggembirakan, namun upaya yang keras
melalui kemitraan dengan semua pihak sangat penting.
Tujuannya untuk dapat memastikan upaya penangulangan berjalan dengan
lebih intensif, terpadu, menyeluruh dan saling mendukung, sesuai
dengan Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2006, tentang Komisi
penanggulangan AIDS Nasional.
Jadi, dalam kinerja upaya pencegahan dan penanggulangan AIDS baik
ditingkat nasional maupun daerah, perlu peningkatan pengetahuan dan
kesadaran masyarakat dengan memamfaatkan semua momentum yang ada.
Selain itu, katanya, masyarakat mesti diberi informasi yang tepat dan
benar mengenai HIV dan AIDS, termasuk juga dengan menjalankan prilaku
yang aman dari tertularnya HIV.
Kemudian ODHA --sebutan untuk orang-orang yang telah mengidap
HIV-AIDS--, agar memiliki akses dalam perawatan pelayanan, pengobatan
dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya.
"Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) provinsi dan kabupaten/kota dapat
berperan sebagai koordinator pelaksana program, berkoordinasi dengan
sektor terkait baik instansi pemerintah maupun sektor terkait maupun
sektor swasta," tambahnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes), Sumbar Riderson menambahkan,
sabagian besar orang terinfeksi HIV tidak menyadarinya karena tiada
ada gejala yang tampak segera setelah gejala awal.
Beberapa orang mengalami gangguan kelenjer yang menimbulkan efek
seperti demam yang disertai panas tinggi, gatal-gatal, nyeri sendi dan
pembekakan pada limpa.
Kendati demikian infeksi HIV tidak disertai dengan gejala awal,
seseorang yang terinfeksi sangat mudah menularkan virus tersebut
kepada orang lain, makanya perlu dilakukan tes HIV untuk menentukan
ada tidaknya virus di dalam tubuh atau tidak.
Berdasarkan data kementerian kesehatan hingga September 2013 tercatat
kasus AIDS sebanyak 20.397 kasus, sementara kasus HIV tercatat 20.393
kasus.
Kasus terbanyak berada pada kelompok usia 20 hingga 29 tahun, namun
disayangkan di Sumbar sampai saat ini baru 10 kabupaten/kota yang
memiliki fasilitas klinik konseling dan tertinggal sukarela HIV-AIDS
dengan SDM yang terlatih.
Hari AIDS Sedunia(HAS) yang diperingati pada tanggal 1 Desember dan
puncaknya diperingati tanggal 4 Desember 2013 dengan tema "Cegah
HIV/AIDS, Lindungi pekerja, keluarga dan bangsa".
Fokus pada sektor tenaga kerja menjadi penting, mereka yang berada di
usia produktif antara 19 hingga 50 tahun, karena orang dengan HIV-AIDS
berasal dari kelompok ini.
"Sekitar 80 persen orang yang terkena HIV-AIDS(ODHA), adalah mereka
yang berada di usia produktif 19 hingga 50 tahun," tambahnya.
Justru itu, momentum peringatan HAS 2013, Dinkes Sumbar mengambil
peran utama dalam peningkatkan akses dan fasilitasi untuk penyediaan
sarana bagi kelompok pekerja usia produktif untuk bisa melaksanakan
konseling dan testing HIV melalui kegiatan mobile VCT valuntary
conseling dan testing (VCT).
Mobile VCT gratis dilaksanakan di Kota Padang, Kota Payalumbuh,
Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Solok dengan sasaran usia
produktif.
Ia mengatakan, penyuluhan kepada kelommpok remaja dan mahasiswa
bekerja sama dengan lintas sektor terkait, sehingga berharap dari
kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan kewaspadaan dan
kesadaran semua pihak untuk dapat mencegah penularan HIV-AIDS. (*/sir)
Antara-Sumbar
Provinsi | Berita | 2013-12-04 20:43:30 WIB
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
