Para sanak sekalian, secara pribadi saya bersimpati kepada aksi demo utk 
menolak proyek Lippo Group di Padang, yang diduga merupakan bagian dari program 
kristenisasi di Sumatera Barat. Walau baru dugaan, namun kasus serupa sudah 
pernah terjadi sekitar tahun 1968, sewaktu Dr Owen dari RS Baptis di 
Bukittinggi membaptis 25 urang awak di Danau Singkarak, yang menyebabkan 
diusirnya RS Baptis itu ke luar Sumatera Barat. 
Saya memahami penolakan tsb sebagai perwujudan hak suatu sukubangsa utk 
memelihara identitas kulturalnya , yang dijamin oleh Ps 18 B ayat (2) dan Pasal 
28 I ayat (3) UUD 1945 serta Pasal 6 UU nomor 39 tahun 1999 ttg HAM. Kedua 
dasar hukum ini telah dirujuk oleh Pedoman Penghayatan dan Pengamalan ABS SBK 
yang dihasilkan oleh KKM/SKM GM 2010 dan Deklarasi Identitas Kultural 
Sukubangsa Minangkabau ABS SBK yg diprakarsai BK3AM tanggal 19 Mei 2013 di 
Jakarta. Deklarasi ini sudah diaktanotariskan di Jakarta tg 1 Juni 2013. 
Namun penolakan saja tentu belum cukup, oleh karena jelas sekali bahwa belum 
banyak urang awak yg benar-benar memahami, mendalami, dan mengamalkan ABS SBK 
tersebut, oleh karena memang belum diajarkan secara teratur dan sistematis 
kepada seluruh urang awak. Mungkin itu sebabnya mengapa dalam kenyataannya ABS 
SBK itu belum terwujud sesuai dengan harapan kita semua. Bacalah berita di 
media massa Sumatera Barat, dan lihatlah dalam kenyataannya. Merinding bulu 
tengkuk kita.
Oleh karena itulah mengapa Pedoman tersebut di atas memberi petunjuk agar 
kandungan ABS SBK tersebut diterangkan - atau disampaikan sebagai pembekalan - 
kepada seluruh orang awak. Untuk ini perlu dibentuk Forum Tungku Tigo 
Sajarangan ( FTTS) sebagai forum kepemimpinan sosial kita orang Minang. FTTS 
ini sedang dipersiapkan di Jakarta sebagai program uji coba. 
Sehubungan dengan itu, secara pribadi saya telah menyampaikan saran kepada 
beberapa orang tokoh pimpinan demo di Padang agar meningkatkan Sekber menjadi 
FTTS, sehingga bisa ditindaklanjuti secara terencana dan berkelanjutan.
Secara pribadi saya yakin terhadap keunggulan agama Islam terhadap agama 
Kristen. Lagi pula perlu kita perhatikan bahwa di kalangan umat Kristen sendiri 
juga terdapat kegelisahan thd ajaran Kristen, yang bisa kita ikuti dalam 
demikian banyak video di YouTube, yang menyebabkan lumayan banyaknya orang 
Kristen berpindah agama ke Islam. Saya sangat tertarik terhadap cara Syekh 
Ahmad Deedat - seorang ahli perbandingan agama - dalam menghadapi penganut 
agama Kristen, dan keterangan Syekh Yusuf Estes yang pindah dari agama Kristen 
Protestan ke Islam. Dengan kata lain, bersamaan dengan menolak kristenisasi, 
juga terbuka kemungkinan utk mengadakan islamisasi. Rasanya itu yang terkandung 
dalam ajaran Islam utk ber-' fastabiqul khairaat'. Sudah barang tentu, 
persiapannya harus baik.
Wallahualam bissawab.

Wassalam ,
SB, 77, Jkt. 

Sent from my iPad

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke