maaf sedikit terpotong, Tentang Pinjam Uang ? Bank syariah tak mengenal transaksi pinjam meminjam uang, yang ada adalah transaksi jual beli barang atau jasa. Ada underlying asset/services yang di deliver atas transaksi tersebut. Akadnya bisa murabahah, mudharabah, dll. Bisa di google
wassalam Ronald - Depok 41th 2013/12/15 Ronald P Putra <[email protected]> > Salam 'alaik Palanta, > > Tentang Predetermined Yield. > > October 2006, ketika kami pertama kali me-launch Sharia Custodian > Services, maka adjustment yang pertama kali kami lakukan terhadap system > adalah bagaimana mengakomodir booking atas selisih Estimated Yield dengan > Actual Yield pada saat maturity. Asset klien yang ditempatkan dalam bentuk > money market instrument pada bank-bank syariah, hanya mendapatkan estimated > return atas prinsipal investasi. Ini yang sering disebut orang sbg > Predetermined Yield, sebagai estimasi saja. Tolak ukur angkanya ? return > bulan sebelumnya. > > Ketika product tsb matured, maka total accrue bagi hasil yang kami > akumulasikan, akan sedikit banyak berbeda dengan real return yang kami > terima dari bank-bank syariah tersebut, yang akhirnya dilakukan adjustment > pembukuan thp pembukuan nasabah kami, pada tanggal diterimanya pencairan > pokok investasi dan bagi hasilnya. > > So ? predetemined yield hanyalah merupakan estimasi return yang akan > diperoleh, bukan real return yang akan diperoleh. Jadi ? bisakan dilihat > bedanya dengan promised yield yang dijanjikan oleh bank konvensional ? > > Pointnya : Bedakan antara Predetermined Yield dengan Promised Yield. > > Tentang Pinjam Uang ? > Bank syariah tak mengenal transaksi pinjam meminjam uang, yang ada adalah > > Mudah-mudahan link berikut bisa memberi sedikit pencerahan kepada kita > semua : > > > http://ronaldpputra.wordpress.com/2008/09/26/the-differences-between-conventional-and-islamic-economics/#comment-30 > > > Wassalam > Ronald > > > 2013/12/14 Bakhtiar Muin PhD <[email protected]> > >> >> >> >> >> *From:* Ardy Muawin [mailto:[email protected]] >> *Sent:* Saturday, December 14, 2013 8:49 AM >> *To:* [email protected] >> *Subject:* Re: Bls: [mus-lim] Tentang bank syariah >> >> >> >> Assalaamualaykum. >> >> Uraian pak BM kali ini setuju skl. Sy bbrp kl mengkritik tmn2 yg di bank >> syariah.. bhwa bank syariah lbh terkesan simbolik saja... Pengemasan dgn >> simbol2 islam tp ruh islam ttg risk sharing, tdk ada hedging atau >> predetermined profit krg mndpt perhatian. >> >> Model jual beli yg disebut pak BM itu ga ada beda sama ez pay or cicilan >> bca cmn beda namanya aja... Kl utk urusan bisnis, predetermined yield itu >> kan sbnrnya riba... Kl yg pinjam rugi, mereka kena double punishment, >> bisnis rugi n kasi profit ke bank. >> >> Saya saat ini menjalankan konsep small private funding syariah... Kl >> bisnis untung, kita bagi hasilnya... Tp kl rugi, cukup balikin pokoknya >> saja. Di sini tdk ada hedge or predetermined yield. Sbg lender, saya ikut >> resiko naik turunnya bisnis dgn at least sy dpt pokok pinjaman, krn akadnya >> adlh pinjaman bukan penyertaan modal. Shg sy terhindar dr kerugian pokok tp >> ttp rugi dr sisi time value of money. >> Split bg hasil bs disesuaikan dgn risk yg lender bear dan jg resiko gagal >> byr dr peminjam... >> >> At the end, konsep predetermined yield adlh konsep riba itu sendiri... >> Untung or rugi ya pokonya dpt segini. Kl syariah or bukan.. sy bkn ahli >> fiqh jd ndak tahu :-) >> >> Salam. >> >> Ardy >> >> Salam, >> >> Pemahaman saya. >> 1. Selama kita masih pakai rupiah, maka pengurangan nilai uang akan >> terjadi, jadi wajar pihak bank perlu memperhitungkan inflasi. >> >> 2. Tidak semua di bank syariah akadnya bagi hasil, ada yg jual beli. Dll. >> Kalau jual beli, ambil perhitungan untung dari sgl resikonya. >> >> 3. Bank system syariah masih baru, ibarat para penyebar agama islam baru >> masuk indonesia, maka masih perlu banyak adaptasi dengan system >> konvensional. >> Sy melihat perhitungan risk managementnya masih mirip konvensional... >> Karena toh kita pakai mata uang kertas yg sudah systemik konvensional bgt. >> >> Yopi >> >> [email protected] >> whatsapp: +6281216954636 >> ------------------------------ >> >> *From: *"Bakhtiar Muin PhD" <[email protected]> >> >> *Date: *Sat, 14 Dec 2013 00:02:35 +0700 >> >> *To: *<[email protected]>; <[email protected]> >> >> *ReplyTo: *[email protected] >> >> *Cc: *<[email protected]> >> >> *Subject: *[mus-lim] Tentang bank syariah >> >> >> >> Assalamualaikum: >> >> >> >> Ronald: >> >> Atas dasar apo bapak manyabuik Bank Syariah cuma akal-akalan ? Apokah alah >> malakukan kajian mandalam ? Bisa agiah bukti ilmiah di siko supayo jaleh >> siang malamnyo ? >> Ambo khawatir bapak berbicara ttg hal yg bapak tidak ketahui sama sekali. >> >> BM: >> >> Angku Ronald, pernah pinjam uang di bank syariah? >> >> Bank syariah, bank akal2an, disesuaikan se olah2 sesuai dengan prinsip >> Islam, tidak riba. >> >> >> >> Contohnya, anda pinjam uang dari bank syariah, di islam2kan seolah2 tidak >> riba, padahal hakekatnya sama saja. >> >> >> >> Anda pinjam uang 100 juta, dengan perjanjian mudarabah(pakai istilah2 >> Arab), dalam setahun dengan bunga 15 % misalnya, jadi anda harus kembalikan >> 115 juta. >> >> Anda bikin perjanjian dengan bank, atas nama bank anda beli barang bla2, >> anda se olah2 membeli barang tsb 115 juta. Jadi bayar ke bank 115juta se >> olah2 membeli barang tsb, atas nama bank 115 juta. Jadi uang 100 juta anda >> kembalikan 115 juta, se olah2 bank yg mengadakan transaksi beli barang, >> padahal anda sendiri. >> >> >> >> Kalau dalam dagang, ada system profit sharing. Kalau berdagang profit >> sharing, untung rugi ditanggung bersama, di bank syariah tidak, ditentukan >> profitnya dulu untuk bank, kalau kita untung sisanya untuk kita. Kalau rugi >> tanggung sendiri. Mana ada zaman rasulullah seperti itu. Makanya bank >> syariah tidak laku, lebih mahal bunganya(cost of moneynya). >> >> >> >> Saya berbicara berdasarkan pengalaman pinjam uang di bank syariah. >> >> Jadi janganlah memperalat MUI, yg tidak mengerti bank syariah, keluarkan >> fakta haram, bank konvensional. MUI akan kehilangan ligitimasi, kalau >> keluarkan fatwa dimana mereka tidak mengerti. >> >> >> >> Salam >> >> Bakhtiar Muin >> >> 65 th >> >> >> >> >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Grup Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >> > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
