Sanak Bakhtiar Muin jo para sanak sapalanta, apo cukuik masalah iko sekedar diketahui sajo? Apo garak nan disarankan dan paralu kito karajokan ? Kini kan era otonomi daerah ?
Wassalam , SB, 77, Sby. Sent from my iPad > On 20 Des 2013, at 14.39, "[email protected]" > <[email protected]> wrote: > > Terima kasih mengingatkan pembaca perantau. Buka mata hati dng jernih. Wass > > > Sent from Samsung Mobile > > -------- Original message -------- Subject: [R@ntau-Net] Episode kedua dalam > menguasai Sumbar oleh oligarki. From: Bakhtiar Muin PhD To: > [email protected],[email protected] CC: [email protected] > > Assalamualaimum: > > > > Episode kedua dalam menguasai Sumbar oleh oligarki. > > Dalam Episode pertama menguasai Sumbar adalah penguasaan SBLG, Reklamasi > pantai sebagai pusat bisnis, bekas2 tangsi tentara di Padang Panjang, dan > Bukit Tinggi sebagai Superblok. > > Episode kedua, adalah kuasai lahan2 strategis di Sumatera Barat. Cara > menguasainya, methodenya sama dengan penguasaan tanah sepanjang toll Jakarta > Cikampek, dan sepanjang Toll Jakarta Bogor, yang sudah terjadi. Tidak > percaya, saksikan sendiri dengan mata kepala dunsanak. > > Desakan membuat jalan Toll, Padang Bukit tinggi yg bakal di bangun oleh Jasa > Marga, didukung oleh pemerintah daerah, sangat didukung oleh oligarki. > > Urang Minang sudah tidak sabar lagi, macet ingin jalan toll dibangun cepat2. > > Oligarki juga sudah siap untuk menguasai tanah2 sepanjang jalan, kiri kanan > toll dibeli dengan murah. > > Jangan kira, selesainya jalan toll, tanah kiri kanan toll akan menjadi mahal. > Tanah2 sepanjang jalan toll, akan tetap atau turun harganya, karena tanah tsb > terkurung, tidak punya akses ke jalan toll. Dengan kolusi dengan pejabat2, > oligarki mengusahakan, jangan sampai pemda membikin frontage road. Anda > mengerti frontage road? Frontage road, adalah jalan lokal yg dibangun di kiri > kanan jalan toll, yg seharusnya jadi kewajiban pengembang jalan toll untuk > membangunnya, bila disekitar jalan toll tidak ada jalan lokal. > > Kewajiban membangun frontage road ini yg disyaratkan oleh UU, tidak pernah > dilaksanakan. Tragedi kemanusiaan!!! Kenapa? > > Yg terjadi adalah oligarki berkolusi dengan pemda, agar tanah2 disekitar > jalan toll tetap terkurung, sehingga harganya tetap murah. > > Jadi oligarki, akan membeli tanah2 yg terkurung sepangan jalan toll dalam > puluhan ribu ha, di belinya pelan2 melalui pihak ketiga. Ada orang tua yg > meninggal, bagi harta dibelinya. Ada yg mau naik haji dibelinya, ada yg perlu > uang dibelinya. Tanah2 terkurung itu dibeli dengan harga murah. Setelah > semuanya dibeli, puluhan ribu ha, berikutnya oligarki cincai dengan pejabat > daerah. Disuruhnya bupati, walikota, membikin akses jalan dengan uang > APBD/APBN. > > Tanah yg sudah di kuasai ribuan ha tsb, kemudian dibangun pelan2 jadi pusat > wisata, daerah industri, setelah bonekanya membangun akses road, dari > APBD/APBN yg nota bene adalah uang rakyat. > > Pada waktu itu orang Minang sudah miskin, tanah sudah dijual, jadi sudah siap > jadi buruh pabrik dengan gaji murah. Jadi episode pertama menguasai sentral2 > business, rumah sakit, sekolah, episode kedua, kuasai lahan, bangun industri, > buruh sudah siap, karena sudah makin banyak urang Minang yg miskin seperti di > Jawa. > > Jadi pusat Finansial, di daerah reklamasi, pusat perdagangan sudah dikuasai, > tanah2 sudah dikuasai. > > Yang tersisa, bagi urang Minang di kampung sendiri adalah otot untuk jadi > buruh pertanian modern, buruh di superblog, buruh di pusat2 industri. > > Aduhai, pejabat2 yg menekan tombol dimulainya proyek Lippo, anda2 akan > tercatat disepanjang sejarah Minang, sebagai orang2 yg memotori proses > pemiskinan urang Minang, 20-30 tahun lagi, anda2 akan melihat cucu anda, jadi > jongos dikampung sendiri. Kalau anda2 sakit, cucu2 anda tidak akan sanggup > membiayai anda2 masuk rumah sakit, yang anda tekan tombol peresmiannya. > > Gemas, melihat Minang, dipimpin oleh orang2 yg cakrawalanya pemikirannya > tidak jauh kedepan. Amplop sesaat membahagiakan anda sejenak, memikiskan anak > cucu se lama2nya, ber abad2 yang akan datang. > > > > Salam > > Bakhtiar Muin > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
