Assalamu'alaikum adidunsanak Palanta RN n.a.h. Mohon izin posting status Facebook ambo pagi ko. Semoga berkenan.
Jika ada yang ingin melanjutkan komentar tentang maut, kematian, dan sejenisnya, ambo terima dengan senang hati. Sebagai pengingat bagi kita semua. Wass, ANB 45, Cibubur * * * DAN KEMATIAN SEMAKIN DEKAT. Jelang Subuh tadi, sekitar jam 4, kami sekeluarga membelah gelap malam dari rumah menuju Masjid Darussalam, Kota Wisata Cibubur, yang berjarak sekitar empat kilometer. Ketiga putri masih terkantuk-kantuk. Memasuki Kota Wisata, di bulevard yang agak lengang, kami melihat dua mobil terhenti di jalur cepat, menyalakan lampu darurat. Kedua mobil berjarak sekitar 2 meter. Kami pun ikut berhenti. Ternyata paling depan sekali ada sebuah mobil lain yang berhenti di sebelah kiri, tanpa menyalakan lampu darurat. Kondisi temaram. Pemandangan selanjutnya membuat bergidik, ternyata di depannya ada seorang lelaki tergeletak, menggelepar. Dan di depannya lagi sebuah motor terhumbalang melintang. Tersamarkan oleh remang cahaya yang menipu mata. "Baru banget kejadiannya, di depan saya," ujar pengemudi mobil di depan saya, "Motor itu sedang di sebelah kiri, kayaknya lagi berhenti saat ditabrak mobil itu," katanya. Sang pengemudi mobil ternyata seorang perempuan muda. Dan, Ya Allah, di depan kiri mobil, tak terlihat dari belakang, ada lagi seorang lelaki yang malah seperti membeku, dengan adanya semacam "genangan" di bawah kepalanya. Istri dan anak-anak saya (yang sudah memakai mukenah lengkap) ikut turun dan melihat takut-takut dari belakang mobil penabrak. Pengendara lain di belakang kami semakin banyak yang datang, dan mau tak mau ikut berhenti, serta turun melihat situasi. Tapi tak ada yang "mengubah" letak motor atau korban kecelakaan. Wanita sang penabrak hanya diam, terlihat dari jendela mobilnya yang diturunkan. Karena letak TKP tak terlalu jauh dari gerbang sekuriti, membuat sekuriti bisa datang cukup cepat dan segera mengambil tindakan, membuat jalan kembali bisa dilewati. Saya, istri dan anak-anak mengalami hal yang sama: perut mendadak terasa mual, meski yang kami saksikan lebih banyak seperti siluet-siluet ketimbang gambaran jelas karena masih redupnya suasana. Usai mendengarkan ceramah Subuh sekitar jam 6, kami pulang melewati rute yang sama. Terang pagi sudah datang. Beberapa warga terlihat jogging, ada juga yang membawa anjing masing-masing. Datang dari arah berlawanan, baru terlihat mobil sang penabrak masih ada, dengan kap yang penyok melengkung. Sang penabrak, korban, dan motornya, sudah tak ada. Semoga kedua korban sudah mendapatkan penanganan medis yang memadai. Jika pun ajal menjemput mereka di pagi buta, semoga keluarga mereka siap mendengar kabar mendadak yang seberat itu. Sesampai di rumah, tak seorang pun dari kami yang bisa sarapan. Satu pelajaran lagi tersaji di depan mata. Bahwa maut bukan lagi masalah hitungan hari, jam, atau menit tertentu. Tetapi ihwal sekejap mata, dalam satu tarikan napas yang bisa membuat seluruhnya berbeda. Ini "kuliah Subuh" yang sebenarnya. Membuat gigil, merasuk langsung ke dalam sukma. Dan semoga menjadi hikmah ketimbang sebuah trauma. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
