Pak Saaf dan sanak dipalanta n.a.h


Bukan balum ado pak Saaf, tapi mungkin sadang bibapikia, sabalah.


Kalau menengok dari jejaknya, masuknya kristenisasi ke Sumbar/Minangkabau
ialah pada saat Minangkabau lemah, lemah sebelum kemerdekaan oleh
penjajahan, lemah selama mengalami peristiwa politik ditanah air seperti
PRRI dan orde baru dan karena kelengahan.



Sebelum keluar UUD 45 yang diamandemenn memang pagar Minangkabau utuk
dimasuki apa saja sangat lemah, setelah amandemen,  keluar Pasal 28 I  maka
UU sudah memagar Minangkabau untuk hidup sesuai dengan identitas dan
budayanya.

Pemeliaharaan dan penggunaan  pagar ini tentu terserah ke masyarakat
minangkabau sendiri baik  yang di ranah atau dirantau.



Kusus untuk masyarakat Minangkabau baik yang tinggal diranah maupun
dirantau , meskipun secara fisik kedua golongan terpisah namun emosional dan
silaturahmi matrilineal tidak dapat memisahkan mereka, kedua golongan ini
erat-terikat  merasa memiliki minangkabau.



Karena hubungan matrilineal yang kuat - mengikat masyarakat minangkabau
maka tak ada garis pemisah antara mereka yang diranah dan dirantau keduanya
akan tetap bahu membahu memelihara dan menggunakan pagar yang telah
diberikan UU diatas.



Pada saat rantau karena kesibukan mungkin belum sempat konsentrasi
kemasalah pagar ini maka ranah akan manggua canang agar rantau ikut
bergerak terhadap apa yang telah diprakarsai ranah, begitupun sebaliknya.



Interaksi inilah yang terjadi sekarang antara ranah dan rantau. Adanya
 deklarasi
ABS SBK dan ide mendorong berdirinya FTTS  yang mungkin bisa sebagai wadah
 untuk menampung berbagai masalah demi kemajuan minangkabau  termasuk
sebagai jembatan antara ranah dan rantau.



Berdirinya forum ini apapun bentuk dan namanya adalah suatu keniscayaan.

Mudah-mudahan forum ini bisa menjadi thiks- tank-nya masyarakat minang
sehingga ABS SBK  mudah dan lancar disosialisasikan.



Dengan mudah dan lacarnya ABS SBK  tersosialisasi kemasyarakati
mudah-mudahan pagar yang telah diberikan UU untuk memagar dan memelihara
identitas serta budaya Minangkabau dapat diperkuat dan dapat digunakan
secara efektif, termasuk membendung kritenisasi dan budaya-budaya lain yang
sekarang ini secara gencar mengedor-gedor pintu masuk ke ranah minang.



Hutang para cendekiawan baik yang ada diranah maupun di rantau adalah
merealisasikan thiks- tank ini segera agar ada wadah resmi untuk menampung
pemikiran ranah dan rantau untuk memperkuat pagar dan kemajuan minang
kedepan.



Wass,

Maturidi (L-75)

Asal Talang Solok Kutianyia

Duri Riau.


Pada 13 Desember 2013 13.01, Dr. Saafroedin Bahar <
[email protected]> menulis:

> Ha ha ha. Alun ado nan mancatuih thread ambo lai. Indak baa doh. Anggap
> sekedar info sajo, he he.
>
> SB,77, Jkt.
>
> Sent from my iPad
>
> > On 13 Des 2013, at 03.23, "Dr. Saafroedin Bahar" <
> [email protected]> wrote:
> >
> > Para sanak sekalian, secara pribadi saya bersimpati kepada aksi demo utk
> menolak proyek Lippo Group di Padang, yang diduga merupakan bagian dari
> program kristenisasi di Sumatera Barat. Walau baru dugaan, namun kasus
> serupa sudah pernah terjadi sekitar tahun 1968, sewaktu Dr Owen dari RS
> Baptis di Bukittinggi membaptis 25 urang awak di Danau Singkarak, yang
> menyebabkan diusirnya RS Baptis itu ke luar Sumatera Barat.
> > Saya memahami penolakan tsb sebagai perwujudan hak suatu sukubangsa utk
> memelihara identitas kulturalnya , yang dijamin oleh Ps 18 B ayat (2) dan
> Pasal 28 I ayat (3) UUD 1945 serta Pasal 6 UU nomor 39 tahun 1999 ttg HAM.
> Kedua dasar hukum ini telah dirujuk oleh Pedoman Penghayatan dan Pengamalan
> ABS SBK yang dihasilkan oleh KKM/SKM GM 2010 dan Deklarasi Identitas
> Kultural Sukubangsa Minangkabau ABS SBK yg diprakarsai BK3AM tanggal 19 Mei
> 2013 di Jakarta. Deklarasi ini sudah diaktanotariskan di Jakarta tg 1 Juni
> 2013.
> > Namun penolakan saja tentu belum cukup, oleh karena jelas sekali bahwa
> belum banyak urang awak yg benar-benar memahami, mendalami, dan mengamalkan
> ABS SBK tersebut, oleh karena memang belum diajarkan secara teratur dan
> sistematis kepada seluruh urang awak. Mungkin itu sebabnya mengapa dalam
> kenyataannya ABS SBK itu belum terwujud sesuai dengan harapan kita semua.
> Bacalah berita di media massa Sumatera Barat, dan lihatlah dalam
> kenyataannya. Merinding bulu tengkuk kita.
> > Oleh karena itulah mengapa Pedoman tersebut di atas memberi petunjuk
> agar kandungan ABS SBK tersebut diterangkan - atau disampaikan sebagai
> pembekalan - kepada seluruh orang awak. Untuk ini perlu dibentuk Forum
> Tungku Tigo Sajarangan ( FTTS) sebagai forum kepemimpinan sosial kita orang
> Minang. FTTS ini sedang dipersiapkan di Jakarta sebagai program uji coba.
> > Sehubungan dengan itu, secara pribadi saya telah menyampaikan saran
> kepada beberapa orang tokoh pimpinan demo di Padang agar meningkatkan
> Sekber menjadi FTTS, sehingga bisa ditindaklanjuti secara terencana dan
> berkelanjutan.
> > Secara pribadi saya yakin terhadap keunggulan agama Islam terhadap agama
> Kristen. Lagi pula perlu kita perhatikan bahwa di kalangan umat Kristen
> sendiri juga terdapat kegelisahan thd ajaran Kristen, yang bisa kita ikuti
> dalam demikian banyak video di YouTube, yang menyebabkan lumayan banyaknya
> orang Kristen berpindah agama ke Islam. Saya sangat tertarik terhadap cara
> Syekh Ahmad Deedat - seorang ahli perbandingan agama - dalam menghadapi
> penganut agama Kristen, dan keterangan Syekh Yusuf Estes yang pindah dari
> agama Kristen Protestan ke Islam. Dengan kata lain, bersamaan dengan
> menolak kristenisasi, juga terbuka kemungkinan utk mengadakan islamisasi.
> Rasanya itu yang terkandung dalam ajaran Islam utk ber-' fastabiqul
> khairaat'. Sudah barang tentu, persiapannya harus baik.
> > Wallahualam bissawab.
> >
> > Wassalam ,
> > SB, 77, Jkt.
> >
> > Sent from my iPad
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke