Ass. Sanak Palanta, Yang dipersoalkan dgn bank syariah intinya hanya sistem bunga. Bagaimana dgn negara Swiss yang bunga banknya 0%. Atau Uni Eropah juga kemungkinan akan memberlakukan bunga MINUS. Jadi narok uang di bank bukan nambah tapi berkurang. Tujuannya supaya uang masyarakat produktif dan bank hanya memungut jasa pelayanan. Unsur jual beli di bank syariah jelas lebih mahal dari sistem bunga bisa mencapai 100% selama 5 tahun-10 rtahun. Yg lebih ditonjolkan pada bank syariah adalah akad-nya, seperti halnya membayar zakat. Tapi kalau nasabah rugi banknya tidak mau rugi, jelas tidak win-win. Oleh krn itu kenapa Inggeris ingin menjadi pusat keuangan syariah di eropah, jelas profitnya bisa 2 kali lipat dgn membebani nasabah dpd sistem bunga. Salam ZA. Pada 2013 12 14 11:39, "Ahmad Ridha" <[email protected]> menulis:
> Berikut beberapa artikel berikut yang di dalamnya disoroti praktik > perbankan syariah di Indonesia: > > http://pengusahamuslim.com/search/?q=diskusi+perbankan+syariah > > Wassalaam, > --- > Ahmad Ridha > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
