Assalammualaikum WR WB Bapak Saaf yth
   
  Sebelumnya ifah koreksi dulu cara bapak mengambil kesimpulan yang bapak 
jadikan BIM 34 ya. Ifah berikan contoh sajalah ya
   
  Bilangan Prima adalah bilangan yang mempunyai faktor satu dan dirinya 
sendiri. Jadi himpunan bilangan Prima adalah { 2,3,5,7,11,13,17,19,23,29 ...}
  Kalau kita perhatikan, terlihat bahwa hanya angka 2 saja dari bilangan prima 
yang bukan bilangan ganjil, dimana angka 2 adalah bilangan genap. Tapi karena 
adanya angka 2 sebagai bilangan genap kita tidak bisa menyatakan bahwa nilangan 
prima adalah bilangan ganjil. Akan lebih salah lagi kalau menyatakan bilangan 
prima adalah bilangan genap. Kasusnya Analog kan ? 
  Jadi pernyataan bapak ABSSBK terkatung katung selama 170 tahun, ifah SANGGAH. 
Salah satu penyangkalnya karena ada NAGARI yang berusaha menjalankan adat 
sesuai ajaran AlQuran misalnya di Banuhampu. 
  Bukan berarti dengan dilaksanakannya ABSSBK di Banuhampu itu menggambarkan 
ABSSBK dilaksanakan di semua Ranahminang. Kesimpulan bapak jelas salah besar
  Bukan berarti pula ifah tidak menginginkan bapak mengupas ABSSBK. Seperti 
kata bapak Banuhampu hanya sebagian kecil dari ranahminang. 
   
  Hanifah sangat mendukung kalau bapak mengadakan penelitian tentang pernyataan 
bapak ABSSBK hanya wacana di Ranahminang. 
   
  Oh ya Prof Moedomo bukan rang Ranahminang. Beliau pernah jadi PJS Rektor ITB. 
Prof Ansyar yang orang Matur Agam juga mengajarkan hal yang sama. 
   
  Terlebih terkurang mohon maaf.
   
  Wass
   
   
  Hanifah Damnhuri
   
   
"Dr.Saafroedin BAHAR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,

Saya forward jawaban saya kepada Nanda Hanifah sehubungan dengan saran beliau 
agar saya mempergunakan metoda matematik dalam membahas ABS SBK. Muidah-mudahan 
ada manfaatnya.

  Wassalam,
Saafroedin Bahar
  (L, 70+6+ 27, Jakarta)


--- On Sun, 3/9/08, Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  From: Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] DIM 34: TIDAK ADA MASALAH DENGAN ABS SBK. Re: 
WARTA TIM PERUMUS KOMPILASI ... Minangkabau Disputes
To: "hanifah daman" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sunday, March 9, 2008, 4:27 PM

          Wassalamualaikum w.w. Ananda Hanifah Damanhuri dan para sanak sa 
palanta,

Saya senang Nanda mengajak saya -- dan tentunya kita semua -- untuk mengadakan 
pembuktian bahwa ABS SBK tidak 'tagaiang-tagiang' selama 170 tahun. Itu artinya 
Nanda juga meragukan kritik Syekh Akhmad Khatib al Minangkabauwi, atau kritik 
Buya Hamka, yang saya kutip sebagai pembuktian. Juga Nanda terkesan mengabaikan 
seluruh pendapat dan pertukar-fikiran selama ini dalam Rantau Net tentang ABS 
SBK, yang menurut Nanda Miko malah sudah mulai sejak tahun 2000. 

Sebaliknya Nanda mengajak saya untuk mempergunakan metoda matematik dan ajaran 
Prof Mudomo [apa beliau ini orang Minang dan  tahu ABS SBK?] untuk membuktikan 
hipotesa saya. Mengenai ajakan Nanda ini, saya teringat obsesi orang Amerika 
dalam tahun 1970-an dahulu untuk mengakhiri Perang Vietnam dengan mengembangkan 
strategi militer dengan menggunakan metoda matematik, dan kita semua tahu bahwa 
selurihnya itu gagal karena kehidupan manusia jauh lebih kompleks dari yang 
dapat dikalkulasi secara matematik. Atau obsesi para ahli ekonometrik 
akhir-akhir ini  untuk memprediksi dan  mengatur ekonomi dengan rumus-rumus 
matematik. Kita semua tahu bagaimana hasilnya sekarang ini. Lagi pula, setahu 
saya ilmu pengetahuan sosial yang saya geluti selama ini mempunyai lojik dan 
metodologinya sendiri, yang tidak bisa begitu saja ditangani dengan metoda 
ilmu-ilmu lainnya.

Sebaliknya Nanda menampilkan kontra argumen dengan merujuk pada pengalaman 
Nanda di Banuhampu dan pengalaman beberapa orang sanak saudara Nanda, sebagai 
bukti bahwa 'there is nothing wrong' dengan pelaksanaan ABS SBK. Sungguh 
menarik, dengan jumlah 'sampling' yang demikian kecil Nanda sudah dapat menarik 
kesimpulan yang Nanda yakini benar. Sungguh saya merasa heran dengan gagasan 
[implisit] Nanda bahwa apa yang sudah baik di Banuhampu pasti juga sudah baik 
bagi seluruh Minangkabau.

Tetapi ada gagasan Nanda yang baik, dan dapat saya terima, yaitu bahwa kita 
perlu mengadakan penelitian emperik mengenai praktek ABS SBK dalam kehidupan 
kita orang Minangkabau, untuk mengetahui apakah pelaksanaan ABS SBK tu sudah 
baik atau belum.  Sewaktu saya berdebat hangat dengan salah seorang netter 
dalam Rantau Net ini beberapa waktu yang lalu, kan itu juga yang saya anjurkan. 

Diilhami oleh gagasan Nanda ini, saya merencanakan untuk mengajukan diadakannya 
semacam survai di Ranah dalam proses penyusunan Kompilasi Hukum ABS SBK ini, 
kalau dapat nanti juga ditindaklanjuti oleh semacam riset yang lebih mendalam. 
Dalam kesimpulannya nanti, sudah barang tentu saya bisa saja salah, karena yang 
pasti benar itu hanya Ia yang Maha Tahu. 

Seorang ilmuwan sosial -- yang telah pernah membaca buku Thomas Kuhn tentang 
perkembangan ilmu pengetahuan  -- tidak akan pernah mengklaim seluruh kebenaran 
bagi dirinya sendiri, atau secara kategoris menolak kemungkinan bahwa orang 
lain juga mungkin benar.

Agar visi Ananda ini dapat didalami secara lebih melembaga oleh Tim Perumus, 
saya catat sebagai DIM 34; TIDAK ADA MASALAH DENGAN ABS SBK.


  Wassalam,
Saafroedin Bahar
  (L, 70+6+27,Jakarta)
'Taqdir di tangan Allah, Nasib di tangan Manusia'

  'Ya Allah, tunjukilah selalu aku jalan yang lurus dan Engkau ridhoi'
''Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya'
'Mari berlomba berbuat kebaikan'

  'Puji syukur aku sampaikan pada-Mu ya Allah, atas segala rahmat dan nikmat 
yang telah Engkau anugerahkan kepada aku dan keluargaku'.
'Setiap manusia adalah baik, sampai terbukti sebaliknya'
'Jangan pernah berhutang dan jangan mudah berpiutang'



--- On Sun, 3/9/08, hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  From: hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] Re: WARTA TIM PERUMUS KOMPILASI ... Minangkabau 
Disputes
To: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "[email protected]" <[email protected]>
Date: Sunday, March 9, 2008, 7:55 AM


