*Sanak di Palanta*

*Membangun perekonomian dimasing-masing daerah mungkin tidak bisa
disamaratakan, maaf kalau saya salah, tolong dibetulkan. *

*Semua tergantung kepada hubungan antara manusianya dengan tanah tempat
mereka berpijak dan budayanya yang dianut secara turun temurun.*



*Di Minangkabau / Sumbar hubungan ini sudah berlangsung lama jauh sebelum
budaya lainnya masuk ke Minagkabau/Sumbar. Setelah Islam masuk Minangkabau
maka Islam dan budaya minang menyatu dalam falsafah Minang  “Adat Basandi
Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” Artiny adat Minangkabau berdasarkan
aturan agama islam, aturan agama islam ini dasarnya adalah Alqura’n dan
hadis nabi Muhammad Saw. yang disingkat dengan ABS SBK. *



*Sumbar mungkin berbeda dengan daerah lain, misalnya berbeda dengan di
Jawa. Di Jawa hubungan manusianya dengan tanah tempat mereka berpijak
mungkin agak longgar, tanah tempat mereka berpijak mudah pindah tangan atau
diperjualbelikan, tanah ini bisa dipunyai oleh pemilik yang silih berganti.
*



*Karena tanah ini dari dahulu kala tempat usaha dan produksi bahan makanan,
lepas ketangan lain, meskipun dengan imbalan sementara apakah karena
terdesak dsb, yang jelas tanah untuk usaha dan produksi bahan makanan sudah
lepas dari tangan pemilik pertama. Jika imbalan sementara ini tak bisa
diperkembang dan semua asset tanah habis akhirnya menjadi petani gurem,
akibatnya jadi TKI/TKW kasarnya budak belian modern.*



*Sumbar/Minangkabau, sangat berbeda dengan daerah lain, hubungan manusia
dengan tanah tempat mereka berpijak sangat terikat erat yang dikenal
sebagai harta pusaka atau tanah ulayat tak bisa pindah tangan atau
diperjual belikan, maksimal hanya digadai sementara, yang nantinya bisa
ditebus kembali oleh anak cucu. *





*Tanah / harta pusaka ini dikuasai turun temurun secara bersama-sama/kaum
sampai hari kiamat selagi keturunan kaum itu menurut garis ibu baik yang
sejari, sejengkal, sedepa dstnya masih ada.*



*Tanah / harta pusaka ini dikuasai menurut garis ibu tak boleh pindah
tangan, kaum hanya mempunyai hak pakai atau hak mendapatkan hasil
penggarapan yang sudah diatur dari nenek moyang secara turun temurun, kaum
baik perkelompok maupun perorangan tidak mepunyai hak milik terhadarp tanah
/harta pusaka, artinya tanah harta pusaka tak bisa diperjual belikan.*



* Hal ini apakah datang secara kebetulan (kebetulan  yang sudah ratusan
tahun) atau memang sudah melalu pemikiran yang matang oleh para nenek
moyang pemikir-pemikir masa silam/terdahulu yang sampai sekarang dirasakan
manfaatnya, selagi masih ada tanah garapan masih bisa dipakai untuk usaha
tani yang menjamin kehidupan. *



*Tanah ini boleh dikatakan “asuransi jaminan hidup bagi rakyat / manusia
Minangkabau”. Inilah yang berlaku turun temurun di Minangkabau/Sumbar
sampai sekarang. *



*Inilah yang dikatakan “tak lakang dek paneh tak lapuak dek hujan”, “dimaa
bumi dipijak disinan langik dijujuang”*

*Artinya kalau menginjakan kaki /tinggal di Sumbar/Minangkabau junjunglah
langitnya, artinya hargai yang menaungi Sumbar / Minangkabau yaitu
budayanya, hargailah ABS SBK nya.*



*Jadi kalau mau membangun di Sumbar / Minangkabau siapa saja boleh masuk
tapi lihat budaya Minangkabau, jangan asal masuk, “orang Minangkabau memang
sangat cemas sekali kalau budayanya dan tanah garapannya lepas, karena
tanah dan budaya ini adalah asuransi jaminan hidup dunia akhirat bagi orang
Minangkabau,  sekali lepas untuk mendapatkan kembali susah/tak mungkin
lagi.*



*Untuk itu umumnya  para pemuka masyarakat Minangkabau baik yang diranah
maupun yang dirantau akan tetap mempertahankan agar budaya ABS SBK dan
tanah harta pusaka ini tetap utuh menjadi harta pusaka yang bisa digarap
dengan leluasa oleh anak cucunya demi mempertahankan kehidupan yang
bermartabat tidak jadi budak belian modern.*



*Tidak dipungkiri ada satu dua,  sekali lagi satu dua ( tidak gambaran umum
Minangkabau),  beberapa tanah ulayat yang sebagian  lepas dari suatu kaum
karena:*

*1.    Dibeli/ganti rugi oleh pemerintah untuk kepentingan umum /
masyarakat dsb. *

*Kalau untuk ini secara turun temurun para pemuka masyarakat Minangkabau
setuju.*



*2.    Dilepas di jual oleh ninik mamak beserta kaum dengan berbagai
alasan, yang sebetulnya secara adat Minangkabau tidak diperbolehkan. Ini
tentu para pemuka adat bisa memaparkan lebih jauh.*





*Tidak dapat dipungkiri jika para pemuka masyarakat Minang baik yang
diranah maupun yang dirantau cemas jika pembangunan di Sumbar / Minagkabau
disama-ratakan saja denga cara membangun di daerah luar Minangkabau.
Apalagi akan menyangkut hilangnya tanah / harta pusaka anak minang yang
akan diiringi oleh runtuhnya ABS SBK  minang itu sendiri. *



*Patut dan layak pemuka masyarakat Minangkabau baik diranah maupun dirantau
cemas jika pembangunan di ranah Minangkabau disamaratakan saja dengan
daerah lain yang akar budayanya berbeda. Sebaiknya juga hendaknya menjadi
pemikiran bagi perancang pembangunan di pusat maupun didaerah.*



*Terlebih terkurang mohon maaf, abih gawa jo karilahan, mudah-mudahan jadi
renungan bersama.*

*Wass, *



*Maturidi (L-75)*

*Asal Talang-Solok-Kutianyia*

*Duri Riau*









Pada 21 Desember 2013 05.52, Zaid Dunil <[email protected]> menulis:

> Mengikuti kecemasan sanak BM itu mudah saja solusinya.
> Tidak usah bangun jalan toll, tidak usah bangun industri dan pembangunan
> berskala besar lainnya. , Juga jangan bangun jalan jalan baru, nanti
> sepanjang jalan baru itu Oligarki itu juga akan membeli tanah tanah rakyat
> disitu..Tenaga kerja kita yang tiap tahun bertambah itu suruh cari kerja ke
> Malaysia di kebun kebun sawit atau kerja ke proyek proyek pembangunan di
> propinsi lain.
> Insya Allah kita akan melihat Sumbar 50 tahun yang akan datang sama
> keadaannya dengan Sumbar saat ini.karena ekonomi kita tumbuh negatiaf atau
> masimal stagnan dan pendapatan masyarakat tidak meningkat, ingflasi tiap
> tahun tetap terjadi dan masyarakat .semakin miskin.
> Rakyat propinsi lain sdh makmur sebagai hasil pembangunan ekonomi
> mereka,,daerah kita telah menjadi daerah terbelakang yang dibalut problem
> pengangguran dan kemiskinan.. Masa depan kita, kitalah yang menentukan dan
> membuat kebijakan. Kareananya Ingatkanlah anggota angota DPRD , Pejabat
> publik di Sumbar, seperti GUbernur, Walikota, Bupati agar memelihara daerah
> ini dengan tidak melakukan pembangunan pembangunan Toll, Jalan non toll ,
> Industri ,Mall ,RS dan sebagainya karena semuanya itu dikuasi oligarki.
> Wassalam.
> Dunil Zaid. &0 +10/12. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia Pdg. Tingga di
> Jkt.
>
>
> 2013/12/20 Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]>
>
> Sanak Bakhtiar Muin jo para sanak sapalanta, apo cukuik masalah iko
>> sekedar diketahui sajo? Apo garak nan disarankan dan paralu kito karajokan
>> ? Kini kan era otonomi daerah ?
>>
>> Wassalam ,
>> SB, 77, Sby.
>>
>> Sent from my iPad
>>
>> On 20 Des 2013, at 14.39, "[email protected]" <
>> [email protected]> wrote:
>>
>> Terima kasih mengingatkan pembaca perantau. Buka mata hati dng jernih.
>> Wass
>>
>>
>> Sent from Samsung Mobile
>>
>> -------- Original message -------- Subject: [R@ntau-Net] Episode kedua
>> dalam menguasai Sumbar oleh oligarki. From: Bakhtiar Muin PhD  To:
>> [email protected],[email protected] CC: [email protected]
>>
>> Assalamualaimum:
>>
>>
>>
>> Episode kedua dalam menguasai Sumbar oleh oligarki.
>>
>> Dalam Episode pertama menguasai Sumbar adalah penguasaan SBLG, Reklamasi
>> pantai sebagai pusat bisnis, bekas2 tangsi tentara di Padang Panjang, dan
>> Bukit Tinggi sebagai Superblok.
>>
>> Episode kedua, adalah kuasai lahan2 strategis di Sumatera Barat. Cara
>> menguasainya, methodenya sama dengan penguasaan tanah sepanjang toll
>> Jakarta Cikampek, dan sepanjang Toll Jakarta Bogor, yang sudah terjadi.
>> Tidak percaya, saksikan sendiri dengan mata kepala dunsanak.
>>
>> Desakan membuat jalan Toll, Padang Bukit tinggi yg bakal di bangun oleh
>> Jasa Marga, didukung oleh pemerintah daerah, sangat didukung oleh oligarki.
>>
>> Urang Minang sudah tidak sabar lagi, macet ingin jalan toll dibangun
>> cepat2.
>>
>> Oligarki juga sudah siap untuk menguasai tanah2 sepanjang jalan, kiri
>> kanan toll dibeli dengan murah.
>>
>> Jangan kira, selesainya jalan toll, tanah kiri kanan toll akan menjadi
>> mahal. Tanah2 sepanjang jalan toll, akan tetap atau turun harganya, karena
>> tanah tsb terkurung, tidak punya akses ke jalan toll. Dengan kolusi dengan
>> pejabat2, oligarki mengusahakan, jangan sampai pemda membikin frontage
>> road. Anda mengerti frontage road? Frontage road, adalah jalan lokal yg
>> dibangun di kiri kanan jalan toll, yg seharusnya jadi kewajiban pengembang
>> jalan toll untuk membangunnya, bila disekitar jalan toll tidak ada jalan
>> lokal.
>>
>> Kewajiban membangun frontage road ini yg disyaratkan oleh UU, tidak
>> pernah dilaksanakan. Tragedi kemanusiaan!!! Kenapa?
>>
>> Yg terjadi adalah oligarki berkolusi dengan pemda, agar tanah2 disekitar
>> jalan toll tetap terkurung, sehingga harganya tetap murah.
>>
>> Jadi oligarki, akan membeli tanah2 yg terkurung sepangan jalan toll dalam
>> puluhan ribu ha, di belinya pelan2 melalui pihak ketiga. Ada orang tua yg
>> meninggal, bagi harta dibelinya. Ada yg mau naik haji dibelinya, ada yg
>> perlu uang dibelinya. Tanah2 terkurung itu dibeli dengan harga murah.
>> Setelah semuanya dibeli, puluhan ribu ha, berikutnya oligarki cincai dengan
>> pejabat daerah. Disuruhnya bupati, walikota, membikin akses jalan dengan
>> uang APBD/APBN.
>>
>> Tanah yg sudah di kuasai ribuan ha tsb, kemudian dibangun pelan2 jadi
>> pusat wisata, daerah industri, setelah bonekanya membangun akses road, dari
>> APBD/APBN yg nota bene adalah uang rakyat.
>>
>> Pada waktu itu orang Minang sudah miskin, tanah sudah dijual, jadi sudah
>> siap jadi buruh pabrik dengan gaji murah. Jadi episode pertama menguasai
>> sentral2 business, rumah sakit, sekolah, episode kedua, kuasai lahan,
>> bangun industri, buruh sudah siap, karena sudah makin banyak urang Minang
>> yg miskin seperti di Jawa.
>>
>> Jadi pusat Finansial, di daerah reklamasi, pusat perdagangan sudah
>> dikuasai, tanah2 sudah dikuasai.
>>
>> Yang tersisa, bagi urang Minang di kampung sendiri adalah otot untuk jadi
>> buruh pertanian modern, buruh di superblog, buruh di pusat2 industri.
>>
>> Aduhai, pejabat2 yg menekan tombol dimulainya proyek Lippo, anda2 akan
>> tercatat disepanjang sejarah Minang, sebagai orang2 yg memotori proses
>> pemiskinan urang Minang, 20-30 tahun lagi, anda2 akan melihat cucu anda,
>> jadi jongos dikampung sendiri. Kalau anda2 sakit, cucu2 anda tidak akan
>> sanggup membiayai anda2 masuk rumah sakit, yang anda tekan tombol
>> peresmiannya.
>>
>> Gemas, melihat Minang, dipimpin oleh orang2 yg cakrawalanya pemikirannya
>> tidak jauh kedepan. Amplop sesaat membahagiakan anda sejenak, memikiskan
>> anak cucu se lama2nya, ber abad2 yang akan datang.
>>
>>
>>
>> Salam
>>
>> Bakhtiar Muin
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke