Sabtu, 08 Maret 2008 Padang, Padek-- Bantuan antisipasi bencana negara asing terhadap Sumbar terus berdatangan. Kalau sebelumnya Sumbar memperoleh bantuan berupa peralatan untuk PB Satkorlak Sumbar, kali ini peralatan radio dari Radio Nederland. Pemancar stasiun radio FM berkekuatan 1.000 watt ini bernilai Rp1 miliar. Radio ini ditujukan untuk edukasi masyarakat mengenai mitigasi gempa dan bencana alam, agar masyarakat lebih paham dan siap menghadapi segala kemungkinan sehingga bisa menurunkan resiko bencana.”Sumbar adalah salah satu daerah rawan bencana alam di Indonesia. Kita berharap, dengan hadirnya radio ini di Padangpanjang dapat membantu Sumbar untuk menenangkan warganya dari gempa dan ancaman tsunami yang sewaktu-waktu bisa terjadi di Sumbar,” terang Menteri Sosial (Mensos) RI Bachtiar Chamsyah saat meresmikan stasiun radio PCA 107,8 FM, bantuan Radio Nederland di kompleks SMAN 1 Padangpanjang, Kamis (6/3). Dalam acara yang juga dihadiri Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Mr Nicolaos van Dam itu, Bachtiar mengatakan, fungsi radio tidak hanya hiburan, tetapi juga bisa untuk pendidikan gempa dan bencana alam lainnya bagi masyarakat di daerah rawan bencana. Sekadar diketahui, stasiun radio FM berkekuatan 1.000 watt yang terpaket dalam sebuah kontainer senilai Rp1 miliar tersebut, memfokuskan siaran pada pendidikan mitigasi gempa dan bencana alam kepada masyarakat. Dikatakan Mensos, paket radio ini sebelumnya sudah dioperasikan di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) untuk pemulihan dampak tsunami Desember 2004. Paket ini kemudian dialihkan ke Padangpanjang setelah gempa di daerah itu Maret 2007 berkat bantuan Imam Prasodjo dari Yayasan Nurani Dunia dan pengurus Masyarakat Peduli Pariwisata Sumbar (MAPPAS) dan Masyarakat Peduli Kereta Api (MPKAS) Sumbar. Sample ImageMENSOS RI Bachtiar Chamsyah saat meresmikan stasiun radio PCA 107,8 FM, bantuan Radio Nederland di kompleks SMAN 1 Padangpanjang, Kamis (6/3). Turut hadir, Sekprov Yohanes Dahlan, Wali Kota Padangpanjang Suir Syam, Kepala BMG Padangpanjang Soemarso, Direktur Eksekutif Radio PCA 107,8 FM Yulnofrins Napilus, Direksi/Perwakilan Radio Nederland Han Harlan, anggota DPRD Sumbar Guspardi Gaus dan sejumlah unsur pejabat dan Muspida Kota Padangpanjang. Direktur Eksekutif Radio PCA 107,8 FM Yulnofrins Napilus mengatakan, beberapa waktu lalu pemancar stasiun radio dalam kontainer berukuran 20 feet telah dioperasikan di frekuensi 107,8 FM. ”Untuk siaran langsung atau pun rekaman bisa dilakukan dengan sangat mudah. Jika diperlukan, radio ini bisa mengudara selama beberapa hari tanpa operator. Cukup komputer saja yang mengoperasikan program-programnya,” ujar Yulnofrins Napilus. Yulnofrins menambahkan, Padangpanjang dipilih selain karena daerah dilalui patahan Sumatera tersebut rawan gempa, juga karena di sana terletak pusat pencatat gempa Sumbar milik Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Sekprov Sumbar Yohanes Dahlan dalam sambutannya mengatakan, menyambut baik kehadiran stasiun radio PCA di SMAN Padangpanjang ini. Sebab, bisa mendidik siswa mengenal bencana alam, karena Sumbar terletak di daerah bencana. ”Fungsi radio tidak hanya hiburan, tetapi juga bisa untuk pendidikan gempa dan bencana alam lainnya bagi masyarakat di daerah rawan bencana,” ulasnya. Ke depan, tambah Yohannes, Pemprov bekerjasama dengan BMG akan mempersiapkan materi yang akan disiarkan secara rutin ataupun breaking news nantinya terhadap segala hal perkembangan berita gempa dan ancaman tsunami. Supaya manfaatnya lebih luas lagi, nanti juga akan didukung program lain seperti pendidikan, agama, budaya, kesenian, pariwisata,” jelasnya. Sementara Wako Padangpanjang Suir Syam mengatakan, peresmian radio PCA ini bertepatan peringatan setahun gempa di Sumbar, khususnya Kota Padangpanjang. ”Ini merupakan momentum bagi Padangpanjang khususnya dan Sumbar pada umumnya untuk mengingatkan bahwa daerah ini rawan bencana, terutama gempa bumi,” ungkapnya. Untuk mengantisipasi gempa yang sewaktu-waktu bisa terjadi di Padangpanjang, Suir Syam menyatakan pihaknya bersama DPRD mulai tahun ini sudah menganggarkan dana cadangan tanggap darurat di APBD. Sejalan dengan itu, juga disiapkan posko di tiap kelurahan serta dapur umum dan peralatan lain serta penyuluhan dan simulasi bencana. (san) No virus found in this incoming message. Checked by AVG. Version: 7.5.518 / Virus Database: 269.21.6/1318 - Release Date: 07/03/2008 14:01 No virus found in this outgoing message. Checked by AVG. Version: 7.5.518 / Virus Database: 269.21.6/1318 - Release Date: 07/03/2008 14:01 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
<<inline: image001.jpg>>