AWW bapak saaf yth. Kalau begitu bapak tidak bisa dong menyatakan ABSSBK
tagaiang2 salamo 170 tahun. Karena tidak ada bukti atau hasil penelitian atau
catatan sejarah yang menyatakan konsep ABSSBK gagal diterapkan di masyarakat
ranahminang. Prof Mudomo dulu ngajarin bgm   cara
 membuktikan kebenaran dari
suatu pernyataan. Diantaranya. Pakai induksi, cari contoh penyangkal atau pakai
kontradiksi. Misalnya untuk pernyataan bilangan primg bukanlah bilangan ganjil.
Kalau pakai cara bpk yg hanya melihat di belakang tentu bpk akan membantahnya.
Nah karena adat salingka nagari dan banyak nagari yang adatnya menurut ABSSBK
tidak akan terima pernyataan bpk tersebut. Lagi2 menurut matematika pernyataan
bpk tersebut tdk bisa diterima. Andaikan selama ini orang ranah yang muslim
tidak menjadikan atau menerapkan ABSSBK dalam hidupnya, apa jadinya
ranahminang? Kalau bpk merasa tdk menjalankan ABSSBK yah bpk periksa dulu diri
bpk sendiri. Konsep apa yang salah? Oh ya
 bapak kami para cucu Djalil yang berlainan nenek barusan kumpul2 krn salah
satu dari kami menikah. Menikahnya dengan laki2 pariaman. Ha lai indak mambali
kami doh. Yang lebih menarik di jaman edan ini adalah mereka menikah
   lewat
perjodohan. Asyik juga menengok marapulai tak lepas2 tatapannya ke anak daro
yang didandan sangat cantik. Mereka sama2 sarjana di perguruan tinggi terkenal.
Alhamdulilah. Smg mereka langgeng. Amin. Jangan marah ya pak, kalau tidak
berkenan. Wass. Hanifah

Dr.Saafroedin BAHAR wrote: 
> Assalamualaikum w.w. Nanda Hanifah dan para sanak sa palanta, Saya percaya
bahwa bukan maksud Nanda untuk meminta data mentah atau 'raw data' dari
perkembangan sejarah Minangkabau, 1803-2008, untuk di-posting di RantauNet ini.
Sejarah tidak bermaksud menampilkan data mentah, tetapi merupakan pencarian
makna ('meaning'] terhadap kehidupan kita selaku manusia, Tidaklah
mengherankan jika dari suatru peristiwa sejarah yang sama bisa timbul berbagai
ulasan. Oleh karena itu, mungkin lebih tepat jika yang ditampilkan untuk
dibahas itu adalah kecenderungan- kecenderungan ["trends"] dari
perkembangan sebuah suku bangsa   seperti
 Minangkabau, serta beberapa
tonggak-tonggak sejarahnya ["historical milestones"] yang penting.
Demikianlah saya melihat Perang Paderi, 1803-1838, Syekh Akhmad Khatib al
Minangkabauwi, atau Buya Hamka -- dan tokoh-tokoh lainnya -- sebagai
>  tonggak-tonggak sejarah Mnangkabau itu. Seperti biasa, terhadap
tonggak-tonggak sejarah itu ada aneka ragam persepsi serta interpretasi, bukan
hanya di masa lampau, tetapi juga pada saat ini, sehingga  tantangan yang
harus kita jawab sekarang adalah bagaimana merangkumnya dan merumuskan esensi
yang terdapat di dalam keseluruhan perkembangan itu. Mengenai wacana ABS SBK
ini saya telah meminta bantuan Admin RantauNet untuk menghimpun
['mengkompilasi'] wacana yang rupanya sudah berkembang sejak tahun 2000
tanpa kesimpulan itu, sebagai sumbangan bagi Tim Perumus yang sudah dibentuk
oleh Gubernur Sumatera Barat. Saya percaya Tim ini memerlukan masukan, dari
segala   macam aliran
 pikiran, yang pro atau yang kontra. Tentang pertanyaan
Ananda " apa bpk sempat mendokumentasikan masalah2 yang terjadi di ranah
ketika bpk jd pejabat di ranah?  ", jawabnya adalah: sudah barang
>  tentu.  Disertasi saya pada Universitas Gadjah Mada (1996) dan buku saya
"Masih Ada Harapan" (2004) hanya bisa saya susun karena saya termasuk
agak rajin menghimpun dokumentasi dan buku-buku. Sekedar catatan kecil, di
rumah, saya mempunyai buku yang lumayan banyak, tentang bermacam-macam subyek.
[Sewaktu arsitek menanya saya  tentang tipe rumah apa  yang saya inginkan,
tanpa ragu saya berkatar: 'rumah yang saya inginkan adalah sebuah
perpustakaan, yang ada kamar-kamarnya', dan memang itulah yang beliau
rancang, dan saya bangun di kompleks perumahan dinas Cidodol Baru]. Saya agak
kewalahan mengelola perpustakaan saya itu dan sekarang ini saya meminta bantuan
tiga orang tenaga ahli perpustakaan untuk   membuatkan katalognya.
 Mengenai
pertanyaan saya kepada Nanda apakah akan dilanjutkan upaya mengkompilasi hukum
ABS SBK ini, dalam semiloka di Universitas Andalas Juni 2007, di diskusi panel
di Arsip Nasional Januari 2008, dan dalam
>  pertemuan di Padang, Maret 2008 ini para ahli berkesimpulan bahwa upaya
merumuskan ABS SBK ini perlu dilanjutkan. Alhamdulillah. Sekali lagi terima
kasih atas perhatian Nanda. Wassalam, Saafroedin Bahar  (L, 70+6+26, Jakarta)
'Taqdir di tangan Allah, Nasib di tangan Manusia'    'Ya Allah,
tunjukilah selalu aku jalan yang lurus dan Engkau ridhoi'
''Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya'
'Mari berlomba berbuat kebaikan'  'Puji syukur aku sampaikan
pada-Mu ya Allah, atas segala rahmat dan nikmat yang telah Engkau anugerahkan
kepada aku dan keluargaku'. 'Setiap manusia adalah baik, sampai
terbukti sebaliknya' 'Jangan pernah
>  berhutang dan jangan   mudah berpiutang' --- On Sat,
 3/8/08, hanifah
daman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: hanifah daman
<[EMAIL PROTECTED]> Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] Re: WARTA TIM PERUMUS
KOMPILASI ... Minangkabau Disputes To: "[EMAIL PROTECTED]"
<[EMAIL PROTECTED]> Cc: "[email protected]"
<[email protected]> Date: Saturday, March 8, 2008, 3:40 PM Bapak
saaf, 170 tahun adalah waktu yamg sangat panjamg. Entah sudah berapa generasi
yang patah tumbuh hilang berganti di rentang waktu tersebut. Kita bisa tau apa
yang terjadi dimasalalu tentunya dari catatan sejarah. Nah bpk seringkali
menyatakan bahwa ABSSBK terkatung katung dan hanya wacana. Ifah minta data tsb
ke bpk shg bpk bisa ambil kesimpulan seperti itu. Apa mungkin pendapat
>  seorang yang bukan peneliti seperti al minangkabaui dan hamka dijadikan
acuan untuk pengambilan kesimpulan? Apa cukup hanya dengan mengandalkan
tulisan2   beliau? Maaf bapak, harap maklum
 kalau ifah banyak tanya. Oh ya apa
bpk sempat mendokumentasikan masalah2 yang terjadi di ranah ketika bpk jd
pejabat di ranah?  Itu sen dulu nan takana. Pertanyaan bpk tt apa perlu ...
Diteruskan? Biarlah dijawab oleh yang ahli. Untuk dokumentasi kayaknya perlu.
Wass. Hanifah Dr.Saafroedin BAHAR wrote: --- 
>       Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage. 
>  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

  
---------------------------------
  Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it 
now. 

  
---------------------------------
  Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it 
now. 




       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke