PENCEGAHAN HIV/AID


 Pencegahan HIV/AIDS yang diusahakan sekarang mungkin baru pada tingkat:

1.  Mengobati yang sudah tertular HIV/AIDS

2.  Memberikan penyuluhan /kunsultan  mengenai HIV/AIDS

3.  Menganjurkan pemakaian  kondom bagi laki-laki (siapa yang mau) dan
kontrasepsi bagi perempuan agar tidak hamil.



Saya pikir ini semua tidak akan efektif, yang efektif ialah:

1.  Yang sudah terkena HIV/AIDS ini isolasi buang jauh ke hutan, krangkeng
disana (pasung) agar yang lain jera.



Dulu sebelum 1950, kalau ada dikampung yang berzina, dubuang masuk hutan,
dibikinkan podok dihutan, 7 turunan tak boleh masuk kampung. Tidak boleh
memakai gelar kebesaran.

Laki-laki penzinanya dipikuli sampai babak belur



Kalau secara islam dirajam keduanya sampai mati.

Ini untuk efek jera.



2.  Memberikan penyuluhan /kunsultan  mengenai HIV/AIDS



Kalau penyuluhnya ulama Islam tentu yang diberikan “jauhi zina titik”. Tak
ada kompromi.



Kalau penyuluhnya non muslim mungkin disuruh pakai pelindung saja.









3.  Menganjurkan pemakaian  kondom bagi laki-laki (siapa yang mau) dan
kontrasepsi bagi perempuan agar tidak hamil.



Anjuran ini yang paling berbahaya untuk generasi Indonesia kedepan.



Dengan peringatan hari HIV/AIDS sedunia yang baru saja diramaikan dengan
anjuran pakai kondom dan kontrasepsi ini menyuruh generasi kita yang mau
berzina-berzinalah pakai kondom agar aman, bagi yang perempuan pakai
kontrasepsi agar tidak hamil.



Cara ini malah akan menyebarkan perzinaan diseluruh negeri yang akan
diikuti juga penyebaran HIV/AIDS keseluruh negeri ini.



Bagi umat islam untuk mencegah HIV/AIDS ini hanya satu:

Penzuna laki-laki dan perempuan “RAJJAM SAMPAI MATI”, persetan dengan HAM.

Yang akan menyelamatkan Negara kita, generasi, kita hanya kita sendiri,
orang luar tak akan bisa menyelamatkan negeri kita.



Kusus untuk Minang: “Perlakukanlah hukum Rajjam untuk pezina”.



Kalau perzinaan sudah hal yang biasa di Negeri ini. islam itu sudah tak ada
artinya, meskipun penduduknya mayoritas islam.



Kalau zina sudah mendominasi negeri ini: Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat,
Hajji tak ada artinya lagi, semua itu hanya seremonial belaka.



Ingatlah ini bagi generasi muda islam Minangkabau kususnya  dan Indonesia
umumnya.



Wass,



Maturidi (l-75)

Asal Talang-Solok-Kutianyia

Duri Riau




Pada 5 Desember 2013 05.42, Nofendri T. Lare <[email protected]> menulis:

> Padang, (Antara) - Provinsi Sumatera Barat berada pada peringkat ke-13
> nasional kasus AIDS pada 2012, sehingga penanggulangan dan pencegahan
> penularan HIV/AIDS membutuhkan upaya bersama semua pihak mulai dari
> lingkungan kerja, keluarga dan bangsa.
>
> "Untuk menekan jumlah orang terkena AIDS, tentu harus sinergitas semua
> elemen masyarakat, swasta dan pemerintah daerah," kata Staf Ahli
> Gubernur Sumbar Bidang Ekonomi dan Keuangan Sekretariat daerah
> Provinsi (Setdaprov), Hansastri pada peringatan Hari AIDS sedunia
> tahun 2013 di Padang, Rabu.
>
> Menurut dia, kemitraan dengan sektor swasta merupakan salah satu upaya
> strategis untuk mendorong partisipasi aktif dan memperluas cakupan
> serta berkesinambungunan dalam upaya pencegahan HIV dan penanggulangan
> AIDS.
>
> Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, pelaksanaan program AIDS sudah
> mulai menunjukkan tanda yang menggembirakan, namun upaya yang keras
> melalui kemitraan dengan semua pihak sangat penting.
>
> Tujuannya untuk dapat memastikan upaya penangulangan berjalan dengan
> lebih intensif, terpadu, menyeluruh dan saling mendukung, sesuai
> dengan Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2006, tentang Komisi
> penanggulangan AIDS Nasional.
>
> Jadi, dalam kinerja upaya pencegahan dan penanggulangan AIDS baik
> ditingkat nasional maupun daerah, perlu peningkatan pengetahuan dan
> kesadaran masyarakat dengan memamfaatkan semua momentum yang ada.
>
> Selain itu, katanya, masyarakat mesti diberi informasi yang tepat dan
> benar mengenai HIV dan AIDS, termasuk juga dengan menjalankan prilaku
> yang aman dari tertularnya HIV.
>
> Kemudian ODHA --sebutan untuk orang-orang yang telah mengidap
> HIV-AIDS--, agar memiliki akses dalam perawatan pelayanan, pengobatan
> dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya.
>
> "Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) provinsi dan kabupaten/kota dapat
> berperan sebagai koordinator pelaksana program, berkoordinasi dengan
> sektor terkait baik instansi pemerintah maupun sektor terkait maupun
> sektor swasta," tambahnya.
>
> Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes), Sumbar Riderson menambahkan,
> sabagian besar orang terinfeksi HIV tidak menyadarinya karena tiada
> ada gejala yang tampak segera setelah gejala awal.
>
> Beberapa orang mengalami gangguan kelenjer yang menimbulkan efek
> seperti demam yang disertai panas tinggi, gatal-gatal, nyeri sendi dan
> pembekakan pada limpa.
>
> Kendati demikian infeksi HIV tidak disertai dengan gejala awal,
> seseorang yang terinfeksi sangat mudah menularkan virus tersebut
> kepada orang lain, makanya perlu dilakukan tes HIV untuk menentukan
> ada tidaknya virus di dalam tubuh atau tidak.
>
> Berdasarkan data kementerian kesehatan hingga September 2013 tercatat
> kasus AIDS sebanyak 20.397 kasus, sementara kasus HIV tercatat 20.393
> kasus.
>
> Kasus terbanyak berada pada kelompok usia 20 hingga 29 tahun, namun
> disayangkan di Sumbar sampai saat ini baru 10 kabupaten/kota yang
> memiliki fasilitas klinik konseling dan tertinggal sukarela HIV-AIDS
> dengan SDM yang terlatih.
>
> Hari AIDS Sedunia(HAS) yang diperingati pada tanggal 1 Desember dan
> puncaknya diperingati tanggal 4 Desember 2013 dengan tema "Cegah
> HIV/AIDS, Lindungi pekerja, keluarga dan bangsa".
>
> Fokus pada sektor tenaga kerja menjadi penting, mereka yang berada di
> usia produktif antara 19 hingga 50 tahun, karena orang dengan HIV-AIDS
> berasal dari kelompok ini.
>
> "Sekitar 80 persen orang yang terkena HIV-AIDS(ODHA), adalah mereka
> yang berada di usia produktif 19 hingga 50 tahun," tambahnya.
>
> Justru itu, momentum peringatan HAS 2013, Dinkes Sumbar mengambil
> peran utama dalam peningkatkan akses dan fasilitasi untuk penyediaan
> sarana bagi kelompok pekerja usia produktif untuk bisa melaksanakan
> konseling dan testing HIV melalui kegiatan mobile VCT valuntary
> conseling dan testing (VCT).
>
> Mobile VCT gratis dilaksanakan di Kota Padang, Kota Payalumbuh,
> Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Solok dengan sasaran usia
> produktif.
>
> Ia mengatakan, penyuluhan kepada kelommpok remaja dan mahasiswa
> bekerja sama dengan lintas sektor terkait, sehingga berharap dari
> kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan kewaspadaan dan
> kesadaran semua pihak untuk dapat mencegah penularan HIV-AIDS. (*/sir)
>
> Antara-Sumbar
> Provinsi | Berita | 2013-12-04 20:43:30 WIB
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke