Sangat setuju dgn paparan/uraian dari P.Fashridjal.
Terlihat sekali bahwa si Fauzhi ini tdk mempunyai tenaga ahli Tata 
kota/Planonologi yang Capable.
Hanya pemikiran sesaat,jangan ada Super blok,sekarang saja Sdh macet


Dikirim dari iPhone saya

Pada 13 Des 2013, pukul 16:33, [email protected] menulis:

> Sanak Zorion, pak Maturidi, pak Saaf dan para sanak sa palanta yth
> 
> Terlihat sangat cerdik strategi JTR/LG dengan membangun RS Siloam dulu, 
> karena akan sulit ditolak. Banyak orang Minang selama ini yg berobat ke 
> Singapura, Malaka, Penang, dll. Dengan akan berdirinya RS yg berkelas biaya 
> berobat akan sangat dihemat. Juga akan tersedia lapangan kerja bagi banyak 
> orang, ini sangat dibutuhkan oleh kota Padang/Sumbar dg tingkat pengangguran 
> yg tinggi. Isu kristenisasi sudah dibantah oleh JTR sendiri, walau nama 
> Siloam itu berasal dari Injil, tapi teman2 di Palembang menyampaikan bhw 
> fasilitas LG yg sudah dibangun telah digunakan utk perayaan natal besar2an. 
> Beberapa teman telah mencek RS Siloam di Jakarta dan menyatakan kekaguman 
> mereka. Walikota/pemda dan DPRD kota Padang menyetujuinya, walau ada yg 
> menduga mereka dapat gratifikasi.
> 
> Jadi pembangunan RS Siloam, walau banyak yg menentang, karena sudah disetujui 
> yg berkuasa dan juga banyak pendukung/calon penggunanya kelihatannya akan 
> berjalan lancar.
> 
> Yang selama ini agak terabaikan adalah sebetulnya yg akan dibangun adalah 
> sebuah superblok berisi mall, rumah sakit Siloam, sekolah Pelita Harapan, dan 
> hotel di kawasan pusat kota Khatib Sulaiman (peruntukan lahan sebelumnya sbg 
> pusat pemerintahan/perkantoran). 
> 
> Perlu dikaji/dianalisa dampak lingkungannya, baik fisik, ekonomi, maupun 
> sosial dan budaya. Secara keseluruhan superblok sebesar itu berpotensi 
> menjadi pusat kota baru di Padang. Pusat2 lama di Pasar Raya/Pasar Jawa dan 
> Kampung Cino bisa jadi akan sepi pengunjung seperti Pasar Batipuh yg dulunya 
> pusat komersial kota Padang.
> 
> Dr Eko Alvarez, dari UBH menyatakan bhw superblok itu dengan 4 lantai basemen 
> utk parkir berpotensi menimbulkan kemacetan di jalan Khatib Sulaiman dan 
> jalan2 sekitarnya.
> 
> Mall yg full AC dengan banyak toko retail, restoran, cafe, bioskop dll akan 
> menjadi tempat berkumpul warga kota mulai dari anak2 sampai lansia karena 
> nyaman dan serba ada. Dengan demikian superblok itu berpotensi mengubah gaya 
> hidup (lifestyle) masyarakat kota Padang, terutama anak2 muda dan keluarga 
> muda, menjadi konsumtif, mejeng2 dll.
> 
> Jadi, jangan hanya fokus ke RS Siloam.....tapi fokus ke superblok itu yg 
> berskala raksasa utk kota Padang yg penduduknya hanya lk 800 ribu jiwa. 
> Paradigma perencanaan kota yg berkelanjutan (sustainable) adalah sebuah kota 
> sebaiknya terdiri atas beberapa bagian dengan pusat2nya sendiri, sehingga 
> pembangunan lingkungan merata. Jadi yg dibutuhkan kota Padang bukan sebuah 
> superblok, tapi beberapa blok yg tersebar di beberapa bagian kota sbg 
> sub-pusat kota, sementara pusat perdagangan tetap di Pasar Raya dan 
> sekitarnya.
> 
> Superblok itu dibangun berdasarkan sebuah visi, bayangan masa depan yg akan 
> diwujudkan. Kita mencoba membaca visi Lippo Group yg bagi mereka sangat 
> bagus, tapi bagi kita berpotensi negatif thd budaya masyarakat kota Padang. 
> Yang dapat terjadi adalah sekularisasi generasi muda kota Padang, 
> meninggalkan masjid, lebih suka berkumpul/bersosialisasi di mall superblok 
> itu.
> 
> Keberadaan superblok itu juga dapat berpotensi negatif, kehilangan 
> pembeli/pelanggan bagi toko2 dan restoran2 di pusat2 perbelanjaan yg sudah 
> ada dan sekarang ramai dikunjungi banyak orang.
> 
> Ada kekuatiran bhw LG memberi jatah kepada orang2 di eksekutif&legislatif utk 
> memiliki atau menyewa retail2 di mall itu dg harga diskon. Lalu dia bisa 
> menyewakan kembali atau menjualnya kepada pedagang dg harga yg sama dg harga 
> LG. Ini semacam gratifikasi terselubung. Kalau betul, ini mungkin alasan 
> kenapa pemda dan dprd kota Padang sangat bersikukuh mendukung investasi 
> superblok ini, bahkan mau mengubah peruntukan lahan. 
> Tapi kemungkinan ini kalaupun terjadi akan susah diperiksa dan dibuktikan.
> LG juga bisa memberi harga diskon kpd pedagang2 Cina dan yg kristen. Tapi itu 
> 'kan hak mereka
> 
> Setelah Siloam berhasil dibangun diperkirakan akan lapang jalan bagi LG utk 
> membangun sekolah2, mall, dan hotel.
> 
> Begitulah kira2 bayangan yg mungkin akan terjadi dalam jangka waktu yg tidak 
> terlalu dekat di kota Padang.
> 
> Silahkan bapak2, ibu2, dan sanak2 merenungkannya, dan memikirkan bagaimana 
> menyikapinya secara bersama.
> 
> Wallahu'alam
> 
> Salam
> Fashridjal M.Noor Sidin
> L65bdg
> 
> 
> 
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
> Teruuusss...!
> From: Zorion Anas <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Fri, 13 Dec 2013 15:01:41 +0700
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: Bagaimana cara menghadapi kegiatan kristenisasi 
> di Sumatera Barat ?
> 
> Bapak2 Senior yang budiman,
> Begitu mencemaskankah keberadaan RS Siloam ini nanti? Seolah - olah 
> keberadaan RS Siloam akan bisa mengkristenkan 1000 orang setiap tahun. Kalau 
> dulu dikasih contoh keberadaan RS Baptis mengkristenkan 25 orang. RS Siloam 
> bisa lbh hebat lagi (khayal sang pujangga). RS Yos Sudarso yg ditopang dana 
> Vatikan sdh memurtadkan berapa orang??? Nggak ada yg tahu, krn memang tdk ada 
> yg dimurtadkan oleh RS ini, walaupun di setiap ruangan rawat inap ada 
> tergantung patung salib. Jadi ada phobia yg berlebihan dari para penolak LG. 
> Saya lebih mencemaskan Al Qaedah, karena ribuan anak muda bisa menjadi martir 
> bunuh diri dgn ajaran terorisme-nya, seperti bom2 di Irak yg membunuh kaum 
> Sunni dan Syiah. Saya lebih mencemaskan lagi ribuan anak muda Minang tertular 
> HIV Aids dan penggemar2 narkoba. Karena kalau sdh terjangkit atau terperosok, 
> apapun agama yg mereka anut sdh tidak ada artinya. Dan orang2 tua cuma bisa 
> memberi nasehat tobat... tobat nasuha. Jadi biarkan Pemda yang mengurus 
> pemberian izin atau tidak. Konskuensi masa depan masyarakat yg beragama lebih 
> ditentukan oleh masing2 individu menyangkut aqidah iman yg ingin mereka anut. 
> Kita bukan tinggal di Afganistan. Tapi ini negara multi etnis dan segala 
> multi. Sampai sekarang pun ABS-SBK yg kita banggakan tidak punya panduan 
> kitab pedoman. Hanya mouth to mouth. Sedang agama punya panduan kitab2. Saya 
> tidak tahu sampai sekarang DO and DON'T ABS-SBK. Buku mana yg harus saya baca 
> utk tahu itu. Terlalu banyak kerancuan justufikasi terhadap pro dan kontra LG 
> ini. Salam.
> 
> Pada 2013 12 13 14:21, "Maturidi Donsan" <[email protected]> menulis:
>> Pak Saaf dan sanak dipalanta n.a.h
>>  
>> Bukan balum ado pak Saaf, tapi mungkin sadang bibapikia, sabalah.
>> 
>> Kalau menengok dari jejaknya, masuknya kristenisasi ke Sumbar/Minangkabau 
>> ialah pada saat Minangkabau lemah, lemah sebelum kemerdekaan oleh 
>> penjajahan, lemah selama mengalami peristiwa politik ditanah air seperti 
>> PRRI dan orde baru dan karena kelengahan.
>>  
>> Sebelum keluar UUD 45 yang diamandemenn memang pagar Minangkabau utuk 
>> dimasuki apa saja sangat lemah, setelah amandemen,  keluar Pasal 28 I  maka 
>> UU sudah memagar Minangkabau untuk hidup sesuai dengan identitas dan  
>> budayanya.
>> 
>> Pemeliaharaan dan penggunaan  pagar ini tentu terserah ke masyarakat 
>> minangkabau sendiri baik  yang di ranah atau dirantau.
>>  
>> Kusus untuk masyarakat Minangkabau baik yang tinggal diranah maupun dirantau 
>> , meskipun secara fisik kedua golongan terpisah namun emosional dan  
>> silaturahmi matrilineal tidak dapat memisahkan mereka, kedua golongan ini 
>> erat-terikat  merasa memiliki minangkabau.
>>  
>> Karena hubungan matrilineal yang kuat - mengikat masyarakat minangkabau maka 
>> tak ada garis pemisah antara mereka yang diranah dan dirantau keduanya akan 
>> tetap bahu membahu memelihara dan menggunakan pagar yang telah diberikan UU 
>> diatas.
>>  
>> Pada saat rantau karena kesibukan mungkin belum sempat konsentrasi kemasalah 
>> pagar ini maka ranah akan manggua canang agar rantau ikut bergerak terhadap 
>> apa yang telah diprakarsai ranah, begitupun sebaliknya.
>>  
>> Interaksi inilah yang terjadi sekarang antara ranah dan rantau. Adanya  
>> deklarasi ABS SBK dan ide mendorong berdirinya FTTS  yang mungkin bisa 
>> sebagai wadah   untuk menampung berbagai masalah demi kemajuan minangkabau  
>> termasuk sebagai jembatan antara ranah dan rantau.
>>  
>> Berdirinya forum ini apapun bentuk dan namanya adalah suatu keniscayaan.
>> Mudah-mudahan forum ini bisa menjadi thiks- tank-nya masyarakat minang 
>> sehingga ABS SBK  mudah dan lancar disosialisasikan.
>>  
>> Dengan mudah dan lacarnya ABS SBK  tersosialisasi kemasyarakati 
>> mudah-mudahan pagar yang telah diberikan UU untuk memagar dan memelihara 
>> identitas serta budaya Minangkabau dapat diperkuat dan dapat digunakan 
>> secara efektif, termasuk membendung kritenisasi dan budaya-budaya lain yang 
>> sekarang ini secara gencar mengedor-gedor pintu masuk ke ranah minang.
>>  
>> Hutang para cendekiawan baik yang ada diranah maupun di rantau adalah 
>> merealisasikan thiks- tank ini segera agar ada wadah resmi untuk menampung 
>> pemikiran ranah dan rantau untuk memperkuat pagar dan kemajuan minang 
>> kedepan.    
>>   
>> Wass,
>> Maturidi (L-75)
>> Asal Talang Solok Kutianyia
>> Duri Riau.
>> 
>> 
>> Pada 13 Desember 2013 13.01, Dr. Saafroedin Bahar 
>> <[email protected]> menulis:
>>> Ha ha ha. Alun ado nan mancatuih thread ambo lai. Indak baa doh. Anggap 
>>> sekedar info sajo, he he.
>>> 
>>> SB,77, Jkt.
>>> 
>>> Sent from my iPad
>>> 
>>> > On 13 Des 2013, at 03.23, "Dr. Saafroedin Bahar" 
>>> > <[email protected]> wrote:
>>> >
>>> > Para sanak sekalian, secara pribadi saya bersimpati kepada aksi demo utk 
>>> > menolak proyek Lippo Group di Padang, yang diduga merupakan bagian dari 
>>> > program kristenisasi di Sumatera Barat. Walau baru dugaan, namun kasus 
>>> > serupa sudah pernah terjadi sekitar tahun 1968, sewaktu Dr Owen dari RS 
>>> > Baptis di Bukittinggi membaptis 25 urang awak di Danau Singkarak, yang 
>>> > menyebabkan diusirnya RS Baptis itu ke luar Sumatera Barat.
>>> > Saya memahami penolakan tsb sebagai perwujudan hak suatu sukubangsa utk 
>>> > memelihara identitas kulturalnya , yang dijamin oleh Ps 18 B ayat (2) dan 
>>> > Pasal 28 I ayat (3) UUD 1945 serta Pasal 6 UU nomor 39 tahun 1999 ttg 
>>> > HAM. Kedua dasar hukum ini telah dirujuk oleh Pedoman Penghayatan dan 
>>> > Pengamalan ABS SBK yang dihasilkan oleh KKM/SKM GM 2010 dan Deklarasi 
>>> > Identitas Kultural Sukubangsa Minangkabau ABS SBK yg diprakarsai BK3AM 
>>> > tanggal 19 Mei 2013 di Jakarta. Deklarasi ini sudah diaktanotariskan di 
>>> > Jakarta tg 1 Juni 2013.
>>> > Namun penolakan saja tentu belum cukup, oleh karena jelas sekali bahwa 
>>> > belum banyak urang awak yg benar-benar memahami, mendalami, dan 
>>> > mengamalkan ABS SBK tersebut, oleh karena memang belum diajarkan secara 
>>> > teratur dan sistematis kepada seluruh urang awak. Mungkin itu sebabnya 
>>> > mengapa dalam kenyataannya ABS SBK itu belum terwujud sesuai dengan 
>>> > harapan kita semua. Bacalah berita di media massa Sumatera Barat, dan 
>>> > lihatlah dalam kenyataannya. Merinding bulu tengkuk kita.
>>> > Oleh karena itulah mengapa Pedoman tersebut di atas memberi petunjuk agar 
>>> > kandungan ABS SBK tersebut diterangkan - atau disampaikan sebagai 
>>> > pembekalan - kepada seluruh orang awak. Untuk ini perlu dibentuk Forum 
>>> > Tungku Tigo Sajarangan ( FTTS) sebagai forum kepemimpinan sosial kita 
>>> > orang Minang. FTTS ini sedang dipersiapkan di Jakarta sebagai program uji 
>>> > coba.
>>> > Sehubungan dengan itu, secara pribadi saya telah menyampaikan saran 
>>> > kepada beberapa orang tokoh pimpinan demo di Padang agar meningkatkan 
>>> > Sekber menjadi FTTS, sehingga bisa ditindaklanjuti secara terencana dan 
>>> > berkelanjutan.
>>> > Secara pribadi saya yakin terhadap keunggulan agama Islam terhadap agama 
>>> > Kristen. Lagi pula perlu kita perhatikan bahwa di kalangan umat Kristen 
>>> > sendiri juga terdapat kegelisahan thd ajaran Kristen, yang bisa kita 
>>> > ikuti dalam demikian banyak video di YouTube, yang menyebabkan lumayan 
>>> > banyaknya orang Kristen berpindah agama ke Islam. Saya sangat tertarik 
>>> > terhadap cara Syekh Ahmad Deedat - seorang ahli perbandingan agama - 
>>> > dalam menghadapi penganut agama Kristen, dan keterangan Syekh Yusuf Estes 
>>> > yang pindah dari agama Kristen Protestan ke Islam. Dengan kata lain, 
>>> > bersamaan dengan menolak kristenisasi, juga terbuka kemungkinan utk 
>>> > mengadakan islamisasi. Rasanya itu yang terkandung dalam ajaran Islam utk 
>>> > ber-' fastabiqul khairaat'. Sudah barang tentu, persiapannya harus baik.
>>> > Wallahualam bissawab.
>>> >
>>> > Wassalam ,
>>> > SB, 77, Jkt.
>>> >
>>> > Sent from my iPad
>>> 
>>> --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>>   1. Email besar dari 200KB;
>>>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>   3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> ---
>>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
>>> Google.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
>>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>> 
>> -- 
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> --- 
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
>> Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke